
Happy Reading!
Keesokkan paginya Aisyah menatap pemberitaan tentang dirinya lebih tepatnya tentang sang ayah yang diberitakan bahwa ayahnya telah korupsi dan dikeluarkan dari tempat kerjaannya. Aisyah kaget, ia membaca berita itu dengan jantung yang berdegup kencang ia tidak menyangka akan ada masalah didalam hidup keluarganya.
“AYAH DARI ARTIS BERNAMA AISYAH TELAH DITUDUH DAN DIFITNAH MENGAMBIL GAJI BUTA DI SEBUAH PERUSAHAANNYA DAN BERAKHIR DIKELUARKAN APA ITU BENAR ATAU HOAX?”
“AYAH DARI AISYAH, ARTIS YANG TERKENAL RAMAH DAN BAIK HATI INI TELAH DISANDUNGI OLEH REKAN KERJANYA YANG BERKATA BAHWA BELIAU KORUPSI.”
“AYAH DARI AISYAH DIFITNAH DAN DIKELUARKAN DARI PEKERJAANNYA KARENA DIKAMBING HITAMKAN OLEH REKAN KERJANYA YANG BERINISIAL B.”
“Ayah!!” panggil aisyah lalu melangkah mendekati ayahnya. “Ini apa? maksudnya ayah sudah keluar dari perusahaan ayah?”
“Ayah difitnah dek, sudah tidak usah dipikirkan abang sudah membereskannya. Kau tenang saja ini tidak akan merusak nama baikmu.” Aisyah menggeleng, “Aisyah tidak mempedulikan nama baik diriku, abang, aisyah hanya tidak ingin ayah disakiti oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab itu.”
“Ayah tidak apa nak, percayalah ayah baik baik saja. Malahan ayah senang dikeluarkan dan bisa memiliki waktu yang banyak untuk kalian bertiga. Umur ayah juga sudah tua cukuplah menunggu kedua abangmu untuk menikah dan memiliki anak.”
“Bang Fariz dulu yang menikah jika bang Izak menikah juga siapa yang akan menjaga Aisyah kedepannya?” ujar isyah lalu duduk disamping ayahnya yang dibalas elusan lembut di kepalanya.
__ADS_1
“Akan ada dimana kamu dilindungi oleh orang yang menjadi teman hidupmu.”
“Itu masih lama, umurku masih sangat muda untuk membuat rumah tangga.”
“Tidak umurmu sudah lumayan pas bagi bunda. Dulu saat bunda juga dinikahkan oleh ayahmu berusia 23 tahun, dan memiliki anak selama dua tahun pernikahan. Jadi tidak ada kata muda maupun tua, yang lebih penting sudah siap atau tidak untuk hidup dalam pernikahan ini.”
“Betul kata bunda, abang juga merasakan bahwa adik manis abang lebih dulu diambil orang baru kita berdua yang mendapatkan calon pasangan.” Ujar bang Fariz membuat Aisyah menggelengkan kepala, “bagaimana mungkin? Aku saja tidak pernah berdekatan dengan seorang pria selain abang dan ayah serta rendi. Siapa lagi pria yang dekat denganku?”
“Ada, pasti ada yang diam-diam jatuh cinta denganmu nak. Ayah yakin itu, percayalah. Kau akan menikah setahun kemudian.” Ucap ayah dengan percaya bahwa doanya akan terkabul.
Diperjalanan lokasi syuting aisyah melamun menatap luar jendela dan disadari oleh bang Izak yang duduk disampingnya sedangkan yang mengendarai mobilnya tak lain sopir baru yang bang Izak kerjakan.
“Ngga bang Cuma bingung, kenapa bisa ayah tiba-tiba di kambing hitam begini?”
“Kita gak tau dek, mungkin dia gak suka sama ayah karena punya anak gadis yang terkenal dan membanggakan nama keluarga. Kan gak ada yang tau.” Ujarnya membuat gadis itu mengangguk. “kalau ini semua karena Isyah,..” ucapnya dengan nada serak ingin menangis.
“Bukan ini semua bukan karenamu, dek.” Elak bang Izak membuat adik menatapnya lalu ia peluk dengan erat. “Tenang semuanya akan baik-baik saja oke?” Aisyah mengangguk di dalam pelukan abangnya tak lama matanya memberat. Ia tertidur.
__ADS_1
Sesampai di lokasi, Aisyah langsung disamperin oleh para pemain yang menjadi temannya semenjak ia bersinar. Ekspresi gadis itu sendu namun tetap tersenyum membuat yang lain memeluk Aisyah tanda menyemangati.
“Aku gapapa kok, kalian gak usah khawatir, ayahku juga gapapa.” Ujarnya sambil menahan tangisannya. “Jika ingin menangis, menangislah kami selalu bersamamu, Aisyah.” Ujar pemain Veteran yang menjadi peran ibunya di film ini.
Karena merasakan pelukan hangat seperti bunda Aisyah langsung menangis tanpa bisa di tahan banyak yang ikut bersedih karena siapa yang tidak sedih jika orang tua mereka di fitnah dan dituduh seperti itu oleh orang lain apalagi tanpa adanya secuil buktipun. Sungguh menyakitkan.
Sedangkan bang Izak lebih menghindar dari tempat Aisyah dan menelpon seseorang, “halo? Bagaimana kalian sudah mengetahui siapa yang membuat berita busuk itu tentang ayahku?”
“Saya mendapatkan bahwa orang ini membenci adik anda yang bersinar didunia hiburan pak, dan saya juga sudah mengetahui asal-usulnya apa yang akan lakukan sekarang pak?”
“Buat berita yang benar benar membuatnya hancur seperti sekarang dia sudah membuat air mata adikku keluar begitu banyak.”
“Baik pak, saya juga sudah mendapatkan bahan cerita tentang dia yang ternyata pernah menjadi pemain di drama yang sama dengan adik anda dan dia juga pernah mengikuti kegiatan penjualan gadis di bawah umur untuk dijual ke lelangan yang akan di Asusilakan.”
“Ya itu sudah cukup membuatnya malu dan terjatuh-sejatuhnya. Lakukan lah.” Setelah itu panggilan mereka terputus nada bang Izak yang tadinya dingin dan terdengar seram menjadi lembut kepada orang orang yang ia sayang termasuk kepada sang adik yang sudah bisa tertawa, ia bersyukur Aisyah bisa disayang dan dicintai oleh banyak orang.
--
__ADS_1
Next...
Vote, Comment, Like, and Favorite!