AISYAH

AISYAH
(11) AISYAH


__ADS_3

Iqbal yg tengah tertidur di bangun kan oleh tepukan pelan dari tangan kecil Mey. Mey menepuk wajah Iqbal secara berulang sendari tertawa terpikal pikal.


"Mey..." Pada akhirnya Iqbal terbangun. bola mata nya memerah karna tidur pulasnya dalam waktu sesaat itu.


"Mey udah bangunn.. trus bangunin abang.." tutur Iqbal dengan suara serak khas bangun tidurnya. Dia pun menggendong Mey. membawa ny kekamar mandi untuk cuci muka.


"Mey duduk diam di sini dulu yah...," Iqbal meletakkan mey di dalam bathtub yg tak berisi air itu. Dia membasuh wajahnya lalu melihat mey sangat menggemaskan.


"Mey.. mau mandi??, Kita keluar mau kan??"


Iqbal pun memandikan mey alih alih mengajak mey jalan jalan. Usai mendikah mey dia memasangkan baju pilihannya mey terlihat sangat comel lalu iqbal menggendongnya keluar kamar.


"Mbak..."


"Ia den."


"Siapin mobil aku mau ajak Mey jalan jalan.."


"Baik den." Mbak pun bergegas mengerjakan apa yg d minta Iqbal. "Mbak perlengkapan mey juga ya. Minta nya lagi lalu metetakan mey di car seat.


"Mammyyy..." tutur Mey menepuk nepuk pahanya..


"Mey, kangen mami yah?"


"Heee... mammyy meyy... tanenn" Iqbal meraih tab nya lalu melakukan panggilan video berharap akan di jawab oleh Maminya. "Mbak, liatin mey bentar." Dia kembali ke kamar meraih backpack lalu memindahkan botol susu, pempers, Baju ganti dan mainan Mey kedalam bag nike nya itu.


"Makasih ya.. mbak."


"Ia den. Hati hati di jalan."


"Tut tut..." Imak Mey, Panggilannya benar tak di jawab. "Kayak nya mami sibuk mey,.. Nanti kita telfon lagi yah.."


Iqbal memasang safery balt nya lalu mengijak gas. Ini untuk kali pertama Iqbal keluar berdua bersama Mey.


"Moomyy...."


"Haii Mey..." Iqbal kaget karna tiba tiba dia sudah mendengar suara Maminy dari dalam tab.


"Loh.. Mey, Mom... tadi mami yg nelfon?"


"Ia, Kenapa bal?"


"Mey yg angkat sendiri Mi.. Hahaha.."


"Benarkah? Bener mey, Bisa jawab telfon mami??..." Mey tertawa malu malu. "Duh.. gemes.., ini kalian di dalam mobil ya.? Mau kemana Bal??"


"Jalan jalan Mi, Suntuk di rumah.. Ibal cari makan di luar sama mey"


"Mbak ikut?"


"Enggak."


"Nanti shaerlock ya.... Hati hati bawa adik kamu."


"Ia mi... Mami nanti pulang jam brapa?"

__ADS_1


"Kayaknya malam deh... Daddy kamu tu, lagi bahas bisnis.. Tau lah gimana tu daddy kalau udah ngobrol."


"Haha... Ya sih, Suka lupa waktu.."


"Mey... Mey jangan nakal ya nak... Nurut sama abang ya."


"Nakkkannn.... Abam.. E cim"


"Ahahaa.. lucu nya.. Iqbal bawa mobilnya hati hati"


"siap bu boss"


"Mey, mami tutup telfn ny yah... Bye sayang... Bye bye"


"Bye bye..."


"Bye Mom, Love u"


"Love u too"


Panggilan video pun usai. Iqbal pun mengentikan mobinya di sebuah tongkrongan keluarga lokasinya benar benar nyaman dia keluar dari mobil dengan kaca mata channel hitam nya lalu mengambil backpack nya di bangku belakang kemudian berjalan ke arah pintu depan kiri, membukanya setelah itu menggendong Mey keluar dari mobil.


Tanpa rasa malu sedikit pun. Walaupun situasi di tempat nogki itu lumayan ramai pengunjung dengan Cool nya dia mengendong Mey yang sangat mengemaskan itu.


Banyak orang yang memperhatikan Iqbal terlebih lagi Wanita yg ada di Cafe itu.


"E kim.." Tutur Mey. Iqbal melihat Mey "Apa dek?"


"Tuuuu... E kimm.. ckck.." ucap mey lagi menunjuk ke arah Es cream. Iqbal tersenyum gemas lalu berjalan menuju pramusaji.


"Mbak Es cream choco vaniilla nya 1" Iqbal harus mengantri jika ingin makan es cream.


