Ustadz Idolaku

Ustadz Idolaku
Jihad Seorang Wanita


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 3 pagi, kontraksi yang dirasakan Sari sudah semakin sering dirasakan.


Sari mengatakan pada Musa ingin tiduran di bed, Musa pun membantu Sari untuk berbaring, Sari tiduran sambil memiringkan tubuhnya ke kiri, menghadap Musa yang duduk di sebelah kiri ranjang, sambil menggenggam tangan Sari yang sesekali mencengkeram kuat genggaman tangan Musa saat merasakan sakit di perutnya karena kontraksi.


Tak lama kemudian bidan Tatik kembali masuk dan mengecek jalan lahir.


" Sudah bukaan 7, masih harus menunggu ya Dok..., sebentar lagi". Sari hanya mengangguk sambil meringis, karena saat itu kembali merasakan kontraksi.


" Dokter Sari boleh sambil dibawa minum atau makan buah, biar nanti ada tenaga buat mengejan".


Sari hanya mengangguk, tapi tidak berniat untuk makan ataupun minum apapun, semua nafsu makannya sudah menghilang, karena kontraksi yang semakin kerap munculnya.


" Sayang mau minum?", tanya Musa lirih di telinga Sari.


Sari menganggukkan kepalanya. Sari merasa tenggorokannya begitu kering padahal dari tadi tidak banyak bicara.


Dreeet... dreeet... dreeet....


Ponsel Musa bergetar, Musa meraihnya dari atas nakas.


Umi memanggil.


" Umi telepon, Mas angkat telepon dulu ya sayang...", Musa pamit pada Sari.


" Assalamualaikum Umi".


" Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarokatu".


" Kalian dimana? apa Sari mau melahirkan?, bagaimana keadaannya?, Sari baik-baik saja kan Mus?, tadi habis sholat Umi ke kamar kalian karena pintu kamar sedikit terbuka, tapi kalian nggak ada. Umi jadi khawatir", umi mengajukan rentetan pertanyaan karena merasa sangat cemas.


Umi dan Abi selesai sholat malam seperti biasa, memang sudah menjadi seperti kebiasaan untuk mereka melaksanakan sholat sunah tahajud dan sholat sunah lainnya yang dilakukan tengah malam.


Namun saat Umi berjalan melewati kamar Musa dan Sari, pintu kamar sedikit terbuka, Umi mengecek kamar dan ternyata kosong.


Perasaan khawatir Umi sejak pagi mungkin memang tepat, jika Sari sudah hendak melahirkan.


" Umi yang tenang ya, Musa minta Umi dan Abi di rumah tolong do'akan Sari, agar diberi kemudahan dan kelancaran saat melahirkan".


" Musa dan Sari mohon maaf untuk semua kesalahan kami selama ini". Umi bisa mendengar suara sesegukkan Musa dari dalam telepon.


" Musa baru pernah menemani orang yang mau melahirkan, sejak tadi Sari terus menahan rasa sakit karena kontraksi, pasti dulu Umi juga merasakan hal yang sama saat melahirkan Musa".


" Musa ucapkan beribu-ribu terimakasih untuk perjuangan yang sudah Umi lalui demi melahirkan Musa ke dunia ini".


" Perasaan khawatir Umi memang benar, Sari tadi malam merasakan kontraksi, kami sampai di rumah sakit jam 12. waktu baru sampai sudah pembukaan 4, dan sekarang sudah pembukaan 7, Musa mohon sama Umi dan Abi, bantu do'akan Sari... ". Belum selesai Musa berbicara Umi sudah memotong kalimatnya.


" Umi dan Abi langsung ke rumah sakit, apa kalian di rumah tempat Sari kerja?", tanya Umi.


" Iya Umi".


" Assalamualaikum".


" Wa'alaikumsalam salam".


Umi menutup teleponnya dan langsung mengajak Abi ke rumah sakit.


Saat dijalan, Umi sengaja menelepon Esti, besannya. Pada panggilan ketiga panggilan Umi baru diangkat oleh Esti.

__ADS_1


" Assalamualaikum Mba.."


" Wa'alaikum salam", suara Esti terdengar seperti baru bangun tidur.


" Mba... saya cuma mau ngabarin, Sari sudah kontraksi dan sekarang sudah di rumah sakit, saya juga baru tahu dan mau nyusul ke sana".


