AISYAH

AISYAH
(38) AISYAH


__ADS_3

Happy Reading Semuanya!


Sesampai di lokasi syuting, Aisyah langsung keluar dari mobil tak lupa menggunakan maskernya setelah itu membuka pintu penumpang belakang mengambil tas yang berisi baju gantinya diikuti oleh ka Bina yang membawa beberapa tas tenteng milik Aisyah yang berisi makanan, obat, dan segala macamnya.


Aisyah melangkah menuju ruangannya yang sudah dipersiapkan oleh staf lainnya, ia tersenyum dibalik masker lalu ia masuk kedalam ruangannya yang sudah tertulis bernama ‘AISYAH as RINALA PUTRI’


“Wah ini ruangan kamu ca?”


“Iya ka, duduk aja senyaman mungkin, nanti kalau ada staf masuk kaka tanya aja sebanyak mungkin ke dia biar gak bingung.”


“Siap tuan putri, oh iya sehari ini kakak yang digantikan menjadi asisten manager kamu ya gantiin Izak.” Aisyah mengangguk, “iya ka, mohon bantuannya ya.” Ujarnya sembari menunduku hormat membuat ka Bina tertawa begitupun dengan Aisyah yang langsung mengambil baju yang akan ia gunakan saat syuting terakhir ini.


“Hari ini syuting terakhir kamu, ca?” Aisyah mengangguk, “berarti nanti kamu foto sama peran lainnya juga dong.”


“Iya ka, nantikan fotonya dijadikan sampul depan filmnya.” Ujar Aisyah kemudian masuk kedalam bilik ruang ganti baju kemudian keluar setelah kelar mengganti bajunya menjadi gaun indah. “Cantik banget sih adik Fariz dan Izak.”


“Hahaha, ka Bina juga cantik setiap hari walaupun gak mandipun.”


“Heh!” Aisyah tertawa pelan kemudian ruangannya diketuk dan muncullah dua staf diikuti segerombollan penata rias. “Selamat siang Aisyah dan kakak..”


“Bina, kakak sepupu Aisyah.” Dua staf itu mengangguk, “baik ka Bina, kami berdua sudah mengantar para penata rias untuk Aisyah dan kami berdua ingin berkata, jika meninggalkan ruangan ini jangan meninggalkan barang berharga ya ka. Karena disini masih rawan.”


“Baik terima kasih atas informasinya.”


“Aisyah hari ini syuting terakhir kita dan kita mungkin pulangnya akan mengadakan acara makan bersama apa kau akan ikut?”


“Tentu saja aku akan datang, tidak mungkin peran utama tidak hadir bukan begitu ka Bina?” ka Bina mengangguk dengan senyumannya, “tenang saja kami akan datang, keacara yang tidak akan datang dua kali bukan?”


“Ah senangnya, syukur jika begitu.”


“Baik sudah selesai, mommy Nala cantik sekali.” Ujar mereka semua membuat Aisyah tersenyum malu karena dipanggil mommy walaupun dengan nama perannya. Tak lama pintu ruangan Aisyah terketuk dan muncullah dua raga kecil dengan pakaian yang menggemaskannya. “Celamad ciang cemuanya! Lala datang belsama bang lion.”


“Selamat datang Lara dan bang Rion, kesayangan mommy sini.” Ujar Aisyah dengan sifat keibuannya datang membuat ka Bina menatapnya dengan kagum. “ck, adik gua bisa apa aja ya. Umurnya muda udah cocok jadi ibu.” Gumamnya yang masih kagum dengan adik sepupunya.


“Ka, aku duluan ya,”


“Iya tenang aja ka bina bawa tas kamu kok.”


Aisyah melangkah keluar bersama dua raga kecil yang menjadi anaknya didalam film Cinta Sejati. Sesampai di tempat ia disambut dengan senyuman oleh banyak orang, apalagi melihat kedatangan Aisyah yang menggandeng dua tangan mungil yang terlihat nyata bahwa Aisyah sudah cocok menjadi seorang ibu muda. “Cocok sekali kamu syah, sudah cocok menjadi ibu muda kamu.”

__ADS_1


“Hehehe mama bisa aja. Doakan aja semoga jodohku terlihat.”


“Tentu kami selalu mendoakan agar kamu mendapatkan jodoh yang kamu inginkan,” ujar mama Meta yang terkenal dengan dingin namun entah mengapa dekat dengan Aisyah sifatnya berubah total menjadi lemah lembut.


“Baik semuanya sudah disini?” tanya om Bima. Aisyah langsung saja berdiri dimana ia akan memulai perannya ia tersenyum lalu menghela nafas.


In Stage.


Ready! Action!


Disebuah ruang kamar tidur ada seorang wanita yang berdiri menghadap jendela kaca tak lama sebuah pintu terbuka dan menampilkan raga kecil dengan gaun mungilnya yang melekat ditubuhnya, “mommy?”


Wanita itu membalikkan badannya lalu tersenyum manis dan duduk menyamai tinggi raga kecil itu, “anak mommy sudah siap nak?”


“cudah.. bang lion juga cudah ciap, tinggal mommy caja.” Ujarnya dengan cadel huruf ‘s’ membuat wanita itu tersenyum kemudian mengecup sayang kepada putri kecilnya, “mari kita turun.” Ujarnya dengan melangkah keluar kamar kemudian menuruni anak tangga secara perlahan karena gaun yang ia gunakan cukup lebar.


Dibawa tangga ia di sambut dengan kedatangan pria dewasa dengan pria kecil yang sudah rapih menggunakan jas hitam. “Mommy sangat cantik.” Puji pria kecil itu membuat wanita itu mengecup dahi pria kecil, “terima kasih pangerannya mommy.”


“Baik, bisakah bang Rion dan dek Lara pergi lebih dulu kedalam mobil?”


“Baik daddy.”


“Terima kasih untuk semuanya, dan maafkan segala hal yang sudah membuatmu mengeluarkan tangisan sedih saat hidup bersamaku.”


Wanita itu menggeleng kepala lalu mendongak menatap pria itu dengan tatapan cintanya, “gak ada yang perlu diucapkan kata maaf semua sudah berlalu dan mari kita jalankan hidup kita untuk masa depan dengan kedua putra-putri kita mas.”


“Aku semakin cinta kepadamu, Nala. Gadis yang magang di kantorku dan menjadi gadis istimewah didalam hati dan pikiranku. Terima kasih sudah hadir dalam hidupku.”


“Terima kasih juga karena ingin menerimaku untuk kembali lagi setelah menghilang dari hadapanmu, aku juga cinta padamu, mas Rimba.”


Cup!


Pria itu mengecup kening wanita yang sudah menjadi istrinya dengan khidmat dengan doa dalam batinnya, ‘ ya Allah tuhanku, berikan hamba kepercayaan lagi untuk membahagiakan wanita yang sudah menjadi istriku ini, ratu dalam rumah kami, dan guru untuk kedua anak kami.’


Wanita itu memejamkan kedua matanya dengan haru, sampai tidak ada yang sadar bahwa air matanya mulai mengalir, ‘terima kasih ya Allah, tuhanku. Kau adalah segalanya dari semua hal yang terjadi terhadap kami. Terima kasih karena sudah menyatukan kami seperti dulu lagi.’


Rimba, pria itu melepaskan kecupan keningnya dan menempelkan keningnya ke pada kening istrinya lalu ibu jarinya terangkat untuk menghapus lembut air mata yang mengalir itu, “kau adalah rumahku.”


“Dan kau adalah Cinta Sejatiku, terima kasih.”

__ADS_1


“Kasih kembali mas,”


“Mommy! Daddy! Ayo! Lama sekali.” Ujar Rion, putra sulungnya dengan melangkah menghampiri kedua orang tuanya, kemudian ia mengambil kedua tangan orang tuanya untuk keluar dari rumah kemudian melihat putri kecilnya yang sudah bersedekap tangannya didepan dadanya dengan wajah cemberut, “mommy dan daddy lama.”


“Maaf sayang, ayo kita pergi.”


“Ayo sayang.”


“Iya mas.”


Kemudian mobil yang mereka naiki telah menghilang dibelokkan sampai..


OKE! CUT!


Bravo!!


Semua yang mengakhiri langsung bertepuk tangan begitupun dengan Aisyah, Aldi, dan raga kecil itu yang sudah datang kembali dengan mobil yang mereka bawa tadi. “Yaayyy!! Kita makan makan!!” teriak para staf dengan semangat yang menyenangkan.


“Bagaimana mommy Nala akan ikut kan?” tanya Fero yang menjadi Rion, Aisyah tersenyum kemudian berjongkok, “tentu saja ini kan makan malam bersama. Kenapa tidak?” tanyanya dengan mengusap rambut pria kecil itu dengan lembut. “Yeyyy!!”


“Bagaimana Al?” tanya om Bima kepada Aldi dengan tatapan godaanya. “Bagaimana apa om?”


“Mencium kening gadis pujaan semua orang, gimana rasanya?” tanya om Bima membuat wajah Al memerah seketika, “apa sih om, gak ada yang lain gitu pertanyaannya.”


“Tentu ada.”


“Apa?”


“Kapan mau jujur dengan perasaanmu kepada gadis manis itu?”


“Om Bima!” sentaknya tertahan membuat pria paruh baya itu terkekeh kemudian melarikan diri dari amukan pria dewasa itu. Aldi menatap Aisyah dengan tatapan penuh cinta namun ia sadar diri bahwa disini banyak orang dan banyak banget yang kemungkinan menangkap gerak geriknya ia pun langsung mengalihkan pandangan.


--


Next..


Ayo dong, ramaikan ceritaku.. Aku bakal update setiap harinya insya allah. Oh pembaca- oh pembaca. DImana kalian berada!!


Vote, Comment, Like, and Favorite.

__ADS_1


***Thank you! ***


__ADS_2