
Happy Reading Semuanya!
Jangan lupa beri tanda di ceritaku ini ya.
Support aku
--
Setelah kedatangan paket yang berisi foto-foto yang ternyata berasal dari Bastian namun paket itu sebenarnya bukan benar-benar dari bastian karena pria itu sendiri yang pertama kali mendapatkannya karena mencari tau tentang klien yang meminta bantuan kepadanya.
Saat dirumah sunyi tidak ada kegiatan apapun karena kedua putranya berada dirumah bunda dan ayahnya. Aisyah hanya sendiri dirumahnya itu, sebenarnya ia diajak untuk datang kerumah bunda dan ayah namun ia menolak karena ingin istirahat dan mau melihat data dari flashdisk yang dikirim oleh Bastian.
Dibukanya laptop lalu ia colok flashdisk dan melihat file yang ditulis dengan kalimat ‘Secret Folder’. Ia mengklik file tersebut dan betapa terkejutnya isinya semua adalah video-video yang mengarah ke arah kekerasan.
“Apa ini semua? Tanda bukti yang dibilang Bastian?”
“Tunggu sepertinya aku kenal dengan orang ini, siapa ya..” ujar Aisyah dan nge-zoom dan membulatkan kedua matanya, “Chelsea? Dia mantan kekasih Wildan dan sekarang ia berhubungan dengan ayah dari Wildan sendiri? Gila, benar-benar gila.”
“Ada apa dengan dunia saat ini?”
Aisyah meraih ponselnya dan menghubungi kakek Damian yang kemungkinan tau sesuatu hal. “Halo? Assalamualaikum kek, ini aku isyah. Jangan tanya dari mana aku mendapatkan nomer kakek. Saat ini aku ingin bertemu dengan kakek. Kakek ada dimana?”
“Dikantor? Bolehkah aku kesana?”
“ya sudah aku tunggu sopir kakek, tapi kakek harus mengirimi orang yang sudah ku kenal.”
“Aku bukan tidak percaya dengan kakek, hanya saja aku waspada karena banyak sopir pribadi tiba-tiba digantikan oleh orang lain.”
“Baiklah.” Tut.
Aisyah bergegas berganti pakaian selesai itu baru saja ia ingin keluar rumah lewat pintu belakang berhenti saat melihat sebuah mobil hitam berhenti didepan pagarnya namun itu bukanlah mobil yang disuruh oleh kakek Damian karena dimobil itu ada banyak orang. Ia pun segera mengambil pakaian ala pelayan dan menggunakan motor kafe.
Aisyah dengan buru-buru tidak berpamitan lebih dulu kepada bawahannya ia hanya bisa bernafas lega karena mobil hitam itu masih terparkir di depan rumahnya.
Ia menuju kantor kakek Damian sebelum ke kantor ia berkunjung terlebih dahulu ke rumah bunda dan ayahnya. Ia memberikan data asli di benda kecil miliknya berwarna hitam dan data kopiannya berada dibenda kecil berwarna pink.
“Aku tidak bisa menjelaskan saat ini, karena aku terburu-buru. Tolong simpan ini dan berikan langsung kepada mas Tala dan ka Samuel atau bisa berikan kepada bang Izak jika ia pulang.”
“Tapi kamu akan kemana Aisyah?”
“Bunda, dengerin isyah, aku akan menjaga diriku sendiri, karena orang itu sudah meneror isyah sejak kemarin lalu. Mas Tala sudah tau tapi aku tidak pernah beri tahu karena ini akan memberatkan pikirannya. Jadi isyah mohon jaga double K untukku ya.”
Cup!
“Aisyah sayang bunda dan ayah. Aku pergi dulu assalamualaikum.”
“Waalaikumsalam. Hati hati nak.”
Sesampai dikantor kakek Damien, isyah langsung menuju kantor ruangan kakek Damian berada ia sempat ditahan karena kakek Damian sedang ada tamu. Namun Isyah tetap menerobosnya sampai pandangannya lurus kedepan Bastian. Pria itu ada dihadapan kakek Damian.
