
Saat Sari dan Rizal sampai di kelas mereka, suasana di kelas sudah sepi, hanya tinggal beberapa anak yang masih tinggal di kelas Sari , yaitu Eli, Linda dan Nina yang sedang menjaga tas Sari.
" Bu Berta manggil kenapa Sar?", tanya Linda yang paling kepo.
Sari masuk kedalam kelas dan duduk di bangkunya.
" Bu Berta minta persetujuan, katanya mau ada wawancara dari salah satu stasiun radio, pada pemenang lomba debat kemarin, Bu Berta tidak bisa memutuskan sendiri karena kondisiku yang seperti ini. Rizal juga menyerahkan keputusan padaku, jadi tadi Bu Berta tanya bagaimana keputusan ku".
" Kamu setuju untuk di wawancarai?", tanya Eli.
Sari mengangguk, " Aku nggak enak kalau menolak, lagian cuma wawancara di radio, nggak akan ada yang liat juga kalau aku sedang cidera, cuma suaraku yang akan di dengar oleh banyak orang. Jadi menurutku tidak masalah", ujar Sari.
" Kita balik yuk, mumpung pulang lebih awal, apa kalian mau main ke rumah kakekku?", ajak Sari.
Linda, Eli dan Nina saling bertatapan. " kamu balik naik apa Sar?", tanya Nina yang sejak tadi hanya diam mendengarkan Sari berbicara.
" Aku di jemput, mas Soleh sudah di depan sekolah, gimana?, kalian mau ikut balik kerumah kakekku?", Sari mengulang pertanyaan nya.
" Boleh kalau begitu. Kita kan belum pernah ketemu sama kakeknya Sari, sekalian nanti kita silaturahmi, kan masih dalam masa lebaran, pasti masih banyak kue di rumah Sari, hehehe", ujar Linda yang berjalan semangat menuju ke depan kelas.
Sari dan yang lain hanya tersenyum.
" Mama dan papa kamu masih disini apa sudah balik ke Malang Sar?".
Eli yang paling terakhir keluar bertugas menggembok pintu kelas bertanya sambil memasukkan gembok ke pengait yang ada di pintu.
" Sudah balik, cuma tiga hari disini, jadi nanti cuma ada Kakek di rumah", jawab Sari.
Ketiga teman Sari berjalan bersama menuju mobil hitam yang terparkir di luar pintu gerbang sekolah.
__ADS_1
Mas Soleh sudah menunggu di pintu gerbang. " Mas Soleh sedang ngobrol dengan seseorang, ternyata Pak Musa," apa yang mereka bicarakan?", pikir Sari.
" Mas, teman-teman mau ikut ke rumah, jadi aku duduk di depan", Soleh mengangguk dan meninggalkan Musa sambil menganggukkan kepalanya memberi hormat sebelum meninggalkan nya, Soleh membuka pintu mobil bagian depan, di sebelah bangku kemudi.
" Ayo masuk", ajak Sari pada teman-temannya, tanpa berusaha menoleh ke arah Musa untuk menyapanya.
Berbeda dengan ketiga temannya yang langsung tersenyum ke arah Musa saat mengetahui Musa sedang mengobrol disana, baru kemudian masuk ke mobil dan duduk di bangku belakang.
Musa masih berdiri dan men-scrol layar ponselnya seolah sedang sibuk. Hingga mobil yang di tumpangi Sari dan kawan-kawan melaju, meninggalkan sekolahan.
Setelah mobil melaju Sari bisa melihat jika Musa terus menatap ke mobil yang di tumpangi nya melalui kaca spion mobil. Sampai Musa tak kelihatan lagi setelah mobil melewati tikungan.
Soleh melajukan mobil selama 15 menit, dan akhirnya sampai di depan rumah Kakek Atmo.
" Ayo turun, sudah sampai", Sari turun dan mengajak teman-teman nya untuk masuk ke dalam rumah.
" Assalamualaikum kakek, Sari pulang", bi Nunung langsung keluar mendengar suara cucu majikannya sudah pulang sekolah.
