![TIKZ [Berpindah Ke Zaman Keemasan]](https://asset.asean.biz.id/tikz--berpindah-ke-zaman-keemasan-.webp)
"Maaf," ucap Idaline menyesali segala perbuatannya.
Kini Idaline sadar betapa egois dirinya meminta Hayan melepaskan mereka yang bersalah.
Meskipun tak sengaja, tetap saja perbuatan mereka dapat membahayakan keutuhan negara bahkan bisa memicu perang antar dua kekuatan besar.
Pandangan mata Hayan yang hangat membuat Idaline tak kuasa menahan air mata.
Pria ini sangat tulus padanya tapi dia tidak pernah mencoba membuka hati untuk Hayan.
Jari-jemari Hayan menyentuh pipi Idaline menghapus bulir air yang meluncur.
Idaline merentangkan tangannya dan memeluk tubuh kekar Hayan.
"Ah, tubuh Hayan memang hangat," batin Idaline berbisik.
Dia menghirup dalam-dalam aroma yang selalu dirindukannya.
Hayan balas memeluknya dan mengusap rambut hitam Idaline yang tergerai.
Idaline melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Hayan, dia menyelami mata hitam legam mencari perasaannya untuk pria hangat ini.
Perlahan-lahan Idaline memiringkan kepalanya dan mencicip bibir merah bak dioles lipstik.
Kecupan-kecupan singkat itu berubah ritmenya hingga terdengar suara kecapan-kecapan mesra dan tanpa Idaline sadari dia sudah duduk di atas pangkuan Hayam.
Hayam menutup matanya membiarkan Idaline melakukan yang diinginkannya tapi tak lama perempuan itu melepaskan tautan bibir mereka dan kembali menangkup wajah Hayan sembari mengunci pandangan mereka.
"Hayan, aku mencintai Djahan.."
Hayan memalingkan wajahnya mendengar pernyataan itu.
Setelah mereka melakukan ciuman nan panas yang mampu menghangatkan tubuh di tengah udara yang dingin, Idaline justru mengatakan hal yang sangat menyakitkan.
Apa Idaline membayangkan Djahan ketiak bersama dengan Hayan?
Idaline mendekatkan wajahnya hingga hidungnya menempel, memaksa Hayan untuk menatapnya kemudian dia melanjutkan perkataannya yang belum selesai.
"..tapi aku juga nyaman bersamamu," ucap Idaline menyuarakan isi hatinya.
Idaline dan Djahan telah saling bersumpah satu sama lain.
Tapi bersama Hayan, Idaline akan memiliki buah hati. Dia juga merasa nyaman dan aman.
"Aku harus bagaimana?" tanya Idaline gusar.
Dua pilihan ini bukanlah pilihan sebab Idaline tidak bisa memilihnya.
Hayan melepaskan tangan Idaline dari wajahnya kemudian mengarahkan Idaline untuk bersandar di dadanya. Tangan Hayan melingkar di perut Idaline dan mengusap perut besarnya.
"Maharaniku, aku tidak akan melepaskanmu."
__ADS_1
Idaline menghela napas panjang. Dia sudah tahu jawaban Hayan, seharusnya dia tidak bertanya.
"Tapi jika Maharaniku ingin bersama Mahapatih, Maharaja ini tidak melarang. Akulah yang merebut kamu darinya. Maka aku akan berdosa jika melarang kalian."
"Asalkan kalian tidak menunjukkan cinta kalian di depanku, aku siap berbagi."
"Kenapa Hayan? Kenapa kamu mau berbagi?" Wajah Idaline memerah. Tidak seharusnya seseorang yang berkata sangat mencintai rela berbagi dengan yang lain!
"Sekiranya Maharaniku senang, aku tidak mengapa. Yang terpenting Maharaniku tetap di sisiku."
Idaline tidak membalas lagi pernyataan Hayan. Pernyataan Hayan sangat bertentangan dengan norma yang berlaku.
Akan tetapi Idaline tidak bisa membohongi hatinya sendiri.
Idaline merasa senang dengan pernyataan Hayan.
"Aduh!" keluh Idaline ketika rambutnya tiba-tiba dikumpulkan.
Di belakangnya Hayan mengeluarkan sebuah benda lancip lalu menusukkan ke rambut Idaline. Tangan Hayan terjulur melewati leher Idaline.
Dia tersenyum dan menunjukkan kaca ke depan Idaline.
"Ca-cantik sekali!" puji Idaline menyentuh tiga cunduk mentul yang menghias rambutnya.
Cunduk mentul itu berhiaskan mutiara hitam. Mutiara yang akan bersinar ketika berada di dalam kegelapan.
"Dengan ini aku tidak memerlukan obor!" sorak Idaline dalam hati.
Hayan mencubit gemas pipi Idaline yang sedang berpikir keras. Dia tahu perempuan ini bukannya memuji keindahan cunduk mentul yang Hayan ukir sendiri tapi malah memikirkan kegunaan dari benda yang didapatnya.
