AISYAH

AISYAH
(73) AISYAH


__ADS_3

Happy Reading Semuanya!


Jangan lupa beri tanda ke ceritaku ya.


--


Plak!


Buk!


Uhuk!


Uhuk!


“Kau tau, kau cukup berisik. Kau sepertinya tau banyak tentang Mafia? Apa suamimu sudah menceritakan kisah masa lalunya?”


“Tentu saja, memang kau piker aku wanita bodoh yang menikahi pria tanpa tau asal usulnya dan menerimanya begitu saja? Aku juga bisa mencari tau semua musuh tentanganya. Kau jangan salah walaupun aku dikenal sebagai gadis lemah lembut, aku juga keturunan darah Abdullah. Kau pasti kenal siapa Abdullah bukan? Ya tentu saja kau tau, kan kau sendiri sahabatnya bukan begitu Wildan Austin?”


Deg!


“Kau..”


Seringai diwajah Aisyah mulai terlihat, Hani sedikit merinding melihat perubahan sahabatnya ini walau begitu tentu saja ia tau rahasia dibalik wajah lembutnya itu. Jika ada orang yang menggangu orang kesayangan gadis itu. Aisyah akan langsung bertindak walau tidak secara langsung.


Namun gadis itu cukup tau siapa sebenarnya Aisyah.


“Apa kau terkejut? Atau takut karena darah Abdullah, sahabat yang selalu membuatmu iri itu hidup dengan baik tanpa harus berusaha seperti dirimu? Hei, hidup semua orang berbeda beda jika sama kalian bukan orang lain melainkan saudara.”


Aisyah sengaja mengulur waktu walaupun wajahnya menjadi korban, begitu pula dengan Hani. Sampai kedua pria didepan mereka mengeluarkan senjatanya dan mengarahkan kearahnya. “Tidak, aku tidak akan takut dengan darah keturunan Abdullah, aku hanya heran mengapa pria itu memiliki cucu yang bodoh sepertimu.”


“Aku tidak bodoh, kau yang bodoh. Pria tua.”


Brak!


Brak!


Bruk!


“Turunkan senjatamu Wil! Musuhmu adalah diriku bukan cucu menantuku.” Ujarnya, kakek Damian baru saja tiba diikuti dibelakangnya oleh Tala dan Izak serta beberapa bawahannya.


1 jam lewat 30 menit yang lalu…


“Kita sebentar lagi sampai, tenanglah. Aisyah tidak sebodoh itu membiarkan dirinya di siksa. Pastinya mereka saat ini sedang beradu suara.” Ujar Izak yang sudah panas telinganya akan omongan Tala. Pria itu sungguh mengkhawatirkan istrinya namun Izak lebih khawatir kepada adik kecilnya.


“Tapi, tunggu. Kalian tau jika Aisyah bisa menjadi menyeramkan?”


“Apa maksudmu berbicara seperti itu? Adikku sangat manis kau tau itu.”

__ADS_1


“Tidak, maksudku, sifat dibalik wajah lembutnya. Aku merasa jika dia sedang kesal akan sangat menyeramkan.”


“memang.”


“Apa?”


“Dia cukup menyeramkan karena darah kakek mengalir juga di dalam tubuhnya.”


“Kakek? Siapa nama kakek kalian?”


“Abdullah, kau pasti tau tentang kakek Damian yang memiliki sahabat kecil bernama Abdullah, beliau adalah kakek kami, secara tidak langsung darah kakek kami mengalir tubuh kami. Hanya bunda saja yang tidak mengetahui hal berbahaya itu.”


“Jadi maksud kalian? Kalian adalah cucu dari mafia itu?”


“Hem, tapi kami dididik bukan untuk menjadi mafia melainkan sebagai orang biasa. Karena kakek tidak ingin cucunya hidup dalam gangguan. Namun ya.. banyak yang iri dengan kemampuan kami semua, pernah ada yang iri dengan kecantikan natural Aisyah sampai ada yang berniat untuk memperkosanya atas suruhan orang lain. Namun gagal. Aisyah lebih dulu menukarkan ruangannya kepada seorang pria.”


“Jadi wanita lain yang menjadi korban pemerkosaan itu?”


Izak menggeleng, “yang diperkosa orang yang menyuruh pria itu. Dia makan senjata sendiri.”


“Wah merinding.”


“Tapi kakek kami telah keluar dari dunia gelap setelah menikah dan ia langsung masuk kedalam sekolah kepolisian bersama teman teman lainnya.”


Tek!


Waktu sekarang…


“Kau datang juga akhirnya. Bagaimana ini? Jika kalian mendekat selangkah saja, kepala kedua gadis ini akan duar! Meledak. Kalian ingin melihatnya?”


