
Happy Reading semuanya!
Jangan lupa like dan kasih tanda ya.
Walaupun ceritaku rada aneh dan tidak terlalu nyambung aku masih berusaha untuk disambungin kok. Biar gak putus seperti hubunganku dengan pertemananku yang lainnya.
Hiks setelah mereka sibuk hidupku kurang hiburan.
Oke skip!
Disebuah kamar yang sudah dihiasi oleh banyaknya bunga-bungan cantik apalagi ini adalah bunga kesukaan dari sang istri mungilnya yang tak lain bunga baby breath, matahari dan daisy. Sedangkan Lily dan Lavender sangat langka di negara I ini.
Sang suami memeluk pinggang mungil sang istri dari belakang, dagunya ia taruh di bahu gadis itu dan bertanya, “kamu suka?”
“Ini? Kamar yang tadi aku pakai buat dirias bukan sih?” pria itu mengangguk, “hem, bagaimana suka tidak? Dan bunga dekorasinya adalah bunga kesukaanmu, sayang tidak lengkap karena dua bunga lainnya sangat langka di negara kita.”
“Hem, sangat suka, tidak apa aku maklumi dan ini sangat cantik sayang untuk di bersihkan cuma jika tidak kita tidur dimana? Hehe.”
“Kamu ini, ada ada saja pemikirannya, ya sudah kamu dulu yang mandi, atau mas dulu yang mandi?”
“Sepertinya mas Tala dulu yang mandi, aku ingin melepas riasan kepalaku dulu, dan wajahku.”
“Oke, mas mandi dulu ya..”
“Hem,” baru setengah badan masuk kedalam kamar mandi, pria itu memundurkan Langkah lalu mengecup pipi gadis yang sudah menjadi istrinya, “dpnya dulu nanti baru lunasnya ya.”
“Mas Tala! Malu!!”
HAHAHAHA
Klik!
“Apa apaan tadi? Aduh jantungku gak bisa perlahan lahan detaknya? Aku jadi gemeteran ini..” gumam Isyah. Selesai membersihkan make-up dengan oil ia juga sudah melepaskan hijabnya dan membiarkan rambut hitam legam panjangnya itu terurai tanpa digulung. Dan itu membuat dirinya menjadi jauh lebih cantik berkali-lipat. Tak lama suara pintu kamar mandi terbuka seketika Tala, pria itu mematung. Awalnya ia ingin menjahili istrinya dengan dirinya yang tidak menggunakan pakaian apapun selain handuk yang menggantung dari pinggang ke bawah lututnya.
Ia terpana dengan kecantikan gadis itu, sampai dia tidak sadar bahwa gadis itu juga sedang menatapnya dengan wajah memerah namun ia segera mengalihkan pandangannya, “mas udah selesai?”
__ADS_1
“Hem,” ujar Tala sembari melangkah pelan kearah Aisyah, setelah sudah berdiri tepat didepan gadis itu ia mengangkat dagu Aisyah dengan tangan kanannya, kemudian keduanya saling tatap-menatap.
“Kamu tau? Awalnya aku ingin menjahilimu, tapi urung ketika kamu dengan rambut cantik ini terurai begitu saja seakan ada seorang dewi yang datang kekamarku. Kamu sungguh cantik sekali sayang, mas tidak tau harus berkata apa lagi selain mengatakan, aku mencintaimu, aku mencintaimu segenap jiwa dan nyawaku, kau adalah duniaku, nafasku, tulang ekorku, belahan jiwaku, dan kau yang selalu menjadi ibu dari anak-anakku. I love you, Aisyah, everyone's favorite artist is mine.”
Setelah mengatakan itu, tala langsung mencium bibir ranum merah muda itu dengan lembut, aisyah hanya diam dan memejamkan kedua matanya dengan mencengkram lengan atas pria yang sudah sah menjadi suaminya itu.
Tala tertawa, melihat wajah merah gadisnya lalu berkata, “bernafaslah, jika kamu tidak bernafas aku tidak melakukannya. Karena aku tidak ingin kamu meninggalkanku lebih dulu.”
“Habisnya, mas membuatku terkejut, dan aku belum siap. Biar aku membersihkan tubuhku dulu lalu kita sholat lebih dulu bagaimana?” tanyanya dengan wajah yang masih memerah menatap Tala, “baiklah, silahkan kamu mandi dulu, mas juga sudah kedinginan mau memakai baju terlebih dahulu.” Ujarnya diangguki oleh Aisyah, baru ia ingin masuk kamar mandi ia mengurungkan langkahnya dan menatap sang suami yang sedang sibuk memakai celananya dibalik handuk.
