AISYAH

AISYAH
(01) Aisyah


__ADS_3

Tahun ajaran baru. Di tahun ini untuk pertama kalinya aku menginjakkan kaki di bangku SMA pakaian serba putih abu abu aku menyukainnya. Aku bergaul dengan banyak orang di sini dan juga berbeda keyakinan serta gender karna sebelumnya aku bersekolah di madrasah aku sangat menyukai madrasah tapi aku ingin juga merasakan sekolah nasional ini.


Alhamdulillah Ayah menyetujuinya. Walaupun ini untuk pertama kalinya dalam keluarga kami.


"Dek! buruan!!!" Kakak Osis cantik itu memanggil ku. Hari ini seluruh murid baru melaksanakan Mos (masa orientasi siswa) aku pernah melihatnya di tv ada banyak unsur melenceng para senior memperbudak junior dan mereka harus mengikutinya jika tidak akan menerima hukuman yang lebih parah lagi. Aksi balas dendam karna mereka dulu juga di perlakukan sama.


"Kamu!!!" Kakak ini bernama Angel jelas di name tag nya. "Itu yang melilit di kepala kamu buka!!!" Deg!


"hijab ku?"


"Ia buruan!!! jangan sok cantik, jangan sok suci deh!!"


celetuknya.


"Aisyah ngak mau melepaskan hijab Aisyah."


"Berani melawan! IYA!"


"ini simbol bahwa Aisyah umat rasulullah,"


"Ba to the cot BACOT! Kalau lo ngak mau lepas gue yang lepasin!"


"Aisyah ngak akan biarin kakak menyentuh sehelai benang dari hijab ini.


Aisyah sudah mengenakannya dari usia 5 tahun hanya Aisyah yang bisa menyentuhnya."


"BODOAMAT!"


Dia mendekat sendari tersenyum nakal. "Angel!" Senior lain memanggil Kak Angel. Kak Iqbal itu namanya. Aku tak berani menatap mata kakak itu karna aku harus menjaga pandangan ku.


"Lo gabung sama yang lain di sana!" Titah Kak iqbal. Aku lega karna dia melepaskan ku dari Kak Angel.


"Terimakasih kak. permisi"


Dengan cepat Aisyah meninggalkan Iqbal dengan Angel dan bergabung dengan rekan nya yang lain.


"Lo ngapain sih bela itu cewek!"


"Lo ngapain juga nyuruh dia buka hijab? Lo gila ya.?!"


"Cewek islam lain pun banyak yang buka hijab mereka santai aja kok."


"Itu mereka, Dia beda! Kita boleh beda keyakinan sama mereka tapi kita harus menghormati mereka Ngel, ngak kayak tadi." Iqbal meninggalkan Angel. Jelas Angel kesal dengan Iqra yang membela Aisyah.


Aku berjalan menghampiri beberapa siswi yang sedang membersihkan taman sekolah. Aku sangat lega dalam hati Aku berterima kasih pada senior Iqbal. Ternyata tak semua dari mereka sama.


Pukul 11.15 Kami semua di suruh berkumpul di bawah terik nya matahari siang. Ini sangat panas


"Panas... Cepek..." cicit siswi di sebelah ku dia terlihat pucat.


"Windi, wajah kamu pucat."


"Benarkah? Dan dari mana kau tau nama ku.??"


"Dari kardus nama mu.."


"ooh...haha.. Panas, Aku ngak kuat"


"ADEK ADEK SEMUA... PANAS YA???"


"PANAS SENIOR!"


"HAHAHAHA RASAIN!!!"


Astagfirullahal'azim.


"KALIAN FIKIR KAMI KASIAN?? ENGGAK!

__ADS_1


ASAL KALIAN TAU YA. DULU KAMI LEBIH PARAH DARI INI. MOS KALIAN HARI INI BELUM SEBERAPA"


ternyata benar ini aksi balas dendam. Mereka yang dulu berada di posisi kami merasa tidak terima da membalaskannya pada kami. Sampai kapan aksi ini akan terus seperti ini.


"MASIH SEMANGAT!"


"semangat,


capek,


panas..


haus"


"YANG MENGELUH KEDEPAN!!!! ATAU SAYA YANG TARIK KALIAN KE SINI!"


BRUK!


seorang siswi jatuh pingsan di dalam barisan. Siswa yang lain membantu teman nya yang pingsan untuk berteduh di koridor sekolah.


"BIARIN DIA DI SANA! KALIAN BERDUA BALIK KE BARISAN!" lantang senior Angel.


"KALIAN FIKIR SAYA BAKALAN KASIAN MELIHAT REKAN KALIAN PINGSAN!?? ENGGAK KALAU ADA YG PINGSAN LAGI JANGAN HARAP KALIAN BISA BERTEDUH."


Ini ngak benar. Ini bukan mos tapi penyiksaan aksi balas dendam. mereka berdiri di bawah atap sedangkan kami di bawah terik matahari.


pukul 11.56 Adzan Zuhur pun berkumandang. Mereka Masih saja menceloteh di depan sana. Aisyah pun mengangkat tangannya.


