AISYAH

AISYAH
KSPI 025


__ADS_3

Happy Reading!


Jangan lupa beri tanda like ya.


Support aku juga.


Dijalan koridor rumah sakit, Khalid merangkul Nadhira dengan erat. Baru sampai depan ruangan dokter obgyn Naura, keduanya langsung dipanggil.


"Dengan ibu Nadhira!"


"Saya sus, kita pas sekali mas."


"Hem, begitulah jika memesan secara online pasti lebih awal." ujar Khalid dengan santai.


Keduanya masuk dan disambut langsung oleh dokter Obgyn Naura. "Selamat pagi menjelang siang tuan nona. Silahkan duduk disini."


"Selamat siang dokter."


"Baik, apa ada keluhan?"


"Dia tadi pagi muntah dan mual mual dokter. Saya kira hanya masuk angin tapi pas dicek suhu tubuhnya normal. Maka dari itu tebakan saya kemungkinan istri saya hamil."


"Baik, lalu bagaimana dengan kondisi anda nona?"


"Kondisi istri saya menjadi lemas dan sulit untuk beraktifitas biasanya dia yang paling rajin dibandingkan saya." Jawab Khalid lagi. Padahal sang dokter bertanya ke Nadhira tapi saat wanita itu ingin menjawabnya langsung disabet oleh suaminya.


Nadhira pun membiarkannya karena dia bisa melihat kedua tangan suaminya bergetar.


"Baik, saya persilahkan nona untuk rebahan di brankar ya. Mari kita cek secara jelasnya." ujar dokter Naura membuat Khalid membantu istrinya berbaring dengan lembut.


Setelah berbaring, baju Nadhira disingkap ke atas. "Maaf ya, sedikit saya buka bajunya." ujarnya dengan lembut.


"Saya kasih jel dulu ya. Mari coba kita lihat.." lanjutnya sembari meraba raba dengan menggunakan alat pengecekkan.


Sampai sang dokter melihat ada dua buletan disana. "Wah selamat nona tuan, kalian mendapatkan ying dan yang. Mereka kembar, dan usianya sudah satu bulan nih. Apa mereka baru memberi tahu nona dipagi hari ini?"


"Kembar dok?" tanya Nadhira dengan mata berbinar. Lalu menatap suaminya dengan senang sekaligus bangga memiliki suami gen kembar. "Anak kita kembar mas!"


"Kenapa bisa baru sekarang diketahuinya dok? Udah sebulan lamanya apa mereka sehat?" tanya Khalid yang sedikit khawatir.


Dokte Naura tersenyum lalu, melihat kembali buletan kecil dilayar. "Anak anda sehat tuan, namun kondisi disalah satunya ada yang melemah. Maka saya akan meresepkan vitamin untuk bayi dalam kandungan serta nona yang mengandung."


"Melemah karena apa dok?"


"Saya kurang mengetahuinya karena bayi anda masih umur sebulan, jadi jika ingin mengetahuinya lanjut, anda harus mengeceknya beberapa bulan kedepan. empat kali sebulan untuk pemeriksaan yang bagus ya tuan, nona."


"Baik dokter, makasih ya."


"Sama sama nona. Semoga twins baby sehat dan lahir dengan lengkap."


"Amin. Makasih dokter."


"Sama sama nona, dan ini resep vitamin untuk nona, tuan. Beli langsung diapotik depan resepsionis ya."


"Baik dok, kalau begitu kami permisi dulu. Assalamualaikum."

__ADS_1


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."


"Sungguh bukankah itu tuan Khalid Maliq? Yang terkenal itu karena umminya Aisyah senior dari dunia hiburan?" tanya suster asistennya yang diangguki oleh dokter Naura.


"Sepertinya benar. Dan sangat bangga tuan Khalid sudah menikah dan akan memiliki anak."


"Semoga bayinya sehat ya dok."


"Bismillah pasti bisa."


--


Didalam mobil keduanya menuju kafe terdekat, karena Nadhira sedang ingin milkshake matcha dan strawberry ditemani oleh kue mini redvelvet.


"Kita sudah sampai, ayo kita turun. Pelan pelan ya sayang."


"Honey kok sekarang jadi manggil sayang?"


"Artinya sama dear. Udah yuk kita masuk."ujar Khalid kembali merangkul sang istri.



"Kafenya cakep sekali mas? Dark sekali hampir sama dengan warna cat kamar kita."


"Ya mas sengaja karena mas ingin kamu menjadi sinarnya disini."


"Ish gombal."


Khalid mencari meja kosong setelah dapat, ia mendudukkan istrinya kemudian memesankan makanan untuk sang istri. Sesudah membayar ia langsung duduk didepan istrinya yang sedang mengunyah biskuit yang baru saja ia beli dijalan menuju kafe.


"Terima kasih mba."


"Sama sama nona."


"Masya allah tampan sekali anaknya ummi Aisyah, lalu perempuan itu siapa? adiknya tidak seperti itu. Kalau begitu pasangannya kali ya? atau istri? Dua cincin yang mereka kenakan sangat mirip." ujar pelayan yang memang mengidolakan Aisyah namun belum kesampaian temuin namun putranya yang muncul.


