AISYAH

AISYAH
(08) Aisyah


__ADS_3

Di hari terakhir mos kami di minta untuk pulang usai sholat zuhur berjamaah di mushollah sekolah.


"assalammualaikum wr. wb


selamat siang semua" yang baru saja datang.


"***Hari ini, hari terakhir untuk kita semua dalam masa orientasi siswa tahun ini. Kita sudah melakukannya susuai program dan ketika mos kami selaku perangkat osis meminta maaf.


Pengangkatan dewan siswa Angkatan pertama seperti pada tahun biasanya akan berlansung setelah kalian duduk di bangku pelajar selama 1 semester. Pihak sekolah dan kami akan bekerja sama untuk memutuskan siapa dewan siswa angkatan 1 tahun 202* ini.


Untuk itu selamat bersaing menjadi yang terbaik."


tepuk tangan bergemuruh.


"The finish time,... "


Duar***!


dan pilox pun melayang di udara. Kami mengakhiri Mos ini dengan warna warni baju mos yang putih bersih ini berubah dalam sejenak menjadi kreasi banyak warna. Seperti acara kelulusan SMP dan ini terulang si Masa Orientasi Siswa.


Aisyah tersenyum bahagia karna ini kali pertamanya dalam hidupnya. Di madrasah tidak ada warna warni seperti ini. sangat berbeda.


Iqbal melihat kearah semua juniornya kemudian berhenti setelah melihat Aisyah sorot matanya berubah tanpa sadar dia hanya terus melihat senyuman itu.



Senyuman polos Aisyah dan tawa bahagia dengan wajah adem yang di miliki Aisyah membuat hatinya terasa tenang.


"Bal," Aldo menyapa Iqbal, tapi tak menerima jawaban. "Iqbal."


"Ya.. Aldo, Ada apa?"


"lo liatin siapa???"


"Ngak. kenapa???"


"ah, sampe lupa. Ini Angel ada ngabarin lo ngak semalam?"


"Angel? Enggak. Emang Angel kenapa??"


"2 hari yang lalu gue ngak sengaja nemu dia pingsan di jalan"


"Apa??"


"Lo denger dulu.


Gue bantu dia trus bawa kerumah setelah keadaannya membaik kakak gue antar dia pulang kerumahnya. dan itu kemarin.


sebenarnya malam itu gue antar dia kerumahnya tapi gue denger orang tua nya bertengkar"


"Ha... sial. Kenapa dia ngak kerumah gue sih??"


Iqbal kesal. karna biasanya Angel akan selalu berada di rumahnya jika ada masalah.


"Lebih baik lo temui dia, Bal."


Iqbal mengangguk paham.


Pukul 2.30 aku pun tiba di rumah di antar oleh Windi.


"Windi makasih ya..."


"Sama sama... Ternyata rumah kita deket. jadi bisa sering mampir deh.. hehe" Tuturnya cengengesan.


"Masuk dulu yuk."


"lain kali aja deh... nanti malam kan mau pergi lagi."


"Ia. pasti"


"kalau gitu.. Assalammualaikum Buk Boss. Helen pamit dulu...."


soraknya lalu membawa vespa yang berisik itu keluar dari gang perumahab Aisyah.

__ADS_1



"Wah ternyata Aisyah tajir bener. Mau aja ya dia temenan sama aku yang apalah ini." Ucapnya setelah keluar dari gang rumah Aisyah kemudian berbelok setelah 1 km berkendara.


"Umi... Welcome Home" Sorak windi.


Setelah pagar rumahnya di buka secara otomatis.



astaga si windi terlalu merendah..:*


------------------


sudah ku duga Bunda pasti kaget melihat keadaan ku. Bunda mengamati seluruh tubuh ku dari ujung kaki hingga ujung kepala.


"Aisyah... ini apa nak?" Tanya bunda lembut. Kemudian Ayah tersedak padahal beliau tidak sedang minum.


"Ini,?? kenapa kena pilox baju kamu dek??" Ayah ngomongnya jadi terbalik "siapa yg melakukannya?,"


"Ayah Bunda.. tenang dulu ya...


Pilox ini pertanda selesainya Mos. Penghunjung kegiatan."


"Dengan coret coret gini??? Unfaedah" Tutur Ayah.


"Ayah Bunda.... hal seperti ini sudah biasa ayah.." Sambung bang Abimayu. Kemudian mengularkan spidolnya lalu menuliskan sesuatu di belakang punggung ku.


"Mayu... Kenapa makin di coret. Nanti makin susah hilangnya??"


"Bunda Mayu tercinta, Ini kenang kenangan. Biarkan adek memilikinya. Tapi ingat pesan abang.!"


aku mengangguk tersenyum lalu melihat Ayah dan Bunda menggeleng pasrah dengan semua ini.


