Ustadz Idolaku

Ustadz Idolaku
Bonus Bab


__ADS_3

" Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarokatu !", jawab para jama'ah secara serempak dalam sebuah acara yang tayang hampir setiap pagi di salah satu channel TV nasional.


Sudah hampir 5 bulan ini, Musa ikut menjadi salah satu penceramah di acara baru di televisi yang berjudul 'Ustad Idolaku'.


Acara yang di pandu oleh salah satu aktor yang sering menjadi pembawa acara di salah satu acara festival musik, dengan penceramah 5 ustadz yang bergilir setiap harinya, dengan jama'ah ibu-ibu dan bapak-bapak yang datang dari berbagai daerah.


Kini acara itu menjadi trending topik, karena kelima penceramah adalah seorang ustadz muda dengan begitu banyak prestasi dalam hidupnya, menjadi daya tarik tersendiri bagi para jama'ah untuk mencari tahu lebih dalam tentang kelima ustad yang menjadi penceramah di acara tersebut.


Dua ustadz berasal dari ibukota dan sudah cukup kondang, dua lainnya pendatang dari luar Jawa, sedangkan satu lagi adalah Musa, seorang dosen sekaligus ustadz yang berasal dari daerah Purwokerto.


Musa harus melakukan perjalanan bolak-balik lima hari sekali dari Purwokerto menuju Jakarta untuk menjadi pengisi acara, sekaligus harus mengatur jadwal di kampus, agar tidak benturan dengan jadwal syuting.


Awalnya Musa hendak menolak tawaran yang diberikan oleh salah satu kenalan yang ditemuinya di hotel miliknya beberapa bulan yang lalu. Musa sempat mendiskusikan tentang tawaran yang diberikan padanya bersama dengan Sari.


" Sari akan mendukung apapun keputusan Mas, cobalah dipikirkan lagi, menurut Mas, akan lebih banyak faedah nya, atau justru lebih banyak mudharat (rugi) nya".


Musa juga meminta pendapat Umi dan Abi nya, hingga akhirnya Musa mengambil keputusan untuk menerima tawaran menjadi penceramah di televisi.


" Jika harus bolak-balik Purwokerto - Jakarta seminggu sekali, mungkin masih bisa membagi waktu", pikir Musa


Namun justru setelah Musa tampil beberapa kali di televisi, tawaran untuk menjadi penceramah terus berdatangan, baik acara di kampus maupun di rumah.


Di kampus, Musa menjadi semakin dikenal, dan menjadi dosen sekaligus ustadz idola para mahasiswa dan mahasiswi, bahkan orang tua mereka.


Sedangkan di lingkungan rumah, banyak tetangga yang meminta Musa menjadi penceramah di acara pernikahan, acara khitanan anaknya, acara aqiqah, dan berbagai macam acara lainnya berdatangan silih berganti. Bukan hanya tetangga dekat saja, bahkan Musa sampai mendapat permintaan menjadi penceramah dari lain daerah, seperti Purbalingga, Cilacap, Banjarnegara dan Kebumen.


" Wooow !!!!, ustad idolaku sekarang sudah menjadi ustadz idola semua orang", gumam Sari yang baru saja bergabung dengan Musa, duduk di depan layar televisi menyaksikan beberapa tayangan infotainment yang sedang membahas tentang Musa sebagai ustadz idola baru semua orang.


Beberapa hari yang lalu memang beberapa wartawan berada di depan rumah dan mengajukan beberapa pertanyaan kepada para tetangga. Informasi itu Sari dapat dari Bi Nunung. Dan tidak menyangka, jika wajah suaminya juga akan muncul di acara infotainment, seperti artis-artis ibukota.

__ADS_1


Karena setiap pagi Sari sibuk di rumah sakit, sedangkan siang juga sibuk di klinik. Biasanya bi Nunung akan langsung mengajak Rasyid ke klinik bundanya sepulang dari play group, memanfaatkan waktu istirahat Sari untuk bermain-main bersama Rasyid. Namun saat Sari harus menangani pasien, Bi Nunung akan mengajak Rasyid pulang ke rumah.


Di usia Rasyid yang bulan depan menginjak 4 tahun itu, Sari sengaja memasukkan Rasyid di play group. Awalnya Sari merasa itu terlalu dini, tapi saat Rasyid diajak melihat-lihat ke taman bermain di play group, ternyata Rasyid begitu tertarik dan bahkan meminta sendiri untuk belajar di sana. Sehingga Sari mendaftarkan Rasyid untuk mengikuti play group, melatih Rasyid untuk bersosialisasi dengan teman-teman seusianya, juga dengan lingkungan baru dan orang baru.


