AISYAH

AISYAH
(40) AISYAH


__ADS_3

Happy Reading!


“Huaahh.. Lelahnya..” Aisyah mebantingkan tubuhnya pelan ke atas Kasur empuknya yang sudah ia rindukan selama diperjalanan, sedangkan ka Bina sudah masuk kedalam kamarnya yang ia tempati bersama ka Mara.


“Sebelum tidur bikin video dulu ah.."


Aisyah mengenakan hijab langsungnya kemudian merebahkan kepalanya di bantal lalu mengarahkan kamera depan ponselnya dihadapan wajahnya, “Hai! Selamat malam semuanya, aku ingin mengiringi lagu untuk malam ini semoga kita bertemu didalam mimpi, hehe..”


*“haengbokaejigo sipeo geuman jom ulgo sipeo *


hamkke han modeun naldeul doedolligo sipeunde


*naege wajudeon nari *


geu mari gaseume ajik namaseo


*chama mireonaeji mothae *


yeojeonhi neoman gidarigo isseo.”


*“biga naerimyeon jokesseo *


huljjeogineun i maeumeul sumgil su itdorok


*ireon ge sarangiramyeon *


*neomu oeroun sarangiramyeon *


dasin sarang an hallae himdeureo ijen annyeong.”


*“geuttae neol jabatdamyeon hamkke useotdeoramyeon *


uriui modeun naldeul haengbokal su isseulkka


*huhoero muldeun nae mami *


i mami ajigeun neomu apaseo

__ADS_1


*neoreul butjapjido mothae *


*yeojeonhi neoman gidarigo isseo *


yeojeonhi neoman gidarigo isseo”


(Park Boram – Want to be happy)


“Bye Bye! Love you All!” pamitnya setelah selesai bernyanyi untuk para penggemarnya dan ternyata penggemarnya sudah banyak dan diluar negeri ada juga yang menyukai dan menyayanginya sebagai idola.


Setelah itu ia menutup layar ponselnya, tak lupa mencolokkan untuk menambah daya ponselnya, kemudian memejamkan kedua matanya yang sudah mulai berat dan terlelap.


Dikota sebrang seorang pria menatap layar komputernya yang menampilkan video beberapa menit diallstagramnya. Menampilkan wajah pujaan hatinya yang tersenyum manis kearah kamera. “Manis banget sih jodoh gua.” Ujarnya tanpa sadar ada sepasang mata menatapnya dengan malas.


“Etdah bos gua bucin banget dah.” Gumamnya tanpa didengar oleh siapapun hanya dia dan tuhannya.


“Aisyah Putri Nada. Tunggu aku.” Ujarnya kemudian ia menutup halaman tersebut dan beralih menatap sosok yang ia lupakan, “kau disini Dean?”


“Ya, tuan saya sedari tadi menunggu perintahmu.”


“Aku akan keluar dari dunia gelap yang masih mengikatku, tolong kau panggil Adam dan Bastian untuk menghadap kepadaku. Lalu suruh bawahanmu untuk mencari data diri Aisyah Putri Nada aku ingin tau tentang kehidupannya dan apa saja yang ia sukai dan di benci.”


“Jika sudah, kosongkan jadwalku selama dua bulan karena aku ingin memperbaiki diriku menjadi lebih baik walaupun nanti Aisyah akan mengetahui tentang masa laluku. Tapi itu ada saatnya jadi aku ingin belajar dan mengetahui agama kedua orang tuaku, yaitu Islam.”


“Baik tuan, ada lagi?”


“Hem apa lagi ya, mungkin itu saja ah jangan dua bulan kosongkan selama lima bulan aku ingin istirahat dari pekerjaanku ini. Dan aku harap saat aku libur jangan ada yang mengganggu waktuku. Kau mengerti?”


“Saya mengerti tuan.”


“Kalau begitu pergilah, jangan lupa hubungi Adam dan Bastian.”


“Baik tuan kalau begitu saya permisi terlebih dahulu.”


Sepeninggalan asistennya, pria itu bangkit dari duduknya kemudian melangkah masuk kedalam ruangan khususnya, ia membuka seluruh pakaiannya yang atas dan melangkah ringan ke dalam kamar mandi dengan membawa baju untuknya.


Selesai membersihkan diri ia langsung meraih topi hitam berbentuk lonjong, pipih di dua ujungnya berwarna hitam dengan pinggirannya dihiasi oleh motif – motif unik dan langsung menggunakannya. Ia menggelarkan sajadah ke atas lantai dengan mencari kiblat yang sudah diberi tahu oleh gurunya.

__ADS_1


“Arah barat kesini kan ya? Eh tunggu lihat kompas dulu.” Gumamnya kemudian mengangguk, “benar ternyata, tunggu bentar ada yang kurang apa ya? Ah kain itu.”