"Ayah Bunda, Aisyah di tunjuk sebagai ketua kelas"


"Ketua kelas?" Ayah membuka kaca matanya."benarkah?? Mereka yang minta?"


"Ia ayah. Mereka sepakat menunjuk Aisyah sebagai ketua kelas."


"Ada bunda. Awalnya Aisyah enggan menerimanya tapi karna mereka semua menyakinka Aisyah dengan yakin Aisyah mengiakan keputusan itu."


Ayah dan Bunda tersenyum terlebih lagi Ayah beliau sangat bahagia.


"Berada di kelas A dan di tunjuk sebagai ketua kelas. Ayah bangga tapi ingat ini baru awalnya lakukan tugas kamu dengan baik ingat IMAN. Ayah tidak mau mendengar hal buruk tentang putri sematawayang ayah ini."


"Iya ayah. Insyaallah Aisyah mengingat semua pesan ayah"


"Alhamdulillah. Ayah bahagia untuk kamu" Ayah memeluk ku. Aku menyayangi ayah aku bahagia sekali.


"Abang ngak di peluk???"


"Abang bantuin Aisyah aja gimana??"


"Bantuin apa?"


"Nanti jam 8 Aisyah dan teman teman mau ke Cafe Bintang Nanti Abang anterin ya.. tungguin Aisyah juga boleh" Cengengesan. Bang Mayu mengacak kerudung ku.


"Ih bang mayu.. Bunda.. berantakan.."


"Mandi dulu sana. bau"


Aisyah memanyunkan bibirnya tidak terima jika dirinya di katakan bau.


kemudian berlari menyusul Abimayu.


Hening.


Iqbal sudah berdiri 5 menit di luar rumah Angel.


Tak ada balasan dari dalam rumah itu. Kemudian dia menelfon Angel.


Tak ada jawaban.

__ADS_1


"Lo kemana sih Ngel???"


Iqbal mengacak rambutnya gusar.


Kemudian pergi meninggalkan tempat itu.


Tak tak tak


Ketukan palu berbunyi 3 kali. Air mata Angel mengalir begitu saja. Hati nya remuk mendengar ketukan palu itu.


Prosesnya berjalan dengan lancar ternyata. batin Angel. kakinya kelu untuk berdiri kemudian kedua orang tuanya keluar dalam ruang sidang.


Mama malihat ku, Dia terlihat lebih lega.


aku memutuskan untuk ikut dengan mama dan pindah ke rumah baru.



"Angel, ini rumah baru kita. Gimana kamu suka kan??"


Angel tak menjawab dia hanya diam dan lansung masuk membawa barang barangnya.


"Kita akan memulai hidup baru di sini. Mama mau kamu bahagia sayang. makasih ya sudah mau ikut dengan mama."


Angel mengangguk pelan walaupun dia masih belum bisa menerima kenyataan ini.


Angel melihat keadaan kamar barunya yang memang lebih nyaman dari sebelumnya. Rumahny sekarang pun lebih besar dari sebelumnya.


sepertinya dengan perceraian ini mereka lebih bisa menyenangkan ku. Ini tidak adil. batinnya.


Angel merebahkan badannya di atas ranjang. Kemudian melihat ke arah Box besar dia beranjak duduk membuka kotak itu.


Dia melihat tumpukan foto dirinya dan juga sahabatnya Axel.



"Kenapa lo ninggalin Gue secepat ini Xel?.. Cuman lo yang bisa ngertiin gue." Angel tertunduk melas. Dia menghela nafas gusar lalu meletakkan foto itu di atas nakas. Angel menutup tirai kamarnya itu lalu berbaring hingga tertidur.


Pukul 8 malam sesuai janji kelas A akan berkumpul di Star Cafe.


"Dek..."


"ya bang."


"emang kamu tau Star Cafe di mana??"


Aisyah menggeleng yakin. Abimayu terkekeh pelan dan itu membuat Aisyah bingung.


"Kenapa bang."


"haha.. enggak. tempatnya bagus kok, Nanti kalau kamu mau pulang telfon aja abang ya."


"iyah.."


Tak lama di perjalanan mereka pun tiba di depan cafe. Yang Aisyah liat cafe ini sangat lah besar di depannya pun terlihat sangat instagramable cocok untuk kalangan remaja.


"Teman kamu nunggu di mana??"


"Di dalam bang. abang mau lansung pergi???"


"Iyah...kamu abang tinggal ya"


"iya."


Aisyah pun berjalan masuk kedalam Cafe. Aisyah harus menunggu orang yang hendak keluar dari cafe tersebut terlebih lagi itu pria dia harus menjaga jarak dengan lawan jenisnya.


"Aisyah kan?"


suara itu muncul dari belakang Aisyah.


"Bang Iqbal?.."


🍃🍃🍃🍃🍃🍃💐💐

__ADS_1


#To Be Continued


__ADS_2