AISYAH

AISYAH
(67) AISYAH


__ADS_3

Happy Reading Semuanya!


Jangan lupa beri tanda diceritaku ini ya.


Terima Kasih, oh iya promosiin ya ceritaku ke semua teman teman dan kerabat kalian hehe.


Skip!


--


Kebesokkan paginya, sepasang mata terbangun akibat cahaya matahari yang masuk menusuk kedalam kamar, ia melihat didepannya masih ada seseorang dengan senyum kecil ia meraih tubuh itu agar selalu didalam dekapannya. Ia merasa hangat dan akan selalu hangat sesekali ia mengecup kening itu dengan lembut.


“Emhh..”


“Morning Zawjatii..”


“Morning too, habibi.”


Seperti yang sudah disepakati oleh keduanya bahwa mereka akan merubah nama panggilan yang tadinya Aisyah memanggilnya mas, ia ganti menjadi Habibi, sedangkan Tala yang tadi memanggilnya sayang, ia ganti menjadi Zawjatii.


“Apa sakit?”


“Hem, sedikit. Isyah mau kekamar mandi, habib. Boleh bantuin isyah?” Tala bangun dari tidurnya lalu menggendong humairahnya dan melangkah menuju kamar mandi, “lebih baik kita mandi berdua, seperti nabi Muhammad kepada para istrinya. Bagaimana?” Sedikit informasi jika mandi bersama pasangan suami/istri itu termasuk membangkitkan sebuah suasana harmonis dan romantic terhadap hubungan pernikahan. (Itu yang aku baca di kong gugle ya, karena aku juga belum sampai kestatus itu dan masih muda saya ey.)


Skip!


Selesai mandi bersama, Tala dan Aisyah bergantian mengeringkan rambut masing-masing menggunakan cara normal yaitu handuk, sisir serta kipas kecil agar cepat membantu mengeringkan secara alami.


Walaupun ada hairdryer didalam kamar mereka namun Aisyah menolak, karena itu akan merusak rambutnya. Ia tidak pernah menggunakan pengering mesin karena akan mengakibatkan buruk kepada rambut yang sudah kita rawat dari kecil sampai dewasa.


“Jadi selama ini kamu gak pernah ngeringin rambut pakai mesin itu?” tanya Tala saat sudah selesai mengeringkan rambut Panjang istrinya. “Tidak pernah sama sekalipun, karena isyah diajarin sama bunda seperti ini secara


alami sejak kecil jadi kenal hairdryerpun pas masuk SMK saja saat itu aku lihat mereka mengeringkan rambut mereka dengan alat itu setelah itu menggunakan vitamin rambut dan pelembab rambut agar tidak pecah dan itu sangat ribet menurutku.”


“Jadi bisa dibilang kamu kudet ya? Masih ada ternyata gadis yang gak tau hairdryer kek begitu?”


“Ada, contohnya isyah ya habibi.”


“Hem kamu benar Zawjatii. Oh iya habis ini mau pesan makan atau makan dibawah?”


“Sepertinya makan disini saja habibi.”


“Oke, biar habibi pesankan, mau makan apa Zawjatii?”


“Em, nasi goreng seafood sama jus stroberi dan susu segar satu.”

__ADS_1


“Baiklah, susu segar bukannya kamu punya?” tanyanya sembari menatap


kearah dada istrinya. Membuat Aisyah melipatkan kedua tangannya didepan


dadanya. “Jangan mulai mesumnya, habibi! Udah buruan pesan makanannya


Zawjatii-mu udah lapar.”


“Baiklah, habibi-mu ‘kan segera memesankannya, ditunggu ya Zawjatii.”


Dengan panggilan mesra seperti ini membuat keduanya menjadi dekat, menempel layaknya perangko dan lem serta nasi ke tangan. Keduanya telah berhasil membuat hubungan keduanya dekat selayaknya sepasang kekasih yang sudah lama bertemu dan berhubungan secara bertahun-tahun.


Selesai sarapan keduanya kembali rebahan diatas Kasur empuk mereka yang sudah rapih karena keduanya membersihkannya secara bersamaan tidak memanggil housekeeper hanya meminta bed cover yang baru tanpa dipasang oleh karyawan hotel tersebut.


“Nanti sepulang dari bulan madu, kita akan tinggal selama seminggu dirumah bunda dan ayah, seminggu di rumah mom and dad. Setelah itu kita akan pulang kerumah kita dan anak-anak kelak, ya Zawjatii.”


“Zawjatii, menurut saja habibi. Karena tugas istri satunya adalah selalu mengikuti suaminya dimana dan kapanpun dia berada, dan habibi mengajak zawjatii kemanapun, zawjatii akan tetap ikut dan nurut terhadap habibi. Asalkan satu saja jika habibi sudah tidak suka, sayang, atau tidak ada lagi rasa kepada Zawjatii, kuharap habibi kembalikan zawjatii kepada ayah dan bunda. Karena itu akan lebih baik dari pada habibi poligami dengan wanita lain.”


