Ustadz Idolaku

Ustadz Idolaku
Persiapan Acara Dadakan


__ADS_3

Esti dan Triono dapat ijin hanya 3 hari dari kantor mereka, terhitung dari hari jum'at, senin dan selasa.


Masih ada sisa waktu 3 hari untuk berada di Purwokerto, beruntung Sari lahiran normal, jadi hari minggu sudah bisa pulang ke rumah.


Hal yang tidak di duga adalah rencana untuk bersilaturahmi ke rumah orangtuanya Linda, sahabat Sari sejak SMA.


Ternyata Dimas menyukai Linda sejak putus dengan ayu, tapi justru kembali berpacaran dengan ayu, karena merasa tidak pantas untuk Linda.


Selang berjalannya waktu Dimas yang berusaha melupakan Linda ternyata tidak berhasil, justru semakin sayang dan merasa rindu ingin bertemu dengan Linda.


Semenjak nomornya di blokir oleh Linda, otomatis Dimas juga tidak bisa melihat status Linda, hanya sesekali bisa melihat di ponsel Cahyo atau agung.


Saat kemarin secara tidak sengaja mereka bertemu di rumah sakit, tepatnya di kamar Sari. Dimas membuat keputusan secara spontan untuk mengantar Linda kerumahnya, dan bertemu dengan kedua orang tua Linda.


Esok harinya Dimas langsung mengabari Linda jika malam nanti akan datang bersama keluarganya ke rumah Linda.


Tentu saja Linda yang belum benar-benar pulih dari syok kemarin, kembali semakin bingung dengan sikap Dimas yang selalu membuat keputusan sendiri dan begitu mendadak.


Tapi Linda langsung menyampaikan pada ibunya perihal rencana Dimas yang akan datang bersama dengan keluarganya ke rumah malam nanti.


" Ngomong yang jelas dong sayang, maksud kamu nak Dimas mau datang ke sini lagi bersama keluarganya?", ekspresi terkejut dan rasa gugup yang Linda tunjukkan saat menyampaikan pesan dari Dimas barusan membuat Ibunya Linda memperjelas maksud ucapan Linda.


" Iya Bu, tadi kak Dimas bilang begitu".


" Kamu itu, biasanya juga jelas kalau ngomong, kenapa kalau urusan dengan Dimas jadi nggak jelas begini".


" Ya sudah, sekarang kamu ikut ibu ke pasar, untung belum terlalu siang, kita belanja untuk masak besar hari ini, masih untung Ibu lagi nggak nerima pesanan katering hari ini, kamu itu ada-ada saja".


Linda hanya meringis dan mengikuti langkah ibunya menuju garasi, Linda langsung menyalakan mesin dan melajukan mobil menuju pasar Wage.


Untung ibunya Linda sudah terbiasa menerima pesanan katering dadakan, dan sudah langganan dengan banyak pedagang di pasar Wage, jadi acara belanja bahan masakan untuk acara nanti malam bisa dilakukan dengan cepat.


Pukul 12 siang, Linda dan ibunya sudah sampai di rumah kembali, dengan mengandalkan dua tukang masak yang biasa bantu setiap ada pesanan katering, dan juga bantuan Linda dan Nilam adiknya membuat acara masak besar siang itu berjalan dengan cepat dan lancar.


***


" Sar, kamu yang sudah lama tinggal di sini, tau tempat yang jual ini?".


Mama Esti memberikan daftar apa saja yang akan di bawa ke rumah Linda nanti malam.

__ADS_1


Sari membaca satu persatu tulisan yang ada di layar ponsel mamanya.


" Kue, buah, bunga, pakaian, sendal, tas, cincin?".


" Bukannya mama dan papa cuma mau bersilaturahmi ke rumah Linda?, apa Kaka


Dimas mau langsung ngelamar pake bawa cincin segala, kan mereka baru pergi bareng semalam, apa nggak terlalu cepat Ma?".


Esti langsung mendekat dan berbisik pada Sari, " ini kemauan kakek kamu sayang, tadi pas mama ngajak kakek, malah sama Kakek di suruh langsung ngelamar sekalian. Mumpung mama dan papa masih disini".


