AISYAH

AISYAH
(26) AISYAH


__ADS_3

Happy Reading!


Cekrek!


Cekrek!


Cekrek!


“Okay! Joha! Neomu joha! You're so pretty to see in person, just like now.” Ujar fotograper asal korea itu. Aisyah tersenyum manis akan pujian itu. “Chingchanhaejusyeoseo gamsahabnida.” Ujarnya dengan Bahasa korea membuat pria gemulai itu memekik senang. “Oh my god! You can speaking hangul? Oh I’m very happy now, because you.”


“Haha I’m grateful for hear that.”


“Okay! One more time, yes, lady.” Ujarnya dengan mengarahkan kameranya kembali ke pada Aisyah yang sedang menunjukkan sebuah brand mereka setelah itu merekamnya dengan baik. “Yes.”


Aisyah melakoninya seakan dirinya tersenyum kearah permirsa dan memakannya kemudian menyuapinya sekaligus tertawa dan berkata, “dangsin-eun igeos-eul sidohaeyahabnida, geugeos-eun aju johseubnida and I love this muach! Haha..” ujarnya dengan tertawa manis kemudian.


Okay! CUT!


“Very good, I love this! Manh-i saranghae, uri aisyah .” ucapnya saat ingin memeluk aisyah langsung ditahan oleh banyak pria disekitarnya. “stop, you can’t hug her.”


“Why? I just want to say thank you.” Rengut kesalnya menatap orang yang menahan kerahnya.


“Because her brother is here, and staring at you intently.” Bisik mereka ditelinga fotograper yang bernama Kim hyun sik. Kemudian pria itu menoleh menatap arah yang ditunjuk seketika nyalinya menciut. “Why her brother is here?”


“Because her brother is the manager of her life in the entertainment world like this..”

__ADS_1


“Oke aku mengerti, maafkan oppa hyun ini ya aisyah. Karena dengan lancangnya ingin memelukmu.” Ujarnya


dengan Bahasa inggris.


“Ah tidak apa apa, lain kali lebih berhati-hati ya.” Balas Aisyah lalu gadis itu berdiri menghampiri abangnya kemudian Izak merangkul erat adiknya dengan menatap potograper yang beraninya ingin memeluk sang adik, masih dengan tatapan tajamnya lalu dengan mengatakan sesuatu tanpa suara membuat beberapa pria disamping ‘ I will kill you!’


“Abang kau sedang apa? Ayo kita makan!” ajak Aisyah yang menatap abang Izak melamun. “hem, ayo kita lihat,


hari ini kita makan apa?”


“Bagaimana jika kita makan pizza disiang hari?”


“Ide bagus, pasti kamu akan beli spaghetti juga.” Aisyah tertawa manis dibalas cubitan gemas di kedua pipinya.


--


tepat disebelah lokasi syutingnya, hari ini hanya setengah hari ia kerja karena sorenya dan malam itu kosong tidak jadwal apapun.


Maka dari itu sorenya ia akan datang ke acara reuni bersama sahabatnya yang akan menjemput dia dengan


menggunakan motor, Hani dan Karin mereka menjemputnya dengan motor masing masing ah jangan lupakan sahabat lakinya satu-satunya yang sangat asik untuk diajak, Rendi.


Aisyah menggunakan pakaian simple namun elegan, sepatu putih, kulot krem, baju hitam dan cardigan krem tak


lupa dengan riasan kalung nama AISYAH mempercantik penampilannya, ia menggunakan riasan tipis hanya pewarna bibir saja ia menggunakan warna orange nude.

__ADS_1


“Bunda, abang, isyah berangkat dulu ya? Udah dijemput sama anak-anak.”


“Iya sayang hati-hati ya, bilang ke Karin jangan ngebut-ngebut tempatnya gak akan lari kok.” Aisyah mengangguk, “iya bun, kalau begitu assalamualaikum. Oh iya nanti isyah sms ayah sekaligus ijin.” Ujarnya sambil mengecup punggung tangan bunda dan bang Fariz sedangkan bang Izak sedang molor.


Aisyah berlari menuju teras dan berdadah kepada tiga temannya. “Hai apa kabar? Kangen tau.” Ujar Karin lalu


memeluk Aisyah dengan erat, dibalas tak kalah erat olehnya. “Baik beb, kangen juga. Hani gak mau ikutan meluk?” Hani menggeleng, “malas turun.” Aisyah berdecak emang ya dari dulu semuanya malas. Rendi apa kabar? Udah punya pacar belum?”


“Dia mah jangan ditanya, dia lagi deket sama temen kuliahnya.”celetuk Karin, “Ye dia Cuma temen ya.”


“Temen tapi mesra, pacarana aja sono.”


“Udah berangkat yuk, debat mulu gak jadi jalan yang ada.” Aisyah tertawa, “kangen liat debatan kalian deh apalagi kamu sama mantan seminggu kamu itu.”


“Udah jangan diungkit.” Protes Karin. Diledeki oleh Rendi, “mantan seminggu yahahaha.”


“Sial banget, udah buruan naik syah. Nanti macet panas terus gak bisa dapet tempat duduk.”


“Semiskin itukah restonya sampai gak nyediain kursi lagi?” celetuk hani kemudian menyuruh Rendi untuk


berangkat diikuti Hani dibelakangnya. Tidak lupa aisyah menggunakan helm setelah mengenakan masker.


--


Next..

__ADS_1


Vote, Comment, Like, and Favorite!


__ADS_2