
Happy Reading Semuanya!
Semoga suka ceritaku dan kasih tanda like ya.
--
Aisyah dan Gentala sudah berpindah tempat, karena cukup pegal untuk mendengarkan omelan dan beberapa kemarahan dari istri pamannya yang kesal dengan putrinya itu. Mereka berdua beralih mendekati teman-teman Gentala yang sedang minum jus disamping prasmanan pasta.
“Wihh pengantin baru akhirnya datang ketempat kita juga.” Ledek Damon. “Tau nih, kita udah lelah berdiri nunggu kedatangan kalian, by the way congrats for your wedding. Doain diriku selanjutnya.”
“Thanks udah datang, dan ya doa memberkatimu.” Ujarnya kepada Frisky yang non-muslim. “Amin semoga ka Fris mendapatkan jodoh yang sesuai dan sepadan dengan keinginannya.” Tutur Aisyah lembut membuat semuanya ikut tersenyum dan mengamininya.
“Lalu kalian akan bulan madu?”
“Hem kurang tau, hanya satu bulan kami cuti karena setelah itu kami akan disibukkan dengan pekerjaan kami.” Ujar Tala diangguki oleh Aisyah. Kemudian tatapan gadis itu beralih kearah wanita sebaya suaminya, “em, kakak ini siapa?” tanya aisyah bingung membuat Tala dan yang lain menoleh.
“Oh ya, mas lupa memperkenalkannya, dia teman mas Namanya Chelsea, dan Chelsea kenalkan dia istriku, Aisyah.” Ujarnya membuat Aisyah tersenyum, “salam kenal ka Chelsea?” ujarnya sembari mengulurkan tangan dengan semangat.
“Hem, salam kenal. Congrats for your wedding.” Ujarnya tanpa mengulurkan tangannya. Membuat Tala menggeram kesal karena tangan istrinya diabaikan, “saya kecewa dengan tingkahmu, Chelsea, sangat kekanakkan. Ayo sayang, mas akan memperkenalkanmu dengan anggota keluarga mas yang lain yang belum kamu lihat saat acara lamaran.” Ujar Tala mengajak sang istri meninggalkan keempat temannya Ah tidak maksudku berlima bersama Dean.
“Kau memalukan chel.”
“Jika kau masih memiliki perasaan itu jangan harap kau bisa hidup tenang. Karena dibelakang gadis itu banyak yang menjaganya.”
“Ayo kita makan, ayo Dean. Kita tinggalkan wanita tidak tau diuntung ini.” Ujar Samuel sembari merangkul bahu Dean meninggalkan wanita itu yang sedang mengepalkan kedua tangannya disamping tubuh lekuknya.
Perubahan raut wajah Chelsea terlihat dimata bang Izak yang langsung membisikkan sesuatu kepada abang dan Bima sambil menunjuk kearah wanita itu. “Sepertinya dia menyukai adik ipar kita, kita harus jaga-jaga dan melindungi adik kesayangan kita dari marabahaya wanita itu.” Ujarnya yang langsung diangguki oleh yang lain.
“tenang saja, abang sudah menyuruh Rio untuk mengawasi wanita itu. Kau suruh pengawalmu menjaga dari jarak jauh Aisyah saat ia syuting nanti.” Izak mengangguk paham, kemudian bang Fariz menatap Bima, “kau juga, bim.”
“Serahkan sisanya kepadaku.”
“Ya kami akan menyerahkanmu diakhirnya. Kau pembersih sampah seperti wanita itu.”
__ADS_1
“Ehem! Sebenarnya keluarga Alexander juga bisa membantu kalian, jika ingin bersih tuntas ke ujungnya.” Ujar Xander diangguki oleh Kevin. “Jika kalian mau silahkan, itu juga akan meringankan kerjaan kami bertiga.” Ujar bang Izak dengan senyuman lebarnya.
Sampai Bima yang sedang duduk menatap sekeliling menatap satu persatu keluarga wanita namun ia tidak bisa menemukan batang hidung mungil yang cukup mengganggu pikirannya terakhir ini.
“Cari siapa kamu bim?” tanya Izak kepada ayah satu anak disampingnya. “ah bukan siapa-siapa.”
“Yakin bukan siapa siapa?” bisik seseorang tepat di telinganya. Bima langsung terkejut dan menoleh kearah belakang, “astaghfirullah. Ngagetin aja. Dari mana?” tanya Bima kepada gadis yang tak lain Ciara dengan gaun indah yang terlihat di tubuh mungilnya itu.
“Dari tadi aku ngobrol bersama adikmu, aku sedang belajar untuk menutupi diriku dengan jilbab mungkin?”
“Lalu mengapa kamu masih memakai gaun seketat ini?”
