
Malam harinya Sari dan Musa memutuskan untuk pulang ke rumah Kakek Atmo. Sengaja ingin menyampaikan keputusan mereka untuk tinggal di rumah Musa, namun mereka berdua berjanji akan sering menginap.
Kakek Atmo tentu saja menyetujui keputusan yang Sari dan Musa buat, karena mereka sudah menikah, tentunya butuh privasi, dan juga Musa sudah punya rumah sendiri, bagaimana bisa kakek akan egois dengan menahan mereka untuk tetap tinggal bersamanya.
Saat Musa dan Kakek masih mengobrol di gazebo belakang, Sari pamit ke kamar berniat mengemas beberapa bajunya, untuk dibawa ke rumah Musa.
" Wah kamu itu pinter banget Sar, sukses memikat hati cowok keren dan sukses, tidak menyangka kamu menyalip kakak, menikah lebih dulu. Padahal kamu dulu nggak pernah pacaran, kakak yang mantan pacarnya nyampe lusinan malah keduluan kamu nikahnya, hebat...hebat...", gumam Dimas yang baru keluar dari kamarnya dan nyelonong masuk ke kamar Sari, karena tidak sengaja melihat Sari yang sedang mengemas bajunya dari luar. Sari memang hobi banget membuka pintu kamarnya lebar-lebar, kebiasaan buruk yang belum bisa di rubah nya.
" Kak Dimas, mulai besok jangan suka keluyuran nggak jelas lagi ! , kalau mau pacaran di ajak ke rumah saja ceweknya, biar kakek nggak kesepian di rumah sendirian ", ujar Sari sambil menutup koper miliknya dan meletakkan di samping meja rias.
" Kakek semakin tua, kasihan kalau di rumah sendirian, jadi kakak kurangin tuh hobi keluyuran keluar, kalau mau ajak temennya kerja kelompok atau nongkrong, diajak kerumah saja, sekalian temen-temen kakak di suruh nemenin Kakek. Ngobrol sama Kakek itu asik, beliau bisa ngalir dengan pembahasan anak-anak muda, buktinya tuh...sekarang lagi ngobrol sama Mas Musa nyambung banget", mata Sari menunjuk ke arah gazebo di belakang rumah.
" Iya...kamu santai saja, tapi Sar, kalau boleh tahu, sebenarnya kakak penasaran banget dengan alasan kamu kenapa belum mau melegalkan pernikahan kamu. Musa kurang apa coba?, dia tampan, bisnisnya di mana-mana, bahkan dia mulai ngajar di kampus jadi dosen mulai besok, kamu nggak khawatir kalau banyak mahasiswi di kampus tempatnya ngajar, yang nantinya akan naksir sama dia?. Ikatan pernikahan siri itu nggak sekuat pernikahan resmi Sar, Musa bisa dengan mudahnya menceraikan kamu kalau semisal dia tidak sengaja mengucapkan talak sama kamu".
Memang sejak Musa kembali ke Indonesia bulan Ramadhan kemarin, Musa sudah menyerahkan berkas lamaran sebagai dosen di universitas IAIN Purwokerto, dan beruntung ada dosen yang harus purna tugas, sehingga Musa bisa langsung diterima untuk mengajar di sana. Apalagi dengan kemampuan Musa dan berbagai kelebihan yang dimiliki nya.
Musa memang belum pernah berangkat mengajar ke kampus, karena proses belajar mengajar baru akan di mulai Senin besok.
Sepenggal kilas balik Musa, yang ternyata sudah menuntaskan pendidikan Pascasarjana di Kairo selama dua tahun kemarin di fakultas bahasa Arab, selain merawat Umi nya yang belum pulih total setelah mengalami gejala stroke, ternyata di sana Musa juga melanjutkan studinya dan memperoleh gelar Master di bidang Sejarah Islam dengan predikat Mumtaz ( Cumlaude ).
Pencapaian Musa membuat Umi dan Abi nya begitu bangga. Dan begitu percaya dengan semua keputusan Musa. Itu kenapa saat Musa memutuskan akan kembali ke Indonesia dan hendak mengkhitbah seorang gadis muda yang masih kuliah, Umi dan Abi tidak keberatan sama sekali, apalagi gadis itu sudah dikenalkan pada umi dan Abi sebelumnya. Beliau berdua juga menyukai sifat Sari, meski saat dulu Sari belum berhijab.
