Ustadz Idolaku

Ustadz Idolaku
Masih Ragu...


__ADS_3

Sepanjang perjalanan menuju ke rumah, Umi dan Abi terus mengamati putranya yang sejak tadi senyum-senyum sendiri, membuat jiwa kepo umi semakin meronta-ronta ingin bertanya. Sayangnya sudah diwanti-wanti oleh Abi tadi untuk tidak menanyakan apapun pada Musa,


" Umi, kita tunggu saja sampai Musa sendiri yang berinisiatif untuk menceritakan pada kita, jangan di tanya-tanya terus, takutnya justru Musa jadi nggak mau cerita", pesan Abi pada Umi saat masih di rumah Paman Irsyad tadi.


Akhirnya umi memilih untuk tetap diam hingga mereka sampai di rumah.


Pukul 21.15 WIB, Musa sampai di rumah, langsung menuju kamar berniat untuk langsung tidur, setelah melakukan sholat Isa di kamarnya, tapi meski sudah tiduran dengan bergonta-ganti posisi, Musa masih tetap terjaga, tidak sesuai dengan keinginan awalnya pamit pulang cepat pada paman Irsyad agar bisa tidur lebih awal, ternyata lagi-lagi Musa kesulitan untuk memejamkan matanya, bagaimana tidak, setiap kali memejamkan matanya justru tampak wajah Sari yang tersenyum ke arahnya. Alhasil dia hanya bisa rebahan di atas kasur dengan memandang langit-langit kamarnya.


Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar


Laila hailallohuallohuakbar


Allahuakbar wa lila hilhamd


Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar


Laila hailallohuallohuakbar


Allahuakbar wa lila hilhamd


Suara takbir masih terus terdengar dari pengeras suara di masjid dan mushola-mushola.


" Astaghfirullah hal'adzim..."


" Kenapa jadi seperti ini, apa yang terjadi padaku?", Musa merasa aneh dengan dirinya sendiri, karena baru pernah merasakan hal aneh seperti itu, Musa mengambil ponselnya dan mencari penjelasan dari gejala-gejala yang dialaminya saat ini.


Browsing di internet dari gejala yang selama ini dirasakannya, merupakan pilihan yang tepat. Musa mengetikan beberapa pertanyaan sesuai dengan apa yang akhir-akhir ini sering di rasakan nya.


~ Kenapa seseorang terus kepikiran dengan orang lain~


~ Kenapa orang menjadi sering memimpikan seseorang~


~ Kenapa degup jantung lebih cepat saat bersama seseorang~


~ Kenapa merasa ingin terus bertemu, padahal belum lama berpisah~


~ Kenapa merasa bahagia saat melihat seseorang~


dan pertanyaan lain yang saat ini tengah di rasakan oleh Musa.


Semua jawaban menjurus dan memberi kesimpulan jika itu adalah gejala-gejala benih-benih cinta yang mulai tumbuh.


" Cinta ?"


Hufft......


Musa menghembuskan nafasnya panjang. Sesekali menatap ke arah jam dinding yang terus berputar, jarum panjang jam menunjukan angka 6, dan jarum pendek diantara 11 dan 12.


Ternyata berselancar di internet membuat waktu bergerak dengan cepat, sampai tak terasa hampir 3 jam Musa menatap layar ponselnya. Musa akhirnya mematikan ponselnya dan meletakkannya di atas meja kecil di samping ranjang.


" Sudah larut malam, tapi belum bisa tidur juga, lelucon macam apa ini?, semakin hari perasaan aneh ini semakin menjadi ", dan yang membuat Musa tidak berani menyimpulkan karena dia sendiri belum terlalu yakin dengan perasaannya, Musa masih ingin meyakinkan apa yang sebenarnya di rasakan nya.


Meski sudah mendapatkan jawaban dari browsing di internet jika kemungkinan besar yang dirasakannya adalah gejala orang yang jatuh cinta, tapi Musa masih menyangkal.


" Bagaimana bisa aku justru jatuh cinta dengan gadis muda yang jarak usianya terpaut 8 tahun dariku ?, apalagi dia adalah muridku, kenapa tidak mencintai perempuan yang sudah dewasa dan sudah bekerja atau setidaknya yang sedang kuliah, setidaknya itu akan lebih masuk akal".


Musa mengusap wajahnya kasar. Kemudian memilih untuk beranjak dan mengambil air wudhu, menghadap pada Sang Pengatur hati, mungkin akan membuatnya lebih merasa tenang, sukur-sukur bisa tidur setelah curhat pada Sang Maha Kuasa.


***

__ADS_1


Sejak berpisah dengan Musa di depan rumahnya Sari langsung diajak masuk oleh mamanya, dan untuk menghindari pertanyaan yang kemungkinan besar akan mamanya ajukan, Sari sengaja langsung masuk ke dalam kamarnya dengan alasan sudah sangat mengantuk.