“Bastian? Kenapa kau ada disini.”
__ADS_1
“Lalu mengapa kau bisa ada disini juga?”
“Aku ingin mem- jangan bilang kau sudah memberi tau kepada kakek Damian?”
Bastian mengangguk, “kau diganggu bukan? Aku juga diganggu seminggu yang lalu.”
“Aisyah, duduklah lebih dulu. Tenangkan dirimu. Kakek dan Bastian akan berusaha membantu dan menyelamatkanmu.”
“Tapi kek, divideo itu ada beberapa hal yang mengganjal.”
“Apa yang mengganjal?”
“Coba lihat video nomer 134, disana ada istri kakek dan seorang wanita lainnya. Apa kakek mengenalnya?” Kakek Damian langsung membuka video yang dikatakan Aisyah tadi sampai ia membulatkan kedua matanya dan, “ini apa? Maksudnya apa ini?”
“Itu yang menjadi tanda tanya kami berdua, sebenarnya siapa wanita itu kek?”
“Dia, Audrey Dealinor. Tante dari Chelsea teman wanita suamimu. Dia sejak dulu memang benci dengan keberadaan istri kakek sampai saat ini pun dia masih saja ingin masuk kedalam hidup kakek.”
“Obsesi maksudnya?” kakek mengangguk, mereka bertiga pun langsung membuat rencana. Tanpa ada tala atau yang lainnya, hanya ada kakek Damian, Bastian, asisten kakek, serta Aisyah sendiri.
“Mereka sudah bergerak tuan.” Ujar asisten kakek Damian, bernama As. Kakek Damian mengangguk, “kamuy akin Aisyah? Akan meninggalkan kedua anakmu?”
“Aku yakin aku akan selamat, aku tidak akan meninggal kek. Karena mereka bukan lawanku.”
“Jangan sombong dulu. Memangnya kamu sudah bisa beladiri?”
“Jika aku tidak bisa, buat apa aku gegabah seperti ini? Tentu saja aku bisa guruku kan Yuna sahabat Bastian.”
Aisyah hanya bisa tersenyum. “jangan bilang-bilang ya.”
Sepulang dari kantor kakek, aisyah lupa berganti pakaian dengan kostum pelayan. Namun itu sudah terlambat karena sudah ada mobil hitam mengikutinya perlahan sampai Aisyah lengah dan Bastian yang baru saja keluar dari lobby membulatkan kepalanya.
“AISYAH!!!”
Teriak Bastian saat melihat aisyah, lagi-lagi gadis itu diculik didepan keramaian. Sampai banyak warga yang mendengar teriakan langsung ikut mengejar mobil hitam yang menculik seorang wanita.
Aisyah didalam mobil sudah memberontak dan kesulitan bernafas akibat sekappan dari tangan pria disampingnya itu. “Diamlah! Jika kau ingin selamat.”
“Emm..em..”
Aisyah merasakan melemas saat ia menghirup obat lagi dari sarung tangan pria itu. Dan pingsan.
Sedangkan Bastian dengan panik langsung mengejar mobil hitam itu sambil menghubungi Gentala, suami dari Aisyah yang pernah ia mintai nomer hapenya kepada Aisyah.
“Halo? Suami aisyah! Tolong, aisyah diculik lagi. Kemungkinan ini adalah orang suruhan Greyano Wilsonrich. Segeralah. Aku sedang mengejarnya.” Tut.
Satu jam sebelum terjadi…
Gentala saat ini sedang berkumpul mencari data data bukti kejahatan Greyano dan Wildan, ayah dan anak ini sama-sama menculik dan menjual gadis dibawah umur yang sedang mencari uang untuk kebutuhan keluarganya.
