AISYAH

AISYAH
KSPI 020


__ADS_3

Happy Reading!


Jangan lupa beri tanda like ya.


Support aku juga.


“Tinggal berapa hari lagi kamu menikah sayang?”


“Em, kalau tidak salah 25 hari lagi deh mi.” jawab Nadhira yang sedang memotong steaknya. Saat ini ia bersama, ummi, mami, serta ka Dami memakan steak disebuah restoran terkenal dan termahal. Yang pastinya yang membayar makanan ini tak lain dan tak bukan adalah ummi dan mami yang patungan.


“Makan yang banyak sayang.” Ujar mami kepada ka Dami. “Iya ka, tubuhmu sekarang menciut padahal aku jarang memberimu lembur bagai kuda dimalam hari.”


“Benarkah?” Nadhira mengangguk, mengiyakan mami, dan beliau langsung mendelik kearah gadisnya yang sepertinya berbohong kepada dirinya. Ka Dami hanya diam memalingkan pandangannya.


“Lalu apa saja minggu akhir ini kegiatan kamu?”


“Aku lebih disibukkan untuk bertemu klien diluar kantor namun setelahnya aku pulang sedangkan ka Dami memang balik ke kantor untuk mengurusi jadwalku, serta pertemuanku selanjutnya untuk hari keesokkannya namun aku tidak sampai menyuruh kakak lembur bukan begitu ka?”


“ya, nona. Maafkan Dami mi, dami sedikit berbohong jika sering melembur bagai kuda dikantor.” Nadhira mengernyitkan keningnya, “lalu kemana dirimu berada ka?”


“Aku, aku .. em .. itu..”


“jangan bilang kamu balik ke tempat nakal kamu sejak smp?”


Dami menunduk, membuat mami menghela nafas lalu membanting pisau dan garpu, menatap putrinya dengan tajam. “Kamu ini!”


“Udah mi, marahnya dipending dulu. Ga enak didepan public.”


Mami, mencoba menenangkan diri, lalu menatap ummi Aisyah serta Nadhira yang berada didepannya. “Maaf ya, mami harus pulang terlebih dahulu. Nadhira, nanti gaunnya mami kirim ke rumahmu atau kerumah mertuamu?”


“Kerumahku saja mi. biar aku bisa dandan dirumah dengan singkat waktu.”


“Baiklah. Aisyah aku pulang dulu ya. Assalamualaikum! Sampai ketemu nanti.”


Aisyah mengangguk lalu memeluk sahabatnya dengan senang. “Hati hati dijalan, jangan ngebut atau bertengkar dijalanan bahaya.”


“Aku ingat. Mami tunggu di lobby kamu ambil mobil gih cepet.” Ka Dami mengangguk nurut lalu mengecup punggung tangan ummi lalu menunduk kearah Nadhira dengan sopan layaknya bawahan dan atasan.


“Hati hati ka.”


Setelah keduanya menghilang dari pandangan Nadhira, gadis itu langsung menatap ummi dengan tanda tanya. “Memangnya dulu sifat dan sikap ka Dami seperti apa ummi?”


“Dia itu, sangat sangat bandel.”


“Bandelnya seperti apa?”


“Dulu waktu dia umur 15 tahun kalau gak salah. Dia masuk ke dunia malam diajak oleh kakak kelasnya. Saat itu juga pergaulannya sangat buruk dan bebas, seperti dia meminum,merokok, serta berpacaran dengan pria maupun perempuanl.”


“Benarkah?”


Ummi mengangguk, “Ya, tapi sebelum dia masuk terlalu jauh, kakkanya sudah menariknya keluar dan membuatnya terapi atau berobat karena terakhir ia memegang obat obatan terlarang.”


“Masya allah, kok bisa seperti itu?”


“Ya, namanya juga anak smp yang dimasa masa sangat penasaran akan sesuatu hal, jika sudah penasaran mereka akan mencari tau serta mencobanya apakah enak atau tidaknya.” Jelas Ummi Aisyah membuat gadis itu melongo.


“Lalu?”


“Alhamdulillah hasilnya negative dan Dami dilarang keluar rumah selama sebulan, jika ada yang dibeli tinggal nitip saja ke kakaknya.”


“Masya Allah ternyata seperti itu masa kelamnya.”


Ummi Aisyah mengangguk lalu, menghela nafas. "Satu rahasia, Dami menyukai putra ummi yang tak lain dan bukan Kazeem kembarannya Khalid namun putra ummi satu itu menyukai gadis lain."


Dhira mengangguk, "ummi tau siapa gadisnya?"

__ADS_1


"Tidak, dia belum memberi tahu kepada ummi. Ayo kita pulang. Sedari tadi abi selalu mengirim pesan ke ummi."


"Abi sangat mencintai umminya?"


"Tentu, sejak dulu Abi selalu mengintil ummi saat ummi masih gadis."


"Dan aku dengar ummi juga pemain film ya?"


"Hem awalnya ummi hanya ingin menjadi pemain drama anak SMA saja tapi lambat laun ummi ditawarkan menjadi pemain film."


"Kalau boleh jujur. Dhira ngefans loh sama ummi. Sejak kecil Dhira dan mama selalu nonton tv yang tak lain tak bukan ummi yang jadi pemerannya."


"Benarkah? Masya Allah ternyata mantu ummi Fans ummi ternyata. Dunia sesempit itu?"


"Hehe. Ayo kita pulang mi, supir ummi kemana?"


"Ah ummi mengatakannya untuk pulang lebih dulu."


"Lalu kita pulangnya naik apa?"


"Bagaimana jika kita ke mall sebrang terlebih dahulu sebelum pulang? Ada yang ingin ummi beli disana, habis itu kita baru pulang. Nanti ummi telepon supir ummi untuk menjemput."


