
Bagi yang mau datang ke acara pernikahan Musa dan Sari boleh-boleh saja, yang penting jangan dengan tangan kosong ya, biar nggak 'malu-maluin', kalau niat kondangan harus bawa kado, hampers, atau amplop yang isinya gambar Soekarno Hatta juga boleh, hehehe...✌️
Karena hari ini tgl merah dan author punya waktu santai cukup banyak, jadi double up, nggak janji buat hari-hari berikutnya ya ...
😁😁✌️✌️
Happy reading... 🤗🤗🙏
***
Purwokerto, 15 Mei 20xx
Hari yang di nanti-nanti pun akhirnya tiba, waktunya kedua pengantin berhadapan dengan penghulu, orang tua, wali, dan tamu undangan, untuk mengucapkan sumpah serta janji pernikahan.
Musa sudah berada di kursi akad mengenakan pakaian tradisional khas adat Jawa berwarna putih. Saat ini jam menunjukkan pukul 7 pagi, itu berarti tinggal menunggu penghulu datang dan prosesi akad pun segera dilaksanakan.
Tadi pagi Musa datang pukul 6 pagi di temani Ardi, Fajar dan Hendrik. Paman Irsyad yang diminta menjadi saksi dari pihak mempelai pria juga sudah hadir. Dan dari pihak Sari PakDe nya lah yang akan menjadi saksi.
Rombongan dari keluarga besar Musa juga sudah sampai, memang acara sengaja dilaksanakan pagi-pagi, agar suasana tidak terlalu panas, dan selesai sebelum sholat Jum'at.
Pak penghulu datang dan berjalan dengan cepat menuju kursi akad, karena ternyata masih banyak juga pasangan lain yang harus di nikahkan hari ini.
Semua sudah siap pada posisinya masing-masing, Pak penghulu menyuruh mempelai wanita untuk bergabung dan duduk di samping mempelai laki-laki.
Sari berjalan keluar di tuntun oleh Eli dan Linda yang juga ikut di make up oleh MUA menjadi pager ayu, dengan baju kebaya seragam berwarna abu-abu, menuju kursi akad.
Musa yang sudah hampir seminggu tidak bertemu Sari langsung terpesona menatap Sari yang begitu cantik menggunakan atasan kebaya dan hijab berwarna putih dan bawahan kain batik yang senada dengan kain yang di lilitkan di pinggangnya. Busana yang sederhana sesuai dengan permintaan Sari, namun tetap membuat Sari menjadi terlihat sangat cantik.
__ADS_1
" Sar, lihat deh suami kamu, Masya Allah gantengnya, andai saja Pak Musa punya sodara kembar, dengan senang hati aku mau jadi istrinya" , ucapan Linda justru membuat Sari tersenyum, dan sedikit terhibur dengan ketegangan yang sedang dirasakannya. Membuat Musa semakin terpesona melihat senyumannya, dan enggan mengalihkan pandangan.
" Tapi mau nggak tuh sodara kembar pak Musa sama kamu, gadis yang slengekaan dimana-mana. Nggak ada anggun-anggunnya", kali ini Eli menyindir Linda, membuat Linda memanyunkan bibirnya.
" Dasar Eli rese..!, lihat tuh, si pak guru lagi terpesona ngeliatin calon manten yang lagi kita bawa, sudah jangan berisik, sebentar lagi nyampe nih".
Linda dan Eli pun terdiam saat Sari sampai di kursi yang berada di samping Musa. Dan mendudukkan diri di sana.
Sedangkan Eli dan Linda duduk di sebelah Dimas yang duduk berdampingan dengan Ayu(pacar barunya).
Penghulu langsung mempersilahkan Papa dan Musa untuk melaksanakan proses akad, meski ini yang kedua kali, namun Musa tetap merasa gerogi. Tidak berbeda dengan saat pertama mengucapkan ikrar ijab, apalagi hari ini di saksikan oleh begitu banyak kerabat, teman dan tamu undangan.
Setelah mengikrarkan ijab qobul dan semua saksi beserta tamu undangan serentak mengucapkan kata " SAH...!", semua pun merasa sangat lega dan bersyukur karena acara berjalan dengan lancar tanpa halangan apapun.
Setelah kedua pengantin resmi menikah, tinggal melakukan ritual pernikahan adat, orang tua dari Sari dan Musa bertemu secara adat Jawa.
Prosesi pertama, Sari dan Musa saling melempar gantal, sirih yang diikat benang putih.
