
Happy Reading Semuanya!
Jangan lupa beri tanda diceritaku ya.
Support aku juga, terima kasih.
--
“Jadi wanita itu sedang merencanakan hal licik untuk menghancurkan keluarga kecilku? Pantau dia terus, jangan sampai hilang jejak dia. Aku tidak mau suamiku difitnah olehnya karena mengandung anak dari suamiku padahal dia yang mengandung dengan pria tua itu.”
“Oke, aku tutup dulu, suamiku sudah datang.”
“Bye, Bas.”
Tut.
Lalu ia menyimpan ponselnya dilaci yang selalu ia kunci dan kuncinya ia selalu simpan di selipan buku novelnya. Wanita itu melangkah santai menuju kebawah dan tersenyum lebar menyambut kedatangan pria kesayangannya.
“Kok baru pulang mas? Dari mana aja?” tanya wanita itu yang langsung mengambil alih tas kerja serta jas, “maaf mas tadi bertemu dengan klien yang bernama Geryano Wilsonrich di sebuah kafe yang penuh dengan minuman haram, tapi kamu tenang aja mas gak nyentuh minuman itu kok.”
“Bagus, terapkan sampai seterusnya ya mas, isyah gak mau mas dijebaklah atau difitnah lah sama klien bisnismu itu.”
“Iya sayang, mas akan berwaspada. Oh iya kamu udah masak? Mas lapar, mau makan dulu boleh?”
“Oh tentu saja boleh banget mas, apalagi isyah baru selesai masak habis itu mandi tadi. Aku juga udah masakin makanan kesukaan mas, coba tebak.”
“Em dari aromanya pasti ikan bakar kecap sekaligus sambal matahnya ya?”
Cup!
“tepat sekali, ayo cuci tangan dulu.”
“Lalu sikembar kemana?”
“Mereka masih terlelap tadi setelah merusuh.”
“Haha ya tentu saja pasti mereka gatel ditangan mau main tapi belum bisa bangun atau duduk.”
“Namanya juga masih berusia 5 bulan, dia udah tengkurap dan sudah meraba hal lainnya.” Aisyah mengangguk lalu menyendokkan nasi keatas piring untuk sang suami. “Oh iya mas, apa ada gerakkan dari musuh kakek?”
“Belum ada yang, tapi tenang saja, kakek sudah memberikan pengawal dan penjagaan yang ketat untuk kita dan semua anggota keluarga. Jangan lupakan abangmu yang punya pengawal hebat.”
“Heem, tapi selalu waspada aja ya mas, apalagi musuh kakek ini masih berkeliaran dimana mana.”
__ADS_1
Tala mengangguk lalu memakan semua masakan buatan istri tercintanya yang tanpa resep langsung enak. “Kamu belajar dimana sih masak-masak gini? Kok enak semua ya?”
“Haha, mas masa lupa isyahkan lulusan tata boga waktu SMK-nya, ya pasti bisalah masak diluar kepala. Baca resep, lalu praktekkin, kebesokkannya buat lagi tanpa resep. Kurang apa tambahin, terus bikin lagi dengan yang benar tanpa berantakan. Sampai bosan dan akhirnya bisa sendiri.”
Jelas Aisyah sambil ikut makan dengan sang suaminya, terkadang ia memisahkan duri ikan dan memberikan daging ikan kepada sang suami. Sedangkan tala hanya menyuapkan nasi dan daging ikan kedalam mulutnya.
Menikmati layanan dari Aisyah.
Setelah itu Aisyah menyiapkan air hangat untuk suaminya mandi, dan turun kembali merapihkan piring cucian di wastafel. “Itu airnya udah aku siapin mas. Langsung mandi ya, jangan diganggu Khalid sama Kazeem. Oke?”
“Oke, sayang, sini bentar mas mau cuci tangan dulu.”
Sesudah selesai di pukul 8 ini, ada yang mengetuk bel pintunya. Aisyah dengan siap menggunakan hijab serta daster panjangnya. Ia membuka pintu depan belakang kafe. “Kenapa La?”
“Ada paket buat teh Aisyah.” Ujar pelayan kafe bernama Layla, aisyah mengangguk lalu mengucapkan terima kasih, setelah itu ia menutup pintu dan melangkah kearah dapur. Ia membuka paket kotak itu dengan tanda waspada namun setelah dibuka ia menghela nafas. Mendapatkan benda kecil berwarna hitam, ia langsung mengantonginya, kemudian ia tersenyum melihat ada foto-foto dari Raul, teman SMK-nya itu.
Ia membuka satu persatu fotonya sampai ia mengernyitkan dahinya. “Kok ini nyasar sih? Tunggu ini siapa? Sahabatnya Veli bukan sih? Yang bunuh diri, kok dicoret? Tunggu ini buat siapa dari siapa?”
“Kenapa sayang? Kamu kenapa?” tanya Tala yang sedari tadi menunggu istrinya masuk kekamar namun tidak kunjung datang. Pria itupun langsung turun dan melihat Aisyah berdiri mematung didapur dengan sekotak serta lembaran foto ditangannya.
“Mas, aku merasa berbahaya.”
“Ada apa? Memangnya ini apa?”
“Ada apa ini mas? Apa kematian mereka berdua ada hubungannya dengan kita?”
