
" Geser kanan Mas..kanan...kanan, ya cukup sekarang pakaikan lipstiknya, pegang dulu bibirnya Mas, jangan main oles saja".
" Iya kamu diam dulu sayang, biar nggak belepotan", Musa meraba-raba bibir Sari dan mengoleskan lipstik dengan sangat hati-hati.
Acara family gathering dilanjutkan dengan acara seru-seruan bersama pasangan, kali ini perlombaannya yaitu merias wajah istri masing-masing. Para suami diwajibkan menutup mata dengan kain, kemudian merias wajah istri masing-masing dengan tiga alat makeup yang sudah dipersiapkan panitia, yaitu bedak, lipstik dan juga pensil alis.
Semua dosen dan dekan di wajibkan untuk ikut berpartisipasi, kecuali Yusuf dan Nisa yang belum menikah dan tidak membawa pasangan. Mereka berdua akhirnya dijadikan pembawa acara/MC.
Sesi lomba kali ini ada juri undangan dari salah satu brand produk kecantikan yang sangat populer di Indonesia.
Hadiah hiburan dari acara seru-seruan ini untuk juara 1, 2 dan 3, ada hampers makeup yang terdiri dari, lulur spa , body wash, body lotion, night cream, facial foam, moisturizer, peel off mask, dan two way cake.
Tentu saja membuat para ibu-ibu menjadi begitu antusias dan semangat, untuk menang, agar mendapatkan sepaket produk dari brand ternama secara gratis.
Termasuk Sari yang juga ikut bersemangat untuk mengikuti acara seru-seruan itu.
Setelah Musa mengoleskan bedak dan memakaikan pensil alis langkah terakhir adalah memakaikan lipstik pada Sari, waktu sudah mulai dihitung mundur, para peserta mulai merasa panik, terutama bagi para bapak-bapak yang merasa gugup karena takut membuat wajah istri mereka bukan menjadi cantik, justru akan seperti badut cemong.
" Tiga...!"
" Dua...!"
" Satu...!"
" Waktu habis, ayo semua bapak-bapak letakkan alat makeup, dan ibu-ibu silahkan bantu bapak membuka kain yang menutupi mata suami masing-masing", Yusuf yang menjadi MC memandu para peserta.
Ekspresi bapak-bapak peserta lomba bermacam-macam, ada yang menahan senyum karena melihat istri mereka yang seperti badut, ada juga yang langsung tertawa keras karena membuat wajah istrinya cemong.
" Oke kita mulai penilaian", tiga juri berkeliling dan mencari peserta dengan make-up paling rapi dan cantik.
Setelah juri mengajak naik tiga perempuan paling cantik dengan make-up yang rapi, Yusuf langsung memberi selamat pada mereka bertiga.
" Selamat untuk Bu dosen Zani, Bu Mia dan dokter Sari !", seru Nisa, sambil menyalami mereka bertiga.
Sari bisa melihat semua rekan seprofesi Musa dari atas panggung, termasuk bisa melihat seseorang yang sedang berdiri di depan gedung berpintu kaca yang sedang menatap ke arah Sari tanpa berkedip. Rizal
Namun pandangan Sari langsung beralih ke Bu Zani yang sedang mengucap syukur karena sudah menjadi juara.
" Alhamdulillah dapat hampers makeup gratis", seloroh Bu Zani, sambil tersenyum sumringah di depan semua orang.
__ADS_1
" Lumayan bisa hemat uang belanja bulan ini".
Memang pada dasarnya emak-emak itu suka yang gratisan, meski mereka ibu-ibu berpenghasilan, tapi saat mendapatkan hampers makeup gratisan, mereka tetap merasa sangat bahagia.
Acara selesai hingga sore, dan ada jeda waktu dari jam 5 sampai jam 7 malam untuk para rombongan beristirahat, mandi, makan malam dan sholat.
Musa memilih mampir menuju ke ruang kerja, menemui Fajar.
" Jadi semua ini di potong setengah dari harga normal Tadz?".
Musa mengangguk.
" Kemarin dari panitia sudah kasih DP setengah, berarti sisanya sudah dianggap lunas ?", Fajar kembali menanyakan keputusan Musa.
" Iya, sudah lunas, anggap acara ini sekalian perkenalkan dan promosi sama rekan dosen, sekarang mereka sudah tahu keadaan hotel kita dan bagaimana pelayanan nya, semoga saja dengan silaturahmi ini akan menambah banyak orang yang nyaman singgah di hotel ini".
" Aku balik kamar dulu ya Jar, sudah mau Maghrib, assalamualaikum".
" Wa'alaikum salam", fajar menjawab dengan tersenyum.
***
Musa menutup pintu kamar sambil menengok ke arah Sari. " Ketemu dengan Fajar sebentar, pas mau ke sini, karena sudah waktu maghrib jadi ke mushola terlebih dahulu".