"*Heh jangan dipantengin noh lihat pasangannya natap lo tajam. Ampe mau keluar itu mata."


"Astaghfirullah, maaf maaf*." Ujar pelayan tersebut sembari membungkuk kearah Nadhira yang memang mendengar semua percakapannya.


"Ummi terkenal banget ya?"


"Banget, apalagi banyak yang cinta sama sayang ummi sejak masih remaja."


"Apa banyak pria yang mengejarnya?"


"Kata ummi hanya ada tiga orang salah satunya baba Tala." Nadhira menganggukkan kepalanya. "Habis ini kita akan kemana?"


"Mau kemana terserah kamu, atau kamu mau ke outlet butik dulu? Ayo aja aku mah."


"Iya kita ke butik dulu deh habis itu kita kerumah ummi yuk. Pengen masakan ayam baladonya ummi."


"Oke. Segera makanlan kuenya."


Nadhira menyodorian segelas milk shake strawberry. "Ini di pindahin ke tempat gelas plastik mas. Biar bisa dibawa pulang kan gak mungkin aku bawa gelas gelasnya. Haha."

__ADS_1


"Udah selesai?" tanya Khalid lalu jempolnya terbang kearah ujung bibir istrinya. "Makan seperti bocil saja, ayo."


"Hehe, ayo mas."


Nadhira dirangkul manis oleh Khalid, kemudian minuman milkshake ditangan kanan Khalid. Setelah sampai di mobil, Khalid membuka pintu penumpang dan membantu istrinya masuk kedalam mobil sampai dijaga agar kepala istri ttidaakk terjeduk mobil.


"Seatbeltnya udah?" Nadhira mengangguk senyum. "Udah."


"Oke mari kita berangkat." ujar Khalid yang sudah duduk disamping istrinya sesekali tangan kirinya mengelus pucuk kepala, serta mengecup kening Nadhira beberapa kali.


Setelah kebutik, Nadhira dapat baju pasangan untuk kondangan warna hitam namun dihiasi dengan batik.


Sesampai dirumah ummi Aisyah, keduanya menatap situasi yang ternyata sangat sepi dan sunyi. Baru saja keduanya masuk, ummi sudah berteriak dari anak tangga dengan merentangkan tangannya.


"Masya Allah putri ummi akhirnya datang juga sudah dua bulan ini kok tidak mampir sih? Apa sedang sibuk sibuknya?"


Nadhira tersenyum, " iya ummi dhira lagi sibuk sibuknya kemarin opening kafe baru di bandung."


"Hem, ya sudah udah makan belom?"


"Belom makan siang kita berdua belum tapi sebelum itu. Dhira mau minta tolong ke ummi, bisa gak masakin Ayam balado untuk dhira?"


"Oh, tentu saja bisa. Tunggu tunggu jangan bilang kamu??" Nadhira mengangguk, "dhira sedang hamil ummi."


"Masya Allah!! Alhamdulillah! Allahuakbar!! Aaa! Ummi senang mendengarnya.." Heboh ummi membuat baba, Lian, Aran, Aron serta Lesha menghampirinya.


"Ada apa ummi? Heboh banget."


"Baba kita sebentar lagi punya cucu!!"


"Dan kabar baiknya lagi anak Khalid kembar ba, mi." lanjut Khalid semakin membuat ummi Aisyah berteriak semakin histeris..


"Ummi! Aisyah! Jangan terlalu berlebihan teriaknya nanti tenggerokkannya sakit."


"Ah iya maaf maaf. Ayo sayang kita ke dapur, kamu duduk saja biar ummi yang memasaknya."


"Ummi mau masak apa?"


"Kakak iparmu ingin ayam balado, ayo les, kamu ikut masak juga."


"Oke ummi. Kakak, selamat ya.."


Nadhira sudah duduk di mini bar, sedangkan didepannya sudah ummi dan Lesha yang sibuk dengan masak. "Jadi gimana kabar cucu ummi? Sehat? Umurnya berapa?"


"Alhamdulillah sehat ummi tapi kata dokter salah satu cabang bayi aku ada yang melemah. Udah sebulan katanya tapi kita berdua baru taunya sekarang."


"Masya Allah, kamu tenang saja sayang. Dulu waktu ummi hamil Khalid dan Kazeem. Dokter juga bilang bahwa salah satunya melemah. Tapi lihatlah kuasa Allah, dimana ummi sering istighfar, solat malam, solat dhuha, solat sunah dan ingat solat wajibnya jangan lupa baca alquran. Itu akan membuat hati kita tenang dan menyehatkan kedua bayi kembar didalam kandungan. Jadi sering sering saja berdoa oke?"


"Oke ummi. Makasih udah ngajarin dhira. Selama ini dhira udah gak terlalu diajarin setelah kepergian ayah dan bunda."


"Gapapa nikmatin saja hidup ini. Karena disini kita hanya numpang."


Lesha yang sedari tadi menyimak ikut mengangguk begitu pula dengan Nadhira yang sedari tadi mengelus perut yang masih terlihat rata.


"Bismillah."

__ADS_1


__ADS_2