"Aku mau Es cream tapi aku malas antri.. kamu aja Ya Van.."


"Loh kok aku?"


"Yaudah aku aja. mau Es cream rasa apa?"


"oolong, toppingnya original pearls Hua.. jadi ngiler."


"Aku enggak deh.." Jawab Vani.


"yaudah bentar ya.."


Aisyah berjalan menuju Pramusaji di sana berdiri mengantri untuk mendapatkan Giliran.


Aisyah tersenyum melihat anak kecil di depan nya. Balita tersebut ikut tersenyum melihat ke arah Aisyah.


"tantiikk..." Tutur Balita itu dalam gendongan pria di depannya. "Hehe..."


"Hai... Cantik."


"tatak tantiikkkk" Iqbal melihat ke arah Mey dia mendengar adiknya itu tengah berbincang dengan seseorang.


"Aisyah...." iqbal melepas kaca matanya.

__ADS_1


"Bang Iqbal..."


"Mas ini Earl grey lavendernya...dengan tooping Original Pearls." Iqbal mengambil pesanannya itu.


"Mbak, Oolong dngn tooping Original Pearls nya satu sama Vannily thai tea dengn tooping strofwavel nya."


Pramusaji mengulang pesanan Aisyah lagi lalu menagih harga es cream itu. Iqbal masih berdiri bersama Mey di dekat Aisyah.


"Kamu ke sini dengan siapa?" Tanya Iqbal.


"Dengan Windi, Vani bang...." aisyah tak bisa mengalihkan pandangannya dari Mey. "Bang... ini adeknya ya.."


"Iya.."


"Hai cantik.. Nama kamu siapa???"


"Meyy... tannntiikkk" Jawab mey sendari menyuap Es creamnya sendiri.


"Mey..., Bener bang?" Iqbal tersenyum mengangguk "Wah.. pinter...." Aisyah semakin gemes. lalu meminta pada iqbal untuk menggendong Mey.


Mey balita penurut dia juga senang saat di dekat Aisyah. Iqbal tersenyum senang. Mey yg pintar pun menyuapi Aisyah,.. Aisyah melihat ke arah Iqbal. Iqbal mengizinkan lalu Aisyah pun menerima suapan itu dari Mey.


"Thank you Mey.."


"Yu welcam.." Jawab Mey santai. Aisyah semakin terpukau dengan kepintaran Mey.


"Ini dia Oolong original pearl dengan Vannily thai tea sovewafelnya.." Iqbal mengambil pesanan Aisyah "Terima kasih silahkan di nikmati" Ucap Pramusaji itu.


"Makasih bang.


O ya. bang iqbal ke sini sama siapa lagi???"


"Cuman kami berdua."


"Gimana kalau bang Iqbal gabung sama kami aja.??" Ngobrol sambil jalan lantaran Aisyah masih ingin bersama Mey. Mereka pun berjalan menuju roftoop ada banyak orang di sana dan hampir semua bangku ter isi. terlebih lagi kalangan remaja dan mahasiswa yg mengisi tempat di sana. "Papa, Mama muda... Hua.. gemess.." tutur kakak2 mahasiswa di sudut roftoop. "Mau dong jadi Baby nya..."Sorak pria di sebelah wanita tadi.


Iqbal terkekeh pelan. Memandangin Aisyah yg sedang Asik dengan Mey. "Aisyah... aku ke toilet bentar." Ucap Iqbal mementa ijin. Aisyah mengangguk manis sama manisnya dengan ice cream di tangan Iqbal yg dia serahkan pada pramusaji untuk membatu dirinya.


"Mereka ngomongin siapa sih?" tutur Vani heran


"Allahuakbar.. Aisyah sejak kapan kamu brojol???" Windi tersentak kaget melihat Aisyah datang bersama Balita.


Aisyah tersenyum jail. Lalu mendudukan mey di sebelahnya.



"Tannnntikkk cemua..." Tutur Mey cengengesan. Seketika Vani dan Windi melting. "Nama kamu siapa sayang....." Vani gemes dengan Mey.


"Meyy tannntiikk.."


"Uuuhh... cantik banget..." lontar windi. "Anak siapa sih??" Tanya Windi kepo. Aisyah enggan menjawab sengaja membuat kedua temannya itu penasaran. Vani pun melihat Iqbal lalu melambaikan tangan.


"Hai bang...." Sapa Vani. Iqbal pun duduk. di kursi singel antara kedua sofa panjang yg mereka huni itu.


Windi dan Vani semakin heran karna Iqbal lansung duduk begitu saja.

__ADS_1


--------------🐣


#TBC


__ADS_2