" Oh... jadi kakek yang kasih ide, pantesan, kakek kan sudah kenal sama Linda. Kakek pasti setuju banget dan nggak akan buang waktu buat meminang Linda jadi calon istri cucunya".


Sari langsung mengambil ponselnya.


" Mama santai saja, biar Sari pesankan semua itu lewat sini", Sari menunjuk ke ponselnya.


Kemudian menghubungi beberapa teman dan kenalannya, yang pertama menghubungi toko perhiasan, salah satu kenalan Sari ada yang bekerja sebagai orang kepercayaan di toko perhiasan.


Sari langsung mendapat beberapa kiriman foto perhiasan dengan desain terbaru. Kemudian Sari menunjukkan pada Mamanya.


" Biar Dimas yang pilih, kamu kirim ke Dimas gambar ini semua".


' Model yang ini, dan ukurannya sama dengan jari manisku ya mba ', Sari mengirim pesan pada temannya yang bekerja di toko perhiasan. Urusan cincin beres.


Yang kedua, Sari memesan sendal dan pakaian untuk Linda, beruntung besar badan dan kaki mereka seukuran, jadi Sari memesan apapun pada teman-temannya sama dengan ukurannya.


' Nanti langsung dikirim ke alamat rumahku ya, makasih banyak'.


Urusan pakaian dan sendal selesai.


Kemudian yang ketiga, Sari memesan bunga di floris terdekat,


" nanti tolong di antar ke rumahku habis maghrib ya mba... terimakasih ".


Setelah itu Sari memesan brownis kukus dan lapis legit.


" Bisa dikirim langsung ke alamat ini kan ?"


"....."

__ADS_1


" Oke, terimakasih".


Urusan kue sudah terkendali.


Untuk buah, Sari sengaja memesan apel malang, agar terkesan ingin memperkenalkan jika sebenarnya keluarga mereka asli orang Malang.


" Semuanya sudah beres ma, sekarang mama tinggal transfer ke toko ini semua".


Sari menunjukkan nomer rekening toko perhiasan, toko kue, toko bunga dan toko buah, sedangkan untuk pakaian dan sandal, Sari memesan ke salah satu toko miliknya sendiri, jadi gratis.


" Sari dan Mas Musa nggak bisa bantu apa-apa, jadi untuk sendal dan baju, nggak usah bayar", ujar Sari.


" Lagi pada sibuk ngapain?",


Umi yang masuk ke kamar sambil menggendong Rasyid jadi penasaran dengan apa yang sedang di bahas oleh menantu dan besannya itu.


" Nanti malam Kak Dimas mau ngelamar sahabat Sari, namanya Linda, yang dulu jadi pager ayu waktu pesta pernikahan Sari disini".


" Muridnya mas Musa juga waktu SMA dulu, sekelas sama Sari pas kelas 11".


Umi mengangguk-anggukkan kepalanya sambil meletakkan Rasyid yang sudah tertidur pulas di atas box tempat bayi.


" Apa umi dan Abi perlu ikut ke sana ?, kami berdua kan sudah jadi keluarga juga".


" Boleh Umi, biar Sari di rumah dengan mas Musa saja, lagian Rasyid hari-hari cuma tidur, Mimi Asi terus tidur lagi, masih bisa di handle sendiri", ujar Sari meyakinkan.


***


Dan malam harinya, ba'da isa, Sari di rumah hanya bertiga, dengan Musa dan si kecil Rasyid.


" Semoga acara lamaran kak Dimas malam ini berjalan dengan lancar".


Sari menatap keluar jendela, melihat dua mobil yang keluar dari halaman rumahnya.


Umi dan Abi dalam satu mobil membawa macam-macam buah tangan untuk diberikan pada keluarga Linda. Sedangkan Dimas semobil dengan kakek Atmo dan kedua orangtuanya.


" Kita berdo'a saja, semoga semuanya di beri kelancaran".


Musa mengusap lengan Sari yang masih menyibak tirai jendela.

__ADS_1


Sari pun mengamini sambil menutup tirai kembali karena mobil mereka sudah menghilang di kejauhan.


__ADS_2