
Happy Reading!
Aisyah tidak menyangka dengan berita yang sedang panas-panasnya, ia tidak menyangka bahwa artis melejit seperti Angel itu iri dengannya, padahal dirinya belum ada apa apanya dibandingkan Angel.
“Mengapa dia mengincarku?”
“Karena kau adalah artis yang dicintai dan disayangi oleh banyak orang dalam dunia ini.” Saut Salsa membuatnya mendongak kearahnya, “sejak kapan kau datang? Aku tidak mendengar suara langkahmu.”
“Kau yang terlalu fokus dengan ponselmu, sudahlah berita itu sudah tidak ada artinya bagi kita berdua, lebih baik kita bermain saja menghabiskan waktu selama kita liburan akhir syuting.”
Aisyah tertawa, “betul juga.” Ujarnya kemudian meletakkan ponselnya diatas meja kemudian mereka berdua saling menceritakan apa yang menurut mereka seru dan menyenangkan.
“Hei lihat bukankah itu Aisyah dan Salsa?”
“Ah mereka memang bersahabatan sejak mula Aisyah masuk menjadi pemain di drama Vanaska.”
“Oh iya kudengar saat awal syuting itu di ruang ganti baju mereka ada sebuah kamera dan ternyata yang menaruhnya yang tak lain suruhan Angel. Kejam sekali wanita itu.”
“Kok wanita bukankah dia gadis?”
“Dia sudah tidak perawan apalagi ada berita tadi pagi ia sedang tidur bareng bersama pria asing dan pria itulah yang mengirim foto telanjangnya kepada para media.”Bisiknya yang masih terdengar membuat Salsa dan Aisyah yang sedang makan tersedak.
“Uhuk! Uhuk!”
__ADS_1
Kedua gadis yang membicarkan Angel langsung berhenti dan membantu keduanya memberikan minuman, “hati hati kalian berdua. Kenapa barengan begitu.”
Ehem.
Ehem.
“Terima kasih, aku hanya kaget saja dengan apa yang kalian bicarakan.” Ujar Aisyah diangguki Salsa. Kedua gadis itu langsung menarik bangku dan duduk di satu meja kedua artis. “Ini kalian bisa melihat berita yang terbaru dan sedang panas-panasnya.”
“Aku tidak menyangka dia akan menjadi seperti itu. Kami tinggal ya.” Ujar kedua gadis itu lalu berdiri dan menaruh kembali bangku yang mereka tarik meninggalkan kedua artis fokus dengan ponsel. “Iya. Mereka saja tidak menyangka bagaimana dengan diriku yang dulunya berteman dengannya.”
“Apa ini karena kedatanganku?” Salsa menggeleng kepala, “bukan, ini memang kerja sampingannya sebelum ia masuk kedunia hiburan sebagai wanita yang mengajak para gadis yang butuh uang dan menyarankan untuk menjual keperawanannya.”
“Serius? Kok..”
“Apa kau masih bertemu dengannya?” Salsa menggeleng, “tidak, karena dia sudah pergi untuk selamanya, dia depresi karena syok lalu ia juga merasa kotor tubuhnya karena disetubuhi oleh banyak pria saat ia pingsan.”
“Maaf, seharusnya aku tidak mengungkitnya.”
“Tidak apa, entah kenapa aku merasa lega bercerita denganmu.”
“Syukurlah kalau kau butuh teman datang saja kerumahku atau kepelukanku?” ujarnya dengan rentangan tangan. “Menggelikan but thank’s.”
“Sama-sama.”
__ADS_1
“Oh iya kamu jika bertemu dengan Angel langsung lari ya.”
“Kenapa memangnya?”
“Dia paling benci dengan gadis polos dan lugu sepertimu.”
“Baiklah aku akan mengingatnya.”
Keduanya berhenti membicarakan Angel karena ini adalah waktu mereka bersenang-senang. Sampai mereka tidak menyadari hari sudah sore, dan keduanya pun manaiki mobil Salsa dengan gadis itu yang mengendarai sendiri. “Sejak kapan kamu bisa mengendarai mobil sal?”
“Mungkin awal masuk SMA, kenapa? Kamu belum bisa mengendarainya?”
“Tidak, aku tidak diperbolehkan mengendarai mobil atau motor sendiri jika belum genap 25 tahun.”
“Seriusan? Wah, tapi itu bagus jika kamu perlu teman aku bisa menemanimu kemanapun kamu inginkan jadi jangan lupa untuk menghubungiku ya.”
“Pasti, kamu tenang saja aku tidak gampang melupakan sosok teman. Kecuali kamu yang melupakanku.”
“Aku akan selalu ingat kamu, Aisyah. Kita kan teman.” Saut Salsa dengan menyodorkan kelingking tangan kirinya dibalas kelingking kiri oleh Aisyah. “Teman.” Serempak keduanya tak lama tertawa.
--
Next..
__ADS_1
Vote, Comment, Like, and Favorite!