TIKZ [Berpindah Ke Zaman Keemasan]

TIKZ [Berpindah Ke Zaman Keemasan]
089 - INI SUDAH WAKTUNYA


__ADS_3

"Yang Mulia?"


Idaline, Widya, Siji, dan Loro sontak secara serempak memutar kepala mereka ke sumber suara.


Mereka tidak menyangka ada orang lain di sana. Idaline menarik napasnya berusaha tenang.


Orang-orang ini adalah para 'pekerja' di butik bunga, butik milik Atem atau lebih tepatnya tempat prajurit bayangan Hayan direkrut dan dilatih.


Idaline dapat mengenali mereka setelah lama tidak berkunjung ke butik bunga adalah karena pakaian mereka yang sama, tak ada ubahnya dengan tujuh tahun silam ketika Atem dan Hasta masih di sini.


Pakaian ala jubah yang dikenakan perempuan dan kain besar polos yang disampirkan para laki-laki di bahu kanan mereka membuat mereka tampak lemah dan butuh perlindungan seolah mereka adalah warga yang hanya cinta pada penampilan.


Pada kenyataannya di bagian tubuh tak terlihat mereka tersimpan berbagai senjata mematikan termasuk racun yang sulit ditemukan.


Orang-orang ini adalah senjata tersembunyi Hayan.


Bila berhadapan dengan Bhayangkara, kerusakannya tidak akan terbayangkan, begitu yang Hayan sampaikan ketika bercerita pada Idaline.


Pria itu sangat mempercayai Idaline sampai-sampai banyak rahasia diketahui Idaline.


Dan inilah salah satu alasan mengapa Idaline semakin tidak bisa terlepas dari genggaman Hayan.


Semakin Hayan bercerita, semakin tersembunyi jati diri Hayan yang sebenarnya.


Apakah dia orang baik atau orang jahat ? Apakah dia pemaaf atau pedendam ? Apakah dia benar-benar mencintai Idaline atau tidak.


Topeng Hayan terlalu banyak. Di depan khalayak dia bagai malaikat, namun dalam senyap tak tanggung-tanggung dia memusnahkan sebuah keluarga hanya karena salah satu anggotanya menyinggung dirinya.


Idaline lupa berapa banyak keluarga yang dilenyapkan Hayan.


Satu? Dua? Tidak. Keluarga yang musnah mencapai belasan keluarga! Dari keluarga rakyat jelata sampai keluarga bangsawan.


Di balik tenang dan damainya keraton, banyak siasat keji yang mengincar kematian Hayan dari saat dia di dalam kandungan sampai posisinya kokoh seperti sekarang.


Orang yang menginginkan kematiannya tidak ada habisnya.


"Yang Mulia? Kenapa Yang Mulia ada di sini?"


"Aku sedang berlibur di pantai. Apa ada masalah?"


"Tapi Yang Mulia.. di sini anginnya kencang, bagaimana kalau masuk ke pedesaan?"


Idaline menimbang dan meminta pendapat Widya dan para sepupunya lalu mereka mengikuti Telik, pasukan rahasia Hayan.


Hidup dan mati mereka diserahkan pada Hayan seutuhnya untuk berbakti pada ibu pertiwi, maka Idaline bukanlah seseorang yang akan mereka percayai sepenuhnya.


Di malam yang dingin, di tempat yang sepi, di kegelapan yang tak terlihat, siapa yang tidak akan curiga tentang segerombolan orang-orang di pesisir pantai.

__ADS_1


Idaline, Widya, Siji, dan Loro terlihat seperti sedang menunggu kapal ilegal mendarat.


Apalagi Dio dan Duo sedang bertarung di Sanggahan, tempat yang lumayan sengit pertarungannya sebab Pasukan Kerajaan Galuh sudah menyelinap selama lebih dari dua pekan dan mampu mempengaruhi berbagai elemen rakyat di sana.


Dio, Duo, dan pasukan Maja di Sanggahan pasti kewalahan menghadapi musuh bersamaan dengan itu harus menahan diri pada penduduk yang menyerang.


Idaline menghela napas panjang. Jika dia memberitahukan hal ini, permasalahannya akan bertambah runyam dan bisa jadi orang-orang yang bersamanya akan dihukum karena tidak mungkin menjatuhi hukuman pada perempuan yang sedang mengandung penerus Bhumi Maja.


Saat ini orang-orang yang melihatnya pasti berpikir Idaline dan rombongannya sedang dijamu dengan baik.


Yang sebenarnya adalah Telik sedang memperhatikan mereka tanpa berkedip.


Di sisi pintu.


Di sisi jendela.


Bahkan di atap-atap rumah.


Idaline memandang ke luar. Entah Siji, Loro, dan Widya apakah diperlakukan dengan baik di meja tamu atau justru sedang diinterogasi dengan sengit.


Tadi sebelum dia meninggalkan mereka dan masuk ke ruangan yang lebih dalam, mereka bertiga dijamu makanan dan minuman.


"Mohon terangkan dengan jelas agar hamba dapat menuliskan dengan detail setiap yang terjadi di sini. Bukankah Anda sedang menuju Kadiri? Kenapa berada di Hutan Sanggah? Hamba mohon terangkan dengan jelas."