Saat mereka sedangkan menelusuri semuanya, Gentala mendapatkan telpon dari bunda Maura yang mengatakan bahwa Aisyah tiba-tiba saja datang kerumah dengan memberikan sebuah flashdisk kecil berwarna hitam. Saat sedang menuju rumah mertuanya, telpon dari Bastian mengejutkannya. Aisyah, istrinya diculik kembali bedanya pelakunya adalah ayah dari Wildan.
__ADS_1
Gentala-pun langsung bertuju kerumah bunda mertuanya. Diikuti oleh Samuel, Kevin, Frisky, dan Damon. Sedangkan kedua abang Aisyah sudah sampai lebih dulu dirumah bunda menenangkan ayah dan bundanya.
“Sebenarnya mereka siapa hem? Kenapa putri ayah ikut terkena juga?” tanya sendu ayah.
“Karena aisyah pernah berurusan dengan anaknya ayah yang kemarin dipenjara itu yang bernama Wildan Austin. Maka dari itu kemungkinan ayahnya mengincar Aisyah. Dan ini salah Tala seharusnya tala paksa dia ikut dengan Tala kekantor atau kerumah bunda.”
“Tidak ini seharusnya ayah dan bunda yang lebih kuat merayunya, mungkin ini memang pilihannya tapi kenapa ia nekat keluar sendirian?”
Sedangkan si kembar yang merasa umminya dalam berbahaya langsung menangis menggelegar membuat kedua pamannya serentak panik dan menuju lantai kebawah yang sudah ada Tala dan yang lain. “Bunda, tolong kami. Ini dua K tidak mau berhenti menangis.”
“Cup,.. cup.. cup.. cucu oma tau ya umminya dalam bahaya?”
“Tenang sayang, ummi kalian pasti baik-baik saja.”
“Maksudnya apa? Aisyah hilang?” tala menggeleng, “bukan, tadi ada yang menelponku mengatakan bahwa aisyah kembali diculik oleh suruhan Greyano Wilsonrich. Maka dari itu kami datang kemari.”
“Bagaimana bisa? Tapi siapa yang menelponmu?”
“Bastian.” Saut Frisky sambil melihat bagaimana Aisyah kenal dengan pria itu. “Bastian adalah rekan yang selama ini membantu Aisyah mencari masa lalu tentang kakeknya, dan kakek Damian.
Ia juga mencari masa lalu tentangmu Gen. selama ini dia belajar ilmu bela diri dengan Yuna, serta Bastian dia juga belajar bagaimana mengendalikan senjata tajam dan senjata berbahaya lainnya.” Ujar Frisky yang langsung membuat yang lain menahan nafas.
“Sejak kapan dia belajar?”
“Sejak ia masih menginjak dibangku SMK-nya bunda.” Balas Samuel yang langsung membuat bunda melemas. “Bagaimana bisa? Putri kita yah, putri kecil kita dalam bahaya.”
“Bunda tenang saja, kita pasti bisa menemukannya dimana ia berada.”
“Assalamualaikum!” suara dua orang yang berjalan masuk secara tiba-tiba.
“Waalaikumsalam.” Disaut kembali oleh orang rumah. Muncullah kakek Damian, dan Bastian serta As. “Aku sudah mendapatkan dimana Aisyah berada saat ini. Ayo kita pergi. Sebelum terlambat.”
“Kakek akan disini saja, kamu tolong bantu cucu kakek ya. As lakukanlah.”
“Baik tuan.” Sopannya yang langsung melangkah keluar diikuti Bastian dan Izak. Sedangkan Tala langsung berpamitan oleh bunda dan ayah. “Kakek ini bukan salahmu bukan?”
“Ya, ini salahku namun ini juga salah dia yang ingin balas dendam sakit hati dari kekasih gelapnya.”
“Siapa yang kau maksud?”
“Kau akan tau nanti. Pergilah, selamatkan istrimu sebelum terlambat.”
--
Next...
Vote, Comment, Like, and Favorite!
See you! Thank you! Bye!
LOVE Rora~
__ADS_1