Ustadz Idolaku

Ustadz Idolaku
Dokter Tersayang & Ustadz Tercinta


__ADS_3

Pada akhir pekan, Sari, Musa, kakek Atmo, dan kedua orang tua Musa pergi ke Malang.


Mama papa Sari, yang rencana awal hendak mengadakan pesta pernikahan Sari sehari semalam di kediaman mereka, akhirnya mengatur ulang acara pesta, acara pesta berubah menjadi beberapa jam saja. Karena kondisi Sari yang sudah hamil dan dilarang kecapekan.


Pesta pernikahan Sari dan Musa akhirnya diadakan dengan menyewa ballroom di salah satu hotel bintang lima di daerah Malang , acara dimulai jam 3 sore dan selesai tepat saat adzan Maghrib berkumandang.


Esti dan Triono mengundang semua tetangga, teman kerja, teman sekolah, kerabat dan kenalan mereka di acara pesta pernikahan Sari dan Musa.


Begitu juga dengan Sari, yang sengaja mengundang teman-teman masa kecilnya, mulai dari teman bermain, teman PAUD, TK, SD, SMP dan SMA, semua Sari undang.


Tentu saja kebanyakan teman-teman Sari pangling melihat Sari. Kebanyakan dari teman Sari memang non Islam, karena Sari sekolah di sekolah internasional,


Apalagi setelah puluhan tahun tidak bertemu dengan Sari, dan saat melihat Sari yang kini berhijab. Menurut teman-temannya, Sari sangat berubah dalam penampilannya. Tapi masih tetap cantik dan kasual. Bahkan semakin cantik.


Acara pesta pernikahan Sari bahkan dijadikan ajang reuni dadakan oleh teman-teman Sari. Kebanyakan dari mereka sudah bekerja di perusahaan besar. Ada beberapa yang menjadi guru, ada juga beberapa yang menjadi tenaga kesehatan seperti Sari. Sisanya ber wirausaha atau berbisnis.


Kebanyakan dari teman wanita Sari langsung memuji ketampanan dan kharisma yang terpancar dari diri Musa.


Apalagi saat itu Musa mengenakan setelan jas dan celana berwarna putih. Benar-benar memancarkan aura ketampanannya.


" Sar... mau dong cariin yang mirip sama suami kamu... siapa tahu punya adik atau saudara".


" Wah, bener saja kamu jarang banget balik ke sini, ternyata oh ternyata... di sana ada yang bening euy....!".


" Kalau aku tahu di daerah kakek kamu ada yang sekeren ini, aku pasti sempetin main ke rumah kakek kamu meski menempuh ribuan mil ".


Dan masih banyak celotehan dan pujian dari teman-teman Sari untuk Musa.


Dan hanya satu jawaban yang Sari ucapkan pada teman-temannya.


" Suamiku adalah ustadz Idolaku, dia yang menghapus kegelapan dari dalam diriku, membantuku menemukan titik terang dan jalan yang benar".


Musa sampai terharu saat mendengar Sari memujinya.


" Ustadz itu apa Sar ?, apa sejenis pacar atau gebetan? ".


Pertanyaan dari salah satu teman Sari yang non-muslim membuat Musa tersenyum


" Ustadz itu sama dengan guru,tapi mengajarnya lebih spesifik, dia cuma mengajar ngaji, ngaji itu belajar baca kitab Al-Qur'an, belajar tentang sifat teladan nabi dan Rasul yang perlu di contoh. Dan masih banyak lagi yang di ajarkan oleh seorang ustadz tentang ilmu agama kami".


Selesai pesta, esok harinya Sari dan rombongan langsung pulang ke Purwokerto.


Karena Senin harus berangkat kerja.


Seminggu kemudian Sari beserta keluarga pergi ke solo di akhir pekan, kali ini gantian umi dan Abi yang mengadakan acara pesta syukuran pernikahan Musa dan Sari.

__ADS_1


Acara sama seperti sebelumnya saat di Malang, menerima ucapan selamat dari para kerabat, saudara dan teman-teman Musa. Bedanya setelah acara selesai dilanjutkan dengan acara pembacaan maulid, diiringi grup Hadroh yang berasal dari solo juga, mereka adalah teman-teman Musa.


***


Beberapa minggu kemudian, Sari sudah mulai menjalankan rutinitasnya berangkat ke rumah sakit. Rasa pusing dan mual sudah tidak lagi dirasakannya. Kini usia kandungan Sari sudah memasuki minggu ke 15.


Meski diawal kehamilan Sari sempat drop dan super sensitif, namun setelah ketahuan ternyata Sari tengah hamil semuanya berusaha membuat Sari bahagia. Terutama Musa, dia sangat berhati-hati dalam bersikap, berusaha menuruti semua kemauan Sari.


