
Happy Reading Semuanya.
Jangan lupa beri tanda like ya.
Support aku juga ya.
-
Di ruang makan, Aisyah melayani Nadhira seperti ia melayani putrinya dengan senyuman lembutnya ia berkata. “Makanlah yang banyak, ummi tau kamu jarang makan karena pekerjaanmukan?”
“Em, iya ummi. Terima kasih atas makanannya.”
“Ya, silahkan dimakan jangan lupa baca doa ya sayang?”
“Iya ummi. Semuanya terima kasih atas makanannya.”
“Sama sama kakak Nadhira hehe. Akhirnya Lesya punya kakak perempuan juga akhirnya.”
“Hei, nadhira ini seumuran dengan adikmu, tetap kamu yang menjadi kakaknya.” Omel Kazy yang langsung membuat Lesya cemberut. “Sudah makan cepat, katanya mau main petasan?”
“Loh dibolehin?”
“Boleh, sekarang tapi. Jika kalian makannya cepat 10 menit boleh main petasan tapi jika lewat dari 10 menit baba
akan berubah pikiran dan menyembunyikan petasan tersebut.”
“Loh kok gitu.”
“Mau gak?”
“Mau lah masa ngga.” Ujarnya yang langsung membuatnya makan lahap tanpa ada yang bisa dihentikan. Jika dihentikan gadis itu akan tersedak.
Baba hanya bisa menggelengkan kepalanya, walaupun umur putrinya sudah 24 tahun namun sifatnya masih penuh dengan kekanakan, ia sedikit khawatir apakah akan ada pria yang mau menerima putrinya yang bocah ini?
“Baba tidak perlu khawatir, putri baba pasti sudah ada yang punya.” Ucap Lian yang seperti biasa sangat tau apa yang ia khawatirkan, “Benarkah? Sayang kamu sudah memiliki sosok pria idaman itu?”
“Bukan pria idaman tapi pria congkak. Yang hanya ingin duitnya saja.” Ujar Lian kembali membuat Lesya cemberut karena diungkap semua persembunyiannya. “Putuskan saat ini juga! Baru kekasih masa sudah tidak punya modal begitu dalam hidupnya, jangan bilang dia menggunakan uangmu untuk bersenang-senangnya?”
Lesya semakin menunduk, “lesya juga ingin putus dengannya ba, Cuma dia selalu mengancam lesya dengan satu
ancaman.”
“Memangnya apa ancamannya?”
__ADS_1
“Akan diteror terus menerus selama Lesya hidup ba, dia juga akan membunuh lesya sambil menondongkan senjata tajamnya kearah leher lesya.”
“Astaghfirullah, mengapa bisa seperti itu nak?” tanya ummi yang terkejut akan kehidupan putrinya. “Aku gak tau ummi, awalnya dia orangnya baik tapi entah mengapa ia berubah. Aku ingin menduga tapi takut suudzon.”
“Siapa yang kamu maksud?”
“Aku punya teman ka, namanya Maria, dia baik tapi saat itu saat aku tidak ada didekatnya dia mencoba mendekati kekasihku dan membuat pria itu berubah. Mungkin dari ucapan yang Maria ucapkan kepada Lezi ini membuat pria itu berubah.”
“Coba sebutkan nama Panjang Maria dan Lezi, ka.” Ujar Nadhira yang langsung mengeluarkan ponselnya tak lama ia mengetik nama yang sudah disebutkan oleh Lesya.
“Maria Putiana dan Arialezi Michael. Kamu akan melakukan apa?”
“Aku hanya ingin mencari tau asal usul mereka, nah dapat, maria gadis ini berusia 25 tahun benar?” Lesya mengangguk, “Apa orangnya ini?” unjuk Nadhira memperlihatkan foto gadis berdandan boldnya.
Lesya mengangguk, “Iya betul, kok bisa ketemu?”
“Dia adalah gadis yang banyak korbannya untuk mendapatkan kekayaan dari pria seperti Lezi. Lezi hanya dimanfaatkan olehnya untuk mengambil harta milikmu, ka.”
“Benarkah? Ya ampun kenapa dia seperti itu?”
“Hidup awalnya ia hanya anak miskin yang tiba tiba menjadi kaya, karena ayahnya supir dari orang kaya lalu ibunya pembantu rumah tangga namun ada yang janggal disini. Mengapa supir dan pembantu bisa tiba tiba menjadi kaya?”
“Seperti film Parasite.”
“Masya Allah, ada ada saja orang seperti mereka. Serakah sekali.”
“Dan Lezi, pria ini memang terkenal baik namun setelah kenal dengan Maria otaknya dicuci dan dimasukkan beberapa kata yang membuat Lezi ini obsesi kepada Lesya agar kakak tidak meninggalkannya. Aku lihat pria ini sedang berada didepan rumah kamu sekarang. Bersama Maria.”