"YANG AKAT TANGAN KEDEPAN!"


Aisyah memberanikan diri untuk maju.


"NGAPAIN LO ANGKAT TANGAN? GUE NGAK NYURUH LO ANGKAT TANGAN" Senior Vira


"WOY ANJ*NG JAWAB" Angel.


"Anj*ng?"


"IA. APA? NGAK TERIMA LO?? HAHA."


"IBU SAYA YANG MEMPERTARUHKAN NYAWANYA UNTUK MELAHIRKAN SAYA TIDAK PERNAH BERKATA KASAR SEDIKIT PUN KEPADA SAYA


DAN AYAH SAYA YANG MELINDUNGI MENJAGA SAYA DARI SAYA LAHIR JUGA TIDAK PERNAH MEMARAHI SAYA.


SEDANGKAN ANDA YANG HANYA SENIOR SEENAKNYA BERKATA KASAR. MAAF SEBELUMNYA SAYA TIDAK TERIMA DI PERLAKUKAN SEPERTI INI.


KAMI KE SEKOLAH INI UNTUK BELAJAR BUKAN MENJADI BUDAK. KAMI SEKOLAH BAYAR! BUKAN NUMPANG GRATIS.


MASA ORIENTASI SISWA TUJUANNYA MENGENALI LINGKUNGAN SEKOLAH PADA KAMI BUKAN UNTUK MENEBAR AKSI BALAS DENDAM. MANA HATI NURANI KALIAN?


SAYA ANGKAT TANGAN. HANYA MAU PERMISI UNTUK SHOLAT ZUHUR. KARNA SAYA MENGHARGAI KALIAN. PERMISI."


Aisyah menangis, dadanya sesak. Karna ini untuk kali pertamanya ada orang yng berani melontarkan kata kasar kepadanya.


Dia menghapus air mata nya dengan pergelangan tangan lantaran telapak tangannya kotor.


"LO FIKIR SEMUA ORANG SAMA KAYAK LO??


LO FIKIR SEMUA ORANG HIDUP BAHAGIA SEPERTI LO??" Senior yang lain pun menenangkan Angel. Angel benar benar emosi.


Semua junior bubar memilih berteduh dan juga ikut sholat di mushola sekolah. Windi tersenyum melihat Aisyah.


"Angel. Lo kenapa sih?" Iqbal kembali memarahi Angel.


"Lo yang kenapa Bal. Lo tau kan gue benci sama anak manja seperti dia."


"Sampai kapan lo kayak gini ha?"

__ADS_1


"Sampai gue puas. Gue bakalan siksa mereka sampai mereka tunduk sama gue."


Mereka menuaikan sholat Zuhur berjamaah. Beberapa senior cowok juga ikut sholat.


Rasanya lega, Usai sholat sunah aku kembali berjalan ke koridor sekolah. Yang lain pun terlihat istirahat di kantin mengisi perut mereka yang kelaparan.


"Duh, mag aku kambuh nih..."


"Kejam banget ya mereka."


"Kita nanti pulang jam berapa?"


"ngak tau. mungkin kita bakalan sampai sore deh di sini"


Semua orang tampak memprihatinkan.


"Aisyah, kamu ngak sarapan?" Windi datang dengan bekalnya


"ia. ini lagi nunggu."


"Aku tunggu kamu di sana ya.."


"Iya"


"Hai, Aku Kevin."


"Hai, Aisyah." mereka hanya menyebutkan nama tak berjabat tangan. "Makasih mbak.


Aku duluan ya" Aisyah pun duduk di dekat Windi.


Windi juga mengenakan hijab sama hal nya dengan ku. Teman pertama ku di sekolah ini.


"Aisyah... Aku berterima kasih banget sama kamu..."


"Terima kasih untuk?"


"Untukk...


Guys.. Ini Aisyah. Dia yang sudah membantu kita dari para senior tadi. kalau ngak ada Aisyah belum tentu kita bisa istirahat dan menikmati makan siang. Benar kan?".


"Ia. Aisyah aku berterima kasih sama kamu kalau ngam ada kamu bisa saja Mag Akut ku hambuh dan masuk rumah sakit."


"Thank you asiyah..."


"Kalian ngak harus berterima kasih. Kita itu saudara,


Saudara itu harus saling membantu."


Aku sangat senang. wajah mereka kembali berseri,


"Aku boleh gabung kan? Kenalkan Aku stevani.. kalian bisa panggil aku Vani. Aku asal Bali, Aku hindu"


"Hai Vani... senang kenalan dengan mu" Windi.


"Aku Aisyah"


"Kamu si wonder women. angkatan kita menjuliki mu dengan nama itu"


"Hahaha... Aku tersanjung. lebih baik jangan aku tidak nyaman." Tutur Aisyah terus terang.


Beberapa menit kemudian. Decitan Nyaring microfon seketika merusak hati semua junior.


"SEMUA JUNIOR KEMBALI KELAPANGAN! SEKARANG!"


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃💐💐


#TO BE CONTINUED

__ADS_1


__ADS_2