AISYAH

AISYAH
(46) AISYAH


__ADS_3

Happy Reading!


Happy Happy Viruz!


Mereka berbarengan keluar dari lift dan masuk kedalam ruangan baca naskah, tempat Aisyah disamping kursi kakek Bisma dan disamping pria utama juga yang bernama Geovano Muhammad, pria keturunan turkey dan kanada itu mengulum senyuman karena senang mendapati bahwa gadis yang sudah ia incar duduk disampingnya.


Sampai kakek Bisma melihatnya ia langsung mengalihkan pendangannya. “Aisyah, apa boleh lusa nanti kakek datang kerumahmu?”


“Lusa? Kakek tidak sibuk?”


“Tidak, kakek ingin bersilahturmi apalagi sebentar lagi bulan puasa.”


“Boleh, nanti aku akan mengatakan kepada bunda dan ayah. Kakek apa aku boleh minta nomor ponselmu?”


“Tentu saja, tentu boleh, malah sangat boleh. Kemarikan ponselmu biar kakek yang mengetik nomor.” Kakek Bisma mengambil ponsel gadis itu lalu mengetiknya dengan cepat kemudian menekan tombol hijau sampai ponsel yang berada dikantongnya bergetar. “Dah, kakek sudah menyimpannya. Simpan nomor kakek.”


Kakek Bisma mengeluarkan ponselnya dan mengetik nomor Aisyah dengan nama ‘Tuan putri cucuku’. Sedangkan Aisyah memberikan nama, ‘kakek penyelamatku’.


“Selamat siang semuanya! Apa semuanya sudah datang? Maafkan saya yang terlambat datangnya karena ada sebuah kecelakaan didepan toko roti Mikael.”


“Ah tidak apa tuan Gara, kami memaklumi.” Ujar kakek Bisma yang memang paling tua didalam ruangan ini dan Aisyah adalah gadis yang paling muda diruangan tersebut. Om gara mengangguk lalu menunduk hormat kemudian tersenyum manis kepada Aisyah. “Selamat siang Aisyah.”


“Siang juga om.”


“Mari kita mulai sekarang juga, dimulai dari perkenalan dari semuanya kemudian kita mulai.” Ujar om Gara lalu beliau duduk dikursinya dan membuka naskah dihadapannya. Aisyah mulai mengeluarkan ekspresi manja dan gemasnya sampai semua orang menahan tawa akibat acting gadis itu.


In Stage.


“Uhh kakek, apa benar aku diperbolehkan menjadi designer?” tanyanya dengan suara manjanya membuat kakek Bisma mengulurkan tangan kirinya kemudian mengelusnya dengan lembut, “tentu saja, apapun yang cucuku minta kakek akan berusaha memberinya apalagi kamu adalah tuan putri kami.”

__ADS_1


“Lalu kalau aku tuan putri, kakak apa?”


*“Kakakmu adalah ratu? Karena itu ia harus melanjuti pekerjaan daddy dan mommy-mu.” Ujarnya dengan jelas membuat natalie yang berdiri dibalik tembok pemisah ruang keluarga dengan kedua tangan yang mengepal entah mengapa kakeknya selalu membuat dirinya menjauh dari adik kesayangannya itu walaupun dia selalu merasa iri. *


“Huh, seandainya mom dan dad masih bersama kita, kakak pasti tidak perlu bekerja keras seperti ini kek.”


“Ya, itulah nasib dari sang pewaris utama, apalagi daddymu itu selalu keras kepala yang tidak mau memiliki anak laki-laki dalam keluarga ini jadi jangan salah kan siapapun.” Natasya menganggukkan kepala, “kakek, coba ceritakan bagaimana dad melarang mom hamil dulu setelah aku lahir?”


“Setelah kamu lahir banyak sekali yang harus dipikirkan oleh dad dan kakek, pertama ibumu pendarahan, kedua kamu tidak menangis, ketiga ibumu kritis sampai koma, dan keempat kamu harus tinggal dulu di kotak incubator karena tubuhmu yang sangat kecil.”


“Maka dari itu dad lebih memilih mom tidak hamil lagi karena trauma akibat aku lahir?” tanya Natasya yang diangguki oleh kakek. Sampai suara Langkah terdengar.


Tap!


Tap!


Tap!