“Hari ini terakhir, aku harap besok jika kita bertemu kamu sudah jatuh cinta ya kepadaku.” Godanya membuat yang lain pada bersorak ria. “Wihh hebat lu bim, belum cerai aja udah dideketin gimana jadi duda?”
Ledek para saudaranya dan Ciara hanya mengulum senyuman, “selamat menikmati godaan para saudara ya, mas Bima. Aku beb Ciara mau isi perut dulu, dah..”
“Cie ciee… mas Bima.. Beb Ciara!!” ledek Xander. Membuat kedua telinga pria itu memerah diperhatikan oleh semua keluarganya dengan tertawa diwajah mereka semua namun tidak satu orang yang tak lain mbak Mila. Dia hanya bisa menggigit bibirnya dengan menahan kesal. “Ternyata kau sudah ada yang baru, apa ini karma untukku yang sudah menyakitimu?”
“Tidak ada apa-apa, hanya pegal, dan lapar. Kita makan yuk.”
“Ayo, sejak tadi mas sudah mengajak kamu makan, tapi tetap mau makan eskrim.”
“hehe, habisnya menggoda si eskrimnya. Ayo aku mau makan nasi goreng seafood oh iya kita makan berdua aja, aku mau ngambil pasta juga.”
“Lagi?” Aisyah hanya membalasnya dengan cengiran manisnya membuat Tala menggeleng kepala saja. “Ya sudah ayo.”
Waktu sudah berjalan cukup cepat, hari ini sudah seharian mereka berpesta di Villa milik keluarga Abdullah dan banyak kamar yang ditempati oleh para keluarga sedangkan beberapa keluarga ada yang tidak dapat kamar lebih memilih tidur di ruangan keluarga atau ruangan perpustakaan.
Begitu pula dengan keluarga Alexander yang langsung memutuskan akan menginap di Villa tersebut, para wanita akan tidur didalam kamar sedangkan para pria tidur di ruang kekuarga.
“Senangnya jika semua keluarga berkumpul seperti ini, rasa bangga selalu menghampiri.” Celetuk Daddy Peter. Yang diangguki oleh semua keluarganya tanda setuju, mereka sangat suka keramaian yang dibuat oleh para anggota keluarganya.
Sampai ada salah satu pelayan datang mendekati mereka semua, “Permisi, tuan nyonya, didepan ada seseorang pria yang berkata kerabat dari mendiang tuan besar Abdullah.” Tuturnya membuat kakek Bisma mengernyit, “kenal dengan kakak saya bi?”
__ADS_1
“Iya tuan.”
“Ya sudah suruh masuk saja coba.”
“Baik tuan, permisi.”
“Siapa kira-kira?”
“Ada satu orang yang sedang om pikirkan, hanya dia yang dekat dengan keluarga Abdullah. Jangan bilang dia?” ujarnya ngegantung sambil menatap kearah daddy Peter yang menatapnya bingung, belum daddy bertanya suara yang sangat tidak asing terdengar.
“Wah kalian sedang punya acara tapi tidak menungguku? Benar-benar jahat ya kalian!”
“Ayah?”
“Ka Damian? Benar kau ka Damian?” tanya kakek Bisma kepada sosok paruh baya itu yang langsung tersenyum kepada pria yang umurnya tak jauh dibawahnya. “Kau Bisma? Wah kau sudah tua juga! Kemarilah!” ujarnya sembari merentangkan kedua tangannya, bukannya menghampiri Bisma langsung bertanya, “Ah sepertinya kakak
belum berubah sejak dulu, apa kau sudah mandi setelah melakukan hal menjijikan bersama wanita diluar sana?”
“Ah! HAHAHA! Kau selalu saja seperti itu, baiklah dimana kamar mandinya? Aku sudah sangat lengket dengan hasil keringat.” Ujarnya yang langsung dibantu oleh pelayan yang dipanggil oleh Bisma. Kemudian melanjutkan melangkah kedalam menuju kamar tamu.
“Dasar aki-aki, udah tua bukannya tobat masih aja main wanita. Gak sadar umur ck.ck.” decak Bisma membuat daddy Peter hanya terdiam, ia tau apa yang membuat ayahnya itu berubah menjadi benci wanita diluar sana. Tapi anehnya ayahnya itu tidak pernah mau menyakiti wanita yang tidak ia kenal, ia hanya menyakiti wanita yang berhubungan dengan kematian ibundanya.
Keluarga yang hanya ayahnya saja yang tau. Dia tidak tau. Ayah merahasiakan semuanya demi kebahagiaan hidupnya bersama keluarga.
--
Next...
Vote, Comment, Like, and Favorite.
See you! Thank you!
Bye!
__ADS_1