
Happy Happy! Yap Yap!
Happy Reading semuanya.
Hari ini adalah hari ter-bad mood, karena para kucing yaitu majikanku dimalam hari ini sungguh menyebalkan, membuat diriku malas untuk beraktifitas yang tak lain menonton the sound of magic dan membuat susu.
Cukup curhatnya mari kita kembali kepada cerita kelanjutannya, jangan lupa tandai suka kepada cerita ini dan masukkan kedalam perpustakaan kalian ya. See you! Good Night everybody!
--
Hari ini Aisyah akan pergi bekerja dengan memainkan peran Natasya disebuah drama baru yang dibuat oleh om Gara. Ceritanya mengisahkan seorang perempuan yang beranjak dewasa mengejar cita-citanya menjadi seorang dokter namun cita-citanya harus ditelan karena sang kakek menyuruhnya menjadi seorang CEO dari perusahaan ibunya.
Aisyah menjadi peran kedua adik dari seorang peran utama, yang selalu dimanja dan dibebasi oleh kakeknya sampai ia bisa mengejar cita-citanya menjadi designer fashion. Sedangkan sang kakak yang bernama Aluna Natalie itu iri dengan Alena Natasya sang adik yang dibebaskan.
“Hari ini mendung, semoga tidak hujan.” Gumamnya memasuki mobil dengan dikendarai oleh sopir baru yang bang Izak dapatkan dua hari yang lalu kemudian manager juga baru bukan lagi abangnya namun kedua orang itu sangat tegas dan posesif sama seperti kedua abangnya.
“Sudah sampai, mari keluar nona.” Ujar pak sopir bernama Dali. Sedangkan managernya bernama ka Azzam. Pria itu seumuran dengan abang Izak dan bedanya ia sangat alim selalu berceramah jika ada satu kesalahan.
Pintu penumpang terbuka dan banyak sekali wartawan memotret gadis itu setelah keluar dari mobil. Aisyah mengikuti Langkah managernya sesekali ia berdadah ria didepan kamera. Kenapa ada wartawan? Karena drama yang saat ini dibuat dari novel berpenulis Nagara Pratama yang tak lain om Gara. Banyak yang menyukai penulisan novelnya maka dari itu banyak yang mencari berita dari pembuatan drama ini.
“Selamat siang semuanya?”
“Siang juga Aisyah, aku mau tanya apa benar kamu berperan menjadi adik dari peran utama wanita yang sangat manja dan bebas itu? Mengapa kamu tidak memilih menjadi peran utama wanita saja?” tanya salah satu reporter A.
__ADS_1
Aisyah tersenyum lalu menjawabnya, “awalnya memang aku ingin menerima tawaran peran utama wanita namun saat aku membaca keseluruhannya ternyata banyak scene kissnya dan itu tidak mungkin aku melakukan itu, jadi aku lebih memilih menjadi sosok anak manja dan dibebaskan untuk milih cita-cita, sampai diperan aku tuh aku anak bandel tapi ada tapinya, aku anak mandiri memiliki restoran sendiri tanpa sepengetahuan kakek dan kakakku. Itu aja yang membuatku memilih menjadi Natasya. Bukan Natalie.” Jelasnya yang diangguki oleh mereka (wartawan).
“Lalu apa kah disini kamu akan dipasangkan oleh seseorang?” tanya salah satu reporter B
Aisyah menggeleng, “tidak, disini Natasya hanya menyukai dalam diam kepada peran utama pria, yang akan berjodoh dengan kakaknya. Peran Natasya ini sebenarnya sangat mengalah, ikhlas, dan apa ya, seperti anak baik tapi berkedok anak bandel, bayangkan saja seperti itu.” Ujar Aisyah dengan sedikit tertawa.
