
Happy reading! Jangan lupa kasih jejak di ceritaku ini ya!
Dikamar Aisyah, tiga gadis yang sudah membawa beberapa toples dan beberapa botol minuman sedang duduk di atas karpet bulu berbentu bulat berwarna hitam dan diatasnya ditindih dengan meja bulat kecil ditengah tengah.
“Jadi bang Gilang namanya?”
“Iya, dan dia salah satu orang yang pernah nolongin kita saat dikejar-kejar sama pensmu itu ca.”
“Oh itu loh bukannya dia bang Rio yang deketin ka Bina?”
“Bukan satu lagi ada yang posturnya sedikit mungil namun tinggian dia di banding ka Mara.” Jelas Mara. “Gilang, Namanya gilang, ca.” jawab ka Bina yang langsung diangguki oleh Aisyah sendiri. “Udah gak usah dibahas itu nanti aja, coba certain gimana bisa kamu deket sama cowo sedangkan kedua abang kamu selalu ngawasin kamu?”
Aisyah langsung duduk tegak dan menyondongkan wajahnya kedepan, “aku dan dia pertama kali di, Mall. Awalnya aku gak tau karena dia pakai baju polisi gitu dan aku kira di aitu satpam jadi aku nanya restoran gitu ke dia. Itu pertemuan pertama, pertemuan keduanya saat dia sengaja minta foto bareng sama ica di Mall juga cuma bukan di kota J melainkan kota D. Itu juga kita ketemu setelah aku terkenal.” Ceritanya. Membuat kedua kakak sepupunya benar-benar penasaran.
“Terus kapan lagi pertemuan ketiganya?”
“Pertemuan ketiganya, dia adalah teman dari pengantin pria yang nikah sama mantan kekasih bang Fariz. Aku sama bunda ayah datang ke sana, ica terpisah dengan bunda dan bertemulah dia sampai kita menukar nomer ponsel dan saling berchat hehe.”
“Maka dari situ kalian dekat.” Aisyah mengangguk, “lalu pria itu berniat ingin silahturahim dan secara gak langsung mau melamarmu?”
Aisyah mengangguk kembali. “Ya, seperti itu.”
“Terus kalian ketemu lagi kapan kok bisa bisanya bikin acara begini?”
“Kita ketemu kemarin di hari minggu pas aku sama keluarga lari pagi terus aku lagi beli abang telur gulung, dia datang ngedeketin aku dan disitulah dia berujar. Mau datang kerumah bilangnya sih silahturahmi tapi firasatku dia mau lamar, entah aku yang kege-eran atau gimana pokoknya begitu.”
“Lucunya.. Gemasnya..” serempak ka Bina dan ka Mara.
“Hehe, lusa dia datang..”
*Tring! *
Tring!
Suara pesan kedalam ponsel Aisyah berbunyi, saat gadis itu membuka layar kedua kakak sepupunya langsung menggeser duduk menyempiti adik sepupunya itu sambil membaca pesan yang masuk.
“Aku ingin tanya kepadamu, apa yang kamu suka dan apa yang kamu tidak suka?”
“aku ingin membawa sesuatu yang kamu sukai.”
“Uhhh, co cwitnya… cepat balas aku ingin tau balasannya.” Aisyah langsung mengetik kalimat dan mengirimnya kemudian langsung terbaca pesannya itu.
__ADS_1
“Aku suka buku, bunga dan aku suka barang-barang yang lucu.”
“Binatang kecil, semacam kecoa dan tawon. Lalu cerita yang mistis dan pembunuhan itu hal yang ku benci.” Send.
*Tring! *
Tring!
“Bunga apa yang kamu sukai?”
“Hanya itu yang kamu benci?”
“Aku menyukai bunga baby breath, matahari, daisy, lily, dan lavender.” Send.
“Baiklah, terima kasih sudah menjawab. Dan maaf jika aku mengganggu waktu senggangmu.”
“Hem, bukan masalah. Lagi pula aku juga lagi bersantai ria.” Send.
“Sendiri?”
“Tidak, dengan kedua kakak sepupuku, dan mereka sedang mengintip kita berchatingan.” Send.
Aisyah langsung dicubit pipinya oleh kedua kakaknya karena merasa dihianati. “Dasar bocil, mengapa kau mengetik seperti itu.” Ujar ka Bina, lalu melepaskannya, dan Aisyah langsung mengelus pipinya yang sepertinya memerah. “Memangnya kenapa? Terserah tangan dan otakku dong.”
