AISYAH

AISYAH
(27) AISYAH


__ADS_3

Happy Reading!


Sesampai di depan restoran, Aisyah dan yang lain menaruh helm dan melangkah masuk tapi Aisyah hanya melangkah disamping Rendi sedangkan Hani dengan Karin, entah mengapa ia merasakan gugup bertemu kembali dengan para teman SMKnya sudah empat tahun lamanya tidak berjumpa.


“Karin! Sini duduk!”


“Hai? Apa kabar Rima?” sapa Karin lalu memeluk Rima dengan balasan pelukan juga, “baik, dan kau apa kabar semakin berisi pipimu?”


“Tentu, aku mengunyah terus menerus, hai Hani? Rendi? Dan Aisyah!! Wahh artis baru yang sangat dicintai oleh dunia.” Ujarnya dengan semangat kemudian memeluk ketiga orang itu dengan ramah, terakhir Aisyah ia memeluknya dengan ramah malah sangat ramah. Aisyah tersenyum karena memang sejak sekolah Rima selalu suka memeluknya walaupun tubuhnya kecil.


“Apa kabar Rima?”


“Alhamdulillah baik, foto dulu yuk. Kamu semakin cantik aja sumpah pangling?” ujar Rima lalu Aisyah dengan siap membuka maskernya membuat para pelanggan yang lain langsung heboh. Rima memeluk Aisyah dan meminta difotokan oleh Rendi.


Keduanya bergaya sampai yang awalnya berfoto dua orang berujung semua orang teman cewenya. “Niat awal foto berdua kenapa lo lo pada ngikut sih!” protes Rima, “ye kan kite-kite juga mau ikutan. Lumayanlah foto bareng teman sekaligus artis terkenal.” Ujar Juli.


“Dasar, kan nanti bisa.”


“Sumpah ya si Isyah makin kalem makin cantik,” celetuk pemuda bernama Yudi. Bahunya langsung digeplak, “terus gua juga makin cantik dong kan aku kalem mas.” Goda Juli membuat Yudi bergidik ngeri, “gila lo.”


“ck. Yudi!!!”


Aisyah ditarik oleh Karin dan Hani untuk menjauh dari perkumpulan itu sampai ke empatnya duduk di meja kosong dekat jendela kaca. “Sumpah engap banget duduk didekat mereka.” Kata Karin dengan mengipaskan wajahnya dengan buku menu.

__ADS_1


“Memang ya liat Aisyah kok pada heboh sih, gua aja biasa aja.” Ujar Hani santai.


“Ya itu kan lo han, dia teman lo, sahabat lo, kita juga udah sering main sama Aisyah jadi kelihatannya biasa aja tapi gitu-gitu lo bangga kan punya teman terkenal baik dan ramah pula.” Hani mengangguk setuju dengan ucapan Rendi.


Tak lama pelayan wanita datang menghampiri meja mereka saat ia bertatapan dengan mata Aisyah yang tersenyum dan memanggilnya, ‘ka’ tanpa suara. “Permisi ada yang bisa dibantu?”


Rendi bingung begitu Karin, “kami gak manggil kok..”


“Aku yang panggil, aku lapar mendengarkan debatan kalian. Makan dulu nanti dilanjutin debatannya. Ka aku mau pesan mie seafood kuah gak pedas satu, minumannya strawberry juice ya kasih float diatasnya. Kalian mau pesan apa?” tanya Aisyah yang langsung ditulis pesananya oleh kaka pelayan itu.


“Aku nasi goreng seafood.” Ujar Karin lalu disauti oleh Rendi, “dua ka. Minumannya es jeruk aja.”


“Es jeruknya dua ka, Han lo mau makan apa?”


“Baik, ada tambahannya ka?”


“Syah biasanya lo beli air mineral? Gak beli?” gadis itu menggeleng lalu ia mengeluarkan ponselnya dari tas selempang coklatnya, “udah itu aja ka, gak ada tambahan.”


“Baik ka, tunggu pesanannya selama 20 menit ya.”


“Baik ka. Makasih.” Ujar Karin lalu diangguki oleh pelayan itu sampai tidak ada yang tau dibelakang pengunjung pelayan itu berteriak lalu melompat-lompat entah mengapa dia bangga dengan sendirinya karena sudah melayani Aisyah idola yang ia sayangi semenjak gadis itu menjadi peran Nadine di dalam drama.


“Jangan gila kamu, buruan balik kerja.” Omel sang bos membuat dirinya mengangguk, sedangkan rekan kerjanya hanya bisa menggelengkan kepala karena memang mereka tau betapa sukanya teman mereka dengan gadis kecil itu.

__ADS_1


“Syah, hari ini lo gak ada jadwal?”


Aisyah menggelengkan kepala, “sore sampai malam kosong kalau besok beda lagi penuh padet.”


“Kalau begitu habis dari sini gimana kalau kita ke Mall? Gua kangen foto bareng kalian di teamzone.” Ujar Karin yang langsung disetujui Aisyah, “boleh aja, mumpung jadwal kosong hari ini kita puasin main tapi jangan pulang malam ya, pagi subuh aku harus kerja lagi.”


“Pagi banget?” Rendi melotot kearahnya sedangkan Hani diam disamping pemuda itu. Karin merangkul aisyah dengan sayang. “Pasti lelah, tapi kamu harus semangat.”


Aisyah tersenyum mengangguk balas Karin. Kemudian menatap Rendi dan menjawab. “Iya soalnya lokasinya lumayan jauh,”


“Syuting?”


“Iya, film.”


“Cinta Sejati itu ya? Tentang dimana anak magang yang baru jadi karyawan tetap punya calon suami yang tak lain atasannya. Uhh bayangin aja gemes. Nonton yuk kalau filmnya udah tayang.” Ajak Karin. Diangguki oleh Hani dengan semangat. “Boleh banget. Ayo gua mah.”


“Ren, ikut ya. Kita tonton acting sahabat kita didalam film ih pasti gemes.”


“Hahaha, gua mah ngikut ajar in. ajak mantan seminggu lo itu.” Dibalas delikan Karin kearahnya, “sialan lo Ren!”


--


Next..

__ADS_1


Vote, Comment, Like, and Favorite!


__ADS_2