Nadhira hanya mengangguk menuruti kemauan ummi. "Ayo deh, mumpung kita diluar. Jika sudah masuk kerumah malas lagi berpergian kesana kemari."


"Ummi setuju. Ummi juga kaum rebahan setelah tidak ada kerjaan lagi sejak anak anak ummi dewasa."


"Jika ada pasti ummi ditawarkan sebagai ibu dari anak anak difilm maupun drama."


"Tentu."


Keduanya menyebrangi jembatan layang menuju mall tersebut, untung saja ummi mengenakan masker menutupi setengah wajahnya begitu pula dengan Nadhira yang mengenakan masker.


"tunggu ummi, ponselku bergetar."


"Angkat saja jika itu Khalid."


"Walaikumsalam, kamu sama ummi dimana? Abi sedari tadi mengirim pesan ke ummi tapi tidak balas."


"Ummi sama aku sedang di mall, seberang restoran yang dekat butik sahabat ummi."


"Biar aku jemput kamu ya? Udah selesai?"


"Belum, baru masuk mall. Ummi mau beli sesuatu tapi gak tau dimana."


"Ya sudah aku otw kesana. Kamu tungguin aku ya."


"Eh tunggu,- Halo? Halo A'Khalid? Loh kok dimatiin?"


"Kenapa sayang? Siapa yang menelponmu?"


"a' khalid ummi, dia berkata akan menjemput kita."


"Loh kamu bilang kan kita baru sampai?" Nadhira mengangguk, "bilang kok tapi dia gak dengerin ucapanku sepertinya."


"Ya sudah ayo kita segera ke toko itu, ummi mau beli sesuatu."


"Maksudnya, ummi ingin membelikan pakaian dalaman?"


"ish jangan disebut ummi malu. Udah ah ayo, kamu juga pilih ya. Sekalian buat nanti bekal setelah nikah siapa tau dada kamu membesar."


"Ummi..." rengek Dhira yang langsung ditertawai oleh ummi Aisyah. Ia menggandeng lengan calon mantunya dengan erat. Dan masuk kedalam toko pakaian dalaman sekaligus parfumn didalam sana.


"Pilih gih, oh iya jangan lupa beli pakaian yang seksi ya biar putra ummi kesemsem sama kamu."


"Tanpa pakaian ini, putra ummi udah kesemsem sama aku."

__ADS_1


ujarnya namun ia tetap mencari pakaian dalaman yang menurutnya nyaman dan enak dipakai. Ia juga mengikuti perkataan ummi yang harus membeli ukuran agak lebih besar untuk berjaga jaga.


Tring! Tring!


"Halo?"


"Assalamualaikum, yang kamu dimana? Aku udah di mall sama Khalid nih." ujar Abi kepada ummi didalam telepon. "Aku lagi ada di toko pakaian dalaman. Kesini aja kalau berani mah."


Tut.


Sambungan terputus karena ummi lebih dulu mematikannya sedangkan Abi hanya bisa mendengus. "Ayo khalid ummi sedang ditoko."


"Toko mana bi?"


"Kamu akan tau sendiri. Ayo buruan."


"Abi sabar sedikit napah. Baru ditinggal beberapa jam sama ummi kok udah ngebet banget."


"Nanti kamu juga ngerasain gimana rasanya ditinggal sama pawang kamu selama berjam jam."


Khalid hanya bisa menggaruk kepalanya tanda bingung dengan tingkah abinya. (Penulis jadi ikutan garuk kepala.)


Sesampai dilantai 2, Khalid melongo karena toko yang dituju oleh ummi serta gadisnya adalah tempat dimana yang membuat dia malu.


Bagaimana tidak? Abinya dan dia adalah satu satunya pelanggan pria yang masuk ke toko tersebut dan hanya mereka berdua yang masih sibuk mencari ummi serta gadisnya.


"Sebenarnya ummi dimana sih abii?"


"Abi tidak tau, ummi hanya mengatakan berada di toko pakaian dalaman. Tapi tidak memberitahukan posisinya dimana?"


"Tadi ummi mengenakan pakaian apa?"


"Abi tidak mengetahuinya, apa kita harus menelpon supir ummi untuk bertanya pakaian yang dipakai ummi?"


"tidak perlu, kalian sudah sampai. Berani juga ya kalian masuk kedalam toko ini hanya untuk mencari kami berdua?"


"Ummi!"


"Sayang! Argh aku merindukanmu.. Sini ku kecup terlebih dahulu."


"ish Abi! Hentikanlah ummi malu tau."


"buat apa malu kita kan sudah suami istri yang sudah saling buka bukaan."


Tak!


Mulut abi dipukul begitu saja oleh ummi karena mulut mesum abi sangat sering tidak disaring. "omongannya dijaga abi!" tekan Ummi yang langsung dituruti oleh Abi lalu pria tua itu merangkul istri kesayangannya menuju tempat pembayaran.


"Bayarin ya bi."


"Oke sayang. Ada lagi yang mau ditambah?"


"Gak itu udah banyak."


Sedangkan Khalid hanya bisa diam mengkaku disamping Gadisnya. "Kamu beli dalaman sama ummi berapa jam?"


"Hanya sejam, itu juga gak terlalu lama."


"Hanya? Lalu apa kamu ingin membeli sesuatu?"


Dhira menggeleng, "tidak ada. Eh ada deh. Abaya, aku lagi suka pakai abaya."


"Abaya maksudnya baju gamis?" Gadis itu mengangguk. " iya yang itu. Ayo temenin aku."


"Oke. Tapi kita bilang dulu sama ummi siapa tau ummi mau ikut beli juga."

__ADS_1


"Oke."


--


__ADS_2