Pernah di tengah malam Sari terbangun dan meminta Musa untuk membuatkannya nasi goreng super pedas. Awalnya Musa menolak, dengan alasan takut perut Sari akan sakit atau melilit, kasihan juga pada bayi yang ada di perutnya. Namun akhirnya Musa tetap membuat nasi goreng super pedas karena Sari merengek seperti anak kecil, meminta nasi goreng sampai menangis.


Dengan sangat terpaksa Musa menuruti keinginan Sari, membuat nasi goreng super pedas tengah malam, sampai Musa harus berkali-kali bersin-bersin karena aroma nasi goreng yang sangat menyengat dan menusuk hidung.


Tapi anehnya setelah makan justru Sari bisa tertidur dengan begitu lelap dan pagi harinya semua berjalan dengan baik, tidak ada perut mules dan muntah-muntah seperti kemarin-kemarin.


Masa koas telah selesai di jalani, Sari pun mengikuti Ujian Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI).


Sari bisa langsung lulus ujian pada tes pertama, dan memperoleh Surat Tanda Registrasi (STR). kemudian Sari mengikuti program internship (magang) di rumah sakit tempat Sari menjalani koas.


Pada waktu diterima sebagai anggota profesi medis, Sari harus mengucapkan sumpah profesinya sebagai seorang dokter.


Sari sengaja menyimpan catatan sumpah yang harus di ucapkannya, di dalam ponselnya, agar sesekali bisa membacanya di waktu luang, dimana pun berada.


Seperti kali ini, Sari menatap layar ponselnya dan membaca kembali kalimat demi kalimat dari sumpah dokter yang sudah di lakukannya beberapa minggu yang lalu.




*Saya akan menjalankan tugas dengan cara yang terhormat dan bersusila sesuai dengan martabat pekerjaan saya sebagai dokter*.



*Saya akan memelihara dengan sekuat tenaga martabat dan tradisi luhur profesi kedokteran*.



*Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena keprofesian saya*.



*Saya tidak akan menggunakan pengetahuan saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan perikemanusiaan, sekalipun diancam*.



*Saya akan menghormati setiap hidup insani mulai saat pembuahan*.

__ADS_1



*Saya akan senantiasa mengutamakan kesehatan pasien, dengan memperhatikan kepentingan masyarakat*.



*Saya akan berikhtiar dengan sungguh-sungguh supaya saya tidak terpengaruh oleh pertimbangan keagamaan, kebangsaan, kesukuan*,


*gender, politik, kedudukan sosial dan jenis penyakit dalam menunaikan kewajiban terhadap pasien*.



*Saya akan memberi kepada guru-guru saya penghormatan dan pernyataan terima kasih yang selayaknya*.



*Saya akan perlakukan teman sejawat saya seperti saudara kandung*.



*Saya akan mentaati dan mengamalkan Kode Etik Kedokteran Indonesia*.



*Saya ikrarkan sumpah ini dengan sungguh-sungguh dan dengan mempertaruhkan kehormatan diri saya*.



Sari mematikan layar ponselnya ketika Musa datang sambil membawa nampan berisi susu ibu hamil dan potongan buah apel dan pir.


" Ayo Bu dokter yang paling ku sayang ... harus banyak ngemil sehat, biar dede bayi di dalam perut tumbuh dengan sehat juga. Jangan lupa di minum susunya, karena susu ini sudah Mas buat sambil membaca sholawat, insyaallah akan menyehatkan janin dalam perut kamu sayang...".


Sari dengan senang hati menerima susu dari Musa dan meminumnya sampai habis.


" Terimakasih ustadz idolaku yang paling ku cintai..., setelah ini kita ngaji yuk... , biar dede bayi dalam perut merasa tenang dan damai".


Sari memang sudah beberapa hari membiasakan diri mengaji terlebih dahulu sebelum tidur. Dan cara itu sangat efektif membuat tidurnya menjadi sangat nyenyak dan tentram.


Bangun tidurpun badan menjadi terasa lebih segar dan bersemangat.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Author ucapkan beribu maaf, karena tidak bisa update secara rutin, bapak suami / bapak mertua, tgl 9 Juni kemarin, baru saja meninggal dunia, jadi masih mengaji rutin selama seminggu.


Minta doanya untuk para readers agar bapak diberikan tempat yang terbaik disisi-Nya, aamiin 🤲🏻

__ADS_1


Terimakasih untuk yang sudah mendoakan, dan terimakasih juga yang masih setia mengikuti kisah Musa dan Sari 🙏


__ADS_2