
"Aisyahhh!!" Seseorang wanita berteriak memanggil Aisyah. Sontak mereka menoleh, tersenyum. Stevani dengan rambut cantiknya berlari menghampiri Aisyah dan Windi.
Nafasnya terengah engah. Memegang kedua bahu wanita itu.
"Udah lama ngak olahraga." tuturnya mengundang gelak tawa kedua insan itu.
"Yuk masuk!"
"Lets Go!" Semangat windi
Stevani seorang kritiani aku melihat salib di lehernya dan sepertinya dia taat ibadah.
Hari ini Mos kami di bimbing dengan baik. Kami di bagi beberapa kelompok masing masing ada dua dan satu anggota osis yang membantu kami memperkenalkan lingkungan sekolah.
Kami berkeliling, mereka juga menjelaskan beberapa organisasa yang ada di sekolah dan masing masing kami harus mengikuti satu organisasi.
Kantin di sekolah ini pun sangat nyaman begitu luas. Lapangan basketnya pun keren, Lapangan upacara, perpustakaan, UKS, ruang kepala sekolah, Wakil kepala, TU, BK, Toilet, Labor, Ruang praktek, Ruang Musik, Ruang Seni, Ruangan Osis, Ruang Prestasi dan banyak lagi.
Pukul 10 kami di beri waktu istirahat makan siang. Tapi aku tidak melihat Kak Angel di sekolah.
"Aku ngerasa ada yang kurang hari ini" Stevani
"Apa?" Tanya windi dengan bakso di mulutnya.
"Angel. Mana sih tu Angel yg kurang ajar itu?"
"Ia yah aku juga belum liat dia. Dia kemana ya... apa jangan jangan Bang Aldo pecat dia dari wakil Osis"
"Jadi kak Angel wakil osis?" Kaget ku. Kemudian Pletak! seseorang menepuk Meja Tempat Aisyah dkk duduk.
"LO AISYAH KAN?"
"Ia"
"Gara gara lo. Angel di pecat dari jabatannya."
"Kenapa jadi nyalahin aku ya..."
"Lo jangan sok baik deh.. Lo fikir karna lo berkerudung semua orang akan tertipu? Lo itu busuk." Serang Mereka berdua. Mereka senior Alya dan Senior Saras.
"Astagfirullaha'azim"
"Eh, kak.... Lo jangan asal nyalahin orang. Teman lo di pecat gara gara sikap dia bukan Aisyah yg lo salahin. Lo mikir ngak sih?"
"Vani..." Gumam Aisyah yang tak menginginkan perdebatan.
Saras dan Alya pun melihat Aldo datang. Mereka segera pergi "Awas lo ya!" Ancam mereka pada Aisyah, Vani dan windi.
"Gila tu orang" Gumam Vani kesal.
"Assalammualaikum." Aldo datang menyapa semua penghuni kantin. "Walaikumsalam," Windi terlihat terpesona sendari mangap. Vani yang jail pun memasukkan bakso bulat utuh ke dalam Mulut Windi.
Aisyah dan Vani terkekeh. Di saat Windi kaget dengan gumpalan daging yg tersumbat di dalam mulutnya. Windi hampir tersedak dengan segera Aisyah memberikan air hingga mulut Windi kembali berongga.
"HA? BAKSONYA KETELEN?!" Ucapnya histeris. "BULET VINA IIHH JAHAT," Vina tertawa ngakak tak perduli. Aisyah hanya tersenyum dan berusaha menenangkan mereka berdua.
"Hei.. Udah lah... jangan kayak anak kecil gitu ih"
"Aisyah... Bakso nya utuh masuk lambung.
kalau lambung aku capek ngunyahnya gimana? yang ada perut aku sakit atau jangan jangan baksonya mampet si usus buntu." Windi parno an.
"Ih, ih jangan lah sampe kek gitu... Ih... tukan aku merasa bersalah... Windi..." rengek Vani.
__ADS_1
"Yaudah gini aja. Kita doa aja supaya yang Windi katakan tadi ngak terkabul. Windi tau kan kalay sebagian dari ucapan adalah doa."
"Ih ngak mau lah.. Aisyah ih jangan lah beneran" Windi Panik tak mau.
"Yaudah kita lanjut sarapan aja. Habisin,"
"Siap Buk Boss"
Aisyah cengengesan. Melihat tingkah kedua temannya itu. Usai sarapan mereka pun kembali berkumpul di Aula terbuka sekolah.
Sekretaris Osis mengambil alih Microfon hari ini dia Kak Yulia yg cantik berseri dengan hijab yg terpasang rapi di wajah bulatnya itu.
