AISYAH

AISYAH
(20) AISYAH


__ADS_3

Happy Reading!


“Bareng aja sih, ngga mau jalan bareng sama aa tampan ini?” ledek Aksa membuat Nadine menggeleng keras, ia mulai jalan cepat namun kedua kaki milik Fito dan Aksa masih bisa mengimbangi kaki pendek Nadine, “ih sana! Aku gak mau deket-deket sama kalian!”


Lari Nadine menjauhi dua sahabatnya, Aksa dengan jail mengejarnya begitupun dengan Fito, sampai Aksa tidak melihat ada Vanesa yang muncul dari dalam kelas.


Bruk!


Aw!


Nadine sudah menghilang dari belokan. Sedangkan Aksa masih berdiri namun diam menatap gadis yang ia tabrak dengan wajah terpana melihat kecantikan Vanesa ia langsung mengulurkan tangan kanannya membantu gadis ini untuk berdiri, “sorry, gua gak sengaja karena gak liat ada yang muncul.” Ujar Aksa untuk pertama kali ia mengatakan maaf kepada orang lain selain dua sahabat dan keluarganya.


Vanesa menepis tangan Aksa, “gak perlu, makanya ini masih pagi jangan lari-lari dong gimana kalau yang muncul bukan gue? Orang tua? Kan bahaya.” Omel Vanesa.


“Yakan gua dah bilang gua gak sengaja. Gak ngergti maaf lo yah. Fit ayo kekelas nyusul Nadine.” Kesalnya melewati Vanesa begitu saja.


“Ish tuh cowo resek bener dah, siapa sih dia?”


OK CUT!


Scene pertama sudah diambil tanpa ada kesalahan satu pun dari para pemainnya. Dilanjuti dengan scene kedua,

__ADS_1


dimana Aksa yang kesal karena dengan begitu saja ia bisa mengucapkan kata maaf kepada orang yang ta kia kenal kemudian ia semakin kesal karena diledeki oleh kedua sahabatnya, “kita mulai.”


Satu.


Dua.


Tiga.


Ready Action!


In Stage.


Aisyah yang sudah sampai di depan kelas dengan nafas yang terengah-engah langsung melangkah kearah tempat duduknya kemudian mengeluarkan air minumannya baru minum setengah sudah direbut oleh Aksa.


“Minta dikit Nad.” Ujarnya dengan raut kesalnya membuat Nadine menatapnya dengan bingung beralih kea rah Fito yang menghendikkan kedua bahunya tanda ‘gak tau’ padahal ia tau namun ia malas untuk menjelaskan.


“Kamu kenapa sih?”


Brak!


“Songong banget tuh cewe, gua udah ngucapin kata maaf malah marah-marah. Gak sengaja nabrak doang ish, semoga gua gak ketemu dia lagi kedepannya. Semoga ya Allah jangan temukan hamba dengan anak hawa mu!” doanya membuat Nadine mengangguk paham.

__ADS_1


“Jadi kamu gak sengaja nabrak orang lain terus kamu minta maaf kedia gitu?” tanyanya diangguki oleh Fito sedangkan Aska, pemuda itu masih khusyuk berdoa dengan berharap doanya terkabul.


“Terus itu orang marahin Aska sampai dia kesal gitu?”


“Iyap.”


“Wahh, seorang Aska bisa minta maaf ke orang lain? Hebat! Hahaha.” Tawa Nadine membuat semua orang terpana dan orang balik layar pun ikut terpana sampai suasana terhenti dan Nadine mengerjapkan kedua matanya, sampai bang Fariz berdehem keras menyadarkan mereka semua. “Ehem!!”


“Apa kalian hanya diam saja?”


“Ah, Cut! Cut!” om. Gara tersadar dari lamunannya, “baik maaf sepertinya semua orang terpana dengan tawa


aisyah yang terdengar menenangkan ini. Kita ulang bagian Aska berdoa ya. Dan untuk aisyah jangan tertawa seperti yang ada naskah, terkikik geli saja coba.”


“Hehe, gitu?” tanyanya sembari memperagakan namun kembali wajah bingungnya. Om gara menggelengkan


kepala, lalu menatap kedua abangnya Aisyah, “biar saya saja yang bantu.” Ujar Izak yang langsung dipersilahkan.


Bang Izak mendekati adiknya lalu duduk disampingnya dengan, “kamu bayangin aja lagi bercanda sama abang dek, kamu biasannya ketawa tapi gak tau menggelegar seperti tadi.”


--

__ADS_1


Next.


Vote, Comment, Like, and Favorite!


__ADS_2