Ustadz Idolaku

Ustadz Idolaku
Trip Alone With You


__ADS_3

( Perjalanan berdua denganmu )


Ini bukan cerita yang di ulang ya, hanya menceritakan dari sudut pandang Musa saja....


***


Musa POV


Malam minggu aku datang ke rumah kakek Atmo, sengaja datang tanpa memberi tahu terlebih dahulu pada Sari, niatnya pengen bikin surprise, setelah hampir seminggu tidak pernah melihatnya secara langsung karena beberapa hari ini aku mendapat tugas di luar sekolah.


Benar saja , saat bertemu dengan Sari, terlihat jelas ekspresi wajah Sari yang kaget melihat kedatanganku, kakek Atmo mengira aku datang untuk mengajar ngaji, tapi sesungguhnya aku datang untuk menemui Sari. Rindu....


Entah kenapa rasanya ingin sekali bertemu dengan Sari, mungkin saat ini otakku sudah tidak beres.


Untung saja kakek Atmo adalah kakek yang sangat pengertian, beliau sengaja berpamitan untuk menghadiri acara kumpulan RT di rumah tetangganya, membuat aku bisa mengobrol dengan leluasa berdua dengan Sari.


Ini adalah malam minggu pertama sepanjang hidupku, aku ngapel ke rumah kekasihku, karena memang Sari adalah perempuan pertama yang masuk dalam hidupku.


Kami duduk berdua di dalam rumah dan ngobrol begitu asyik membahas tentang semua hal. Melihatnya sesekali tertawa sambil bercerita tentang kegiatannya membuatku merasa senang.


Di sela pembicaraan, aku menyampaikan tujuan kedatanganku, karena aku ingin mengajak Sari untuk menghadiri undangan pernikahan salah satu karyawan yang bekerja di bengkel ku besok. Sari langsung setuju dengan ajakanku, tapi memintaku untuk minta izin pada kakeknya.


Tentu saja aku langsung minta ijin saat kakeknya pulang dari acara pertemuan RT, dan alhamdulillah kakek Atmo memberi ijin begitu saja tanpa banyak memberikan pertanyaan.


***


Pagi-pagi sekali aku bangun dan memilih-milih baju mana yang akan ku kenakan, jujur, baru kali ini mau datang ke undangan pernikahan bersama seorang wanita. Jadi sedikit merasa grogi.


Setelah memilih baju batik yang sesuai dipakai untuk acara pernikahan aku pergi ke rumah Sari, menjemputnya untuk pergi bersama ke rumah Fajar, pihak pengantin pria.


Saat aku datang pintu gerbang rumahnya masih terkunci, tapi kemudian ada bi Nunung yang membukakan kunci.

__ADS_1


Aku menunggu Sari di ruang tamu, di temani kakek Atmo, dan tak lama kemudian Sari keluar menggunakan baju kebaya dengan atasan burkat berwarna biru, sama dengan kemeja batik yang ku kenakan, dan bawahan rok panjang dari kain batik yang membuatnya menjadi terlihat sedikit lebih dewasa dari umurnya. Aku sampai tidak bisa mengedipkan mataku. She is true beauty....


Kami langsung berangkat menuju rumah Fajar, memakan waktu 15 menit untuk sampai di rumah Fajar, aku dan Sari langsung di sambut oleh Fajar dan kedua orang tuanya. Mereka menyuruhku dan Sari untuk sarapan terlebih dahulu, tapi kami menolak, karena saya dan Sari sudah sarapan di rumah.


Lima menit kemudian rombongan memutuskan untuk berangkat ke rumah mempelai wanita. Hendrik dan Fajar ikut ke dalam mobilku, dan Hendrik memintaku untuk ngebut, tapi aku tidak bisa membawa mobil ngebut, jadi kami tukar posisi, aku duduk di belakang dan Hendrik yang mengemudikan mobilnya.


Hendrik juga menyuruh Sari untuk pindah ke belakang bersamaku, sebenarnya agar lebih mudah bertanya pada Fajar ke arah mana harus melajukan mobil, tapi dia justru menggunakan kesempatan itu untuk menggodaku, mengatakan pada Sari, "Nona manis, pindah duduk di belakang ya, nemenin bos besar, takutnya murung sepanjang jalan, kalau pawangnya duduk di dekat saya".


Saat itu sebenarnya aku ingin protes, tapi ku urungkan, karena hanya akan menambah semangat Hendrik untuk menggodaku.


Sari langsung turun dan pindah duduk bersamaku di belakang. Benar saja, Hendrik mengemudikan mobilku seperti seorang pembalap F1, begitu cepat. Hanya memakan waktu 1 jam, dari Purwokerto ke Cilacap. Amazing...


Setelah sampai di depan tenda untuk pernikahan, aku tetap di mobil bersama Sari, menunggu rombongan yang lain sampai, sedangkan Hendrik dan Fajar masuk ke dalam rumah mempelai perempuan untuk di rias.