" Putra bunda ternyata rajin banget belajar, sekarang sudah bisa baca dan tulis dari A sampai Z, angka 1 sampai 10, bunda jadi makin sayaaang banget sama Rasyid!", Sari memang terkadang memuji Rasyid saat Rasyid berusaha melakukan pencapaian baru. Entah usaha pencapaian dalam bentuk apapun itu, selama yang dilakukan Rasyid itu benar .


Sari mengingat saran dokter Kurni padanya saat Rasyid masih bayi dulu.


" Jika Dokter Sari bertanya, apakah orang tua perlu memuji anak dalam meningkatkan perilaku baik anak?".


" Jawabannya adalah perlu".


" Mengapa?".


" Alasannya karena, memuji anak dapat membuat anak merasa lebih termotivasi, percaya diri, dan mampu menghadapi tantangan dalam kehidupan. ... Anak menganggap pujian sebagai hadiah, dan pujian sendiri adalah cara ampuh yang dapat membantu anak mengetahui perilaku baik dan buruk di usia dini mereka".


" Memuji anak juga bermanfaat untuk membuatnya termotivasi dan lebih mandiri. Anak akan berusaha untuk melakukan yang terbaik, agar orang tuanya bangga. Menempatkan pujian dengan tepat, dapat membentuk karakter yang peduli kepada orang lain, misal.... memberi pujian saat Rasyid mau membagi makanannya kepada orang lain".


Semenjak saat itu, Sari akan memuji Rasyid saat Rasyid dengan sungguh-sungguh berjuang untuk bisa meningkatkan kemampuan. Dan benar sekali, memuji seorang anak, membuat anak menjadi semakin semangat untuk menjadi lebih baik.


***


" Kamu nggak khawatir kalau diam-diam Musa menikah lagi dan punya istri lagi di Jakarta, seperti ustadz-ustadz kondang lainnya yang berpoligami?".


Beberapa kali Eli sengaja menggoda Sari saat mereka berdua selesai praktek di klinik. Eli bergabung juga di klinik itu setahun yang lalu, saat Sari butuh lebih banyak dokter untuk membantunya. Termasuk suami Eli juga ikut bergabung di klinik Sari, bahkan lebih dulu daripada Eli.


Eli sudah menikah sekitar enam bulan yang lalu, dengan dokter sekaligus teman semasa kuliahnya dulu.


" Nggak lah, khawatir itu hanya di rasakan oleh mereka yang merasa kurang percaya diri, dan itu nggak berlaku untukku".

__ADS_1


" Kalau saran ku sih El, mending kamu deh yang harus lebih berhati-hati, karena kehamilan mu yang baru 4 bulan ini, sudah membuat tubuhmu semakin gendut, jangan-jangan suamimu akan melirik ke perawat atau suster cantik yang ada di rumah sakit tempat kerjanya, hihihi", Sari cekikikan sendiri karena balik memanas-manasi Eli.


Ekspresi Eli langsung berubah murung.


" Apa benar yang di katakan Sari, kalau aku jadi makin gendut Mas..., apa ada suster cantik di rumah sakit tempat Mas kerja?", tanya Eli sambil merajuk di depan suaminya.


" Nggak ada yang lebih cantik dari kamu sayang...., meski makin gendut, tapi kamu kelihatan makin cantik di mataku".


" Nanti dari sini kita mampir ke kedai mie ayam bapak ya..., tadi ibu meminta kita mampir, katanya sudah dibuatkan mie ayam special buat menantu tersayang".


Eli langsung mengangguk saat diajak mampir ke kedai mertuanya.


" Duh yang jadi menantu pemilik kedai mie ayam paling hits di Purwokerto, enak banget pulang kerja di suruh mampir sama ibu mertua buat menikmati mie ayam spesial buatan mertua", Sari langsung berdiri dan siap-siap pulang karena malam semakin larut.


" Kita mampir sekalian saja ke kedai mie ayam bareng mereka, Mas juga sudah lama nggak makan mie ayam fenomenal".


Sari, Eli, dan Yanto menengok bersamaan ketika terdengar suara Musa dari arah pintu masuk yang terbuka.


" Serius Mas?, nggak kelamaan mampir dulu, Rasyid gimana?", Sari menghampiri Musa menuju pintu, meraih tangan Musa dan mencium nya, sungkem.


" Rasyid dan bi Nunung ada di depan, tadi Rasyid minta ikut jemput bunda katanya, jadi Mas ajak ".


Sari langsung tersenyum sumringah, kemudian menatap ke arah Eli dan Yanto yang sedang bergandengan tangan.


" Oke kita let's go ke kedai mie ayam fenomenal", ujar Sari begitu semangat.


\=\=\=\=\=\=


Reader : " Loh kok Eli jadinya menikah sama Yanto.... Rizal kemana Thor?".

__ADS_1


Author : " Rizal kemana ya ๐Ÿค”, ke laut mungkinโœŒ๏ธ ๐Ÿ˜๐Ÿ˜"


__ADS_2