AISYAH

AISYAH
(24) AISYAH


__ADS_3

Happy Reading!


Ditempat makan pinggiran, para pengunjung langsung heboh dengan kedatangan Aisyah, artis pendatang baru


yang mulai bersinar ini tidak merasa jijik atau merasa kotor memakan di jualan tempat pinggiran, Aisyah hanya menampilkan senyuman manisnya sedangkan abangnya hanya memasang wajah datar dan menatap tajam setiap ada pria yang ingin mendekati sang adiknya.


Seperti ada tulisan diatas kepalanya, ‘JANGAN ADA YANG MENDEKATI ADIKKU JIKA TIDAK INGIN MAMPUS


DITANGANKU!’


Semacam itulah perkataan dari tatapan tajam bang Izak sampai adiknya mencubit lengan pria itu membuatnya


meringis pelan, “kenapa isyah mencubit tangan abang?”


“Harusnya itu yang isyah pertanyakan, kenapa abang melototi mereka dan mengabaikan makanan dihadapan


abang? Jangan kelamaan didiamkan jika tidak mau makanannya dimakan oleh setan.”


“Iya, iya ini abang makan. Habisnya para lelaki disini banyak melototi dirimu dengan mata lapar.” Gerutunya. “Kenapa sih wajah adikku ini cantik sekali? Kan abang kesal melihat adik abang ditatap seperti itu.” Dumelnya.

__ADS_1


“Aisyah juga gak tau karena aisyah diberikan oleh maha pencipta wajah cantik seperti ini, seharusnya abang


bersyukur dong punya adik wajah cantik jelita sepertiku.”


“Senang ada, tidak senangnya juga ada. Udahlah cepatlah habiskan makanan ini kita langsung pulang abang


lelah.”


“Iya abang.” Ujar Aisyah lalu memulai makan kerang ijo berbumbu asam manis. Ditambah dengan kerang dara saus padang. Keduanya memakan dengan lahap tanpa melihat para pengunjung yang selalu membicarakan keduanya.


Selesai makan, mereka cuci tangan dan banyak sekali orang yang mendekati Aisyah untuk berfoto bersama. Dan


“Hei, jangan mendorong. Kasihan adikku yang cantik ini. Jika kalian ingin berfoto bersama adikku lebih baik ngantri jangan desakan seperti menunggu sembako.” Omel bang Izak yang langsung membuat mereka bungkam dan menuruti perkataan abang dari artis yang mereka sukai itu.


Selesai berfoto Aisyah tersenyum manis, “maafkan sikap abangku ya.. Dia kalau sudah lelah suka begitu galak. Dan untuk kalian hati – hati pulangnya jangan sibuk dengan ponsel jika berjalan banyak orang jahat diluar sana dan itu akan membahayakan kalian sendiri. Aku pamit permisi lebih dulu ya, Assalamualaikum.” Ujar lembutnya setelah melihat abangnya sudah selesai membayar.


Izak langsung merangkul adiknya dan membawa masuk kedalam mobil. Ia menatap sekali lagi kepada pengunjung itu dengan mata tajamnya kemudian masuk kedalam mobil meninggalkan penjual pinggiran itu.


Sepeninggalan Aisyah tempat makan pinggiran itu langsung heboh dan masing-masing langsung memposting foto

__ADS_1


mereka dan mengcaptionkan kalimat yang diucap oleh Aisyah. Dan karena itu banyak yang mengikuti akun mereka.


“Ih baiknya gadis itu. Ibu semakin suka dengannya.”


“Aku pun begitu bu, dia sangat baik dan terlihat ramah. Ayo kita pulang bu dan masukan ponsel ibu ingat perkataan Aisyah jangan memainkan ponsel sembari berjalan bahaya.” Ujar anak kepada ibunya.


Bukan hanya para pengunjung saja yang minta foto bareng dengannya, para pedagang tempat itu juga ikutan


foto dengan Aisyah dan mereka berniat akan mencetaknya menjadikan spanduk lalu ia gantung diluar. “Sepertinya jika kita pajang foto ini dalam spanduk warung kita akan laris manis nih.”


“Iya pak, itu harus kita lakukan jarang artis pendatang baru ingin makan dipinggir jalan, paling jika mereka sudah terkenal selalu datang ke restoran yang mahal.” Balasnya kepada bapak pemilik tempat itu dan mengangguk setuju. “Nanti kamu yang urus ya tong, bapak mau cetak foto ini dimasukkan kedalam spanduk.”


“Siap pak, tenang saja saya Entong akan memberikan bapak dengan perasaan memuaskan.”


“Hahaha, bisa saja kamu.”


--


Next..

__ADS_1


Vote, Comment, Like, and Favorite.


__ADS_2