Ustadz Idolaku

Ustadz Idolaku
Bukan Malam Pertama


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 15.00 WIB, Musa masih terlelap di samping Sari yang sudah terbangun terlebih dahulu. Mereka berdua memang sama-sama tertidur begitu lelapnya setelah saling memberi dan menerima hak dan kewajiban mereka sebagai sepasang suami istri.


Baru kali ini Musa tidur siang selelap ini, mungkin lain kali cara ini bisa jadi obat tidur yang ampuh, jika sedang susah untuk tidur.


Selama 5 menit Sari menatap wajah Musa yang masih menutup matanya, wajah yang benar-benar bersih, putih dan bercahaya, bahkan mungkin wajah Musa mengalahkan glowing nya wajah-wajah artis Korea yang melakukan operasi plastik. Tentu saja... ini bersih alami, pancaran wajah yang bercahaya karena rajin berwudhu.


Sari tersenyum ketika mengingat kejadian dua jam yang lalu, usai mereka berdua melakukan sholat Dzuhur berjama'ah di kamarnya. Tiba-tiba saja Musa menggendong Sari ala bridal style saat selesai melipat mukenanya. Sari tidak menduga jika Musa bisa melakukan hal mengejutkan seperti itu.


Apalagi saat Musa mulai melakukan sentuhan-sentuhan yang membuat bulu kuduk Sari sampai merinding disko. Hampir sama seperti yang dilakukan oleh laki-laki yang ada di film yang di tonton nya dulu bersama kedua sahabatnya Kristin dan Nayla di kamarnya, dulu... saat pulang sekolah. Yang membuat Sari harus menyalakan AC lebih besar, saking gerahnya melihat adegan di dalam film itu. Dan kedua sahabatnya saling ber haha hihi sambil menelan saliva dan meremas-remas boneka Sari yang tengah mereka peluk.


Bedanya... saat Sari melihat laki-laki di film itu caranya kasar, beda dengan cara Musa yang penuh kasih dan lemah lembut, pelan, tapi pasti.... dan berhasil menjebol gawang pertahanan yang sudah Sari pertahankan selama ini.


Saat Sari bertanya dari mana Musa bisa memperlakukannya sedemikian rupa seperti itu, sampai Sari bisa mencapai puncak kenikmatan, meski awalnya sakit dan pedih, tapi jujur makin kesini, Sari bisa menikmatinya, bahkan mau lagi...dan lagi...


Sampai Sari bersu'udzon ( negatif thinking) kalau Musa pasti pernah menonton film 'begituan', bagaimana bisa dia sehebat itu, jika dia belum pernah melihat adegan seperti itu di film atau video. Musa jelas seperti pemain yang sudah 'profesional'.


Namun semua pikiran negatif Sari langsung menghilang ketika Musa menjawab dengan begitu meyakinkan, jika dia mempelajari semua itu dari dalam kitab.


" Apa?, jadi untuk bersenggama juga ada pembahasan nya di dalam kitab. Wah...ini sih Islam is AMAZING", batin Sari.


Saat Sari masih menatap Musa dengan begitu terpesona tiba-tiba Musa membuka matanya dan membalas tatapan Sari sambil tersenyum sumringah. Membuat Sari kaget dan langsung mengalihkan pandangannya sesaat, kemudian kembali menatap Musa yang masih terus menatapnya.


" Terima kasih istriku sayang, sekarang kita sudah melakukan hak dan kewajiban sebagai suami istri, apa ada penyesalan setelah kita melakukannya?", tanya Musa dengan suara begitu lembut. Tangan kiri Musa merapikan rambut depan Sari yang berantakan menutupi wajahnya. Menyelipkan di belakang telinga Sari agar wajah Sari bisa terlihat jelas.

__ADS_1


Sari menggelengkan kepalanya sambil tersenyum di kulum. " Sari bahagia, dan nggak menyesal sedikitpun Mas, tapi... sekarang Sari merasa laper banget Mas", kemudian Sari duduk dan hendak menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya. Tapi Sari baru ingat saat ini dia tidak mengenakan bawahannya. Tadi Musa yang menanggalkan celananya. Sari buru-buru menutupi tubuhnya lagi dengan selimut. Musa hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang masih malu-malu itu.


" Kamu tetap di sini saja, biar Mas DO (delivery order) makanan saja, kamu mau makan apa?", tanya Musa sambil mengambil ponselnya yang ada di meja kecil di samping ranjang.


" Apa saja yang bisa bikin kenyang, Sari bener-bener laper", jawab Sari sambil meringis dan menengok ke kanan dan kiri mencari-cari dimana keberadaan celananya, tapi tak juga kelihatan.


Musa kembali meletakkan ponselnya setelah memesan makanan melalui aplikasi gr**food. Dan memiringkan badannya kembali menghadap Sari.


