AISYAH

AISYAH
KSPI 026


__ADS_3

Happy Reading!


Jangan lupa beri tanda like ya.


Support aku juga.


"Bagaimana kabar baby baby kita sayang?" tanya Khalid saat sudah bangun tidur dan hal pertama yang ia lakukan adalah mengecup kening istri serta mengelus dan mengajak bicara para baby.


"Baik alhamdulillah, dan ya. Kemarin aku baru saja nge cek bersama Lesha dan kata dokter bayi bayi kita sehat sehat tidak ada yang melemah seperti yang diucapkan dokter diawal cek."


"Usia kandung sudah masuk ke sembilan bulan ya?"


"Heem, beberapa hari lagi kita akan bertemu dengannya."


"Aku tidak sabar ingin bertemu dengannya."


"Aku juga."


Cup!


Cup!


Cup!


Tiga kecupan diberi Khalid untuk istri dan para babynya.


"Hari ini kamu akan kemana?"


"Em aku ingin ke kafe dulu. Melihat lihat karena sudah lama aku tidak mengeceknya."ujar Nadhira yang diangguki oleh Khalid, entah kenapa perasaannya tiba tiba buruk.


"Gak usah pergi aja ya?"


"Em kenapa? Dhira udah janji sama ka wendy dan Arsyi."


"Hem, baiklah. Siapa yang menjemputmu?"


"bang Illyas dan sopirnya."


"Oke berhati hati ya?"


Nadhira mengangguk, khalid sekali lagi mengecup bibir istrinya kilas. "Aku mandi dulu kalau begitu."


"Hem."


Nadhira turun perlahan dari atas kasur. Kemudian menuju ke lemari pakaian untuk mengambil baju kerja suaminya. Ia ingin suaminya mengenakan baju terang seperti celana khaki kemudian kemeja beige dihiasi dengan dasi coklat.


"Cucok hehe.."


"Sayang, mas sudah mengisi air bathup untukmu. Gih segera mandi."


"Baik bos!"


Khalid tertawa kemudian mengacak gemas rambut istrinya dengan lembut. Nadhira masuk kekamar mandi setelah mengambil ********** serta kaos dalam.


"Ini versi kremnya ya? Kemarin merah muda sama maroon sekarang versi coklatnya?" Khalid pun langsung mengenakannya. Ia juga mengeluarkan pakaian untuk istrinya.


Khalid ingin melihat istrinya mengenakan baju abaya Plum dengan hijabnya berwarna pink dusty.


"Mas?"


"Sini, mas udah pilihin baju buat kamu."


"Ih kenapa gak coklat aja?"


"Ngga, mas mau melihat baju baru kamu sama jilbab yang mas belikan."


"Oke deh."


Keduanya sudah duduk dimeja makan, Khalid menyuapkan suapan terakhir, sedangkan Nadhira meneguk susunya hingga kandas.


"Jam berapa bang Illyas datang?"


"Jam, ini jam berapa?"


"Jam 10 pas."


"Ah bentar lagi, mas gak ada meeting hari ini?" Khalid menggelengkan kepala, "tidak ada. Mas hari ini hanya keluar menemui tamu dari luar jam 1."


Tin Tin Tin!!

__ADS_1


"Ah bang Illyas sudah tiba. Ayo mas kita berangkat bareng."


"Oke."


Khalid merangkul pinggang istrinya karena dia tau bahwa pinggang istrinya sering kali merasa pegal karena membawa dua baby.


Cup!


"Nadhira pergi dulu ya mas, Assalamualaikum!"


"Waalaikumsalam sayang. Hati hati ya. Kalau ada apa apa hubungin mas."


Nadhira mengangguk.


Kemudian Khalid mengangguk saat melihat bang Illyas yang duduk dikursi samping pengemudi. "Saya titip Nadhira ya bang."


"Siap! Tenang saja dia selalu aman."


"Alhamdulillah kalau begitu. Mas kekantor dulu ya."


