Ustadz Idolaku

Ustadz Idolaku
Time With Best Friends


__ADS_3

Sari dan Rizal berjalan bersama menuju ruang guru. Rizal membacakan jadwal apa saja di hari Senin hingga Sabtu, dan Sari mencatat semua yang Rizal ucapkan di buku tulisnya.


Tanpa mereka sadari jika Musa menatap ke arah mereka berdua dengan intens, melalui jendela kaca dari dalam ruang guru.


Sari juga bertemu dengan Linda yang juga menjadi sekertaris di 12 IPA 2. Linda baru saja sampai, dia datang sendirian. Semua sekertaris datang sendirian, hanya Sari yang ditemani oleh ketua kelasnya.


Sari baru tahu jika hanya dia yang datang berdua. Jadi merasa aneh sendiri. " Zal, kamu balik ke kelas saja gih... yang lain juga pada datang sendiri ke sini", gumam Sari.


" Nggak papa lagi, lumayan jadi bisa cuci mata sambil mencatat jadwal pelajaran", Linda tiba-tiba muncul dan ikut ngobrol.


" Apa kabar Sar ?, wah jadi sekarang dapet tugas jadi sekertaris kelas ya, kita samaan", ucap Linda sambil merangkul pundak Sari.


" Hebat kamu, naik kelas langsung masuk ke kelas favorit, bisa bawa Eli bareng juga, padahal kan aku tahu, Eli sama aku itu hampir imbang kalau masalah kecerdasan, tapi dia beruntung sebangku sama kamu, jadi kebawa serius belajarnya, aku jadi pengen...", gumam Linda yang menampakan ekspresi sedih karena berpisah dengan kedua sahabatnya.


" Belum lagi bisa sekelas sama Rizal, ditemenin pula nyatet jadwalnya, so special...".


Sari hanya tersenyum, karena dia tahu, Linda adalah salah satu fans Rizal.


" Nggak papa meski nggak sekelas, kita kan masih bisa tiap hari ketemu, kalau istirahat mau makan ke kantin kan bisa bareng, aku mau balik ke kelas dulu ya, sudah dari tadi disini, kamu aku tinggal ya Lin, nanti ngobrol lagi pas istirahat, ketemu di kantinnya Bu Atmo ya", Sari melambaikan tangan dan kembali ke kelasnya di ikuti Rizal.


" Zal kamu balik ke kelas saja dulu, aku mau ke kamar mandi sebentar", ucap Sari sambil menyerahkan buku tulis dan pulpennya pada Rizal.


" Oke ", Rizal mengangguk dan berpisah dengan Sari yang menuju kamar mandi putri.


Setelah lima menit di kamar mandi Sari keluar dan sedikit terkejut mendapati Musa berdiri menunggunya di luar kamar mandi.


" Bisa bicara sebentar?", tanya Musa, sambil berjalan menuju kebun belakang sekolahan yang terdapat banyak pohon dan semak rimbun karena sudah lama tidak terawat usai libur panjang.


Sari berjalan mengikuti ke mana Musa melangkah.


" Bapak mau bicara apa?", tanya Sari saat mereka berdua sampai di balik pohon nangka yang memiliki batang sebesar dua tubuh orang, karena usia pohon nangka yang sudah cukup tua.

__ADS_1


" Maaf, bukannya saya melarang kamu bergaul dengan teman laki-laki sekelasmu, dan saya harap kamu tidak menganggap saya laki-laki yang posesif, karena saya tahu sejak kalian ikut lomba debat dulu, Rizal sudah tertarik sama kamu, kalau bisa, kamu jangan terlalu dekat dengannya", Sari baru tahu, ternyata Musa melihat saat Rizal dan dirinya berjalan bersama menuju kantor untuk mencatat jadwal pelajaran baru.


Dan kejadian itu membuat Musa merasa khawatir, karena dulu Rizal pernah terang-terangan meminta tolong padanya untuk di dekatkan dengan Sari.


Sari sedikit bingung dengan kalimat yang dikatakan Musa dengan begitu cepat, " Maksud pak guru, Rizal naksir sama Sari sejak dulu?, benarkah?, tapi Sari kira dia hanya type laki-laki yang supel, jadi cepat akrab dengan siapapun", Sari sungguh berpikiran terlalu lugu.


"Saya harap juga begitu, tapi kalau bisa... mainnya sama temen cewek saja ya Sar, ini permintaanku", ujar Musa dengan wajah memohon.