Aisyah yang sedari tadi sibuk menatap tala tidak sadar jika tali yang mengikat tubuhnya telah terlepas sendiri. Kemudian ia menatap Hani yang juga sudah terlepas tali, “kau siap?” tanyanya dengan tanpa suara kepada sahabatnya yang langsung diangguki. “Siap.”


Aisyah secara perlahan melangkah lalu…


Hap! Ia menangkis senjata yang mengarah kearahnya dengan cepat ia mengalihkan senjata itu ke tangannya begitupun dengan Hani. “Kau lengah! Bagaimana ini? Senjata kalian sudah ditangan kami, apa kalian memiliki senjata lain?”


“Ba-bagaimana bisa?”


“Kalian mengacuhkan kami, kalian seharusnya tau banyak wanita yang tidak suka diacuhkan, ingat itu.” Balas Aisyah kemudian, membuka senjata itu dan mengeluarkan beberapa peluru yang masih tersangkut didalamnya.


Dan melemparkan senjata itu sejauh mungkin. Diikuti oleh Hani, sedangkan Tala dan Izak masih mengarahkan senjatanya sampai beberapa orang masuk menggunakan seragam polisi di pimpin oleh Samuel sahabat Gentala.


“Hanya dua orang? Dimana yang lain?”


“Mereka sudah ku ikat dibawah pam. Dijaga oleh anak buah Dean.”


“Oh oke, kalian kesana sekarang juga dan Sebagian tangkap dua orang jahat ini. Dengan liciknya ia menculik idola semua orang didepan khalayak! Dasar tidak berguna.”

__ADS_1


“Samuel? Kau adalah.”


“Aku apa? Ya jujur, kakek Abdullah adalah kakek angkatku, kau sudah salah cari lawan.” Jujur Samuel yang mengejutkan semua orang kecuali Aisyah, gadis itu seperti tau semua orang yang berhubungan dengan masa lalu kakeknya.


“Kalian akan kami tangkap dan untuk kalian berdua Aisyah, Hani. Kalian berobat saja lebih dulu, dan datang ke kantor polisi untuk menjelaskan apa saja yang pria ini lakukan kepada kalian.”


“Ada satu orang lagi, seorang gadis mereka berhubungan. Apa kalian melihatnya?”


“Maksudmu dia?”


Aisyah membulatkan kedua matanya, “dia- dia bernafas?” Izak menggelengkan kepalanya, “tidak, dia sudah tidak bernafas.”


“Yang membunuh pria tua ini setelah diperkosa langsung dibunuh sekali tembakkan tepat didadanya.”


“Padahal semua rahasia pria tua ini ada di gadis itu.”


“Haha, jadi kau tidak memiliki bukti bukan?”


“Tidak kau salah, aku memilikinya. Ada disini.” Unjuk Aisyah memperlihatkan flashdisk di kantong jaketnya.


Kemudian Aisyah ingin melangkah namun kedua kakinya terasa lemaspun langsung terjatuh, untung saja Tala sudah berdiri disampingnya dan memeluknya langsung, sedangkan Hani sudah dibantu jalan oleh Samuel karena kedua penjahat itu sudah ditangani oleh anak buahnya.


“Kau tidak apa?”


“Em lemas, kakiku serasa tak bisa digerakkan.”


“Baiklah aku gendong kamu ya. Aku tidak mau kamu semakin lemah.”


“Hem, makasih mas.”


Sedangkan Samuel sudah menerima flashdisk dari tangan Tala, kemudian pria itu menggotong Hani yang seperti akan jatuh pingsan. Dan benar saja baru sampai di ambulanc Hani langsung pingsan karena tidak kuat akan luka yang ia derita.


Begitupula dengan Aisyah yang juga langsung dilarikan kesebuah rumah sakit milik keluarga Frisky sahabat Gentala.


Sedangkan Izak dan kakek Damian langsung menuju kantor polisi untuk ditanyai beberapa pertanyaan. Menunggu kedua korban di obati sampai sehat, baru mereka akan langsung menghukum para penjahat tersebut.


Sudah dua hari sejak kejadian penculikan itu, dan sudah dua hari itu pula para penggemar yang mendukung Aisyah langsung berdemo dan meminta para hakim untuk memenjarakan penjahat itu seumur hidup atau kalau bisa hukuman mati karena sudah menculik dua orang dan mengerjakan gadis dibawah umur sampai diperkosa dan dibunuh tepat didadanya.


--


Next...


Vote, Comment, Like, and Favorite!


See you! Thank you! Bye!


LOVE Rora~

__ADS_1


__ADS_2