"Karena hutan di sini sepi makanya aku datang ke sini. Malas sekali berkunjung lalu diperhatikan dengan berlebihan."


"Itu demi kenyamanan dan keselamatan Anda!"


Idaline mendengarnya dari Candra, banyak rakyat mulai memandang sebelah mata keberadaan Idaline di sisi Hayan apalagi tidak ada capaian Maharani di sisi Maharaja yang telah gemilang menaklukkan satu pulau besar hanya dalam selang waktu beberapa bulan saja.


Hayan sangat bersinar sampai menutupi keagungan Idaline sebagai murid Petapa Agung.


Rakyat mulai berani membicarakan Idaline di ruang-ruang publik setelah keluarga Mihir berencana mendapatkan posisi kokoh di keluarga kerajaan dan setiap orangnya dengan percaya diri berpikir Samha Mihir akan diterima Hayan.


Maka dari itu mereka berani bergosip dan menyebarkan berita dengan berlebihan. Sampai urusan ranjang mereka berani membicarakannya.


Mereka bergunjing jikalau Maharaja dan Maharani tidak pernah berbagi ranjang.


Tidak sedikit rakyat yang kemudian mendukung Samha Mihir untuk maju menjadi Maharani karena dianggap merakyat sebab Samha Mihir kerap kali datang mengunjungi orang-orang miskin dan memberi banyak persediaan makanan.


Bangsawan-bangsawan tingkat rendah dan menengah pun mulai memikirkan yang diucapkan para rakyat, jadi banyak pula dari mereka tidak memandang Idaline.


Idaline membuktikannya dari pesta kecil yang dia adakan dahulu. Banyak bangsawan b erani tidak hadir dengan berbagai alasan.


"ANDA HAMIL??! LALU KENAPA ANDA KELUAR KERATON, YANG MULIA? BANYAK MUSUH DI LUAR SINI!!"


"Kamu mengejutkanku," kata Idaline mengusap dadanya.

__ADS_1


"Mohon ampuni hamba. Hamba tidak bermaksud mengejutkan Anda. Mohon dengan amat sangat agar Anda kembali ke keraton saat ini juga. Mereka, para musuh yang tidak mengetahui Anda hamil pun akan berusaha menyerang Anda apalagi kalau mereka tahu Anda sedang hamil. Mohon Yang Mulia kembali ke keraton."


"Aku akan kembali. Kalian jangan mengatakan aku sempat berada di sini."


"Baik, Yang Mulia."


Idaline menaiki tangga kereta dengan hati-hati. Widya telah berada di sana dan Siji dan Loro menunggang kuda di luar.


"Kamu tidak apa-apa kan? Kami dilarang memasuki ruanganmu! Apa mereka melakukan hal aneh?"


"Mereka tidak akan berani. Bagaimana pun aku adalah Maharani. Kalian?"


"Benar, aku adalah Maharani," batin Idaline. Matanya berkilat menatap Telik yang masih berdiri di gapura penginapan.


"Kami tidak diapa-apakan tapi kami juga tidak mau memakan hidangan sedangkan kami tidak tahu kamu diapakan di dalam!"


"Tenang saja. Jika mereka berulah, aku akan membalasnya dua kali lipat!" Idaline yakin Telik tidak akan mendengarkannya, maka Idaline hanya bisa memberikan mereka peringatan.


Sesuai dugaan Idaline, Telik melaporkan setiap yang terjadi, tidak mengindahkan ucapan Idaline.


Setelah menerima pesan, Hayan langsung menghubungi Dio dan Duo.


Dan Idaline satu langkah di depan Hayan. Sekarang dia sudah bersama dengan Dio dan Duo berkumpul di tempat Widya akan melangsungkan pernikahannya.


Gadis manis itu berencana menikah dengan sederhana.


"Kalian di Sanggahan? Bukankah Maharani ada di Kadiri, Dio, Duo?"


"Benar, Yang Mulia. Kami di Kadiri," jawab jujur Dio. Saat ini mereka sedang berada di kawasan Kadiri untuk menghadiri pernikahan Widya yang akan dilangsungkan esok hari.


"Beraninya memberitakan kebohongan tentang Maharaniku!"


"Jangan salahkan aku begitu kejam. Kamu yang tidak sopan seharusnya belajar bertata krama," gumam Idaline mendengar ucapan Dio. Dia tahu saat ini Hayan sedang menghubungi Dio.


Idaline menutupi seringainya merasa senang rencananya telah berhasil. Telik pasti mendapatkan hukuman dari Hayan karena dianggap telah berbohong.


"Udelia.."


"Utih?"


Idaline merasa tidak memanggilnya. Dia bertanya-tanya apa ada perihal mendesak?


Kemudian Idaline bisa menebak yang terjadi setelah melihat sosok agung muncul dari gelapnya malam.


"Ini sudah waktunya, mbakyu."


••• BERSAMBUNG •••

__ADS_1


© Al-Fa4 | 12 November 2021


J ANGAN lupa like komen dan vote supaya author semangat ya teman-teman! ^_^


__ADS_2