AISYAH

AISYAH
(21) AISYAH


__ADS_3

Happy Reading!


“Kayak gini maksudnya? Hahaha abang bisa aja gitu? Tapi bukannya sama aja?” tawanya lalu berhenti menatap bingung ke abangnya.


“Kalau tadi kamu lebar banget mulutnya, seperti kamu tersenyum kecil namun kamu tertawa, ‘haha’ seperti itu.”


Aisyah mengangguk lalu ia tersenyum kecil dan mengeluarkan suara tawa, “haha, oke aku coba sama dialognya ya bang?” Izak mengangguk kemudian menunggu ekspresi adiknya yang sedang berusaha memerankan peran dengan baik. “Wahh, seorang Aska bisa minta maaf ke orang lain? Hebat!Haha.” Ujarnya lalu di balas tepukan tangan oleh semua orang begitu pula dengan kedua abangnya, “nah cakep, pertahankan Aisyah, saya suka tawamu yang seperti itu.” Aisyah mengangguk, “baik om, terima kasih.”


“Kita lanjutkan? Arion, Aldi fokus kalian berdua!”


“Eh iya, ehem.. ya saya sudah siap.”


“Saya pun.”


Baik mereka semua sudah stand by ditempat masing-masing dan, “Oke! Ready Action!”


In Stage. #2


Brak!


“Songong banget tuh cewe, gua udah ngucapin kata maaf malah marah-marah. Gak sengaja nabrak doang ish, semoga gua gak ketemu dia lagi kedepannya. Semoga ya Allah jangan temukan hamba dengan anak hawa mu!” doanya membuat Nadine mengangguk paham.


“Jadi kamu gak sengaja nabrak orang lain terus kamu minta maaf kedia gitu?” tanyanya diangguki oleh Fito sedangkan Aska, pemuda itu masih khusyuk berdoa dengan berharap doanya terkabul.

__ADS_1


“Terus itu orang marahin Aska sampai dia kesal gitu?”


“Iyap.”


“Wahh, seorang Aska bisa minta maaf ke orang lain? Hebat! Haha..”


“Habisnya dia cantik sih Nad, gua demen aja liat wajah polosnya.”


“Sama kayak aku dong? Wajah polos.” Ujar Nadine membuat Aska menggeleng kepala, “lo emang polos tapi sifat lo juga polos Nad, sedangkan dia wajah polos tapi sifatnya beh galaknya minta ampun.”


“Hati-hati kamu jatuh hati loh sama dia, gak ada yang tau loh kalian tabrakan tadi dan pastinya kalian akan bertemu terus menerus seperti takdir yang akan menjodohkan kalian, ya kan Fitto?”


“Ya, yang dikatakan Nadine benar As, lo akan terus bertemu dengan gadis itu.”


“Pagi anak-anak! Silahkan duduk ditempat masing-masing.” Ujar guru membuat Aska duduk tegap disamping Nadine sedangkan Fito duduk dibelakang gadis itu dengan pandangan yang hanya dia dan tuhan yang mengerti.


OK CUT!!


Good job everyone!


Prok!


Prok!

__ADS_1


Prok!


“Kita break dulu ya, Aisyah dan Arion serta Aldi kalian bisa istirahat, setelah istirahat kalian bisa jalan jalan kemanapun di sekolah ini karena nanti Salsa dan Mika serta Angel yang syuting scene selanjutnya.”


“Baik om, makasih.”


“Ya silahkan jajan di kantin atau kalian bisa beli di onfood.” Ujar om Gara lagi.


Aisyah melangkah mendekati dua abangnya yang ternyata sudah membelikan makanan untuk ketiga remaja itu. “Nih abang sudah belikan makanan buat kalian bertiga.” Ujar bang Fariz,


Aldi dan Arion tersenyum, “wah makasih bang, jadi ngerepotin.”


“Gak repot kalian udah berusaha membuat suasana menjadi menyala. Ini buat adik abang yang cantik jelita dan ini buat pemuda tampan.”


“Makasih bang sekali lagi bang.”


“Ayo kita makan di taman saja, lebih sejuk.” Ajak bang Izak lalu merangkul adiknya dengan erat, ia dan bang Fariz memang tidak suka jika adiknya berjalan didekat dua pemuda itu karena mereka merasa tergantikan Arion sebagai bang Fariz dan Aldi sebagai dirinya.


“Mereka tidak akan bisa mengambil Aisyah dari kami.”Batinnya.


--


Next..

__ADS_1


Vote, comment, Like, and Favorite!


__ADS_2