“Tenangkan dirimu, mas hubungi Frisky, Kevin dan kedua abangmu terlebih dahulu ya. Kamu tunggu dikamar jagain kedua putra kita, oke?”
Aisyah mengangguk lalu melangkah masuk kedalam kamar meninggalkan Tala yang sednag menghubungi sahabat, serta saudaranya.
Sesampai didalam kamar ia langsung menarik nafas lalu membuangnya secara perlahan seperti itu berulang kali kemudian ia menyimpan benda hitam kecil itu didalam laci secara cepat. Dan menghubungi teman hackernya bernama Bastian. Dia rekan kerja Arkana Kennedrik. Aisyah mengenalnya saat tidak sengaja bertemu pria itu di sebuah minimarket sejak masa SMK.
Dari situ Bastian menceritakan bahwa dia bekerja disebuah perusahaan IT yang berprofesi sebagai Hacker pelacak penjahat jitu. Ia juga mengenal gadis bernama Yuna yang tak lain kakak Ipar dari Arkana. Gadis itulah yang membawanya kesebuah dunia gelap yang dikenali sebagai Mafia.
Aisyah sejak itu meminta diajari bela diri oleh Bastian sendiri namun Bastian mengarahkan kepada Yuna temannya itu. Aisyah pun sampai sekarang bisa beladiri serta menggunakan senjata tajam.
Yang mengetahui jati diri yang gelap ini hanya sahabatnya, Hani seorang. Setelah mengirimkan pesan kepada Bastian ia langsung menghampiri kedua putranya dan mengelusnya. “Ummi akan menjaga kalian kalau bisa dengan nyawa ummi sendiri, kalian saat besar harus lebih kuat karena didunia ini akan kejam dan licik.” Bisiknya dibalas dengan gerakkan lembut oleh kedua putranya.
Ceklek!
“Sayang, mereka semua sudah datang, ayo kita turun. Bawa saja Khalid dan Kazeem, abangmu mau menggendongnya.”
“Ayo kalau begitu.” Aisyah menggendong Kazeem, sedangkan Tala menggendong Khalid. Lalu keduanya keluar kamar dan menuruni anak tangga, disambut oleh abang Fariz yang meminta Kazeem dari gendongan adiknya.
__ADS_1
“Uhh makin berat aja ini Kazy.”
“Kazeem abang.”
“Ah kepanjangan, panggil pendekannya aja, Kazy.”
Aisyah hanya bisa memutar bola matanya malas, karena jika berdebat panggilan nama selalu abangnya merubah raut wajah dengan melas. “Awas aja kalau manggil nama Khalid jadi Khali aku jewer telinga abang nanti.”
“Ngga mungkin lah.”
Mereka sudah berkumpul dengan Kevin dan Frisky sudah membuka layar laptopnya dengan berbagai kabel yang sambung menyambung ke ponsel dan laptop satunya lagi. “Jadi sebutin nama dua orang yang disilangi itu? Selain gadis itu?”
“Huh.. mereka berdua bersahabatan baju kemeja merah kotak-kotak bernama Farrel Radityo dan yang satu lagi Ilham Hadiyanto. Mereka meninggal sebelum lulus kata polisi dan guru-guru kita mobil yang mereka naiki terjun ke jurang.”
“Oke, Farrel Radityo aku yang cari, sedangkan kau cari Ilham Hadiyanto, Kev.” Ujar Samuel yang langsung diangguki oleh pria itu. Kedua tangan pria itu sibuk diatas tombol-tombol hitam dilaptopnya. Beberapa menit kemudian mereka menemukan asal usulnya. Dan kedua pemuda itu ternyata pernah berhubungan dengan Wildan.
“Mereka pernah menjadi rekan atau lebih tepatnya sahabat dari Wildan yang sudah kalian penjarai itu. Dan hubungan mereka terputus karena keduanya sudah tidak mau menjadi rekan kerja Wildan.”
“Apa mereka berdua dibunuh?”
Samuel diam karena masih fokus mencari bagaimana mereka meninggal dan apa rahasianya. “Ya. Kemungkinan rem mobilnya blong dan tidak bisa memilih jalan lain selain menabrakkan diri kejurang.”
“Salah. Mereka berdua diculik oleh Wildan dan dibawa oleh bawahannya untuk menjadi sopir pengganti saat keduanya ingin gladi bersih wisuda saat SMK, keduanya mau berangkat ke sekolah namun sopir pengganti itu sengaja menabrakkan mobilnya ke perbatasan jalan dan terjun ke jurang.”
“Apa sopirnya ikut meninggal?” sam menggeleng, “dia berhasil selamat setelah melompat menyelamatkan diri namun beberapa tahun kemudian ia nyusul meninggal dibunuh oleh Wildan sendiri. Lihatlah aku mendapatkan cctvnya.”
“Ini bisa memberatkan hukuman Wildan nanti.”
“Bukannya hukuman Wildan sudah di tentukan?”
“Sudah namun masih bisa diberikan bukti lainnya oleh penggugat, melepaskan atau menambahkan hukuman ada ditangan kalian.” Ujar Samuel yang langsung menatap Tala dan Aisyah secara bergantian.
Arkana Kennedrik dan Yuna adalah peran dicerita PERNIKAHAN MANIS. Jika kalian ingin baca silahkan kecerita disebelah ya…
--
Next..
Vote, Comment, Like, and Favorite!
See you! Thank you! Bye!
LOVE Rora~
__ADS_1