AISYAH

AISYAH
(57) AISYAH


__ADS_3

Happy Reading Girls, Guys!


Sudah seminggu acara lamaran Tala dengan Ais. Dan hari ini mereka akan menuju ke toko butik gaun pengantin tidak berdua melainkan berempat bersama kedua wanita setengah paruh baya yang tak lain mommy dan bunda.


“Selamat datang di butik Bintang kami nyonya-nona-tuan.”


“Ah selamat siang, apa ada Ratna di kantornya?” tanya mommy Aluna kepada salah satu pegawai butik belum dijawab sudah ada suara dari atas memanggil Namanya. “Oh my God ALUNA!! Akhhh aku merindukanmu…” ujarnya sembari memeluknya dengan lembut, bunda mengernyitkan dahinya. “Jangan bilang kau Ratna Clarissa?” tebak bunda membuat wanita itu menoleh, “ya ampun Maura! Kaukah itu?”


“Akhh kita bertemu jugaa.. apa kabar kamu? Tunggu kau mengenal Aluna?” Bunda mengangguk, “ya, dia calon besanku, dan ini putriku, Aisyah, sedangkan ini putranya Aluna.” Bunda menunjuk kearah putri dan calon mantunya.


“Ya ampun kalian bakalan besanan? Yah gak jadi dong aku jodohin putraku ke putrimu. Hehe.”


“Kalian berteman sejak kapan kok bisa saling kenal?” tanya mom Aluna, “dulu kan aku pernah certain sahabat aku yang di cintai ama abangkuh itu loh.. Ya ini dia, Maura Melody Nada, calon pacar abang Malik tapi udah keburu ditikung sama syah.”


“Dan si syah udah jadi suamiku loh.”


“Oh ya? Jadi Aisyah ini putri syahputra Abdullah? Eh tunggu, nama suamimu seperti nama, jangan bilang. Putri kamu?” pekiknya kearah Aisyah yang langsung membuka maskernya dengan senyumannya. “Halo tante..”


“Astaga dragonball, jadi beneran dia.. Masya Allah cantiknya subhanallah. Kamu beruntung sekali lun, dapat calon mantu artis.”


Tala yang merasa tatapan dari beberapa mata langsung menyuruh gadisnya menggunakan masker kembali, “mom ini kapan?”


“Oh iya, rat buruan kita tunda dulu obrolan santainya kita kemari mau ngukur gaun.” Ujar mom yang ingat akan tujuannya yang langsung diangguki oleh bu Ratna dan mengajak mereka berempat kedalam ruangan luas. “Tunggu disini ya, tak ku ambil buku desain atau Aisyah kamu bisa lihat-lihat gaun yang lain kalau suka bilang ya.”


“Baik tante.”


Aisyah mengelilingi ruangan yang penuh dengan gaun Panjang pernikahan, ia mengelus dan melihat beberapa gaun yang menarik di matanya namun hanya satu yang sepertinya sangat cocok dengannya. Ia meraihnya dan melihat gaun dari depan, “kamu mau coba yang itu nak?” tanya bu Ratna yang baru saja datang dengan buku ditangannya. “Apa boleh?”


“Tentu saja boleh, coba saja. Mel, tolong bantu dia mencoba gaun itu didalam.”


“Baik bu. Mari ka.”



 (Gaun pertama)


“Bunda..” panggil lirih Aisyah membuat ketiga wanita dan satu pria menoleh menatapnya dengan kagum, “masya allah nak, bunda pangling lihat kamu pakai gaun nikah. Cantiknya double.”


“Kamu cantik banget sayang, sampai calon suamimu terpana tidak mengerjapkan matanya.” Goda mommy membuat Tala berdeham, “cantik, kamu pilih yang itu?”

__ADS_1


“Memang boleh?”


“Tentu saja sayang, kamu tuh nikah dua hari dan akad sekali, jadi kamu membutuhkan tiga gaun agar tidak terlalu gerah.” Ujar mommy yang langsung diangguki oleh Aisyah, “ya sudah aku pilih gaun ini.”


“Oke tinggal dua, kamu pilih gaun pernikahan yang simple ya sayang buat akadnya dan satu lagi gaun megar kayak gitu.”


Aisyah mengangguk lalu menunjukan satu gaun yang menarik di matanya tadi. Ia mencobanya dibantu dengan ka Mela pegawai butik ini. “Kalau boleh tau, aisyah umurnya berapa?”