Sari tersenyum, " iya Pak, Sari ngerti, tadi itu ada tugas kelas, karena Sari jadi sekertaris dan Rizal ketuanya, jadi nyatet jadwal bareng, mulai hari ini akan Sari coba minimalisir untuk bersama-sama dengan teman laki-laki".


" Sari kembali ke kelas dulu Pak, assalamualaikum", Sari berlari menuju kelasnya dan meninggalkan Musa yang masih berdiri mematung di kebun belakang sekolah.


Sesampainya di kelas.


" Kamu kok lama banget di kamar mandinya?", tanya Rizal yang tadi sempat kembali ke kamar mandi menunggu di depan kamar mandi putri, tapi Sari tak kunjung keluar, padahal Sari sudah tidak di kamar mandi saat itu.


Masih untung Rizal tidak melihat saat Musa mengajak Sari ke kebun belakang, atau semuanya akan ketahuan dan menjadi gosip terpanas.


" Tuh dengerin Zal, jangan disamakan dengan kebiasaan kita, emangnya kita-kita yang kalau mau buang hajat di mana saja bisa, yang penting merasa nyaman langsung sooor.... hahaha", Agung menertawakan ucapannya sendiri.


" Ih....jijay ah kata-kata kamu Gung, nggak pake filter, main njeplak saja, nggak ada saringannya ya!", Eli merasa pembicaraan Agung terlalu fulgar untuk di dengar oleh mereka yang masih berada di lingkungan sekolah.


Tiba-tiba terdengar bunyi pengumuman dari pengeras suara yang ada di setiap kelas.


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


...Diberitahukan kepada siswa siswi SMA negeri, karena hari ini ada kegiatan rapat guru, maka siswa dan siswi diperbolehkan pulang saat bel istirahat berbunyi, sebagai perhatian, dimohon untuk tetap tertib dan tenang....


...Terimakasih...


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...

__ADS_1


Pengumuman itu sontak membuat semua murid bersorak bahagia karena, pulang lebih awal, kebanyakan langsung membuat rencana untuk pergi jalan-jalan atau main bersama.


***


Menjelang siang hari,


saat bel pulang sekolah berbunyi, Sari berjalan keluar kelas bersama Eli.


Linda dan Nina sudah menunggu Sari dan Eli di depan kelas merek. Karena hari ini pulang lebih awal, Linda, Nina dan Eli mengajak Sari untuk pergi nonton ke bioskop. Memang mereka ber empat belum pernah pergi jalan bareng.


" Aku kabari kakek dulu ya, takutnya nanti kita ke asyikan main sampai sore. Perlu jaga-jaga, minta ijin dulu". Sari berjalan menjauh dari teman-temannya dan menelepon kakek Atmo jika Sari mampir main bersama teman-temannya.


Sari juga mengirim pesan pada Musa, mengabari kalau hari ini dia mau jalan sama teman-temannya nonton.


~ Assalamualaikum Tadz, Sari mau nonton sama Eli, Linda dan Nina di top floor Rita supermall , tapi nanti Maghrib sudah di rumah, jadi tetep bisa ngaji ~


Tak lama kemudian Sari mendapat balasan dari Musa yang sangat singkat.


~ Wa'alaikumsalam, Ya... hati-hati~


Mereka ber-empat langsung naik angkot yang melewati gedung pusat perbelanjaan tempat tujuan mereka, sengaja naik angkot biar lebih seru perjalanan nya. Sekalian bisa mampir jalan-jalan di lantai bawah dan nongkrong di alun-alun dekat gedung bioskop usai nonton.


Selama hampir dua jam mereka ber empat nonton film bergenre drama komedi, sampai perut mereka terasa kram, karena saking kebanyakan ketawa saat menonton adegan-adegan lucu di film yang mereka tonton tadi.


" Sudah hampir siang, kita cari makan dulu yuk...", ajak Linda yang biasa paling cepat lapar diantara mereka berempat.


Dan mereka langsung masuk ke salah satu outlet yang menjual makanan cepat saji.


" Wah, lumayan gede juga ayam kremes disini, rasanya juga enak, bakalan sering mampir nih kalau main kesini", gumam Nina yang paling suka menu ayam dengan penyajian dalam bentuk apapun.


" Dasar... pecinta ayam sejati, yang penting jangan jadi ayam kampus saja saat kuliah nanti !", celoteh Linda yang langsung mendapat toyoran di kepalanya, oleh Nina.

__ADS_1


Mereka menikmati makan siang sambil terus mengobrol dan bercanda ria, tanpa mereka ketahui, ada dua pasang mata yang sejak tadi mengikuti kemanapun mereka berempat pergi, dari keluar sekolahan hingga sampai saat ini.


__ADS_2