AISYAH

AISYAH
(37) AISYAH


__ADS_3

Happy Reading!


Sudah seminggu, Aisyah berada dirumah karena ia diberikan waktu istirahat sebelum memulai kembali aktifitasnya dengan memainkan peran didalam Film yang masih berlanjut kemarin ‘Cinta Sejati’.


Film itu akan segera ditayangkan di bulan depan dan para pemain akan nonton bersama dengan para penggemar mereka, hari ini Aisyah akan berangkat bersama kakak sepupunya tanpa kedua abangnya yang katanya sedang ada kerjaan mendadak. Untungnya Aisyah memiliki kartu sim A terkadang ia bisa mengendarai mobil jika menemani sang bund ajika tidak ada para pria didalam rumah.


Seperti sekarang dirinya yang akan mengendarai nanti akan bergantian dengan ka Bina, sedangkan bang Bima ikut bersama bang Izak yang menghilang begitu saja begitupun dengan teteh yang ikut dengan suaminya yang juga ikut bersama bang Izak.


“ca, kamu pernah gak sih lihat Izak kerja gitu?” Aisyah menggeleng kepala dan fokus matanya ke jalanan, “ngga ka, ga pernah tau aku tuh.”


“Kok ka Bina curiga ya, si Izak abangmu itu punya kerjaan tetap yang berjabatan tinggi, apa lagi Bima kerja sama dengan Izak.”


“masa sih? Kayaknya ica baru lihat bang Izak pergi kerja hari ini deh setelah jadi manager buat ica.” Jelasnya yang membuat ka Bina terdiam dengan pemikiran masing-masing. “oh iya ka, apa bener kalau bang Bima sama mba Mila akan pisah?”


“Hah pisah? Karena apa? Kok sampai pisah.” Aisyah membungkam setelah ia ingat tak sengaja ia mulai lemes kepada ka Bina. “Aku tak sengaja mendengar, tapi ka Bina harus diam ya jangan berceloteh ke yang lain,”


“Iya-iya ngga, coba certain gimana kamu tau kalau mereka mau pisah.”


“Aku dengar kata bang Bima, mba Mila selingkuh atau bisa dibilang dia punya kekasih lain dibelakang bang Bima.”


“Serius?! Wahh berani banget tuh Mila.” Geram ka Bina membuat Aisyah enggan melanjutkannya. “Udah jangan merah-merahin wajahnya serem tau kayak mau meledak tuh muka.” Ujar Aisyah membuat ka Bina mendengus, “merah juga karena blush on ica.”


“Masa blush on sampai keseluruh wajah.”


“Terserahlah.” Ujarnya kemudian bersenandung saat mendengarkan lagu Tulus- Hati hati di jalan. Ia membuka layar ponselnya kemudian merekamnya agar ia posting di reels bersama sepupunya yang artis. “Ayo nyanyi.”


“Perjalanan membawamu


Bertemu denganku, ku bertemu kamu


Sepertimu yang kucari


Konon aku juga s'perti yang kaucari


Kukirakita asam dan garam


Dan kita bertemu di belanga


Kisah yang ternyata tak seindah itu.” Seru ka Bina.


“Kukira kita akan bersama

__ADS_1


Begitu banyak yang sama


Latarmu dan latarku


Kukira ini’kan mudah


Kau-aku jadi kita.” Lanjut Aisyah.


“Kasih sayangmu membekas


Redam kini sudah pijar istimewa


Entah apa maksud dunia


Tentang ujung cerita, kita tak bersama


Semoga rindu ini menghilang


Konon katanya waktu sembuhkan


Akan adakah lagi yang sepertimu?” Seru ka Bina.


“Kukira kita akan bersama


Begitu banyak yang sama


Latarmu dan latarku


Kukira ini’kan mudah


Kau-aku jadi kita.” Lanjut Aisyah


“Kau melanjutkan perjalananmu


Ku melanjutkan perjalananku


Uh-uh, hu-uh-uh.” - Aisyah


“Kukira kita akan bersama


Begitu banyak yang sama

__ADS_1


Latarmu dan latarku


Kukira ini 'kan mudah


Kau-aku jadi kita


Kukira kita akan bersama.”- ka Bina


“Hati-hati di jalan.” Aisyah.


(Tulus – Hati hati dijalan)


Di lampu merah mobil Aisyah langsung berhenti tepat didekat mobil mercedez Benz A- Class berwarna Silver, banyak anak pengamen yang bernyanyi didepan mobil ratusan jutaan itu namun tidak ada yang membuka kaca untuk anak-anak kecil itu sampai Aisyah mengklakson dan membuka kacanya sampai banyak memperhatikan


dirinya.


“Dek sini deh.”


“Apa ka? Loh kakak bukannya artis itu ya?” tanyanya polos dengan menunjuk plang banner berfoto dirinya, ia tersenyum lalu mengangguk dan menyuruh ka Bina untuk mengambil bingkisan yang dia siapkan tadi. “Kalian belum makan kan?”


“Belum ka.”


“Ini kakak ada bingkisan buat kamu, walaupun ini sedikit tapi kalian bisa berbagi kan?” tanya AIisyah yang langsung diangguki semua anak anak itu. Sampai ada polisi wanita menghampiri mobilnya dan tersenyum, “sebentar lagi lampu hijau.”


“Ah iya tolong gantikan aku ya bu polisi,” ujarnya sambil mengelus pipi anak pengamen itu dengan manis, “baik Aisyah, aku akan menggantikanmu.”


“Terima kasih. Dadah semuanya!”


“Dadah kaka Aisyah! Hati-hati dijalan.”


Aisyah tertawa begitupun dengan ka Bina, “pas sekali dengan lagu yang kita nyanyikan tadi.” Aisyah mengangguk lalu menutup jendelanya kembali kemudian mengendarai mobilnya melihat lampu hijau sudah berganti.


“Oh iya tadi dibingkisan itu ada amplop juga, kaka masukkin uang buat mereka beli makanan jika kurang.”


“Ya, bagus.”


--


Next..


***Vote, Comment, Like and Favorite! ***

__ADS_1


Thank u!


__ADS_2