Esti yang tadinya masih memejamkan mata langsung melotot mendengar kabar dari besannya jika Sari sudah mau melahirkan.


Padahal Esti belum minta cuti pada perusahaan, karena tanggal perkiraan Sari melahirkan masih 3 hari lagi. Esti berniat akan mengajukan cuti besok, dan ternyata Sari sudah lebih dulu merasakan kontraksi.


" Iya iya, jeng, saya titip Sari ya, perjalanan mobil dari Malang ke Purwokerto itu 8 jam lebih baru bisa sampai, jadi tolong Sari ditemani".


" Iya Mba, saya sudah sampai di parkiran , ya sudah kalau begitu saya tutup dulu teleponnya, assalamualaikum".


" Terimakasih jeng, wa'alaikum salam".


Umi dan Abi langsung bertanya pada satpam jaga, dimana kamar bersalin. Pak Satpam langsung memberi tahu letak kamar bersalin.


" Yang ini Bi ", Umi mengetuk pintu kamar, seorang suster membukakan pintu.


" Maaf ibu ada keperluan apa?", sapa suster sopan.


" Saya mau nemenin anak saya yang mau melahirkan sus, namanya Sari, Tri Hapsari", terang Umi.


" Owh, ini ibunya dokter Sari, sudah ada Pak Musa di dalam bilik, maaf penunggu hanya diperbolehkan satu orang saja Bu".


" Kalau begitu tolong panggil Musa kesini sebentar, saya mau ketemu Sari".


" Baik Bu, sebentar".


Suster berjalan ke arah salah satu bilik, tak lama kemudian keluar bersama Musa menghampiri Umi dan Abi.


" Ayo Umi". Umi melirik ke arah suster jaga.


" Silahkan ibu, kata bidan Tatik nggak papa, nungguin berdua, semoga bisa mempermudah dan mempercepat proses dokter Sari lahiran", ucap suster dengan tersenyum ramah.


Umi dan Musa langsung masuk ke dalam bilik, sedangkan Abi duduk di kursi menunggu di depan ruang bersalin.


" Sari sayang, bagaimana keadaanmu?".


" Seperti ini Umi, kalau lagi berhenti biasa saja, tapi pas kontraksi rasanya kayak pengen mengejan, tapi belum boleh kata Bidan Tatik, belum saatnya mengejan, takut jalan lahirnya bengkak". Sari bisa ngobrol panjang karena rasa sakit di perut sedang mereda. Tapi tak lama kemudian Sari kembali meringis sambil menarik nafas panjang dan mengeluarkan perlahan.


" Iya nggak papa sayang... pasti Sari bisa, karena sudah jadi kodrat seorang wanita untuk melahirkan, jadi Sari yang semangat sayang..., Umi temenin disini sampai Sari lahiran, dan Umi bisa gendong cucu Umi", ucap umi memberi Sari semangat.


" Apa Sari tahu ?, ibu yang sedang melahirkan itu bisa disebut juga sedang berjihad".


" Dalam riwayat lainnya, dari Ibn 'Umar radhiallahu anha.Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallaam bersabda, 'Perempuan yang hamil hingga melahirkan dan menyapih anaknya akan mendapat pahala seperti pahala orang yang terluka di jalan Allah. Jika ia meninggal dalam masa itu, ia akan mendapat pahala mati syahid.'(HR Ibn Al-Jauzi)"


" Ssssshhhhhh.... subhanallah", Sari kembali meringis menahan rasa sakit yang semakin sering.


Umi juga membaca do'a agar Sari dipermudah dan dilancarkan melahirkan. Umi teringat pada saat mengaji pernah seorang ustadzah menerangkan.


< Ketika Fathimah RA menjelang persalinan, Rasulullah SAW memerintahkan kepada Ummu Salamah dan Zainab binti Jahsyin R.A untuk mendampingi putrinya itu dan membacakan ayat Kursi (Al-Baqarah: 255), surat Al-A'raf ayat 45 dan Surat Al-Falaq serta An-Nas di dekat Sayidatina Fathimah RA >


Umi pun melakukan hal yang sama, beliau membacakan surat-surat tersebut di dekat Sari.


Bidan Tatik kembali mengecek jalan lahir Sari.

