
Terdengar pak penghulu membaca doa pernikahan di pengeras suara masjid. Sari berusaha berjalan sejauh mungkin dari tempat Rizal berada.
" Bagaimana bisa, aku tidak melihat keberadaannya saat memilih untuk duduk disana tadi", Sari merutuki ke bo do han nya, karena sengaja memilih tempat yang tidak penuh sesak, tapi ternyata tak di sangka nya, ada Rizal disana.
Sari menghentikan langkahnya ketika sudah berada cukup jauh dari tempatnya tadi, suara salam dari pengeras suara membuat hatinya yang sedang gelisah jadi lebih tenang. Suara dari ustadz Idolanya, yang kini menjadi ayah dari putranya.
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatu, selamat pagi menjelang siang bapak-bapak, ibu-ibu, kakek, nenek, mas, mbak dan adik-adik yang semoga saat ini dalam keadaan yang berbahagia, seperti kebahagiaan dari kedua mempelai yang baru saja sah menjadi pasangan suami-istri, di hadapan kita ini".
Suara Musa, mulai mengisi tausiyah. Diawali dengan perkenalan diri yang cukup garing, tapi membuat para jama'ah tersenyum, kadang memang butuh awal yang garing agar jama'ah lebih fokus dan mendengarkan isi dari inti tausiyah yang di berikan.
" Bagaimana rasanya saat hendak ijab Qabul duduk didepan penghulu?, pasti deg-degan ya mas Dimas, mba Linda?". Musa sengaja menatap ke arah kedua mempelai yang duduk di depan mimbar.
" Sama...dulu saya juga deg-degan dan grogi waktu mengucapkan ijab qobul di depan penghulu", kalimat tersebut sontak membuat Sari yang tengah berada di halaman masjid, langsung tersenyum simpul. Dan masuk ke serambi di sisi lain masjid, untuk duduk dan mendengarkan tausiyah dari Musa.
Musa kembali melanjutkan kalimatnya,
" Ini saya mau cerita sedikit perihal hubungan lucu yang sudah terjalin di antara saya dan para mantan murid saya di SMA negeri dulu".
" Linda adalah murid saya di kelas 11 dan 12 jaman saya masih mengajar di SMA negeri, dan ternyata sekarang justru menjadi kakak ipar saya, karena apa?, apa ada yang tahu?".
" Karena mba Linda ini di nikahi oleh kakak dari gadis yang paling saya cintai ".
" Yang kini menjadi ibu dari putra saya, wanita paling cantik yang insyaallah akan menjadi bidadari surga saya di akhirat nanti, aamiin".
Semua jama'ah pun ikut mengamini, dan Sari langsung tersenyum sambil menitikkan air matanya, terharu mendengar kalimat Musa dari pengeras suara masjid.
" Hadirin dan tamu undangan yang berbahagia. Pernikahan adalah sunnah Rasul yang apabila dilaksanakan akan mendapat pahala tetapi apabila tidak dilakukan tidak mendapatkan dosa".
" Jadi apa boleh tidak menikah?, tentu saja boleh. Tapi sebagai umat Rasulullah, alangkah baiknya kita berusaha untuk menjalankan sunah-sunah yang Beliau ajarkan".
__ADS_1
" Arti dari pernikahan adalah bersatunya dua insan dengan jenis berbeda yaitu laki- laki dan perempuan yang menjalin suatu ikatan".
" Sedangkan menurut istilah syara' nikah adalah suatu 'aqad yang menghalalkan seorang laki-laki dengan perempuan yang bukan muhrim untuk bersatu menjadi suami istri dengan ucapan ijab dan qabul yang disaksikan oleh beberapa orang saksi dan wali dengan syarat dan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh hukum syara'".
" Barangsiapa di antara kalian berkemampuan untuk menikah, maka menikahlah, karena nikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih membentengi farji (********). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia shaum (puasa), karena shaum itu dapat membentengi dirinya.” (HR Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan lainnya)".
" Namun hukum menikah bisa menjadi haram, apabila menikah itu dengan tujuan yang tidak baik, seperti menyiksa pasangan, tidak memberi nafkah lahir dan batin, dan memanfaatkan pasangannya untuk perbuatan tercela".
" Hal itu bisa saja terjadi di kehidupan sekitar kita, bukan hanya di cerita sinetron atau novel online saja...., mungkin ada ayah yang menikahkan putrinya dengan tuan tanah, atau milyader untuk menebus hutang-hutangnya".
" Mungkin juga ada seorang pimpinan organisasi atau seorang penguasa yang menikahi seorang gadis yang bertujuan untuk menyiksa gadis itu, hanya untuk balas dendam pada kakak, ayah atau keluarga gadis itu, seperti di cerita-cerita sinetron, itu mang benar ada, tapi entah di belahan bumi mana. Semoga tidak ada di sekitar kita".
