AISYAH

AISYAH
(30) AISYAH


__ADS_3

Happy Reading!


Sepulang dari Mall, Genta langsung merebahkan tubuhnya sambil menatap foto yang ia dapati tadi, ia tersenyum senang akhirnya ia mendapatkan foto berdua bersama gadisnya. Ah bisakah dia menganggapnya seperti itu?


Tok!


Tok!


Tok!


“Masuk!”


“Malam sayang? Kamu habis dari mana kok baru pulang?” tanya wanita itu dengan nada lembutnya, ia duduk dan tersenyum, “aku habis menemukan jodohku mom.”


“Benarkah? Siapa gadis itu?”


“Kau sudah sering melihatnya mom.” Kerutan di dahi keluar membuat Genta tersenyum. “di televisi. Aisyah, gadis yang memainkan drama dan model dari tteokbeokki chessee yang jadi favorit mom.”


“Benarkah? Gadis itu, yang akan menjadi calon menantuku? Ah akhirnya mom bisa merasakan hal ini. Kapan kau akan melamarnya?”


Genta menghela nafas sampai suara berat membuat keduanya menoleh, “Siapa yang melamar siapa?” tanya daddynya dengan nada dinginnya. “Sini honey, kita berdua akan segera memiliki menantu dari Genta, putramu ini.”


“Benarkah? Memangnya siapa gadis kurang beruntung itu?”


“Kok kurang beruntung sih dad?” protes mommy yang langsung dibalas, “bagaimana tidak? Putramu ini masih berada di lingkungan gelap mengikuti jejak kakeknya. Pria tua itu memang menyebalkan.”


“Dad, dia ayahmu loh, jangan begitu kepadanya. Daddy mu benar nak, kapan kau akan tobat keluar dari dunia gelapmu?” tanya mommy membuat Genta menatap kedua orang tuanya dan mengambil nafas, “aku sudah keluar dari dunia itu dad, mom, dan grandpa juga sudah tau. Saat ini aku sedang mengisi kegiatanku dengan belajar

__ADS_1


mengaji dan asal kalian tau aku sudah masuk islam mengikuti keluarga mom. Jadi tenang saja.”


“Benarkah? Alhamdulillah mom senang mendengarnya.”


“Dad juga senang mendengarnya, kau harus fokus dengan ilmu itu jangan karena dia tapi karena Allah.”


“Aku mengerti dad, kau tenang saja aku masuk ke agama ini karena Allah bukan karena dia. Mendengar orang mengaji saja aku merinding maka dari itu ingin merasakannya.”


“Bagus jika begitu, kalau begitu kau istirahatlah mom dan dad ingin tidur juga dengan perasaan bahagia. Ternyata putra kita satu-satunya masih normal.” Ujar mom membuat Genta melotot sedangkan Dad tertawa mendengar tutur istrinya. “Good night son.”


“Good night too mom, dad.”


Genta melangkah masuk kedalam kamar mandinya dan segera menyegarkan tubuhnya kemudian ia keluar dengan menggunakan celana tidur Panjang tanpa kaos. Membiarkan tubuh atas terpampang begitu saja lalu membaringkan tubuhnya dengan senyuman menatap langit. “Selamat mimpi indah gadis manis, Aisyahku atau Humairahku? Hihi, aku tidak sabar menunggunya.”


Ditempat lain, sedang bertengkar dengan dua bersaudara dengan ayahnya. Bang Fariz dan bang Izak sedang adu debat dengan sang ayah yang dilihat akan kalah dilawan dua pria itu. Mereka mendebatkan tentang pekerjaan yang dinaungi ayahnya, mereka mendengar bahwa ayahnya difitnah dan dituduh mengambil gaji buta dan mereka


“Mengapa ayah diam saja di fitnah dan dituduh seperti itu sampai ayah dipecat dengan perlakuan tak adil itu?” ujar bang fariz sedangkan bang Izak terlihat geram, “ayah tidak apa nak, kalian jangan khawatir ayah sekarang sudah tidak bekerja jadi ayah akan menemani bunda kalian agar tidak sendirian dirumah.”


“Bukan itu masalahnya ayah.”


“Ayah mengapa tidak membela diri? Ayah tidak ingat putri ayah orang terkenal dia akan kena imbasnya dari orang yang menyakitimu yah.” Ayah terdiam seketika ia mulai teringat putri kecilnya masuk kedalam dunia hiburan.


“Ayah melupakannya.”


“Huh.. Biar ini


jadi urusan Izak, ayah dan abang tidak perlu khawatir.” Ujarnya dan berdiri

__ADS_1


meninggalkan kedua orang itu menuju kamarnya sedangkan ayah hanya bisa bernafas


lelah. Bang Fariz langsung menyuruh ayah untuk beristirahat. “ayah tidurlah,


kau pasti sangat lelah.”


“Baiklah, ayah pergi kekamar dulu menyusul bundamu.”


Aisyah keluar dari kamarnya dengan menggunakan piayama dan melangkah menuju dapur kemudian duduk disamping abang Fariz. “ada masalah apa bang?”


“Kau akan mengetahuinya besok pagi.”


“Tidurlah, ini sudah malam.”


Aisyah mengangguk, lalu mengecup pipi abangnya, “selamat istirahat abang.”


“Ya, mimpi indah adik manis.”


--


Next..


Vote, Comment, Like, and Favorit!


Taqaballahu minna wa minkum! 


'Meski wajah tak mampu berjumpa, tangan tak bisa saling menjabat, semoga coretan kata ini mampu menjadi jembatan di hari penuh kemenangan. Minal aidzin walfaidzin.'

__ADS_1


'Mawar indah harum mewangi, aromanya menyentuh nurani, pesan Ini sebagai pengganti diri, selamat Hari Raya Idul Fitri.'


__ADS_2