“Mas?”
“Ada apa? Kok belum masuk?”
“Boleh minta tolong tidak? Bukakan gaunku ini.” Pintanya sambil mengambil rambutnya dan menaruhnya didepan agar tidak tersangkut dengan risleting, tala termangu namun ia tetap melangkah mendekati punggung istrinya itu. “Aku buka ya?”
“Iya.”
Srett!
“Alhamdulillah Jazakallahukhoiroh, mas.”
“Amin.”
Aisyah dengan cepat masuk kedalam kamar mandi meninggalkan sang suami dengan wajahnya yang memerah. “Duh baru punggung belum yang lain kenapa kamu sudah berdiri jok?”
“Tenanglah joki, kita sholat dulu, agar saat melakukannya kita akan langsung mendapatkan sebuah bayi yang menjadi anugerah dan pelengkap dari kita semua.” Ujarnya lalu mengelus benda kecil bagian bawahnya.
Ceklek!
Aisyah mematung dengan bathrobe yang ia gunakan lalu dengan langkah pelan membuka koper miliknya dan memekik kaget. “Hua!!! APA INI?!!”
Tala, pria itu yang sudah siap dengan baju koko dan sarung langsung menghampiri istrinya dengan panik, “ada apa? Kenapa?”
“I-ini..” unjuknya sembari memperlihatkan baju saringan yang sangat transparan kearah pria itu, “Semua bajuku ditukar oleh ini, dan semua dalaman hanya ada yang seperti ini. Aku harus pakai yang mana?” tanyanya dengan ragu membuat pria itu membukakan koper miliknya dan memberikan dua kaos putih miliknya yang ukurannya cukup besar. “Pakai ini saja, jika kamu tidak nyaman dengan pakaian seperti itu.”
__ADS_1
“Hem, terima kasih.”
Setelah memakai kaos milik Tala, aisyah menggulungkan rambut panjangnnya kemudian ia keluar dari kamar mandi dengan penampilan yang sangat cantik dan imut sedikit seksi karena kedua pahanya masih terlihat dibalik kaos itu.
“Ehem! Ayo kita sholat lebih dulu.” Dehemnya agar menghilangkan suasana canggung menerpa mereka. “Iya.”
Keduanya beribadah sebelum melakukan hal yang intim, selesainya Tala mengecup kening istrinya setelah Aisyah mengecup punggung tangannya dengan lembut. Disetiap detiknya ia berdoa agar mereka diberikan anugerah yang membuat keduanya dipercaya menjadi orang tua kelak.
“Bolehkah? Mas meminta hak mas dimalam ini?” tanya Tala kepada Aisyah yang sudah selesai melipat sajadahnya dan menoleh kearah Tala lalu mengangguk ragu, “bismillah, aku berikan semua tubuhku menjadi mas Tala. Karena kau adalah suamiku.” Ujarnya dengan lembut membuat Tala mengajaknya duduk diatas Kasur memulainya dengan perlahan.
Karena ini adalah hal intim yang pertama bagi keduanya, Tala mengecup kening turun ke kedua kelopak mata gadis itu kemudian ke hidung mungil gadis itu setelah itu ia meraup bibir ranum istrinya dengan lembut, menyesapnya dan menggigitnya agar ia lidahnya bisa masuk dan mengeksplor seluruhnya.
Beberapa menit kemudian keduanya ah tidak lebih tepatnya Tala melepaskan ciuman itu karena merasa istrinya sudah kehabisan nafas. “Maafkan mas, mas terlalu terburu-buru.”
Aisyah menggelengkan pelan kepalanya, “tidak apa, ini karena aku belum terbiasa.”
“Aku mulai ya, mungkin ini akan sakit jadi rileks dan gigit atau cakar mas, ya.”
Ujarnya dan mereka berdua melakukan hal intim dimalam pertama kedua pengantin itu. Tala membuat seluruh tubuh Aisyah remuk namun tidak ia hiraukan karena ini sungguh nikmat apalagi dengan perilaku dan tingkah suaminya itu yang sangat memperlakukannya dengan lembut.
“Ana 'uhibuka fillah, habibi!”
“Ana 'uhibuka fillah, zawjatii!”
Dan keduanya berulang kali mengulang kejadian malam bahagia itu sampai tertidur.
--
Next..
Vote, Comment, Like, and Favorite.
See you! Thank you! Bye!
LOVE Rora~
__ADS_1