" Tolong buatkan minuman yang dingin ya Bi, Sari mau ganti baju dulu", Sari berjalan masuk menuju kamarnya setelah ketiga temannya duduk di kursi ruang tamu.
Lima menit kemudian Sari keluar dengan menggunakan kaos putih dan celana jeans selutut. Bi Nunung sudah menyajikan es jeruk dan kue-kue sisa lebaran di atas meja.
" Ayo silahkan di nikmati", bi Nunung mempersilahkan.
"Terimakasih Bi", jawab mereka bertiga kompak.
Selama satu jam mereka ber-empat mengobrol dan sesekali bercanda dan tertawa bersama saat ada sesuatu yang di anggap lucu. Hingga terdengar suara salam dari pintu masuk. Sari menjawab salam dan ternyata Kakek Atmo yang baru pulang setelah bertemu dengan seseorang yang tinggal se komplek dengannya.
Ketiga teman Sari bersalaman dan mencium punggung tangan kakek. Setelah menyapa teman-teman Sari, kakek Atmo masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Seperti ada sesuatu yang ingin kakek sampaikan , tapi di urungkan, mungkin nanti, karena sekarang Sari tengah kedatangan teman-temannya.
Sore hari saat ketiga teman Sari sudah pulang ke rumah masing-masing, Sari menghampiri kakek yang tengah duduk di gazebo belakang.
" Kakek sedang apa?".
Sari mendudukkan diri di belakang kakeknya.
" Kakek lihat kau sudah punya banyak teman di sekolahmu?", ujar Kakek yang merubah posisi duduknya saat Sari duduk di sampingnya.
" Mereka bertiga adalah teman yang duduk di dekat Sari kek, jadi sekarang kami cukup dekat", jawab Sari.
" Baguslah jika kau cepat beradaptasi di sini, kakek jadi tenang jika cucu kakek sudah punya banyak teman. Sebenarnya Kakek hanya tidak mau cucu kakek tinggal disini karena merasa terpaksa. Jika memang kamu tidak nyaman tinggal disini, kamu boleh kembali ke malang dan tinggal bersama Mama dan papa mu". Ucapan Kakek Atmo membuat Sari berpikir keras, ini terlalu aneh di ucapkan kakeknya. Karena seolah kakek sudah merelakan Sari untuk kembali ke tempat tinggalnya.
" Maksud kakek apa bicara begitu?, Sari sudah mulai betah dan nyaman tinggal bersama Kakek di sini, tapi kakek malah bicara begitu, Sari kan jadi sedih...", ucap Sari sambil menatap kakeknya sayu.
Malam hari saat Sari tengah rebahan di atas kasurnya, ponsel Sari bergetar, ada chat dari Fera, teman Azka yang beberapa waktu lalu liburan bareng ke air terjun. Sari memang sempat tuker-tukeran nomor telepon saat di mobil.
~ Sar, kakek kamu tadi siang menemui ayahku untuk konsultasi tentang sakitnya, kata Ayahku kakek Atmo mengalami batu ginjal dan harus dioperasi, tapi kakek kamu menolak, katanya mau ke alternatif saja, tapi saran ku lebih baik berobat ke dokter jangan ke alternatif, takut justru semakin parah~
Fera yang ternyata seorang putri dari seorang dokter spesialis penyakit dalam, merasa perlu memberi tahu Sari tentang kondisi kakeknya.
~ Makasih kak Fera, nanti Sari coba bujuk Kakek biar mau di operasi~
Sari mengirim balasan pada Fera.
" Jadi karena hal ini, kakek menyuruhku kembali ke malang, kakek tidak mau aku tahu kalau beliau sakit", batin Sari kemudian jadi kepikiran sesuatu.
~ El, besok temani aku ke rumah sakit ya sepulang sekolah, ada yang harus ku tanyakan pada dokter yang menanganiku~
__ADS_1
Sari mengirim pesan pada Eli, karena berniat untuk melepas gips di tangan nya besok, Mungkin sudah di perbolehkan, toh Sari merasa tangannya sudah baikan.