" Mas taruh dimana celana Sari, ini Sari pengin ke kamar mandi", ucap Sari kikuk.


Musa kembali tersenyum dan mengenakan kaosnya, kemudian beranjak dari tempat tidur. Memungut celana Sari yang jatuh di lantai dan memberikannya kepada Sari untuk dikenakan kembali.


Sari buru-buru mengenakan celana kulot panjang nya dan langsung berdiri menuju kamar mandi, namun saat melangkahkan kakinya, langkahnya harus tertahan karena rasa nyeri yang dirasakan nya di sekitar **** ********** nya.


" Ih...Mas nggak usah begini, Sari masih bisa jalan kok", protes Sari, ketika tiba-tiba Musa menggendongnya menuju kamar mandi, dan mendudukkannya di kloset duduk.


" Nggak papa, Mas suka kok gendong kamu, nggak berat juga, mumpung masih kuat, hehehe", Musa kemudian keluar dari kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi, meninggalkan Sari yang masih terpaku di dalam.


Musa keluar kamar dan mengambil baju santai milik Umi untuk ganti Sari. Kemudian masuk ke kamarnya kembali dan mengetuk pintu kamar mandi.


" Sar, Mas mau mandi di kamar mandi yang di kamar sebelah ya, Mas sudah ambilkan baju umi buat ganti kamu, karena belum ada baju kamu di sini. Mas taruh di atas kasur !" ,seru Musa dari depan pintu kamar mandi.


" Makasih Mas, Sari kalau mandi lama, jadi Mas mandinya santai saja, nggak usah buru-buru!", seru Sari dari dalam kamar mandi.

__ADS_1


Sari sengaja berendam di air hangat, di kamar mandi yang ada di dalam kamar Musa, ternyata ada bathtub di sana, membuat Sari jadi ingin berendam agar badannya lebih fresh.


Musa keluar lagi ke kamar sebelah dan mandi junub di sana. Setelah 15 menit membersihkan diri, dan mengenakan baju bersih. Musa keluar menuju dapur, namun tiba-tiba terdengar ketukan pintu dari arah ruang tamu, saat Musa membukakan pintu ternyata makanan yang di pesannya sudah sampai. Musa membayar makanan dengan uang cash, mengucapkan terimakasih dan kembali mengunci pintu rumahnya setelah pengantar makanan menaiki motornya dan pergi.


Setelah meletakkan makanan di meja makan, menyiapkan piring, sendok dan gelas, Musa kembali masuk ke kamarnya, berniat untuk mengajak Sari makan, karena makanan pesanannya sudah sampai. Tapi saat sampai di kamar ternyata Sari masih berada di dalam kamar mandi.


" Berarti memang benar dia mandinya lama", batin Musa.


Karena Sari belum juga keluar dari kamar mandi. Musa memilih mengganti seprei di kamarnya terlebih dahulu, karena ranjangnya benar-benar berantakan dan ada bercak noda merah yang tertinggal di seprei. Musa mengganti dengan seprei yang baru. Dan membawa seprei kotor ke tempat cucian baju di belakang, langsung memasukkan ke dalam mesin cuci dan menggiling nya.


Terlihat senyum Musa saat menatap kain sprei yang berputar-putar di dalam mesin cuci. Bukti bahwa dirinya dan Sari yang sudah melakukan malam pertama...eh 'bukan malam pertama', tapi 'siang pertama', karena mereka berdua melakukannya di siang hari. hehehe...


***


Musa kembali ke ruang makan dan melihat Sari berjalan mendekat ke meja makan, akhirnya Musa duduk di kursi meja makan bersama Sari.


" Hem....bau apa ini?, coba Sari tebak, sepertinya ini bau rendang", Sari melihat ke meja makan. " Benar kan, mas pesen nasi Padang, suka banget ya sama nasi padang ?", tanya Sari sambil membuka bungkusan nasi Padang dan meletakkannya di piring. Sari juga mengisi dua gelas kosong dengan air putih sampai penuh.


" Suka, tapi nggak pakai banget, cuma suka keinget kamu saja tiap kali lihat nasi Padang. Ingat saat dulu kamu di rawat di rumah sakit, itu moment pertama kali aku menyuapi seorang gadis . Makanya dimana pun berada, kalau liat nasi Padang, atau lewat depan rumah makan Padang, langsung keinget sama kamu", ujar Musa bercerita.


" Wah... baguslah kalau alasan Mas seperti itu, dari pada jika Mas bercerita setiap makan nasi Padang teringat Sari karena muka Sari mirip kaya rendang, kan nggak enak di dengernya", canda Sari di sela makannya.


" Mana ada wajah secantik ini mirip rendang, kamu itu ada-ada saja", ucap Musa sambil mengusap pipi Sari yang langsung berubah memerah karena tersipu.

__ADS_1


__ADS_2