“Husttt! Jangan ngomong seperti itu, habibi saja belum menuntaskan syarat dari keluargamu, bagaimana bisa habibi pasrah menyerahkan sesuatu yang sangat sulit didapatkan oleh pria diluar sana. Habibi tidak akan meninggalkan Zawjatii karena habibi ingin hubungan ini kita bawa sampai tua dan akhirat menjemput kita berdua. Kamu adalah nyawaku Zawjatii.”


Cup!


Setelah itu keduanya kembali mengulang kejadian semalam dimana mereka mencari kenikmatan yang tinggi layaknya terbang ke surga.


“Ayo, sudah tidak ada yang tertinggalkan Zawjatii?”


Aisyah menggeleng pelan, “tidak ada, sudah semua kumasukkan kedalam koper ini habibi.” Ujarnya kemudian ia meraih tangan suaminya untuk di genggam erat olehnya sedangkan kedua koper mereka dibawa oleh salah satu bellboy yang sengaja Tala panggilkan membantu keduanya menaruh beberapa barang kedalam mobil jeepnya.


Sesampai disebuah rumah minimalis milik keluarga Abdullah. Aisyah langsung disambut oleh bunda dan ayahnya, karena memang mereka tidak pernah merasakan ditinggal oleh putrinya menginap lebih dari satu hari.


“Bagaimana sudah jebol?”


“Sudah bunda, tapi rapet lagi padahal Isyah gak pernah minum jamu atau obat-obatan.”


“Berarti itu kamu masih sehat dan akan selalu sehat. Udah gih, kamu istirahat saja di kamarmu, ajak suamimu yang sedang diinterigasi ayahmu.”


“Baik bunda.” Aisyah langsung melangkah mendekati arah suami dan sang ayah. “Oke bunda, isyah kekamar dulu ya. Habibi, ayo kita masuk kamar, kita harus istirahat setelah bergulat kata bunda.”


“Hah?!” serempak ayah dan Tala, namun tidak di hiraukan oleh Aisyah yang langsung menarik lengan kekar suaminya lalu membukakan pintu kamarnya yang ruangannya warna biru langit dan pink muda yang sangat pastel.


“Ini kamarmu?”


“Hem, ini kamarku sejak aku masih kecil dan sudah sebesar ini.”


“Lalu dimana kamar bayimu?”

__ADS_1


“Ada cuma sudah diisi dengan barang-barang yang tidak terpakai, ya bisa dibilang sebagai gudang.”


“Habibi mau liat album masa kecil isyah?” tanyanya yang langsung diangguki oleh suaminya, yang saat ini sedang duduk diatas karpet bulu dekat meja bulat kamar istrinya. “Boleh. Mana?”


“Ini dan ini, kalau yang ini foto saat aku masih bayi, tapi kalau yang ini saat aku udah umur 5 tahun sampai tahun sekarang.” Jelasnya sambil membuka lembaran buku album dihadapan suami. Ia hanya menatap dalam diam sosok pria yang sudah menjadi suaminya, ia sangat tidak menyangka bahwa ia akan menikah dalam usia yang masih muda dan melangkahi kedua abangnya.


“Kenapa? Habibi ganteng ya?”


“Iya ganteng banget saking gantengnya isyah gak bisa berpaling. Karena itu, kalau habibi keluar sendirian jangan bergaya seperti ini ya?”


Tala menatap sang istri dengan serius, isyah balik menatap wajah tampan itu, “memangnya kenapa?”


“Jika habibi berdandan seperti ini, isyah pasti akan terus menerus cemburu karena akan banyak tatapan dari wanita diluar sana menatap habibi. Jadi habibi harus merubah gaya habibi jika diluar.”


“Lalu habibi harus menggunakan apa?”


“Kacamata, kumis, dan rambut culun.”


Tala tersenyum mendengar bahwa zawjatiinya akan cemburu jika dirinya di tatap oleh wanita lain. “Baiklah, habibi akan mendengarkan permintaan pertama dari kesayangan zawjatii.”


“Alhamdulillah jazakallahukhoiroh. Cinta habibi sepanjang masa!” ujarnya sambil memeluk Tala dengan erat sampai dirinya tidak sadar bahwa isyah sudah duduk diatas pangkuan Tala dan kedua tangan pria itu juga sudah memeluk pinggang istrinya dengan erat.


“Pintu sudah dikunci?”


Aisyah bergumam, “habibi, boleh minta hak lagi kan?” dengan wajah memerah aisyah mengangguk, dan pria itu tak perlu lama lama ia langsung meraup benda merah ranum untuk ia makan dan icipi lagi.


Keduanya dihampiri dengan suasana yang cukup panas membuat nafas keduanya menerpa, lalu Tala berhenti sebentar sebelum melakukan hal itu ia mengecup kening istrinya dan sedikit berdoa. “Semoga Allah memberi kita


anugerah secepatnya ya.”


“Insya Allah, jika kita terus berusaha dan berdoa. Pasti akan diberikan anugerah yang hidup di perutku, bi.”


“Aminn, semoga do akita terkabul. Mari kita lanjutkan di atas.”


“Hem.”


--


Next..


Vote, Comment, Like, and Favorite.


See you! Thank you! Bye!


LOVE Rora~

__ADS_1


__ADS_2