__ADS_1


Kemudian melihat jam di pergelangan tangannya.


" Baiklah dokter Sari, sekarang sudah pukul 4 pagi, pembukaan sudah lengkap, Pak Musa bisa mendampingi disebelah dokter Sari, Ibu bisa bantu disiapkan perlengkapan untuk bayinya", bidan Tatik memberi instruksi. Semua melakukan instruksi yang diberikan oleh Bu Bidan.


" Dokter Sari boleh minum air putih dulu", ujar bidan Tatik.


Musa langsung mengambilkan air putih dan membantu Sari minum. Sedangkan bidan Tatik memanggil suster untuk membantunya menyiapkan semua keperluan persalinan.


" Dokter Sari...kalau nanti terasa kontraksi lagi dan si kecil ngajak keluar, Dokter sudah boleh mengejan sekuat tenaga".


" Tetap atur nafas seperti tadi, tarik nafas panjang...dan keluarkan perlahan".


Bidan Tatik dan dua orang suster sudah memposisikan Sari dengan terlentang dan kedua kaki di buka lebar dengan lutut di tekuk.


" Dok... dede nya ngajak keluar", ucap Sari dengan merintih.


" Iya... ayo dokter Sari mengejan yang kuat".


" Heeeek...", Sari mengejan dengan begitu kuat. Tangannya menggenggam tangan Musa dengan begitu erat. Namun bayi dalam perutnya belum keluar.


" Nanti di coba lagi kali dede nya ajak keluar ya".


Tak lama kemudian Sari kembali mengejan dengan begitu kuat. Musa sampai tidak bisa menahan air matanya, hingga bercucuran di pipi saat melihat perjuangan istrinya.


Sedangkan Umi kini sibuk mengelap keringat yang mengucur di kening


" Lahaulawalakuwwata illabillah, heeeek....".


" Ea....ea....ea.....". Terdengar suara tangisan bayi bersamaan dengan suara adzan subuh yang berkumandang.


" Alhamdulillah hirobbil'alamin", ucapan rasa syukur langsung keluar dari bibir Umi saat suara tangis bayi terdengar begitu nyaring di telinganya.


Musa langsung memeluk dan menciumi wajah Sari bertubi-tubi. Air mata bahagia mengalir begitu saja. " Terimakasih sayang, terimakasih".


Sari berusaha tersenyum meski rasa nyeri masih begitu terasa di jalan lahir.


" Selamat Pak Musa dan dokter Sari, putranya sangat tampan, mirip sekali dengan bapaknya", ujar bidan Tatik.


" Di bersihkan dulu sama suster sebentar, nanti bisa langsung di adzani dan dilatih IMD". Suster membersihkan noda darah pada si kecil dengan handuk kering.


" Silahkan di adzani terlebih dahulu pak Musa, nanti baru dilatih IMD".


" Pertama kali bayi menyu-su atau inisiasi menyusui dini (IMD) biasanya dimulai setelah bayi baru saja lahir , berkisar kurang lebih selama 15 menit. Jika IMD sudah selesai dilakukan, setelahnya bayi akan manyusu lagi dalam kurun waktu 2 sampai 3 jam berikutnya", terang bidan Tatik sambil menyerahkan si kecil pada Sari, setelah selesai di adzani.


Sari menatap kearah Musa, Musa langsung mengecup kening Sari. Baru kemudian Sari mendekatkan p*ting s*su nya ke bibir si kecil.


Dan sungguh menakjubkan, meski awalnya bibir si kecil sedikit kesulitan untuk menggapai sumber penghidupan nya, namun setelah berhasil meraihnya, si kecil bisa menyesap meski masih dengan begitu pelan.


\=\=\=\=\=\=\=


Selamat Musa dan Sari 🙏


jagoannya sudah terlahir ke dunia, semoga jadi anak yang sholeh, berbakti pada orang tua dan menjadi anak yang berguna bagi agama, keluarga, Nusa dan bangsa, aamiin 🤲🏻.


Author harap tulisan yang author buat, memberi manfaat dan menambah sedikit wawasan untuk readers semua.


**Author berterimakasih banyak atas semua like, komentar dan hadiah yang readers berikan selama ini, semua itu sangat membantu meningkatkan semangat author untuk terus berkarya.

__ADS_1


Sekali lagi Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗**


__ADS_2