“Aku udah mau ke 23 kak, masih muda banget ya buat nikah?”


“Ah enggak, soal umur muda tuanya tidak berpengaruh untuk menikah, yang penting kamu siap atau tidaknya menjalankan pernikahan di umurmu ini. Siap menjadi istri baik, ibu pintar dan perempuan kuat?”


“Insya allah aku siap dan aku akan kuat menjalani awal kehidupanku. Doakan lancar ya ka, oh iya aku undang kakak kepernikahanku jangan lupa bawa pasangan ya ka.”


“Apa aku layak berdiri disana?”


“Semua orang layak kak untuk datang, jadi datang saja. Nanti aku kasih undangannya untuk kakak. Oh boleh minta nomor kakak? Biar kita bisa bertemu selanjutnya.”


“Oke aku kasih nomor jangan lupa untuk menghubungiku ya? Aku sudah menganggapmu sebagai adikku yang hilang.”


“Hahaha memangnya kakak punya adik?”


 



 (Gaun kedua)


“Ehem.. Bagaimana dengan pilihanku?”


“Wahh kau semakin wow sayang, mom yakin bukan suamimu saja yang terpesona melainkan bintang tamu lainnya. Apalagi kamu mengundang para artis lainnya..”


“Kamu akan menjadi ratu diacara pernikahanmu sayang. Bunda yakin ayah semakin banjir mata melihat putrinya yang diboyong oleh suami.”


“Ah suamimu itu tidak ada berubahnya ra, tetap cengeng ya?”


“Hahaha, sudah mendarah daging itu rat.”


“Memangnya suami maura ini cengeng banget? Sejak kapan?” kepo mom, “sejak Smp, dia sudah cengeng lun, saat itu dia udah jatuh cinta sama Maura tapi tau gadis pujaannya dicintai oleh pria lain yaitu kakakku dia langsung kejer, “aku mau maura! Maura hanya milikku huaaa mamiii anakmu patah hati mii!!” dan gak sampai segitu aja..”

__ADS_1


“Aduh Ratna udah cukup jangan dikeluarin semua aibnya nanti dia malu. Aku juga gak mau suami tercintaku di ledek olehmu dan suami.” Ujar bunda dengan nada tak suka membuat ratna tertawa pelan dan sedikit canggung, “baiklah maaf, aku kelewat batas. Tenang saja aku dan suami tidak akan membongkarnya.”


“Secara tidak langsung kau sudah membongkarnya sebagian.”


Hehe. “Oke buat Aisyah berarti buku desain tante gak dibutuhkan dong nih?”


“Sepertinya tidak tan, akum au ganti baju dulu, bunda carikan baju buat akadnya dong, mommy juga kalau mau.”


“Oke bunda dan mommy akan membantu mencarikannya. Sepertinya pilihan kita akan sama ya tidak besan?”


“Hem benar.”


“Tunggu disana ya Ratna, kami akan segera kembali.”


“Ya bersantailah.. Huh beruntung sekali aluna mendapatkan gadis seperti Aisyah, coba saja putraku gerak cepat pasti tidak tertikung seperti ini.” Gumamnya yang masih terdengar oleh Gentala namun pria itu hanya fokus dengan ponselnya membaca email yang dikirimkan oleh asistennya.


“Sepertinya kita jangan cari warna putih lagi,” ujar mom. Diangguki oleh bunda. “Ya sepertinya kita harus mencari gaun berwarna pastel.”


“Oh iya, apa warna untuk keluarga kita?”


“Disamakan saja dengan gaun akadnya Aisyah namun dibedakan modelnya, bagaimana mom?” saran bunda yang langsung disetujui oleh mom Aluna.


“Bagaimana dengan ini?” tanya keduanya dengan serempak tak lupa dengan tangan mereka di gaun tersebut. “Hei, bagaimana bisa keinginan kita sama?”


“Aku berpikir putriku akan manis menggunakan warna merah muda.”


“Aku pun begitu. Ayo kita bawa agar putri kita mencobanya.”


(Pilihan terakhir mom Aluna dan bunda Maura)



--


Next..


Vote, Comment, Like, And Favorite!


SEE U! BYE! THANKS!

__ADS_1


__ADS_2