
Happy Reading semuanya!!
Bulan puasa sebentar lagi mendekat, dan saat ini Aisyah sedang bersantai ria lalu tersadar saat bunda bertanya, “katanya om Bisma mau kemari? Jam berapa beliau akan datang syah?”
“Aisyah gak tau bun, mungkin agak siangan atau sore.”
“Siapa yang ingin berkunjung? Kok ayah tidak pernah mendengar jika ada yang ingin bertamu, ini bukan ingin datang melamarmu kan nak?” tanya ayah kepada putrinya yang langsung digeleng kepala, “tidak ayah, aku belum mempunyai jodoh untuk menjadi calon suami.”
“Tapi jika jodohku tiba-tiba datang mungkin aku akan menerimanya hehe.”
“Tentunya abang akan memeriksa terlebih dahulu asal-usulnya dek, tidak ada yang bisa mengambil tuan putri kami dengan cara sembarangan.” Ujar bang Izak setelah lamanya Aisyah tidak bertemu dengan kakak keduanya itu.
Tak lama ketukkan pintu rumah dan suara salam terdengar ditelinga mereka membuat bang Izak melangkah kedepan pintu, sedangkan bunda dan Aisyah berlalu masuk kedalam kamar untuk menggunakan hijab menutupi aurat mereka.
“Assalamu’alaikum!”
“Waalaikumsalam, nyari siapa ya?” tanya Izak melihat seorang pria paruh baya dengan pakaian rapihnya yang terlihat pria gagah, pria itu tersenyum menatap Izak, “pasti kamu Raizak abang kedua dari tuan putri Aisyah?” tanya pria itu membuat Izak mengernyit keningnya.
“Siapa?”
“Kamu lupa dengan kakek? Padahal kakek yang menyelamatkan adik kecilmu yang hamper tenggelam didanau.”
OH!
“Kakek Bisma! Woahh! Kakek! Apa kabar? Ah aku tidak tau ternyata kakek veteran artis.”
“Tentu saja kamu tidak tau, kau kan sibuk dengan kantormu.” Ujarnya membuat Izak menatap dalam kearah kakek Bisma, “bagaimana kakek tau?”
“Tentu, kakek bukanlah adik kecilmu itu, jadi apakah kakek tidak dipersilahkan untuk masuk?”
__ADS_1
“Oh silahkan kek, apa itu sopir kakek?”
“Ya, sekaligus tangan kanan kakek yang mencari tau keberadaan kalian sampai kakek tau cucuku masuk kedunia hiburan dengan bakatnya.”
“KAKEKK!! AKHIRNYA KAKEK BISMA DATANG!!” pekik Aisyah mengejutkan sang ayah yang baru saja datang dari dalam dapur dengan membuatkan kopi untuknya.
Uhuk!
Uhuk!
“Sedang apa pria tua bangka ini datang kemari?”
“Tentu saja menemui putra tak bergunaku.” Ujar kakek Bisma membuat ayah menghela nafas lalu menatap putrinya yang sedang berdiri, “buatkan kakekmu minuman syah.”
“Baik ayah.”
“Om bisma apa kabar?”
“Hadeh, kau masih cemburu denganku? Hei itu adalah masa lalu, kau saja yang terlalu posesif terhadap istrimu, lagi pula aku sudah tua tidak mungkin istrimu jatuh cinta kepadaku.” Tuturnya membuat ayah menghela nafas lega.
“Mengapa kau datang kemari? Apa ada urusan dengan putriku?”
“Dia juga cucuku,”
“Tapi sayangnya kakeknya malah menyukai bunda cucunya sendiri.”
“Hei, jelas, istrimu sangat cantik dan bersinar sama seperti cucuku.”
“Sudah-sudah, mengapa kalian ribut sekali? Sudah tua tidak malu dengan anak muda?” ujar bunda melerai om Bisma dan suaminya yang tak lain keponakan om Bisma. Sedikit informasi, kakek Bisma memiliki kakak perempuan yang anaknya adalah ayah Aisyah, dan pernah memiliki rasa kepada bunda Aisyah yang membuat ayah aisyah posesif.
__ADS_1
Jadi kakek Bisma masih bisa dihubungkan sebagai sodara, atau bisa dibilang petua dalam keluarga Abdullah satu-satunya. Karena kakek nenek dari ayahnya sudah tiada hanya kakek Bisma yang masih sehat. Dan Aisyah juga masih memiliki nenek dari sang bunda.
“Aku dengar, om Bisma main peran bersama isyah benar begitu?” tanya bunda membuat ayah menatap pria paruh baya yang pernah menjadi rivalnya. Kakek Bisma mengangguk, “ya, dan cucuku tetap menjadi cucu yang termanja didalam peran itu.”
“Aku tidak kaget sih, tapi mengapa kau tiba-tiba muncul dihadapan cucuku? Kemana saja kau selama ini?” tanya ayah membuat pinggangnya dicubit oleh bunda, “yang sopan.”
Hahaha.
“Tidak apa bunda, om juga tidak mempermasalahkannya.” Jawab kakek Bisma dengan nada menggoda sampai keonakannya langsung memeluk pinggang ramping istrinya itu dan melototi dirinya. “Dasar tua bangka, tidak ada tobatnya, mengapa kau tidak mencari jodoh?”
“Jodohku sudah diambil orang, bukan istrimu, aku pernah berdekatan dengan wanita lain namun ia harus pergi bersama pria lain dengan keaadaan mengandung. Dan itu cerita lama, sekarang kita balik ke awal, apa isyah atau kedua abangnya sudah memiliki kekasih?”
“Kemungkinan aisyah kek, dia sebentar lagi mau dilamar.” Ujar Izak yang baru saja duduk disamping kakek Bisma dan menunjukkan sesuatu dari layar ponselnya yang membuat kakek Bisma mengangguk paham. “Dia?”
“Heem, dia lagi memperbaiki diri, jadi tidak perlu isyah tau, karena dia akan segera bertemu.”
“Siapa yang akan melamar siapa?” tanya Aisyah yang baru saja datang dari arah dapur sembari membawa beberapa potong kue kukus matcha. Dan enam cangkir teh camomile. Untuk mereka bersantai ria. “Wah kue bikinan isyah nih pastinya ya?”
“Hehe iya kek, tunggu bentar aku panggil bang Fariz dulu.”
“Gak perlu dipanggil, abang udah turun.”
Aisyah mengalungkan tangannya ke lengan abangnya dan, “ayo bang kita icip kue bikinan Isyah dengan teh camomile kesukaan kita semua.” Ajaknya kemudian mereka pun berbincang santai sampai sepanjang hari dan kakek Bisma dijemput oleh asisten serta sopirnya di jam pukul 8.45 pm, setelah melewati makan siang, malam bersama dan sholat berjama’ah bersama itu membuat Kakek Bisma merasakan kehangatan keluarga Abdullah seperti dulu sebelum orang tua dan saudara-saudaranya, namun kebanyakan dari mereka sudah dipanggil kerahmattullah.
--
Next..
Vote, Comment, Like, and Favorite.
__ADS_1
Happy Happy Virus!
See you! Bye!