AISYAH

AISYAH
KSPI 018


__ADS_3

Happy Reading Semuanya.


Jangan lupa beri tanda like ya.


Support aku juga ya.


--


“Aku sudah kirimkan masalah ini kepada asistenku, mungkin nanti kakak bicarakan kembali saja kepada kekasih kakak dan bersama asistenku.” Ujar Nadhira yang langsung diangguki oleh Lesya. “Baiklah, terima kasih sudah membantuku, Dhir.”


“Sama sama ka.”


“Kita lanjutkan pembicaraan tentang pernikahan kalian berdua ya.” Ujar baba yang langsung bertanya, “apa kalian sudah membuat undangan?”


“Sudah, kita sudah berbicara berdua bahwa kita akan membuat undangan yang bertema alam. Karena kita akan


membuat acara keluarga dialam liar gitu. Tapi kalau buat tamu bisnis mungkin lebih baik di gedung.”


Semuanya mengangguk paham, “lalu apa dhira sudah memilih gaun nikahnya?” tanya ummi yang langsung digelengi oleh Nadhira, “belum ummi, kita baru berbicara soal lokasi dan undangan aja.”


“Karena temanya alam, kamu mau milih gaunnya warna pink, putih, atau hijau?”


“Jika aku memilih putih, akan terkena noda dan itu sangat terlihat, jika pink aku seperti bunga berjalan lebih baik warna hijau namun yang soft. Aku ingin menjadi bagian daun seperti tempatnya.”


“Uhh perkataannya layaknya puitis. Tapi hijau memang cocok ditempat alam sih. Berarti abang juga harus mengenakan kemeja serta jas berwarna yang sama bukan?”


Khalid mengangguk, “tentu saja. Aku kan pasangannya Nadhira.”


“Besok ummi akan mengajak kamu sayang ke butik sahabat ummi ya. Kita cari gaun yang kamu inginkan disana.”


“Baik ummi, dhira ngikut saja.”


“Lesya mau ikut ummi.”


“Kamukan kerja nak, udah malam bobo gih kalian, buat Nadhira menginap disini ya, besok pagi saja kamu pulang sekalian ummi mengantarmu ke butik.”


Gadis itu mengangguk. “Baik ummi.”


“Ayo ba, kita tidur. Ummi ngantuk.” Ajak ummi Aisyah kepada baba yang langsung disambut hangat oleh Gentala, “tentu, baba juga ingin masuk kehangatan ummi.”


“Hush!”


“Baba kalau ngomong selalu gak disaring heran deh.” Kesal Lesya yang langsung meraih buku majalah dikolong meja, sedangkan Nadhira langsung diajak oleh Khalid ke kamar tamu yang sudah dirapihkan oleh adiknya tadi.


“Ayo kita kekamar tamu, kamu tidur disana nanti.”


“Kenapa Nadhira tidak tidur denganku bang?” tanya Lesya membuat Khalid menggeleng tegas. “Yang ada bukannya tidur gadisku melainkan menjadi bola tendangan darimu.”


“Ish aku tidak begitu.”


“Kau seperti itu.” Serempak para saudaranya, langsung dibalas cengiran oleh gadis itu, “hehe seperti itu. Maaf.”


“Rusuh dia kalau tidur, ayo kita keatas my dear.”


Nadhira hanya tertawa pelan lalu mengangguk, keduanya meninggalkan ketiga bersaudara yang masih anteng disofa tidak ada niat satupun dari mereka untuk beranjak kekamar. Tak lama Azkar datang kemudian menoleh mencari keberadaan yang lain.


“Pada kemana?”


“Kamar,”


“Khalid juga? Mereka sekamar?” hebohnya. Yang langsung dilempari bantal oleh Lesya.


Bugh!

__ADS_1


“Pikirannya terlalu jauh bang! Bang Khalid Cuma nganter Nadhira ke kamar tamu sedangkan dia kekamarnya sendiri.” Omel Lesya membuat Azkar mengusap hidungnya kerasa sakit akan lemparan bantal.


“Sakit Les! Ya udah maaf, otak ku lagi kotor.”


“Setelah ditelpon oleh seorang gadis ya? Jangan bilang gadis itu? Yang sedang menggodamu?”


“Siapa bang?” tanya Lian kepada Kazy. “Biasa palingan anaknya bunda Hani. Anaknya kan si gadis imut namun nakal itu.”


“Sok tau.”


“Atau kamu mengincar kakaknya yang dewasa namun polos?”


“Aku sih lebih memilih dewasa tapi polos, bisa diajarin apa aja.” Ujar Lian. Yang langsung dijitaki oleh Kazy dan Azkar.


Tak!


Tak!


“Ah sakit bang!”


“Pikirannya mesum sekali!”


“Siapa yang ngajarin kamu?”


“Siapa lagi jika bukan bang Mike.”


“Ah bocah itu lagi. Dasar biawak pirang, bisa bisanya ngajarin adik orang yang gak bener.” Dengus Kazy. “Sayang


banget padahal bang Mike ganteng tapi kok playboy, coba aja bang Mike tipe cowok dingin sekaligus setia. Udah jatuh cinta Lesya ke bang Mike.”


“Gak! Walaupun sifatnya dingin atau sesuai dengan tipemu, tetap abang gak suka sahabat jadi kekasih adik perempuan.” Lesya langsung menekuk bibirnya kebawah mendengar tolakan abangnya yang digelengi oleh Lian.


“Kakak kenapa gak sama senior aku yang dikampus, ada loh yang setipe kakak tapi gak tau sifat aslinya.”


Lian menggeleng, “gak cocok sebenarnya, dia dingin dan gak tersentuh sama kakak yang ceroboh dan ceria.”


“Ih cocok tau, orang bawel harus ketemu sama orang yang diam.”