Sari ingin memberi tahu bahwa tadi dia tidak sengaja melihat Rizal di ballroom hotel, tapi di urungkan karena takut merusak suasana.
" Kamu sudah makan malam belum?", tanya Musa pada Sari, sambil mengusap dahi Rasyid yang berkeringat.
" Kenapa AC nya nggak dinyalakan?, lihatlah Rasyid sampai berkeringat begini".
Sari menidurkan Rasyid di kasur, karena sudah tidur dengan lelap.
" Dia berkeringat karena habis *****, like father like son", ucapan Sari membuat Musa tertawa sumbang.
" AC nya sengaja Sari matikan, takut Rasyid kedinginan, disini itu nggak nyalain AC saja sudah dingin banget Mas".
" Mas coba sampaikan bi Nunung untuk makan malam dulu, biar bisa gantian jagain Rasyid".
Dan 30 menit kemudian, Sari dan Musa sudah selesai makan malam di restoran hotel, bi Nunung tadi sengaja di pesankan makan malam ke kamar. Mungkin sekarang juga sudah selesai makan malam, sambil jagain Rasyid.
__ADS_1
Acara malam hari justru berada di luar hotel, lebih tepatnya di taman belakang hotel yang hanya di batasi dengan tembok keliling setinggi 3 meter dengan dipasang kawat duri di atasnya, karena di belakang hotel masih terbentang hutan yang cukup luas. Jika malam hari, apalagi musim kemarau seperti saat ini, langit di atas hotel akan terlihat begitu indah, dengan bertaburan bintang.
Semua dosen beserta pasangan duduk berdampingan, melingkari api unggun yang kini sedang menyala cukup besar. Memberi kehangatan pada setiap badan yang mengitarinya.
Pak Imam sebagai dosen senior, diberi kesempatan untuk berbagi cerita dan mencurahkan perasaan serta berbagi pengalaman dengan rekan dosen lainnya.
" Mungkin kita tidak akan bertemu dan berkumpul seperti ini lagi dengan orang yang sama di lain kesempatan, karena setiap dosen yang sudah usia lanjut seperti saya berarti sudah mendekati masa purna tugas".
" Bagi yang masih muda seperti Pak Musa, Pak Yusuf, Pak Bani, mungkin masih bisa mengikuti acara seperti ini di tahun-tahun berikutnya".
" Tapi tidak bagi saya dan dosen lain yang sudah tua, kebersamaan dan kehangatan malam hari ini pasti akan menjadi kenangan yang suatu hari nanti pasti akan kami rindukan".
" Untuk rekan dosen dan para tenaga pengajar marilah kita berdoa, semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan dan umur panjang agar terus bisa berjuang mencerdaskan anak bangsa, berjuang membentuk karakter dan pribadi yang lebih baik para generasi muda yang akan menjadi cikal bakal harapan Negeri kita tercinta".
" Semoga kita semua akan terus bisa menyambung tali silaturahmi, meski kedepannya mungkin kita tidak lagi berada di satu kampus yang sama".
Malam itu semua terlarut dengan apa yang disampaikan oleh pak Imam.
***
Esok paginya sesampainya bus di depan kampus, semua saling berjabat tangan dan saling memaafkan, karena selasa depan adalah hari raya idul adha, jadi kampus membuat keputusan untuk cuti bersama dari senin hingga rabu, mulai berangkat kembali hari kamis.
Pihak kampus juga ikut membeli sapi untuk kurban, dan siang ini akan diserahkan kepada lingkungan sekitar kampus.
" Sayang, kamu pulang dulu sama bi Nunung, takut Rasyid kecapekan kalau nunggu Mas selesai serah terima sapi kurban pada lingkungan sekitar".
" Kamu kan juga sedang menjalani puasa sunah tarwiyah jadi kalau tetap disini takut kamu kecapekan".
" Nanti Mas bisa pulang dengan Pak Bani atau pesan taksi".
Sari menurut saja, pulang mengendarai mobil sendiri bersama Bi Nunung dan Rasyid, karena Musa masih ada acara di kampus hingga siang.
Sari memang berniat untuk berpuasa selama dua hari, hari ini berpuasa tarwiyah* dan besok akan berpuasa Arafah*, jadi Sari yang sedang menyu sui harus pintar-pintar menghemat energi, agar ASI nya tetap lancar.
Saat Sari sampai di rumah, ternyata pintu gerbang dan pintu rumah sudah terbuka, siapa gerangan tamu tak diundang, yang masuk ke dalam rumah disaat semua penghuni sedang pergi?
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
* puasa Arafah adalah puasa sunnah sebelum Idul Adha yang dilaksanakan tiap tanggal tanggal 9 Dzulhijjah
__ADS_1
* puasa Tarwiyah adalah puasa sunnah sebelum idul adha dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah