
Happy Reading Semuanya!
Jangan lupa kasih tanda untuk ceritaku ini ya.
--
Sesudah berkumpul di ruangan kantor pribadi milik Izak, mereka langsung memanggil hacker kuat milik gentala yang tak lain sepupunya sendiri Kevin dan sahabatnya Damon. Mereka sedang sibuk dengan laptop masing-masing.
“Kau sudah menaruh gps di kalung istrimu, gen?”
“Sudah, tapi apa terlihat? Sejak tadi titiknya tidak berjalan apa mereka sedang berhenti?”
“Sepertinya ada yang peka bahwa kalung atau gelang di tubuh istrimu dibumbui oleh gps. Mungkin mereka sudah membuangnya. Lalu kapan kakek datang?”
“Tidak tau, mungkin sedang dijalan. Aku yakin ini ada hubungannya dengan musuh kakek.”
“Memangnya kakek Damian ada masalah dengan seseorang?”
“Sebenarnya yang membuat masalah itu musuhnya lebih dulu sedangkan kakek hanya membalas dendam tapi kita semua tau bahwa perilaku dan tingkah kakek sebenarnya salah.”
“memangnya apa yang terjadi di masa lalu?”
“Kau penasaran?” tanya kakek Damian yang baru saja tiba dan duduk disamping Fariz yang sedang menatap layar laptop Kevin, tangan pria itu sangat lincah, walaupun dia juga lincah namun tidak selincah pria ini.
“Kakek dendam kepada pria itu karena sudah membuat istriku terbunuh. Sebelum dibunuh, mereka memperkosanya didepan mata kepalaku dan menyiksanya dan membunuhnya seperti binatang. Maka dari itu kakek melakukan hal yang lebih tragis kepada keturunannya terutama wanita.”
“Kakek sudah mendapatkan apa yang mereka incar. Tapi sepertinya mereka menduga bahwa keturunan wanita dari keluarga mereka dibunuh olehmu Gen bukan oleh kakek jadi aku minta maaf kepadamu karena sudah menyulitkan hidupmu dengan istrimu. Aku sudah menemukan sahabat Aisyah yang ternyata sudah di culik sejak kemarin.”
“Lalu dimana hani saat ini kek?” tanya Fariz membuat semuanya menatap kakek Damian. “Awalnya mereka menaruhnya di sebuah gereja namun saat kakek dan yang lain datang sudah kosong tidak ada tanda tanda lain hanya sebuah kursi dan tali tambang tersisa. Mereka sudah memindahkannya kesuatu tempat yang kemungkinan akan satu tempat dengan Aisyah.”
“Dapat!”
Pekik Kevin lalu Damon mencarinya dan,”ya seperti ucapan kakek, Hani berada di tempat yang sama dan ini peta di gedung ini. Gedungnya berada di pinggir kota dekat pulau jauh dari sini. Mungkin akan sampai selama 6 jam atau 7 jam kedepan. Dimana Samuel sekarang?”
“Mereka akan tiba 3 jam mendatang.”
“Aku akan pergi menyusul, aku harus menolong istriku.”
“Begitupun denganku, dan aku harus bang Fariz tunggu disini saja kau kan paling bisa beralibi kepada bunda dan ayah. Sedangkan aku tidak. Gampang di ketahui.”
“Baiklah, hati-hati.”
“hem.”
__ADS_1
“Oh ya, sebelum itu tutup berita tentang penculikan aisyah dan jangan sampai diketahui oleh bunda atau keluarga kita para wanita. Mengerti?” pinta Izak yang langsung dilakukan oleh Damon untuk menyembunyikan berita Aisyah sampai gadis itu di selamatkan.
Izak dan yang lain berlalu. Mereka akan menuju tempat tujuan dimana Aisyah dan Hani berada. Sedangkan Aisyah, saat ini ia masih belum sadar diri. Namun samar-samar ia mendengarkan suara beberapa orang didekatnya.
“Jika kau melakukan hal itu lagi. Akan kubunuh kau didepan sahabatmu mengerti.”
“Em.”
“Dasar gadis gila.”
Brak!
Mendengar suara pintu terbanting Aisyah mengerjapkan kedua matanya dan melihat sekeliling ruangan yang sangat berantakan dan kotor. Namun bukan itu yang penting sahabatnya, Hani. Gadis itu terikat seperti dirinya namun bedanya wajahnya terlihat memerah dan kedua matanya sudah basah.
“Dimana kita han?”
“Kamu sudah sadar? Maafkan aku Aisyah, aku tidak tau mereka orang jahat yang mengincarmu, aku tidak tau bahwa aku sudah mencelakaimu.” Aisyah menggeleng kepala, “tidak, kau tidak salah. Mungkin ini semua takdir. Banyak yang membenci suami, dan abangku kemungkinan. Atau mereka melakukan pembalasan dendam?”
“Kau tau sesuatu?”
“Tentang masa lalu suamiku walaupun pria itu tidak pernah mengungkitnya setelah kami menikahpun.”
“Apa kita akan selamat?”
“Kita pasti akan selamat, mereka menculikku didepan keramaian dan dihadapan abangku. Pasti mereka sengaja melakukan itu karena ingin terkenal sepertiku?”
“Tidak, jika aku mati sekarang aku ikhlas, mungkin ini sudah takdirku. Tapi yang ku khawatirkan bagaimana dengan keluargaku? Penggemarku? Temanku dan semua orang yang kusayangi itu? Apa mereka akan membalas dendam kepada penjahat ini apa dunia akan rusuh setelah kepergianku?”
“Kau begitu malaikat Aisyah, disuasana seperti ini kamu masih memikirkan hal lain. Kau membuatku menggeleng kepala cukup pusing melihat tingkahmu ini.”
Aisyah tersenyum, “sudah berapa lama kamu disini?”
“Aku sudah diculik sejak kemarin namun aku baru datang kemari akibat aku memberitahu tempat sekapan kepada seorang mafia yang tak lain musuh penjahat ini.”
“Siapa Namanya?”
“Damian. Kamu kenal?”
“Sepertinya dia kakek suamiku. Damian Alexander bukan? Sepertinya benar.”
“Apa keluarga suamimu dari keturuanan Mafia?”
“Tidak, suamiku saja yang pernah masuk kedunia gelap ini. Mungkin setelah bertemu denganku hidupnya berubah.”
__ADS_1
Ceklek!
“Wah ternyata kalian sudah bangun. Hei panggil bos kemari, wanita pria tua itu sudah bangun.”
“baiklah.”
“tapi apa benar jika kau adalah wanita dari pria tua itu?”
“Siapa yang kau maksud? Pria tua? Suamiku belum tua dia masih berumur 25 tahun kau tau?”
“Apa?” tanya sosok pria beruban yang baru saja datang. “Katakan sekali lagi, suamimu umur berapa?”
“25.”
“Namanya Damian?” Aisyah menggelengkan kepala, “sepertinya kau salah incaran, suamiku bernama Gentala Pratama bukan Damian Alexander. Dan lagi sepertinya pria itu sudah tua seperti bawahanmu katakan.”
“jadi kau tidak menikah dengan Damian? Melainkan Gentala? Siapa pria itu mengapa kau bisa berbicara santai dengan Damian?” Kening Aisyah mengkerut. “kapan aku berbicara santai dengan pria itu? Aku tidak pernah dekat dengannya selain suami dan kedua abangku. Apa kau bodoh?”
“Apa kau tidak pernah mencari tahu asal usul sebelum menculikku dan temanku?”
“Dasar bodoh! Kau seperti tidak memiliki otak kau tau itu. Buat apa diberi otak jika kau tidak bisa berfikir hem? Dan lagi kau menculikku didepan keramaian untuk apa? Apa kalian ingin segera ditangkap oleh semua orang, kau juga sepertinya melupakan siapa diriku ya?”
“memang siapa kau?”
“Aku adalah Aisyah Putri Nada, Artis pendatang baru yang sudah dicintai dan disayangi oleh seluruh dunia, coba kau tebak apa yang akan mereka lakukan kepada kalian jika aku di culik seperti ini?”
“Dunia akan rusuh dan hidupmu akan terganggu dan rusak akibat ulahmu sendiri.” Balas Hani yang sepertinya mengerti apa yang dilakukan oleh Aisyah. Namun pria tua itu sudah melewati batas kesabarannya langsung brutal menampar kedua pipi Aisyah.
Plak!
Plak!
“Diam kau wanita sialan!”
“hehe, segitu saja kekuatanmu?”
“Kau sudah tua ternyata, ah iya kau sudah beruban aku lupa.”
--
Next...
Vote, Comment, Like, and Favorite...
__ADS_1
See You! Thank you! Bye!
Love Rora~