Kemudian lanjut ke prosesi injak telur atau yang disebut ngidak endhog. Ngidak endhog merupakan prosesi dimana Musa menginjak telur mentah, lalu Sari membersihkan kaki Musa dalam posisi berlutut. Setelah itu Musa membantu Sari bangkit berdiri.
Setelah menginjak telur, prosesi pernikahan berlanjut dengan mengenakan kain sindur kepada kedua pengantin yang berjalan menuju pelaminan sambil berpegangan tangan.
Sesampainya di kursi pelaminan, Musa dan Sari diarahkan untuk duduk di atas pangkuan Triono( papa Sari).
Prosesi selanjutnya adalah kacar kucur, Musa mengucurkan uang receh serta biji-bijian kepada Sari sebagai lambang bahwa Musa akan bertanggung jawab menafkahi keluarganya, serta menjadi tanggung jawab istri untuk mengelolanya. Sebenarnya ini hanya sebuah ritual, karena pada kenyataannya Musa sudah menafkahi Sari selama ini, semenjak mereka menikah siri.
Setelah kacar kucur, prosesi selanjutnya adalah Musa dan Sari saling menyuapi.
__ADS_1
Ritual terakhir adalah sungkeman. Kedua mempelai berlutut di hadapan orang tua dari kedua belah pihak sebagai bentuk penghormatan atas jasa orang tua yang telah membesarkan mereka sampai bisa menikah menjalani lembaran baru kehidupan.
Saat ritual sungkeman inilah semua tamu dibuat menitikkan air mata, karena Musa mencium kaki uminya cukup lama sambil menangis memohon maaf atas semua kesalahan yang pernah dilakukannya. Umi dan Musa saling berpelukan cukup lama sambil sesegukkan, Umi juga membisikkan pesan untuk Musa agar terus menjadi suami yang bertanggung jawab dan mendidik istrinya menjadi istri yang shalihah.
Setelah ritual dengan adat Jawa selesai dilaksanakan, para tamu undangan di persilahkan untuk menikmati suguhan yang ada, dan sebagian juga memilih untuk berfoto-foto dengan kedua mempelai.
Begitu juga dengan Eli, Linda Nina, Kristin dan Nayla, mereka berfoto bersama Sari dan Musa di depan dekorasi pelaminan. Namun belum semua kebagian foto-foto, dari pihak MUA menyuruh kedua mempelai untuk berganti kostum terlebih dahulu, Sari dan Musa pun masuk kedalam kamar untuk berganti kostum.
Selama 15 menit di dalam kamar, baru Sari dan Musa kembali keluar dan berfoto-foto di depan dekorasi pelaminan. Bersama semua keluarga, baik dari pihak Sari maupun pihak Musa.
Pukul 11 siang acara sudah selesai, banyak dari keluarga Musa yang kembali ke rumah masing-masing. Terutama rombongan keluarga yang dari Solo, mereka pamit terlebih dahulu.
Selesai acara resepsi, Sari dan Musa kembali disibukkan dengan menghormati tamu. Mereka belum bisa beristirahat karena masih banyak tamu undangan yang hadir secara terus menerus hingga malam hari.
Sedangkan Kristin dan Nayla sudah pamit sekitar pukul 4 sore tadi. Sari sangat berterima kasih pada kedua sahabatnya itu.
Saat pukul 9 malam Cahyo dan Agung baru bisa ke rumah kakek Atmo, kemarin mereka sudah terlanjur janji akan mampir ke rumah pada Dimas, namun ternyata hari ini begitu banyak pekerjaan di kantor yang harus diselesaikan.
Alhasil Musa pun ikut mengobrol bersama Dimas dan kedua kawannya hingga larut malam. Padahal oleh Dimas dan yang lain sudah menyuruh Musa untuk istirahat, tapi Musa merasa tidak enak hati.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tidak papa Musa, lagian kan bukan malam pertama juga, malam pertamanya sudah lama... tiga tahun yang lalu 😁😁😁
Penampakan baju akad Musa dan Sari, ini foto diambil saat hendak berganti dengan busana yang kedua.
__ADS_1
Ini penampakan foto Sari dan Musa setelah berganti busana, maaf wajah tidak di perlihatkan untuk kenyamanan bersama, silahkan para pembaca untuk membayangkan wajah cantik Sari dan wajah tampan Musa dalam imajinasi masing-masing 😁😁