"Assalammualaikum warahmatullahi wabarokatu.."
"Walaikumsalam warahmatullahi wabarokatu"
"Perkenalkan nama saya Yulia Nefanse. Adik adik semua mungkin baru melihat saya hari ini karna kemarin saya di tugas kan di luar sekolah. Peran saya di Osis sebagai sekretaris dan hari saya mau memberitau di kelas 1 berapa masing masing kalian akan duduk."
Semua junior tercengang kaget. Karna biasanya pembagian kelas selalu sehari sebelum sekolah di mulai.
"Tenang semua!..
Untuk daftar nama kalian sudah ada di Akun instagram sekolah kita. Kalian harus follow terlebih dahulu, Bisa?"
"Siap Bisa"
"Bagus. Untuk yang sudah tau berada di kelas berapa silahkan berdiri di masing masing kelas dari A-F dan seperti biasa Kelas A dan B ialah kelas unggul.
Tetap berdiri di tempat dan cek nama kalian."
Dengan segera semua Junior memeriksa ponselnya membuka Akun Instagram sekolah dan memperhatikan dengan di detail.
Di halaman pertama Tertulis lansung Nama Alexandra Stevani.
"Ia... Alhamdulillah"
"Nama aku mana???"
"Cari di W lah windi... ngapain di Z?" celoteh Vani
"Helena Wijaya Ariani,." Windi pun berjalan meninggalkan Aisyah dan Vani di barisan pertama.
"Si windi juga di kelas A?" gumam Vani heran kemudian menyusul Windi yang sudah berdiri lebih awal di sana.
"Kita sekelas Win?"
"Iya 😊"
"Nama kamu yang mana???" Tanya Aisyah heran karna ia tak melihat nama Windi di sana.
"Ngak ada Win..."Vani kembali memeriksa daftar nama di sana.
"Ada.. liat betul betul"
"Ngak ada" geram Vani yang tak menemukan nama windi.
"Emang nya nama panjang kamu apa Win??"
Aisyah masih memeriksa daftar nama itu.
"Helena Wijaya Ariani..." jawabnya santuy. "Tu di no 10, pas banget di no kesukaan ku."
"apa tadi?? helena wijaya ariani???" Ulang Vani.
__ADS_1
"Datang windinya dari mana???" Vani bertanya tanya.
"Oh nama windi itu mah baru aja kemarin aku buat."
"APA?"
"Kenapa??"
"Kok kamu ganti??"
"bukan aku ganti, soalnya kemarin pas senior nyuruh buat nama yang ingatnya windi. Jadi windi deh"
"Berarti kamu salah buat nama?"
"Ia." Windi cengengesan dengan wajah tak bersalahnya. Aisyah dan Vani menggeleng tak menyangka.
"Ya tuhan yesus" Gumam Vani mengusap dadanya.
Aisyah terkekeh pelan melihat Windi dengan wajah tak bersalahnya itu.
"Tapi ngak papa kok kalau kalian manggil aku Windi."
Sambungnya lagi.
Kemudian decitan Microfon pun berbunyi Senior Yulia kembali mengambil Alih.
"Adek adek semua. Kalian sudah tau kalian berada di kelas berapa"
"Sudah!"
"Apa sudah pasti?"
"Pasti"
"Bagus. Untuk itu kalian harus mengingatnya. Besok untuk masing masing kelas akan memilih anggota struktur organisasi dari ketua kelas, wakil, bendahara, sekretaris, keamanan dan sesi sesinya.
Mengerti?"
"Siap mengerti!!!" Kompak semua junior.
"Baiklah sekian dari saya. Terima kasih atas perhatian." Senior Yulia pun kembali kebelakang dan saat ini Aldo berjalan kepodium mengambil Alih microfon.
Aldo tersenyum, dia memperhatikan seluruh juniornya yang berbaris rapi di masing masing kelas.
"Ada yang ingin bertanya?"
Seseorang dari kelas F mengangkat tangan.
"Bang. Apa pembagian kelas dari A-F itu sesuai prestasi?"
"Hm, :)
Pertanyaan yang sangat bagus.
Sebenarnya tidak untuk kelas C-F kalian di acak kalau untuk kelas A dan B itu benar mereka yang terpilih di kelas itu sesuai standar murid kelas unggul dan itu sudah menjadi ketentuan sekolah kita."
"Bang!" seseorang mengangkat tangan lagi. Dari kelas B
"Apa perbedaan kelas A dan B?"
🍃🍃🍃🍃🍃🍃💐💐
#TO BE CONTINUED
__ADS_1