Tapi alasan yang dia katakan justru berbanding terbalik dengan keadaannya saat itu, tidak ada rasa ngantuk sama sekali. Pikirannya masih dipenuhi dengan kejadian saat bersama Musa tadi. Suara gema takbir dari masjid dan mushola-mushola masih terdengar dari berbagai penjuru, meski malam semakin larut.


" Kenapa jantungku selalu berdegup dengan kencang setiap kali bersama ustad Musa, padahal saat dulu aku mengidolakan seorang kakak kelas di sekolah yang lama, aku tidak separah ini, tidak grogi atau salah tingkah saat tengah bersamanya, tapi kenapa setiap aku hanya bersama ustadz Musa, rasanya jantungku mau copot, padahal dia bersikap wajar dan tidak aneh-aneh, tidak melakukan kontak fisik sama sekali, hanya berdekatan saja, bahkan dia menyuapi pun tidak pernah sampai menyentuh bibirku, tapi kenapa seperti ada tegangan arus pendek jika mataku dan matanya saling bertemu.


" Tidak mungkin kan ini yang di sebut dengan jatuh cinta?, terlalu aneh, karena awalnya aku hanya menjadikan ustadz Musa sebagai ustadz idolaku, tapi semakin kesini perasaan ini semakin berkembang dan sangat sulit untuk di kontrol".


" Apa dia juga merasakan hal yang sama?, bagaimana jika perhatian nya selama ini hanya sebatas seorang guru pada anak didiknya, karena selama ini dia tidak pernah mengatakan hal apapun yang menjurus ke arah yang lebih serius".


" Setiap kali ngobrol selalu membahas hal-hal yang wajar, pasti hanya aku yang merasakannya, mending di rahasiakan, dari pada ketahuan pasti akan sangat memalukan", Sari membuat keputusan untuk memendam sendiri apa yang tengah dirasakannya.


Sari mengambil ponsel dan memasukkan headset miliknya untuk mendengarkan music dari aplikasi pemutar musik di dalam ponselnya. Lagu yang mewakili perasaannya saat ini, lagu berjudul ' Diam-diam', yang dinyanyikan oleh Tiara Andini penyanyi jebolan ajang pencarian bakat dengan Arsy Widianto, putra salah satu komposer hebat Indonesia.



*Awalnya ku tak tahu*


*Datangnya darimana*


*Kau sapa dan sebut namaku*


*Firasatku berbeda*



*Sejak aku memendam*


*Hati rasa terguncang*


*Ku sapa dan sebut namamu*



*Jangan kau salah duga*


*Aku sama*


*Hanya tak ingin orang lain tahu*


*Diam-diam ku telah jatuh cinta*



*Sering kali kita bersamaan*


*Tak sengaja curi pandang*



*Jangan kau salah duga*


*Aku sama*


*Hanya tak ingin orang lain tahu*


*Diam-diam ku telah jatuh cinta*


__ADS_1


*Mengapa saat jauh*


*Bayang dirimu menyiksa*


*Berjuta rindu menggoda*


*Terlalu cepat kah ini, cinta*



*Hanya tak ingin orang lain tahu*


*Diam-diam ku telah jatuh cinta*



*Jangan kau salah duga*


*Aku sama*


*Hanya tak ingin orang lain tahu*


*Diam-diam ku telah jatuh cinta*



*Na na na na na na na*


*Na na na na*



*Hanya tak ingin orang lain tahu*


*Diam-diam ku telah jatuh cinta*



*Diam-diam (Diam-diam*)


*Ku telah jatuh hati (Hati*)


*Diam-diam ku telah jatuh cinta*



Sambil mendengarkan musik melalui headset nya, Sari kembali teringat pertama kali bertemu dengan Musa di kelas, bagaiman semua mata siswi lain juga terpesona dengan guru agama yang masih muda itu.


Awal kebohongan yang Sari lakukan sehingga menariknya untuk lebih sering bertatap muka dengan guru agamanya itu, serangkaian peristiwa dari kegiatan mengaji tiap sore, mengikuti lomba debat dan kecelakaan yang membuatnya semakin sering bertemu dan lebih dekat dengan Musa.


Tidak aneh jika Sari menjadikan Musa menjadi ustadz idolanya, dan Sari yakin bukan hanya dia yang mengidolakan Musa, karena selain baik hati, peduli dan cerdas, wajah Musa yang tampan juga menjadi nilai plus bagi Musa sebagai seorang guru. Tapi jika perasaan itu kemudian berkembang semakin jauh, Sari takut hanya akan menjadikannya semakin bertindak diluar nalar.


Sari mematikan musik dan mencoba memejamkan matanya kembali, berharap akan tertidur dengan nyenyak malam ini.


\=\=\=


NB : Baca part ini sambil dengerin lagu 'Diam-diam', yang dinyanyikan Tiara Andini dan Arsy Widianto lebih dapet feel nya.


Jangan lupa untuk Like, komentar dan vote / beri hadiah , biar author semakin semangat buat up tiap hari. Terimakasih untuk yang setia mengikuti kisah Sari dan Musa 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2