“Siapa yang bilang dia pendiam? Liankan ngomong kalau dia dingin, yang sebenarnya jika berbicara dengan perempuan mulutnya berubah menjadi cabai. Pedas sekali.”


“Masa?”


“Iya, hamper sama dengan uncle Raizak.”


“Emangnya uncle seperti itu?”


Lian mengangguk, “waktu Lian kecil kan sering diajak main sama uncle tapi saat ada perempuan mendekati uncle,


beliau langsung berucap seperti ini ‘mengapa didunia ini disediakan wanita murahan seperti kalian? Mengapa kalian dengan tidak tau dirinya menggoda pria yang sudah memiliki keluarga kecil? Bagaimana jika pria itu sudah memiliki istri seperti saya yang memiliki istri dan anak, apa kalian masih menjual diri kalian kepada pria tersebut?’ itu yang diucapkan uncle kepada wanita diluar sana padahal uncle saat itu belum menikah.”


“Uncle Izak memang yang terbaik.”


“Uncle Izak paling keren jika berucap pedas. Aunty kenapa kuat sekali hidup bersama uncle yang bermulut pedas itu?”


“Mungkin karena cinta yang sebesar dan seluas Samudra pasifik.” Komen Lesya. “Tapi pengen deh lesya punya pasangan seperti uncle Izak. Karena kalian tau kan? Orang dingin akan selalu menyayangi, mencintai dan memanjakan gadis yang sudah masuk kedalam hati dan pikirannya. Dan itu termasuk dengan uncle yang sudah terperangkap dengan aunty.”


“Kejarlah cinta jika memang itu takdirmu.”


“Abang gak mau kehidupannya diceritain biar semua para pembaca tau siapa jodoh abang?”


“Ngga ah, abangkan butuh privasi gak mau kisah cinta abang diperlihatkan abang pengen kayak uncle Izak aja yang ketemu cinta sejatinya tanpa orang tau, penulis pun gak tau nama istri uncle siapa.”


“Iya ya, keren sih bisa sembunyi gitu hidupnya uncle.”

__ADS_1


“Ah nanti diending cerita hidup kita pasti dikeluarin.” Saut Azkar.


“Eh gak mungkin sih, sepupu kita aja gak disodorkan kedalam cerita ini. Mereka disembunyikan.”


“Sama seperti ibunya yang disembunyikan dari kehidupan kita.”


“Karena cerita ini memprioritaskan Abang bersama Nadhira bukan kalian pada.” Komen Khalid yang sudah terlihat


segar dengan pakaian rumahnya.


“Loh abang, Nadhira dimana?”


“Udah tidur sepertinya.”


“Jadi kalian akan menikah ditanggal berapa?”


“Diantara 28 atau 29. Akhir bulanlah sekiranya.”


“Kau akan menikah di KUA atau di tempat acara?”


“Acara aja, panggil langsung biar bayar ditempat.”


“Kayak beli barang pake Cash on Delivery.” Celetuk Kazy.


Khalid duduk disofa ikut menonton bersama adik adiknya serta sepupunya, “kalian sedari tadi membicarakan apa?”


“Ini gadis cantik ini, pengen deketin seniornya Lian dikampus katanya tipenya sama.”


“Hidup itu jangan tergantung dengan tipe sya, nanti gak sesuai ekspetasi kecewa terus patah hati. Jangan nyesel.


Ikutin alur aja gimana kedepannya.”


“Bener banget apa kata Khalid, jangan terlalu ngikutin tipe, karena jika seperti itu kita akan dipertemukan


dengan sosok yang berlawanan dengan tipe yang kita inginkan.” Sambung Azkar diangguki oleh Khalid.


“Siapa namanya?” tanya Khalid kepada Lian, pemuda itu mengernyit, “abang nanya ke siapa?”


“Ke kamu Lian, siapa nama senior kamu?”


“Em kalau gak salah namanya Adam, tapi kepanjangannya Lian gak tau, eh tunggu kekasih kakak gimana?”


“Nanti kalau dia udah sadar, kakak mau bilang kalau lebih baik kita putus saja. Aku capek sama sikapnya.”


“Ayo kita putus.” Ujar Lezi yang sudah bangun dari pingsannya. Dengan wajah lemahnya itu ia langsung mendekati Lesya yang sedang duduk disana. Lezi bisa melihat semua saudara dari gadis itu.


Saudara gadis itu sepertinya cukup berbahaya. Apalagi pemuda yang sudah memukul tengkuknya itu. “Ayo kita putus, lalu bantu aku, melepaskan diriku dari jeratan wanita itu.”


Lesya mengangguk, “ayo kitabekerja sama, aku sudah menemukan buktinya bahwa wanita itu sakit jiwa.”


“Benarkah? Syukurlah, aku juga sudah memiliki beberapa bukti ternyata memang selama ini hidupnya mengejar kekasih dari gadis kaya. Ia akan memberikan tubuhnya kepada kekasih gadis kaya tersebut lalu memanfaatkan pria itu hanya untuk merebut kekayaan dari gadis tersebut danselama ini ia cukup berhasil dari korban dulunya. Dan sekarang ia mengincarmu Lesy.”


“Aku tau itu, dia sudah diajarkan oleh orang tuanya untuk mengincar kekayaan dari gadis luar sana yang sifatnya bodoh dan polos.”


“Tetapi kamu bukan gadis bodoh maupun polos.”


“Maka dari itu wanita itu salah mencari lawan.”


“Ck. Apa kau sudah tidur berdua bersama wanita itu?” tanya Azkar yang langsung dipelototi oleh Lesya.


“Apa itu penting?” tanya Lezi yang malas membahas hubungann ‘itu’ dengan wanita gila itu.


--

__ADS_1


__ADS_2