“Apa kemungkinan drama ini happy ending atau sad ending?” tanya salah satu reporter C
“Yang aku tau happy ending untuk peran utama dan sad ending untuk aku? Hahaha aku gak tau, jadi tunggu aja, nonton dan dukung kami semua untuk bisa memperindah ah tidak membuat drama ini menjadi drama favorit kalian. Itu aja, cukup sekian dan terima kasih. Aku masuk dulu ya, itu ada yang datang kalian tanyakan saja pada kakak cantik itu.” Ujar Aisyah kepada peran utama wanita yang juga ikut tersenyum kepadanya, dan membalasnya menunduk hormat.
Setelah itu Aisyah masuk kedalam gedung diikuti managernya dan asisten yang sedari tadi sudah menunggunya didepan lobby gedung, “apa mereka sangat banyak bertanya?”
“Tidak, mereka hanya memberikan tiga pertanyaan dan aku cukup banyak memberikan jawaban yang mengungkit drama ini. Apa yang lain sudah datang semua?”
“Ya, dan banyak sekali yang menunggumu, termasuk kakek yang berperan di drama ini.” Balas asisten managernya bernama ka Aris.
“Benarkah? Siapa ya? Tunggu, jangan bilang..” ka Aris mengangguk, dan ting! Pintu lift terbuka dan menampilkan empat orang yang berada didelam lift yang tak lain pria peran utama dan sosok yang sedang dibicarakan oleh kedua orang itu.
Aisyah mengangguk hormat dan tersenyum ramah kepada empat orang yang berada di dalam lift itu. “Siang semuanya.”
“Ah siang Aisyah. Senang bertemu denganmu.” Ujar sosok itu dengan suara yang merdu dan sedikit tegas.
Aisyah mengulum senyuman dengan mata berkaca-kaca. “Senang juga bertemu dengan anda.” Melihat mata Aisyah berkaca-kaca membuat yang lain panik dan merasa khawatir, “ada apa aisyah? Mengapa kau menangis?” tanya ka Azzam, gadis itu menggelengkan kepala dan salim kepada sosok itu. “aku baik-baik saja, hanya terlalu senang bertemu dengan penyelamat hidupku.” Ujarnya dan menyeka air matanya yang jatuh ke pipi.
__ADS_1
Sosok itu menarik tangannya dan memeluknya dengan erat. “Uhh,, kakek sangat merindukanmu nak. Kamu apa kabar? Ternyata sudah sangat lama kita tidak bertemu, saat itu kamu masih umur 3 tahun bukan?” Aisyah mengangguk, “iya, dan kakek dulu masih sangat muda sekarang sudah umur.”
“Tentu saja saat itu kakek masih berumur 30-an dan apa kabar ayahmu? Apa dia masih bekerja atau sudah menganggur?”
“Hahaha, kakek mengapa dengan nada bicaramu, seperti memiliki dendam kepada ayah.”
“Tentu saja, karena dia sudah menghilangkan jejak cucu kesayanganku yang tiba-tiba tidak datang kembali di taman itu.” Mereka berdua asik mengobrol satu sama lain sampai mengabaikan orang-orang disekitar mereka. Azzam dan Aris saling melirik satu sama lain tapi langsung berwajah seperti semula.
Sedangkan dua pria ah tidak tiga pria yang menatap keduanya dengan tatapan berbeda, tentunya pria peran utama itu sedang menatap Aisyah dengan tatapan suka. Dan tatapannya itu terlihat dengan Azzam yang langsung berdeham menyadarkan pria itu.
Ehem!
“Ada apa ka?”
“Tidak apa hanya saja jangan terlalu lebar untuk tertawa, ingat perkataan dua abangmu nona.”
“Woahh,, kau sudah menjadi nona muda dikeluargamu? Bukankah kamu adalah tuan putri?”
“Aku memang tuan putri kakek, tapi dengan mereka aku dipanggil nona muda, entah kenapa menjadi seperti itu.”
--
Next..
__ADS_1
Vote, Comment, Like, and Favorite! Don't forget, i need your support guys! Girls!
Bye! Bye!