Ustadz Idolaku

Ustadz Idolaku
My Time With Mom


__ADS_3

Siang hari umi, Abi dan Musa masih berada di toko pakaian yang lokasinya dekat dengan pasar Wage.


" Umi mau belanja ke pasar, tapi belum pernah ke sana, takutnya kesasar, Musa temenin umi ya?", ajak Umi sambil menggandeng tangan Musa keluar dari toko. Umi juga berpamitan dengan Abi, tapi Abi yang tengah asyik ngobrol dengan Ardi tentang prospek bisnis yang menggiurkan di daerah Purwokerto, tidak mengetahui jika istri dan Putra nya pergi ke pasar.


Dari sekian kemungkinan yang terlintas, selain tiga bisnis yang sudah dilakoni oleh Musa, bisnis yang mungkin akan memberikan untung besar yaitu di bidang kuliner dan jasa kos.


Apalagi jika bisa memilih lokasi yang strategis, di daerah Purwokerto terdapat banyak pabrik, sekolahan, dan universitas yang kebanyak anak rantau dari berbagai daerah. Tentu akan banyak orang yang mencari kos ataupun makanan siap santap di daerah tersebut.


Pandangan Ardi tentang bisnis memang sangat bagus, seandainya saja dia tidak terkendala modal dan skill tentu saja semua bisnis ingin dilakoninya.


Sudah sepuluh menit sejak kepergian istri dan putranya, Abi baru sadar dan merasa kehilangan. " Baru tahu jika Musa dan umi tidak ada di toko, kemana mereka berdua?", tanya Abi pada karyawan toko.


Karyawan toko yang tahu dan mendengar jika tadi umi sudah minta ijin akan ke pasar, tapi di cuekin oleh suaminya dan memilih pergi begitu saja, kini cekikikan sendiri.


" Ibu dan Pak Musa sedang ke pasar, tadi sudah berpamitan, tapi sepertinya bapak sedang serius berdiskusi dengan Pak Ardi", ujar si karyawan toko.


Akhirnya Abi memilih keluar dari toko dan masuk ke dalam mobil, membuka kaca jendela sambil menyenderkan punggungnya bersantai. Semilir angin membuat matanya merasa ngantuk, dan akhirnya tertidur di dalam mobil.


\=\=


Di pasar


" Umi mau masak apa saja?, belanjanya banyak banget, ini kedua lengan tangan Musa sampai terisi penuh kantung belanjaan", Musa memang paling malas menemani uminya berbelanja,

__ADS_1


" tidak di Kairo maupun di Indonesia, sama saja, kalau belanja seperti mau menampung bahan makanan untuk satu tahun", batin Musa.


" Kalau di Kairo sekalian belanja untuk restoran si bisa di maklumi, tapi disini, hanya mereka bertiga yang akan makan, tapi belanjaan umi seperti persediaan untuk sebulan".


" Kalau berat, taruh di mobil dulu gih...nanti kembali kesini lagi", Umi melihat ekspresi Musa yang berusaha sabar membawa begitu banyak barang belanjaannya.


" Umi mau beli bahan kue, pingin bikin kue kering, umi mau buat nastar, putri salju, kastangel, kue kacang, biar besok pas ke rumah pamanmu bawa buah tangan, nggak dengan tangan kosong, masa iya sudah bertahun-tahun nggak ketemu, pas bertemu nggak bawa apa-apa", Musa akhirnya menuju mobil terlebih dahulu menaruh belanjaan umi yang sebelumnya, dan kembali menuju outlet tempat di mana uminya tadi di tinggal.


" Mi, tadi Abi sedang tidur di mobil, sepertinya Abi kecapekan seharian di ajak muter kesana- kemari" , terang Musa saat menjumpai uminya kembali.


" Ya sudah habis ini kita langsung pulang, umi mau bikin kue dan masak rendang, Umi beli ini nih", Umi menunjukan ketupat kosong, yang dibelinya pada kakek-kakek tua yang berjualan keliling tadi.


" Banyak banget umi, mau buat apa?, nanti mubadzir sayang", Musa protes karena uminya membeli anyaman kulit ketupat dari daun kelapa begitu banyak.


Usai membeli bahan kue, Umi sekalian membeli peralatannya, karena di rumah Musa belum ada alat-alat membuat kue seperti mixer, loyang dan juga oven.


Alhasil mobil Musa berubah seperti orang pindahan, penuh dengan barang belanjaan uminya.


***


Sari POV


" Memangnya mama mau bikin kue apa?, Sari nggak bisa bantu, cuma bisa bantu bersihin toplesnya nanti kalau sudah terisi penuh kue kering, hihihi", ucapku sambil cekikikan sendiri.

__ADS_1


" Nggak papa sayang, kamu lihat mama saja, kan sudah ada bi Nunung yang bantu mama, kita akan membuat bola-bola coklat, kue nastar dan putri salju kesukaanmu", biasanya lebaran sebelumnya mama pasti akan memesan dari salah satu temannya yang memiliki usaha pembuatan kue kering untuk lebaran, dari Malang sengaja membawa kue yang sudah jadi. Karena mama biasanya menemani nenek untuk jalan-jalan ke pasar membeli bahan-bahan untuk hidangan lebaran esok, bersamaku juga. Biasanya kami jalan-jalan bertiga.