Ada kejadian yang sangat menggemaskan saat kami hanya berdua di dalam mobil, yaitu saat dia minta permen padaku, saat itu mengambil dua butir permen dan memberikan sebutir untuk Sari, tapi olehnya kembali di berikan padaku.


Aku awalnya bingung, "bukankah tadi Sari minta permen, kenapa malah di kembalikan lagi?", tapi saat itu Sari memberi kode dengan menatap bungkus permen itu dengan tajam.


Ternyata ada tulisan ' Will you marry me?', aku langsung menyerahkan permen dari genggamanku pada Sari, sambil berkata " Kalau dimakan berarti jawabannya ' iya', kalau di buang saya akan sangat sedih", dan ternyata Sari langsung mengemut permen itu. Aku merasa sangat bahagia hanya karena sebuah permen.


" Terimakasih untuk perusahaan permen yang sudah membuat tulisan-tulisan kocak pada bungkus luarnya, aku sangat mengapresiasi pada ide para marketing yang berpikir sampai ke arah situ".


Dan setelah beberapa menit kami keluar dari mobil, karena rombongan keluarga Fajar sudah sampai.


Kami masuk ke dalam tenda dengan kursi yang diperuntukkan bagi para tamu. Aku sengaja duduk di kursi belakang agar bisa leluasa mengobrol dengan Sari. Tapi ternyata ada beberapa pria yang duduk di belakang kursi kami, dan seorang anak muda, mungkin sepantaran degan Sari, dia mengaku sebagai adiknya Fajar, dan meminta berkenalan dengan Sari.


" SANGAT MENYEBALKAN!".


Padahal jelas-jelas aku sudah memasang wajah tidak bersahabat, tapi sepertinya anak muda yang mengaku bernama Rohmat adalah anak yang tidak peka.


Bahkan sampai di atas panggung saat aku dan Sari hendak berfoto bersama pengantin baru. Dia ikut-ikutan minta foto bareng. Bukankah sangat kekanak-kanakan.

__ADS_1


Untung saja Fajar menariknya dari samping Sari. Dan aku langsung merubah posisi berdiri di samping Sari.


Karena sudah merasa tidak nyaman, usai berfoto aku meminta pamit pada Fajar dan istrinya.


Kami berdua pamit dan saat berada di mobil aku mengajaknya untuk mampir ke pantai, mumpung sudah berada di Cilacap, sepertinya kurang afdhol kalau tidak mampir ke pantai.


Namun usahaku membuat suasana menjadi romantis di tempat yang sangat berkesan tidak berhasil, gara-gara aku salah bertindak dan salah bicara.


Penyebab awalnya karena Sari percaya pada mitos tentang seseorang yang berpacaran akan putus jika ada yang membelikan baju, yang menurutku itu sungguh tidak masuk akal.


Memang tadi aku baru saja membelikannya baju yang sama dengan yang ku pakai, tujuannya agar bisa berkesan romantis seperti Umi dan Abi ku yang sering sengaja membeli baju pasangan, tapi justru dia bersikeras untuk membayar baju yang ku belikan tadi.


Aku tidak tahu masalah baju saja bisa jadi penyebab pertengkaran diantara kami berdua.


Dan satu lagi kesalahanku karena mengajaknya menikah sesegera mungkin, aku tahu Sari pasti akan menolak jika aku mengajaknya menikah secepatnya, karena aku paham karakter Sari yang kuat dan berambisi untuk mencapai cita-citanya.


Aku hanya berusaha menunjukkan kalau aku laki-laki yang serius padanya. Tapi justru Sari berkata dengan wajah yang terlihat tidak senang. " Kalau ustadz mau menunggu sampai Sari mencapai cita-cita Sari ya alhamdulillah, tapi kalau ustadz sudah kebelet nikah, SILAHKAN CARI CALON YANG LAIN !".


Deg....


" Apa semudah itu dia merelakan aku menikah dengan perempuan lain?".


Saat di dalam mobil kami berdua hanya terdiam dan sibuk dengan pikiran kita masing, akhirnya aku berusaha mencairkan suasana, aku menjelaskan kenapa tadi tiba-tiba aku mengajaknya menikah.


Aku memang selalu khawatir dan tidak suka jika ada yang mendekati Sari, siapapun laki-laki itu. Aku cemburu...


" Maafkan untuk ke egoisanku tadi, kita baik-baik saja kan?", hanya itu pertanyaan yang bisa ku katakan, aku takut untuk bertanya hal yang menjadi pemicu kesalahpahaman lagi.


Sari mengangguk, dan berkata, " kita baik-baik saja, tapi terima ini, saya nggak mau kita selesai begitu saja", dia memberikan uang dua ratus ribu sebagai ganti untuk membayar baju yang ku belikan untuknya tadi.


Karena sudah tak ingin berdebat lagi, ku terima saja uang itu, meski dalam hati, aku masih tetap tidak percaya dengan mitos seperti itu .

__ADS_1


__ADS_2