" Yang jelas memang dalam sebuah pernikahan itu harus di dasari dengan rasa 'saling' , kenapa harus 'saling' ?. Karena pernikahan itu terjadi diantara dua orang yang menjadi satu, karena itulah rasa 'saling' itu sangat di perlukan".
" Saling percaya, saling jujur, saling menerima dan saling memaafkan, itu yang akan menjadi landasan untuk membuat sebuah hubungan menjadi kuat dan langgeng".
" Saya do'akan, semoga Mas Dimas dan Mba Linda bisa menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah, hingga maut yang memisahkan".
bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillaahirobbil'aalamiin. Hamdasy syaakiriin, handan naa'imiin, hamday yuwaafii ni'amahuu wa yukaafi'u mazzidah, yaa robbanaa lakalhamdu kamaa yan baghii lijalaali waj-hika wa 'azhiimi sulthoonik................................... wassalamun'alamursalin, walhamdulillahirobbil'alamin"
Semua jama'ah mendengarkan tausiyah dari Musa dengan sangat serius. Dan mengamini ketika Musa membaca doa sebagai penutup tausiyah.
Semua rombongan berpindah dari masjid menuju kediaman Linda.
Sari masih berada di beranda masjid sibuk membenahi barang bawaannya usai memberi ASI yang sengaja di pompanya saat hendak berangkat tadi, dan di masukkan di botol, untuk diberikan pada Rasyid. Karena tadi Rasyid sempat rewel karena lapar.
Eli dan Nina sudah lebih dulu berjalan di belakang mempelai menuju kediaman mempelai wanita, begitu juga dengan rombongan keluarga kedua mempelai, berjalan melewati sekitar 3 rumah, hingga sampai di rumah Linda, untuk melanjutkan ke acara resepsi dan foto-foto.
Tamu undangan dan semua yang hadir, sudah bubar sejak beberapa menit yang lalu.
__ADS_1
Saat ini keadaan masjid sudah lengang, hanya beberapa petugas WO yang sedang membersihkan masjid.
Sari kembali menggendong Rasyid menggunakan emban, ketika hendak keluar dari masjid, Sari kembali dibuat terkejut, karena Rizal masih berada di serambi masjid, duduk di sebelah sendal Sari berada.
" Kenapa Rizal masih berada disini saat yang lain sudah bubar", batin Sari.
" Kamu, kenapa masih di sini?", Sari berusaha bersikap sebiasa mungkin, sambil mengenakan sendalnya dengan buru-buru.
Namun karena terlalu cepat, justru membuat sendal yang sebelah kiri terbalik.
Keadaan Sari yang sedang menggendong Rasyid dan membawa tas cukup besar membuatnya kesulitan membalikan kembali sendal miliknya menggunakan kaki.
Rizal pun langsung membantu dengan membalikkan sendal sebelah kiri Sari dan hendak memakaikan di kaki Sari. Seketika Sari mundur dari posisinya, sedikit menjauh agar tidak terlalu dekat dengan Rizal yang tengah berlutut di depannya.
" Terimakasih, tapi maaf, saya bisa pakai sendiri". Sari baru menggunakan sendalnya ketika Rizal sudah kembali berdiri.
" Sebesar itu kah rasa cinta kamu pada Pak Musa?, kamu terus tersenyum dan menatap ke arahnya, bahkan sampai terharu dan menitikkan air mata, saat dia tengah ber-tausiyah tadi".
" Sampai kamu tidak sadar jika ada orang yang ikut tersenyum memperhatikan kamu tersenyum saat itu".
Sari langsung mengernyitkan keningnya, mencerna kalimat yang Rizal ucapkan. " Apa dia terus memperhatikan aku sejak tadi?, dia bilang mau membuka lembaran baru dan belajar membuka hati untuk Eli, sebenarnya apa sih maunya?", batin Sari.
" Mas Musa akan selalu menjadi laki-laki satu-satunya yang berada di sini dan disini", Sari menunjuk ke arah kepala dan dadanya.
" Karena dia juga melakukan hal yang sama padaku".
" Dan aku harap, kamu juga akan melakukan hal yang sama pada Eli, menempatkan dia di hati dan pikiranmu, karena itu juga yang Eli lakukan selama ini padamu".
" Dia begitu tulus menyayangi kamu, tolong jaga perasaannya dengan menjauh dariku".
__ADS_1
" Aku tidak mau Eli salah sangka, hanya karena pertemuan yang tidak di sengaja tadi".
Sari berjalan dengan cepat melewati Rizal, terus berjalan menuju rumah Linda, tanpa dia sadari ada dua pasang mata yang menatap ke arah mereka dan memperhatikan sejak tadi.