Tapi kali ini nenek sudah istirahat dengan tenang di alam lain, sudah di pastikan dan sudah kelihatan dari sekarang, wajah ceria kakek setiap kali akan lebaran karena kedatangan anak dan cucunya lenyap entah kemana. Pasti kakek tengah merindukan nenek yang setiap hendak lebaran pasti selalu menyuruh kakek memancing gurame terbesar untuk dimasak, sebagai hidangan lebaran.


H-1 lebaran seperti sekarang biasanya aroma rendang dan bumbu gurame kuah kuning akan mulai memenuhi ruangan. Dan pecel kecombrang sebagai menu buka puasa terakhir di malam lebaran. Tapi tidak untuk lebaran kali ini, mama tentu saja tidak berani menyuruh kakek untuk memancing ikan, dan papa sama sekali tidak bisa memancing, akhirnya mama hanya memasak rendang, dan rica-rica bebek kesukaan papa. Tanpa gurame dan pecel.


Sebenarnya mama juga bisa membuat gurame bumbu kuning kesukaan kakek, seperti yang tiap tahun nenek masak, karena setiap tahun mama selalu membantu nenek memasak makanan itu, tapi mama takut membuat kakek semakin sedih jika melihat gurame bumbu kuning.


Karena sepenggal kisah tentang gurame bumbu kuning yang pernah nenek ceritakan pada mama dan padaku di tahun lalu. Nenek menceritakan bagaimana dulu kakek sangat mencintai nenek karena kehebatan nenek membuat masakan-masakan kesukaan kakek. Termasuk gurame bumbu kuning.


Nenek pernah menyampaikan wejangan yang selalu aku ingat sampai sekarang,


" Sari cucu nenek yang cantik.... kalau kamu ingin menaklukkan hati seorang pria cara yang paling ampuh mendapatkan hatinya adalah dengan menaklukkan perutnya. Biasanya laki-laki akan takluk hatinya pada perempuan yang bisa memuaskan kebutuhan lahir dan batinnya. Jika kamu sudah berkeluarga nanti, dan ingin tetap memenangkan hati suamimu untuk selamanya, selain memuaskan batin juga kamu juga harus memuaskan lahirnya atau perutnya, jangan biarkan suamimu kenyang dengan jajan makanan di luar. Kalau kamu bisa masak, pasti suamimu akan semakin betah di rumah dan bertambah mencintaimu setiap harinya".


Dan aku setuju dengan kalimat nenek saat itu. Terbukti dengan melihat kakek yang belum bisa move on sampai sekarang setelah nenek meninggal, itu sudah menjadi bukti bagaimana nenek membuat kakek begitu mencintai nya dengan makanan yang setiap hari di masaknya.


Memang ada bi Nunung yang membantu untuk bersih-bersih rumah , tapi untuk urusan masak memasak, nenek selalu melakukannya sendiri saat beliau masih sehat. Setelah nenek sakit dan akhirnya tiada, bi Nunung jadi merangkap bersih-bersih sekaligus memasak untuk kakek.


Karena itu pula kini bi Nunung dan Soleh bisa seharian penuh berada di rumah kakek, dulunya bi Nunung akan datang kerumah jam 9 pagi dan setiap jam 3 sore Bi Nunung akan pulang ke rumahnya yang berada tidak terlalu jauh dari rumah kakek, tapi karena sekarang harus memasak untuk sarapan dan makan malam juga, maka bi Nunung akan datang lebih awal, biasanya jam setengah enam sudah sampai dan pulangnya bisa sampai jam 5 sore, usai masak makan malam.


Tentu saja kakek menaikan gajinya dua kali lipat, juga membiayai putranya Bi Nunung yang kedua yang masih SMK kelas 12, aku sendiri belum pernah melihatnya, karena kata Bi Nunung putranya sedang mengikuti praktek kerja lapangan di luar kota, dan ngekos disana. Mungkin di hari lebaran besok aku bisa melihat putra ke dua bi Nunung.


Aku memilih untuk keluar dari dapur, dan kembali ke kamar untuk rebahan, rasanya tangan kananku sudah sangat tidak nyaman, baunya sudah mulai asam, karena sudah seminggu tidak terkena air. Dan masih harus menunggu 3 Minggu sampai gips nya di buka, tidak bisa ku bayangkan akan seperti apa baunya. Untung sekolah libur panjang dan akun tidak perlu ber interaksi dengan banyak orang.

__ADS_1


Mungkin besok saat lebaran akan banyak tetangga yang datang untuk bersilaturahmi, apalagi kakek termasuk sesepuh atau orang yang cukup di segani disini. Aku harus menyemprotkan banyak parfum agar bau asam dari tanganku tidak sampai tercium orang lain.


__ADS_2