“Ya.” Singkatnya. Natasya memutar otaknya, “kakak aku habis membuatkan masakan kesukaanmu apa kau mau mencobanya atau menyicipinya sedikit saja?” tutur Natasya dengan mata berbinar namun jawaban sang kakak membuat tatapannya meredup. “Tidak perlu, aku harus segara pergi karena ada meeting dengan klien, aku berangkat assalamu’alaikum.” Ujarnya kemudian berlalu namun baru saja melangkah dua Langkah suara tegas kakek menghentikannya.


Kakek tidak bisa melihat sang tuan putri cucunya menangis ia langsung, “telat sedikit tidak apa, lebih baik kau menyicip masakan adikmu atau sebaiknya menjadi bekal untukmu Natalie.” Ujarnya membuat Natasya kembali berbinar lalu mengangguk menyetujui ucapan kakeknya, “benar ka, tunggu bentar akan aku taruh di tempat bekal setelah itu kaka bisa pergi berangkat.” Ujar Natasya dengan berlari sedikit kearah dapur kemudian kembali keluar dengan dua tas berisi bekal makanan yang ia buatkan untuk kakaknya.


“Ini yang berwarna maroon milik kakak dan yang berwarna hitam untuk klienmu, siapa tau mereka menyukai masakanku.” Ujar Natasya yang langsung diangguki oleh Natalie dengan kedua tangan yang langsung menepuk pucuk kepala adiknya, “terima kasih.”


“Sama-sama! Hati-hati kakak.”


“Tolong jangan mengebut ya pak.”


“Siap nona.”

__ADS_1


Dunia nyata diruangan baca.


“Wahh kamu sangat pintar Aisyah, serasa saya sudah melakukan shooting di tempat.” Puji om Gara diangguki yang lain.


“Hehe, om bisa saja, aku jadi malu.”


“You good, jika ada waktu apa kita bisa berbicara santai?” ajak Geo kepada Aisyah membuat semua orang membulatkan mata mereka, karena mereka memang tidak menyangka jika artis bernama Geovano ini mengeluarkan suara lembut kepada seorang gadis, yang mereka tau bahwa pria itu terkenal ketus dan angkuh.


Aisyah dengan senyuman ramahnya, “tentu, bicara santai adalah hal yang baik, kita juga bisa mengajak yang lain. Kakek apa kamu akan ikut?” tanya Aisyah dengan polos membuat pria itu melongo mendapatkan jawaban dari gadis itu, berbeda dari yang lain. Jika gadis lain pastinya gadis itu akan menerimanya dengan senang hati tanpa mengajak yang lain sedangkan ini?


“Tentu saja, kamu kabari kakek saja jika waktu berbicara santaimu dengan Geo. Mungkin yang lain juga ingin ikut.” Ujar kakek memprovokasi agar Aisyah mengajak yang lain membuat Geo menatapnya dengan kesal.


“Baik, mari kita selesaikan baca naskah kita, dan kita akan melakukan syuting dibulan puasa yang berarti kita akan sahur bersama dan buka bersama jika waktunya cukup kemungkinan kalian bisa buka puasa bersama keluarga atau waktu sahur. Apa ada yang keberatan?”


Semua menggeleng tanda tidak ada yang keberatan sampai mereka langsung melanjuti membaca naskah sampai bab terakhir yang dimana Natasya dan Natalie hidup dengan masing masing setelah menyelesaikan masalah dalam keluarganya, Natalie menikah dengan pria yang dijodohkan sedangkan Natasya melanjuti pendidikannya di luar negeri mengikuti sang kakek yang ingin tinggal diperdesaan.


“Baik selesai, silahkan kita berfoto terlebih dahulu untuk Ariana, Aisyah, Geovano dan Kakek Bisma. Dan selanjutnya peran figuran lainnya yang berdiri dibelakang peran utama tak lupa dengan senyumannya.


“Oke bagus, terima kasih atas meluangkan waktu untuk kami!”


“Hati-hati dijalan!”


“Terima kasih atas kerja samanya.” Ujar para artis kepada staf yang melakukan kerjaannya yang melebihi mereka.


--


Next..


Vote, Comment, Like, and Favorite! Hsppy Happy Yap Yap!!!! BYE! SEE YOU ALL!

__ADS_1


__ADS_2