Ia mengambil kain kotak-kotak dengan dua lubang lebar di kain itu, kemudian mengenakannya setelah itu melipat dan menggulungnya untuk mengunci agar tidak jatuh dari pinggangnya. Ia berdiri fokus menatap sajadah bergambar mekkah dan berdoa, “Ushalli sunnatai isyaa’I rok’ataini ba’diyatta mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.” Doa niat sholat sunnah rawatib sesudah isya.


Artinya : “aku niat mengerjakan sholat sunnah sesudah isya 2 rakaat menghadap kiblat karena Allah ta’ala.”


“Allahu akbar..”


“Allaahu akbar kabiirow wal hamdu lillahi katsiroo wasubhaanakaloohi bukrotaw wa’ashilaa. Inni wajjahtu wajhiya lilladzi fathoros samaawaati wal ardho hanifaa wamaa ana minal musyrikiin. Inna sholaatii wa nusukii wamahyaa wa mamaatii lillahi robbil alamin. Laa’ syarikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana awwalul muslimiin.”


Setelah itu ia membaca doa Al-fatihah yang sudah ia hafalkan dan ia pelajari dengan benar saat bersama gurunya tak lupa selanjutnya membaca surat pendek. Setelah selesai, saatnya ia rukuk dan membaca doa dengan keras agar ia hafal kembali. “Subhaana rabbiyal adzimii wa bihamdih.” (3 kali)


Setelah itu ia membaca, “Sami’allohu liman hamidah.” Sambil mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga dan berdiri tegak, berikutnya ia membaca, “Rabbana lakal hamdu milus samawati wa mi ulardi wa mil umasyita min syaiin ba’du.”


Kemudian ia melanjutkannya dengan sujud dan diantara dua sujud. Sujud ia memposisikan dengan meletakkan kedua tangannya dan menempelkan dahi serta hidung pada sajadah. “Subhaana robbiyal a’la wabihamdih.” (3 kali.)


Lalu duduk di antara dua sujud, “Robbighfirli warhamni wajburni warfa’nii wahdinii wa’aafinii wa’fu’ annii.”


Begitupula dengan raka’at selanjutnya sampai tasyahud Akhir, membaca, “At-tahiyyaatu al-mubaarakaatu al-shalawaatu al-thoyyibaatu lillahi. Assalaamu ‘alaika ayyuhannabiyyu wa rahmatullahi wa barakaatuhu. As-Salaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillahi as-shoolihin. Asyhadu an laa ilaaha illa Allah wa Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. Allahumma Sholli ‘ala Sayyidinaa Muhammad. Wa ‘ala aali sayyidina Muhammad Kamaa shollayta ‘ala sayyidina Ibrahim. Wa Baarik ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala aali sayyidina Muhammad. Kamaa baarakta ‘ala sayyidinaa Ibrahim, wa ‘ala sayyidina Ibrahim, fil ‘aalamiina innaka hamiidun majiid.”


“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.” Ujarnya dengan gerakkan akhir menyalimi dengan menoleh kepala kanan dan kekiri kemudian ia mengucapkan basmallah dan mengusap wajahnya dengan lembut.


“Ya Allah, hamba berdoa kepadamu hari ini dan hamba akan berdoa kepadamu untuk selamanya. Ya allah hamba ingin meminta maaf untuk segala-galanya yang pernah membuat perbuatan buruk di masalalu. Ya allah kau maha pengampun dan maha pengasih. Ampunilah dosa hambamu ini dan kasihlah hamba keberkatan yang selalu


engkau berikan. Ya allah hamba berdoa ingin memiliki pendamping yang membuat jalan hamba kembali lurus. Tolong berikan hamba jodoh seperti yang hamba inginkan.. Aisyah Putri Nada.. Aminn yarabbal alamin.”  Itulah doanya setelah ia sholat dalam 2 bulan akhir ini.


Nama Aisyah, gadis pujaannya yang selalu ia akhiri dari doanya. Ia benar- benar berharap bahwa gadis itu adalah jodohnya. Ia selalu berharap, dan berharap namun sang guru pernah mengatakan, “Jangan kau terlalu berharap dengan sesuatu hal tapi cobalah untuk berusaha mendapatkan apa yang kau inginkan. Diiringi dengan doa, agar semakin mujarab keinginanmu pasti akan terkabul secara perlahan-lahan.”


Dan seperti yang ia lakukan saat ini, dengan cara perlahan-lahan ia akan mendapatkan apa yang ia inginkan, “dengan namamu yang ku akhiri dalam doaku, kuharap kau adalah benang yang tersambung di jari manisku.”


Setelah itu ia melipat sajadah dan membuka kain yang membungkus pinggang sampai atas mata kakinya tak lupa ia menaruh kembali topi yang bernama kopiah yang baru ia ingat diatas lipatan sarung dan sajadah tersebut. Kemudian ia membaringkan tubuhnya melirik jam ternyata sudah pukul setengah 12 malam dan cukup untuk dirinya tidur mengistirahatkan kedua matanya.


--


Next?


Ayo dong like n comment-nya..

__ADS_1


Vote, Comment, Like, and Favorite!


__ADS_2