"Ah iya. Kita belum menyelesaikan sesi perkenalannya~" Idaline hendak duduk di sebelah Hayan tapi pria itu menahannya dan mengeratkan pelukannya.
Idaline mengusap kepala Hayan yang menempel di bahunya.
"Tuan ini apa tidak sadar ada makhluk-makhluk kesepian yang sudah ratusan bahkan ribuan tahun sendiri tanpa pasangan?" Berani menatap tajam majikannya.
Hayan tidak mempedulikan bisikan itu dan menikmati usapan Idaline.
"Ini Payang. Dia adalah penyu tempayan." Hayan mengeluarkan batu dari tangannya melempar makhluk yang tertidur di dalam rumahnya itu.
Payang si penyu tempayan pun terbangun, dia memiliki cangkang yang sangat kuat tapi manusia ini dengan batu sekecil itu dapat mengusik tidurnya.
Dan Hayan dapat bertahan dari rahang kuat Payang yang dapat mematahkan pohon jati dalam sekali gigit.
Namun kegunaan bagi Hayan adalah Payang dapat mengambil benda-benda langka di dalam laut yang kedalamannya tidak dapat dijangkau manusia seperti mutiara hitam di laut yang gelap.
Kuda sembrani bisa melakukannya namun ia harus berada di sisi Hayan.
Lalu ada si Lelembut, monyet hantu yang tidak bisa lepas dari keluarganya. Istri dan anak-anaknya akan selalu ikut jika sang ayah dipanggil.
Ukuran monyet hantu yang kecil membuat mereka mudah menyusup dan tangan mereka yang panjang dapat meraih benda tanpa meninggalkan banyak jejak.
__ADS_1
Jejak-jejak kecil mereka cepat terhapus oleh alam, sangat cocok untuk melakukan penyusupan.
Royo, merak hijau, bulunya indah dan dapat berubah menjadi beberapa hal kekuatan utamanya daalah mengirim pesan tanpa diketahui pihak lain.
Hewan kontrak dapat mengetahui pergerakan hewan lainnya yang setara atau lebih rendah dan menerima sinyal darurat ketika hewan lebih kuat datang, merak hijau berguna untuk menghalau itu.
Sayangnya Royo adalah si penakut yang bersembunyi di balik semak.
Blorok, burung jalak dengan corak putih dan hitam, nyanyainnya dapat menenangkan atau merusak sesuai intruksi pemilik.
Hal lain yang jadi kemampuannya adalah menggali dengan cepat, dapat menyelesaikan trowongan satu km sebesar tubuh manusia hanya dalam waktu lima menit.
Woko, burung maleo yang beraksi mengubur lawannya dengan pasir yang dikeluarkan dari telapak kakinya.
Sedangkan kemampuan tubuhnya adalah mengeluarkan hawa panas terutama dari mulut yang akan langsung memusnahkan targetnya menjadi abu.
Sensasi terbakar adalah yang paling ringan diterima lawan.
Wakya seekor cindaku yang tampilannya seperti harimau biasa namun memiliki rambut yang panjang layaknya manusia.
Tanah kelahiran adalah kawasannya.
Jika berada di sana ia bisa menjadi harimau dengan pemikiran manusia yang kuat dan Cindaku bisa berubah menjadi manusia dengan bagian tubuh harimau yang diinginkannya.
"Perkenalkan ini Maharaniku. Seperti perjanjian di awal, datanglah ketika dia membutuhkan kalian. Lebih dari diriku," ucap Hayan berdiri sambil memeluk pinggang Idaline.
"Maharaniku, pergilah pegang kepala mereka." Hayan memperhatikan simbol di tanah yang telah dibuat hewan-hewan kontraknya, mereka semua bersiap menerima majikan yang baru.
Benar-benar tidak mereka pahami bagaimana Hayan bisa mengetahui simbol rumit yang tersembunyi ini sebab setiap hewan hanya bisa berkontrak dengan satu majikan.
"Mereka akan berada di jiwaku atau ragaku?" tanya Idaline takut terjadi hal gawat bila dia tiba-tiba meninggalkan raga ini.
"Tentu saja jiwa. Raga terlalu lemah untuk menerima kekuatan mereka."
"Maharaja, saya obati tangan Anda," ucap Cendra memberikan ekor yang telah dicabutnya.
Saat Hayan hendak menerima bulu ekor dari Cendra guna menyembuhkan tangannya yang ia gores untuk memanggil hewan-hewan kontraknya, suara memekakan terdengar dari tempat Idaline berada dan di sana terdapat bekas asap putih.
Hayan terperangah merasakan ikatan yang terputus dalam jiwanya.
Sebuah ikatan kuat yang seharusnya tetap terjalin kecuali diputus dengan paksa
atau
salah satu pihak telah
MATI.
••• BERSAMBUNG •••
© Al-Fa4 | 29 November 2021
__ADS_1