AISYAH

AISYAH
KSPI 014


__ADS_3

Happy Reading Semuanya!


Jangan lupa beri tanda like ya.


Support aku juga.


Nadhira masuk kembali kedalam rumahnya, tak lupa menguncinya dan melangkah ringan kearah dapur untuk mengambil segelas air putih tenggerokkannya seketika mengering. Setelah itu ia membilas gelas tersebut kembali menuju kamarnya.


“jadi penasaran nama panggilanku apa di kontaknya.” Gumamnya kemudian membaringkan tubuhnya sambil memejamkan kedua matanya. Mencoba untuk tidur dan berhasil. Gadis itu terlelap diatas tempat tidur empuknya yang disampingnya ada panggilan masuk dinamai A’alid.


Dikantor, Mario bergegas menggantikan Nadhira yang harusnya datang menghadiri rapat seluruh saham namun ia tidak bisa karena insomnia.


“Mohon maaf semuanya, saya menggantikan CEO kami yang keadaannya kurang sehat jadi saya yang akan menggantikan beliau. Kalian bisa memulainya saat ini juga.”


“Mohon maaf saya terlambat, saya Khalid Maliq Gentala A, hari ini saya menggantikan baba saya yang memiliki jadwal lain dihari ini.”


“Silahkan duduk tuan Khalid. Begitu pula tuan Mario.” Ujar mc diruang rapat. Banyak sekali pemegang saham yang berdatangan hanya untuk membicarakan sebuah rencana untuk masa depan diperusahaan tersebut.


Saham milik Nadhira yang paling banyak dari semua orang, ia memiliki saham 45% sedangkan yang lain hanya memegang 5%-10% saja ditangan mereka. Maka dari itu banyaknya pemegang saham penasaran dengan siapa gadis itu sebenarnya. Apa benar dia memiliki kekuatan yang tidak ada yang bisa menjatuhkannya?


Selesai menyuci baju, ia mulai mencari pakaian yang bagus dan nyaman untuk pertemuan pertamanya dengan Khalid, pria itu entah mengapa ia merasa He is my future husband. And will be mine forever.


“Uh, gak sabar nunggu sehari lagi. Besok udah hari kamis, dan lusa hari jumat. Apa kita ditakdirkan atau hanya ditemukan lalu dipisahkan kembali?”


“Em, semoga saja lusa lancar.”


Nadhira bersih bersih rumahnya yang saat ini diliburkan mendadak. Ia juga mencarger ponselnya kemudian mengernyit saat ada panggilan masuk dari pria itu. “Ada apa dia menelpon?”


Saat gadis itu ingin menelpon kembali, ponsel pria itu tidak terhubung tandanya sedang sibuk. Nadhira menghendikkan kedua bahunya tanda bodo amat. Lalu kembali membersihkan barang barang dalam rumahnya.


Biasanya ia akan memanggil pembantu panggilan yang kerjanya hanya dibutuhkan saja namun dikarenakan dia libur dan berada dirumah lebih baik membersihkan sendiri, memasak sendiri dan bersantai sendiri.


“Huh.. lelahnya..” seka keringat yang berjatuhan dari keningnya. Ia mengambil tumblr minumannya lalu meneguknya pelan. Ia menyandarkan kepalanya setelah itu ia memejamkan kedua matanya.


“Oh iya, kemarinkan aku ulang tahun foto barbeque sama yang lain di post ah. Udah jarang buka sosmed.” Nadhira langsung mengambil ponselnya dan membuka gallery memilih beberapa foto yang bagus untuk diup ke sosmednya. Iya mengetik sesuatu dan langsung menguplodnya.


♥️ 💬


Nadhira_KA HBD FOR ME HAHAHA LOL LATE POST SORRY.


Arsyi.fa @Nadhira_KA Suer dah ini kan minggu yang lalu.

__ADS_1


            Reply @Arsyi.fa eh iya ue lupa ci, Sorry¡


Wndy365 @Nadhira_KA Sumpah ya telat bener..


            Reply @Wndy365 Makanya diingetin dong beb.


*Ilyasssu*Kamu cantik banget disana, suka deh. @*Nadhira_KA*


            Reply @Ilyasssu EH MAKASIH TAMPAN.


Mario_ Muke ane datar kali ya @Nadhira_KA


           Reply @Mario_ Iye kayak tembok.


KhaMGA_ @Nadhira_KA Hadiahnya nyusul ya dihari jumat. Sampai ketemu lusa love.


         Reply @KhaMGA Penasaran hadiahnya apa, sampai ketemu lusa mine.


          Wndy365 Reply @KhaMGA @Nadhira_KA Uhh lalala belum ketemu udah pake panggilan sayang aja jadi iri deh daku..