“Bang, mengapa kau tersenyum sendiri?” tanya seorang gadis berusia 15 tahun yang tak lain adik sepupunya bernama Xenara. “Tidak apa, hanya sedang berbincang dengan calon kakak iparmu.”
“Apa benar kakak iparku artis pendatang baru itu? Yang disukai oleh seluruh dunia bukan?” tanyanya dengan binar di kedua matanya, dan mendengar itu para saudara -saudaranya yang kaum hawa langsung mendekatinya dan meminta ditunjukkan sebuah foto dirinya bersama Aisyah.
“Ayolah bang, tunjukkan foto kalian berdua. Aku tau kalian pernah bertemu.” Ujar kakak sepupunya bernama Ciara (26).
“Iya ayolah bang..” pinta dua adik kandungnya, mereka kembar bernama Sakura dan Suiren umur 18 tahun. Mengapa nama kedua adik perempuannya bernama jepang? Karena mommynya waktu melahirkan mereka di negeri Sakura dan momnya menyukai bunga bunga yang bernama jepang diberilah nama tersebut.
Sedangkan nama dirinya Gentala yang berarti pribadi yang kuat dan Tangguh seperti layaknya seekor naga. Adik keduanya bernama Sakura berarti kehidupan yang penuh dengan harapan juga masa depan yang cerah. Adik ketiganya bernama Suiren berarti melambangkan cinta dan kehidupan. Dan yang terakhir bernama Galen berarti ketenangan, berusia 15 tahun.
“Baiklah aku akan tunjukkan tapi jangan mengambilnya.” Gentala, pria itu langsung membuka gallery di ponselnya dan menekan folder yang diisi dengan beberapa foto gadis pujaan hatinya itu. Baru ingin menekan foto bersamanya, ponselnya langsung direbut oleh adik adiknya. Ia hanya bisa menghela nafas.
“Wahhh beneran ini Aisyah Putri Nada!!” pekik mereka membuat para orang tua menatap mereka. “Kalian berdua sangat maniss!! Huaaa aku iriii denganmu bang!!”
“Ada apa ini? Mengapa kalian berisik sekali?” tanya mommy Aluna, diikuti oleh para saudara lainnya. “Iya ada apa dengan kalian ini?”
“Mom! Look! Abang berfoto ria dengan ka Aisyah!”
__ADS_1
“Lihatlah betapa gemasnya mereka,”
“Sangat serasi.. aku cemburu.” Saut Sakura sambil mengembungkan pipinya.
“Cemburu dengan aisyah?” tanya Alexa sepupu lainnya. “tentu saja dengan abang genta. Betapa enaknya dia mendapati seorang gadis yang disayangi oleh seluruh orang didunia ini?”
“Ck. Lebay.” Ujar Galen diangguki oleh Shaka, Alvin, dan Harry.
“Syirik aja bilang.”
“Jadinya abang kapan lamar ka Aisyah?”
“Lusa, dan kalian semua harus ikut meramaikan acara, oke?”
“Oke bang, asal banyak makanan aja, kami mah bakalan anteng.” Jawab Alvin. Genta hanya mengangguk dan merebut kembali ponselnya yang berada ditangan para perempuan.
“Oke cukup, wah kalian. Benar-benar merusak pembicaraan kami.” Ujar Genta saat obrolan dirinya dengan gadis itu dibaca dan dibalas.
Ia membaca pesan baru yang dikirim oleh gadisnya. “kamu jam berapa lusanya? Aku dan bunda akan mempersiapkan semuanya termasuk makanan.”
“Mungkin siang habis sholat aku dan semua keluargaku akan datang berkunjung. Ah kamu tidak perlu mempersiapkan banyak makanan, jangan membuat dirimu kelelahan. Dan yang tadi maaf ponselku dibajak oleh adik-adik.” Send.
*Tring! *
Tring!
“Tidak apa, aku senang mereka menerimaku walaupun dari ponselmu, tala. Dan satu lagi aku tidak akan kelelahan karena ini hobiku memasak bersama bunda. Kalau begitu selamat malam. Dan ini waktunya makan malam, apa kamu sudah makan malam?”
“Syukurlah jika kamu bahagia, kalau begitu silahkan makan malam. Jangan tidur terlalu malam. Selamat beristirahat.” Send.
“Selamat malam juga.”
“Cie-cie.. yang lagi kasmaran serius banget sampai dunia milik berdua.” Ledek Xenara. “Yang lain pada numpang.” Lanjut Ciara.
“Diamlah kalian ini. Ganggu saja.” Gerutunya kemudian ia pergi dari ruangan keluarga ke kamarnya.
--
Next..
Vote, Comment, Like, and Favorite!
__ADS_1
SEE U!