Dan saat datang ke rumah kakek Atmo bersama Musa untuk mengkhitbah nya, Umi dan Abi semakin menyukai Sari ketika melihat Sari kini berhijab.
__ADS_1
" Sari pengin menyelesaikan kuliah dulu kak. Ingin fokus dengan tugas yang seabreg, Sari tidak ingin fokus Sari terpecah gara-gara Sari sudah menikah".
" Kalau tentang Mas Musa, kakak tenang saja, dia bukan laki-laki yang baperan kaya kakak, yang dikit-dikit naksir cewek hanya karena merasa di perhatiin. Lagian Sari bukan baru mengenalnya, sudah sejak 2 tahun yang lalu Sari berhubungan dengan dia, nggak pernah sekalipun dia memalingkan hatinya untuk yang lain".
Sari memang berusaha untuk ber khusnudzon ( positif thinking ), karena memang benar adanya, jika sesuatu yang kita pikirkan, biasanya itulah yang akan terjadi. Seperti sebuah sugesti, jadi berpikir positif adalah langkah paling tepat agar yang terjadi seperti apa yang di harapkan.
" Kamu itu sok tahu, kakak bukannya baper an, cuma sedang mencari yang terbaik dan ternyaman. Mumpung masih muda, harus memilih dan memilah calon yang sesuai dengan kriteriaku, jadi wajar deket sana, deket sini. Kan berusaha mencari yang terbaik", Dimas berusaha melakukan pembelaan.
" Terserah kakak saja deh, yang penting kakak harus lebih hati-hati, jangan sampai salah pergaulan seperti dulu, Sari nggak mau kita berpisah dengan cara seperti itu lagi", Sari tidak mau kakaknya terjerumus memakai barang haram lagi.
Sari keluar dari kamarnya hendak menuju ke gazebo belakang menghampiri Musa dan kakek yang masih asyik mengobrol.
" Sar, mau nanya satu lagi boleh?", Seru Dimas sambil menutup pintu kamar Sari. Sari pun menengok ke arah Dimas.
" Tanya apa Kak?".
Tapi Sari justru memanyunkan bibirnya sambil membuang muka meninggalkan Dimas yang tertawa lepas melihat tingkah adiknya yang menggemaskan itu.
" Jadi sudah ya...., semoga Musa memang benar-benar laki-laki yang baik, dan tidak akan meninggalkanmu untuk perempuan lain", batin Dimas.
***
Musa membangunkan Sari untuk sholat subuh berjama'ah, hari ini hari baru bagi mereka berdua untuk memulai kehidupan sebagai seorang suami istri. Dan juga hari pertama mereka berdua mulai beraktifitas seperti biasa. Musa harus berangkat mengajar ke kampusnya, Sari juga harus berangkat kuliah.
__ADS_1
Keduanya langsung bersiap-siap untuk mandi dan sarapan setelah tadi bekerja sama membuat nasi goreng dan menyajikannya di meja makan.
Semalam mereka pulang ke rumah sekitar pukul 10 malam, dan selesai menata pakaian Sari setelah setengah jam berkemas, jam 11 malam mereka berdua baru bisa membaringkan tubuhnya di atas kasur. Dan keduanya langsung tertidur lelap.
" Nanti aku antar kamu ke kampus ya, kan kampus kamu kelewatan sebelum ke kampus ku", ujar Musa.
Sari hanya mengangguk patuh, sambil menyuapkan nasi goreng ke dalam mulutnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
...Visual...
Karena permintaan readers pengen liat visual dari pemeran, tapi Author nggak biasa pake visual, jadi author kasih liat visualnya pakai gambar animasi.
Sari
Usia 19 tahun, cantik, ceria, seorang mahasiswi fakultas kedokteran semester 3, istri dari Musa.
Musa
Usia 27 tahun, pria muda yang sukses, pembisnis, dosen baru di Universitas IAIN. Dulu pernah mengajar di SMA negeri, berparas tampan, suami Sari.
__ADS_1
Sekian dulu penampakan visualnya, maaf kalau tidak sesuai dengan ekspektasi readers semua 🙏🙏