            Arsyi.fa Reply KhaMGA @Nadhira_KA Iyanih aku jadi iri pengen deh dipanggil sayang colek @Mario_ AYO JADIAN YOK! #NEMBAKLEWATSOSMED


“Ada apa dengan mereka sih. Tapi kenapa A Alid panggil aku love sih? Aku kan jadi malu.” Ujarnya dengan menutup mukanya dengan kedua tangannya lalu ia berguling sampai ia lupa jika dirinya sedang berada di sofa.


Aw


“Ah.. pinggulku.. sakit.”


“Ada apa dengan dirimu, dhira?” tanya ka Wendy yang tiba tiba masuk kedalam rumah gadis itu dan untungnya para pria sudah mengerti untuk tidak masuk terlebih dahulu. Sedangkan arsyi langsung menuju kamar Nadhira mengambil hijab dan cardigan tipis untuk Nadhira yang sudah mengenakan celana Panjang untuk baju tidurnya.


“Ini pakai ka, ka Mario dan Ka Illyas akan masuk,”


“Kenapa kalian bisa datang bersamaan?”


“Aku bertemu dengan ka Wendy didepan rumahmu yang sedang berfoto ria diteras kakak itu.” Jelas Arsyi yang langsung dibalas Nadhira yang membulatkan kedua matanya tanda tidak percaya, “jadi sejak tadi kaka berada diterasku, ka?”


Wendy mengangguk, “iya, habisnya didepan lagi bagus cahayanya ya sudah update story terlebih dahulu baru masuk eh gak lama Arsyi datang bersama ka Mario dan kamu tau tidak apa yang kulihat tadi?” Nadhira menatapnya penasaran.


“Apa?”


“Mereka sedang begini..” ujar ka Wendy yang langsung menggerakkan kedua tangannya yang dibentuk menjadi menempel semua lalu bertemu satu sama lain. “Dan mereka melakukannya agak lama, mungkin ada 3 menit ka aku menunggu.” Jelas Wendy membuat Arsyi menutup mukanya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


“Loh aku kira kamu tidak menyukainya, Ar? Ada apa ini? Ada udang didalam bakwan?”


“Hehe, kalau boleh jujur nih ya. Em aku sama ka Mario sebentar lagi akan menikah.”


“LOH! Ada apa? Kenapa mendadak sekali jangan bilang kalian?” tebak ka Wendy yang langsung diangguki oleh gadis muda itu. Ah bisa dipanggil wanita muda itu lebih baik.


“Ada apa? Maksudnya apa?”


“Mereka tidur, ah tidak lebih singkatnya mereka MBA, tapi sejak kapan?”


“MBA? Kalian berdua?” tanya Nadhira yang diangguki langsung oleh Arsyi, “Ka Mario dan kamu?”


“Iya ka, aku gak tau saat itu aku diajak ke kelab sama teman teman, gak Taunya minuman aku dikasih sesuatu yang buat nafsuku kenceng terus aku bertemu ka Mario yang saat itu dia juga kaget dengan kehadiranku sampai membawaku ke Apartemennya dan kami melakukannya. Dan aku yang menggodanya. Bukan dia.” Ujar malunya membuat kedua gadis yang lebih tua dari dia melongo.


“Gila! Kamu gila! Kenapa mau sih diajak sama temanmu?”


“Kita bentar lagi lulus dari les khusus ka tapi ternyata mereka hanya ingin membuat hidupku hancur.”


“Jangan bilang salah satu dari temanmu ada yang suka sama ka Mario?”


Arsyi mengangguk, “namanya Menisa dia suka sama ka Mario pada pandangan pertama yang waktu ka Mario datang ke sekolahku nanya ruang guru.”


“Ya ampun, licik banget tuh cewek terus kalian ketahuannya sama siapa?”


“Ternyata dia dengan liciknya menghubungi kedua orang tuaku dan membuat mereka marah sama aku tapi tidak lagi karena ka Mario ternyata udah pernah izin mau nikahin aku. Eh karena masalah ini jadinya langsung dimajuin waktunya.”


“Ya ampun kalian memang sudah ditakdirkan benar benar romantic. Selamat buat kalian berdua.”


Klek!


“Woy, kenapa gak bilang kalau Nadhira udah selesai pakai hijabnya.” Omel Mario dengan wajah datarnya lalu


duduk disamping Arsyi dan memeluk wanita muda itu dengan mesra. “Ampun aku ingin sekali cepat menikah deh.”


“Ah kamu pasti akan meninggalkanku.”


“Pastinya, dan aku akan tinggal bersama suamiku kelak.”


“Ah aku iri.” Teriak Wendy yang berteriak histeris secara tiba tiba mengejutkan yang lainnya. Arsyi yang sedang bucin tidak mendengarkannya dia hanya bisa diam dan tersenyum menatap suami masa depannya disampingnya itu. “Aku cantik ka?”


“Sangat cantik.” balas Mario dengan senyuman manisnya membuat yang lain menatapnya ingin segera membuangkan isi perut mereka namun tidak bisa karena perut mereka semua sedang kosong.

__ADS_1


“Hueee! Aku mau muntah rasanya.”


--


__ADS_2