“Ngapain mereka kemari?”
Nadhira menggelengkan kepala, “aku tidak tau, hanya dua kemungkinan, maria yang menyuruhnya datang kemari, atau Lezi yang ingin minta bantuan kepada kalian. Itu saja.”
“Apa Lezi bisa tersadar akan semuanya?”
Nadhira menggeleng kepala, “aku tidak tau karena aku bukan dokter. Hanya saja kebanyakan orang yang meminum obat penghilang ingatan ini akan sedikit menyakitkan jika dia tidak diberi langsung penawarnya. Bukan seperti itu ka kazy?”
“Ya, benar apa yang diucapkan oleh Nadhira. Azkar, tolong minta bantuan kepada temanmu yang professor itu untuk membuat penawar obat penghilang ingatan. Di zaman sekarang penawar tersebut belum ada. Jadi aku ingin memilikinya beberapa untuk kekasih adikku.”
“Buat dia sadar akan semuanya ka. Aku tidak peduli jika ia bukan lagi kekasihku. Yang aku inginkan Maria ditangkap dan Lezi selamat dari jeratan gadis itu.”
“maria sudah tidak gadis lagi ka, dia sudah diperkosa oleh ayahnya sendiri karena ayahnya haus kenafsuannya.”
“Dunia benar benar sudah menggila.” Gumam Lian lalu ia membuka pintu rumah dan melihat didepan gerbang rumahnya sudah berdiri Lezi dengan membawa senjata tajam. “Siapa kau?”
__ADS_1
“Dimana Lesya. Dan kau siapanya?”
“Aku kekasihnya, kau ingin membunuhku?” tanya lian yang langsung mempersilahkan Lezi untuk masuk tak lama Maria juga keluar dari mobilnya untuk ikut masuk namun sebelum dia sampai digerbang, lian sudah lebih dahulu menguncinya. Kemudian menutup gerbang itu serapat-rapatnya.
“Hey! Aku juga ingin masuk! Buka pintunya sialan!”
Lian hanya diam, kemudian melihat Lezi yang masih menatap sekeliling tak sadar jika Lian sudah berada dibelakangnya dan memukul tengkuk lehernya sampai dia pingsan. Kedua abangnya membantunya menggotong tubuh pria itu. Sampai diruang tamu. Mereka membaringkannya disana.
“apa benar dia tadi membawa senjata tajam?” lian mengangguk, “benar ummi. Jadi lian minta ummi dan ka Lesya tunggu dikamar saja. Ini urusan lelaki.”
“Lalu nadhira, memang perempuan tapi kami membutuhkannya.” Jelas Lian yang langsung diangguki oleh umminya.
“Tenanglah, kekasihmu pasti akan baik baik saja.”
Tinggallah, Nadhira, baba, Lian, Khalid, Kazy dan Azkar. “Apa yang harus kita lakukan sekarang?”
“Katakan kepada professor itu untuk masuk melalui jendela saja. Karena kemungkinan wanita itu akan berjalan melalui pintu belakang.”
Azkar mengangguk, kemudian Nadhira mencari bantuan dari Mario. “halo ka? Bisakah kamu membantuku?”
“Cari orang yang bernama Alexius Frans dan Angela Depilka. Tidak aku hanya membutuhkan mereka. Lalu tangkap mereka dan cari bukti buktinya.”
“Putri mereka sudah mengganggu hidup ka Lesya.”
“Dia adik dari ka Khalid. Calon suamiku.” mendengar itu Khalid langsung mengulum senyuman karena bangga dengan dirinya yang dianggap calon suami oleh gadis yang ia cintai itu.
“Sudahlah nanti saja ceritanya. Sekarang sedang urgent ini. Baik aku tunggu.”
“Siapa Alexius? Angela?”
“Dia kedua orang tua Maria, yang membuat pikiran Maria hanya kehidupan kaya dan uang.”
“Apa kamu mengenali pria ini?” Nadhira mengangguk, “dia tak lain tak bukan adalah Alex kekasih ibu tiriku. Mengapa dia bisa bebas? Bukankah dia sudah dibunuh?”
“Dibunuh oleh?”
“Aurel, anak tiri dari kekasihnya.”
“Mungkin saja ada yang membantunya.”
“Polisi memang tidak lagi bisa dipercaya sepertinya. Apa aku harus membuat mereka tertangkap oleh Tentara?”
“Ya, pilih tentara saja. Tentara hukumannya lebih ketat dibandingkan polisi.” Ujar baba membuat Nadhira mengangguk paham.
__ADS_1
--