"Iya mas. Hati hati.."


Khalid mengangguk lalu berdadah ria dengan istrinya. Setelah melihat mobil tumpangi istrinya pergi, ia masuk kedalam mobil bertujuan ke kantor.


Sesampai di kantor. Ia mendapatkan pesan gambar dari istrinya yang berfoto ria di depan kafenya bersama kedua sahabatnya.


Khalid bisa melihat Arsyi, Wendy, Mario, serta Illyas foto didalam sana. "Senangnya melihat senyumanmu." gumamnya.


Dia menyimpan foto istrinya dan menjadikan wallpaper lockscreennya.


Pukul 12 siang, ponselnya bergetar, Khalid menghentikan pertemuannya sebentar lalu mengangkatnya. Baru ia mendengar suara orang dari sana, asistennya masuk dengan tergesa.


"Bos gawat." ujarnya dengan terengah engah. Sambil menatap tuannya yang sedang menahan air matanya, langsung ia tau bahwa bosnya sudah mendengar kabar dari seseorang.


"Pertemuan ditunda!"


Khalid berlarian keluar dari gedung kantornya. Diikuti asistennya yang ikut mengejarnya, sampai Khalid menggunakan mobil yang berhenti didepannya yang tak lain mobil Azkar yang sengaja ingin mengunjungi sepupunya.


"Ada apa dengan tuanmu, yan?"


"Istri tuan Khalid kecelakaan tuan."


"Baik."


Keduanya langsung mengambil mobil milik Khalid yang untungnya kuncinya digenggam oleh Riyan, sang asisten.


Khalid menginjak gas tak peduli bahwa ia mengganggu pengendara lainnya. Hanya sang istri, Nadhira yang mengalihkan fokusnya.


Ciittt!!


Mobil Azkar diparkir asal olehnya. Ia berlari menuju UGD dan disana sudah ada Mario dan Arsyi, yang ternyata juga ada dikejadian tersebut.


"Nadhira mana? DIMANA ISTRIKU!!!"


Mario menghela nafas, "Tenang sebentar, saat ini Nadhira sedang dioperasi karena benturan diperutnya membuat dia harus segera melahirkan. Nanti jika dokter keluar, segera tanda tangani, jika tidak Nadhira dan kedua bayinya dalam bahaya." jelas Mario membuat Khalid melemas.


Sampai dokter keluar dari ruangan UGD berbarengan dengan kedatangan Azkar serta Riyan.


"Bagaimana? Dimana suami nona Nadhira?"


"Saya dok."


"Silahkan tanda tangani. Kami akan menangani istri anda beserta tiga bayi anda."


Khalid tercengang, "maksud dokter? bayi saya tiga? bukannya dua?"


"Kami melihat bahwa istri anda sedang mengandung tiga bayi. Silahkan tuan, tanda tangani." Khalid dengan tangan gemetar. "Apa mereka akan baik baik saja?"


"Doakan saja pak. Saya permisi."


Dokter itu masuk kembali tidak ada 20 menit, dokter serta para suster keluar mendorong brankar Nadhira yang sangat pucat dan menutup kedua matanya.


"Riyan, tolong cari siapa yang menyangkut tragedi kecelakaan istriku." perintahnya setelah berdiri didepan ruang operasi darurat.


"Baik tuan." Riyan pergi meninggalkan Khalid dengan Azkar.


Azkar merangkul sepupunya dengan menyuruhnya duduk. "Kau duduklah. Berdoa agar orang kesayanganmu baik baik saja."


"Ya. Tolong hubungin keluargaku yang lain."

__ADS_1


"Baik, aku akan menghubunginya."


Khalid berdiri dari duduknya dan menitipkan Nadhira kepada Azkar. Ia ingin sholat terlebih dahulu. "Aku titip istriku dan bayi bayiku."


"Kau ingin sholat?"


"Ya."


Khalid meninggalkan Azkar sudah sejam pria itu belum kembali juga. Sampai dia datang setelah dua jam kemudian, ia sudah melihat ummi serta babanya yang sedang menunggu istrinya.


Khalid melihat umminya langsung berkaca kaca, ummi Aisyah berdiri dan menghampiri putra sulungnya.


"Nadhira pasti baik baik saja sayang. Menangislah."


"Aku takut, sangat takut.."


"Tenang bismillah semoga keempat kesayanganmu sehat dan berhasil melewati kritisnya."


Khalid mengangguk, ummi Aisyah menghapus air mata putranya pas dengan dokter keluar mengatakan istrinya selamat dari kritisnya begitupun dua bayinya.


"Ada apa dengan satu bayi saya?"


"Mohon maaf, maafkan kami, karena bayi anda yang terakhir tidak bisa diselamatkan."


Deg!


"Karena pecahan kaca jendela ternyata menusuk dirinya yang membuatnya tidak bisa diselamatkan seperti saudara saudaranya."


Khalid kembali menangis tergugu. Begitupun dengan yang lain yang tidak menyangka bahwa anak yang kedatangannya mengejutkan pergi begitu cepat sebelum mereka bertemu.


"Kami akan menguburkan bayi anda dipemakaman dekat rumah sakit kami. Apa anda ingin bertemu dengan putra anda?"


Khalid mengangguk semangat, "ya mau dok." Baba tala dan Azkar menepuk pundaknya tanda semangat dari mereka.


Disinilah Khalid berakhir. Ia menamai nama bayinya dengan Rasyad Najmi Khalish bin Khalid Maliq Gentala Alexander.


born 2022-12-12 - died 2022-12-12.


"Selamat jalan, Rasyad, tunggu Abi dan Ami disana bersama saudara saudaramu. Abi dan Ami mencintaimu. Doakan ami serta dua saudaramu sayang." ujar khalid dengan suara seraknya.


Ia kembali menangis sampai Baba Tala menjemputnya dan berkata, Nadhira sudah siuman.


Khalid sampai didepan ruangan VIP istrinya dengan nafas terengah engah.


Klik!


Khalid mematung melihat istrinya yang sudah sadar dan sedang menyusui kedua putranya yang sudah bisa dilihat. "Mas!"


Khalid tersenyum, lalu melangkah mendekati istrinya dengan mengecup, dan menatap kedua putranya yang berada dipangkuan istri serta umminya. "Siapa yang mengadzani kedua bayiku?"


"Baba tadi, saat kamu masih berada di kuburan."


"Anak kita pergi ya?" tanya Nadhira dengan lemah. "Tidak apa, masih ada dua jagoan disamping kita. Baby Rasyad menyelamatkan aminya dari kecelakaan itu."


"Baby Rasyad?" Khalid mengangguk. "Baby Rasyad Najmi Khalish, berarti sesuatu yang murni dan petunjuk dari segala bintang - bintang."


"Masya Allah namanya sungguh indah. Lalu untuk abang dan adek? Siapa namanya?"


"Yang mana abang?" tanya Khalid lalu Nadhira menunjuk, "ini abangnya yang ada tahi lalat di pipinya sedangkan adiknya di dagu."


Khalid mengangguk, " aku menamai, Rayyan Nizam Khalaf dan untuk adiknya Rauf Nuzulan Khair."


"Artinya?"


"Yang Rayyan berarti Anak laki laki yang baik, Cerdas, Tegas serta gagah. Orang yang akan masuk surga dengan jalan berpuasa. Sedangkan untuk si adek, Seoranh pemberi kebaikan kepada orang lain dan memiliki anugerah dari maha kuasa."


Nadhira tersenyum. "Terima kasih, Abi."


"Sama sama Ami."


Cup!


Nadhira memejamkan kedua matanya reflek karena keningnya di kecup lembut oleh suaminya.


--



Ray and Rauf twins

__ADS_1


__ADS_2