AISYAH

AISYAH
(50) AISYAH


__ADS_3

Happy Reading!!


Happy Love Virus!


Disebuah gedung tinggi dan besar masuklah seorang pria dengan gaya dingin dan tegasnya diikuti oleh asistennya dibelakang, “bagaimana? Apa dia sudah tiba?”


“Sudah tuan, dia sudah berada diruangan meeting bersama beberapa pemegang saham lainnya.”


“Bagus, kita akan melakukan pertunjukkan yang menarik.” Seringai tuannya membuat yang lain merinding. “Sean, buka pintunya.” Ujarnya saat sudah tiba didepan ruangan meeting dan masuklah dirinya dengan aura menyeramkan dan semakin menyeramkan saat dirinya bersitatap dengan sosok yang selalu dibicarakan.


“Selamat siang semuanya! Maaf dihari libur seperti ini saya mengganggu waktu kalian bersama keluarga.”


“Siang juga pak, tidak apa kami masih memiliki banyak waktu lagi.” Ujar salah satu pemegang saham yang duduknya didekatnya dengan wajah ramah. Pria itu duduk dan menaruh kedua tangannya diatas meja dengan bertautan menatap yang lain dengan wajah dinginnya.


“Kalian semua tau bukan apa yang saya benci dari seseorang?”


Glek!


“Pasti kalian tau apa maksud kedatangan kalian kemari.” Ujarnya dengan nada tegas kemudian ia menatap satu persatu orang dengan tatapan menyebalkan, “nama yang saya sebutkan saya harap berdiri dan memohon ampun dikantor polisi. Sebutkan SEAN!”


“Baik tuan Rai!” Sean si asisten itu telah menyebutkan beberapa nama yang telah mengambil dana perusahaan untuk kesenangan sendiri. Dan ada juga yang mengambil uang gaji tanpa bekerja dengan tenaga sendiri sampai banyak beberapa junior lebih memilih keluar dari perusahaan tersebut dari pada harus dirundung oleh atasan yang jabatannya masih rendah dari tuan mereka.


“Nama yang dipanggil akan dipenjara sesuai dengan hukum tanpa bisa menyuap ke para hakim ataupun jaksa didunia politik karena Sebagian dari mereka sudah ku tekankan agar tidak ada yang bisa meringankan hukuman kalian para manusia bejat. Dan silahkan pak polisi tangkap mereka sesuai aturan.” Ujar tuan Rai yang bernada sopan dengan beberapa polisi dan detektif tersebut.


“Terima kasih tuan Rai, atas pekerjaannya.”


“Sama-sama, itupun sudah tugas kalian bukan untuk menangkap orang bejat seperti mereka.”


“Kalau begitu kami permisi, assalamualaikum!”


“Waalaikumsalam.”


Sepeninggalan mereka, tuan Rai melirik sekitarnya dna ternyata hanya tersisa Sebagian dari orang orang yang tertangkap, “santai saja, jika kalian tidak punya masalah dengan perusahaanku, kalian masih bisa nafas lega. Karena saya orangnya tidak suka sesuatu kesayangan milik saya dihancurkan dan direbut dalam diam oleh

__ADS_1


seseorang.” Sindirnya membuat salah satu manusia disana hanya menatapnya dalam diam. ‘ini orang maunya apa sih?’


“Baik cukup sekian dan terima kasih, silahkan pulang kerumah maaf waktu kesenangan kalian terganggu oleh kami.”


“Tidak apa tuan, kalau begitu kami permisi tuan Rai, assalamualaikum!” pamit beberapa orang yang langsung dibalas salamnya oleh tuan Rai, asisten Sean dan satu orang yang masih terdiam duduk, “maaf tuan Gentala mengapa anda masih disini? Tidak pulang?” tanya tuan Rai.


“Ah maat tuan Rai, sepertinya undangan anda untuk saya bukan HANYA untuk menangkap dan menakuti orang orang seperti tadi, dan kemungkinan anda masih ada NIAT terselubung dengan saya bukan begitu? Tuan Raizak Abdullah.”


Hahahhaa


“Kau cukup hebat melihat situasinya tuan Gentala Pratama Alexander atau saya bisa memanggilmu dengan Tala? Seperti panggilan adik saya?”


“Saya tidak menyangka ternyata abang dari Ais, orang terkuat dan orang terhebat di dunia perbisnis.”


“Tentu saja, ini semua untuk melindungi adik saya Isyah, yang sedang meroket dan banyak hidung belang yang mengincarnya termasuk anda bukan?”


“Apa? Hidung belang, tuan kau sangat kasar ternyata.”


“Bukan kasar melainkan sarkas.”


Deheman itu membuat keduanya menatap orang yang sedari tadi diam, “maaf tuan-tuan, lebih baiknya kalian berbincang di tempat yang lebih santai, bukankah begitu lebih enak?”


“Benar begitu calon kakak ipar, lebih baik kita berbicara ditempat yang lebih santai dan harmonis.”


“Kau ini, begitu inginnya kau berdampingan bersama adikku?”


“Tentu saja, adikmu adalah cinta pertamaku kali pertama bertemu.”


“Kapan kalian bertemu?” tanya bang Izak sembari melangkah bersama menuju ruangannya, dan Gentala berada disampingnya sedangkan dibelakangnya hanya Sean seorang. “Kami bertemu disebuah mall, yang saat itu ia baru pulang dari audisinya.”


“Jadi kau satpam yang berpakaian polisi itu? Wah kau sudah membodohi adikku ternyata. Apakah adikku tau kalau,”


“Tentu saja dia tau, kami bertemu lagi saat itu aku meminta foto bersamanya karena dia sudah menjadi artis pendatang baru yang disukai banyak orang. Ketiga kami bertemu di tempat undangan dan keempat kami bertemu di abang cimol.” Jelasnya membuat bang Izak mengangguk ria. “jadi seperti itu, jadi kau sengaja mengikuti adikku, apa kau juga yang menolong adikku dan kedua sepupuku yang sedang dikejar fans?”

__ADS_1


“Apa ada yang seperti itu?” Izak menghentikan Langkah, “itu bukan kau?” Gentala menggelengkan kepala, “memang ada kejadian seperti itu? Aku saja baru mengetahuinya darimu bang.”


“Lalu siapa dong yang menjaga adikku?” Kedua pria itu berpikir sampai mereka tidak sadar bahwa mereka semakin dekat.


--


“Bos, apa kau tidak berminat menyuruh kami untuk menjaga adikmu lagi bos?” tanya salah satu pria yang berkumpul disebuah studio besar diluar kota.


“Mengapa kau berkata seperti itu?”


“Bilang saja kau ingin mendekati adik sepupu si bos.”


“Apa sih kau ini.”


“Benar begitu gilang?” tanya si bos membuat pria yang ditanya hanya menyengir. “Hehe, iya bos, saya jatuh cinta pada pandangan pertama.”


“Siapa yang kau cintai? Bina atau Mara?”


“Mara bos.”


“Diam kau Rio. Kau benar benar mulut ember ya.”


Hahaha


“Maafkan diriku sobat.”


“Mara ya? Dekati saja, aku tidak melarangnya, tapi jangan sakiti dia atau tangisi dia, kau akan habis olehku. Ingat aku dan abangnya memiliki sabuk hitam garis tiga putih.”


“Baik bos. Terima kasih bos. Asik akhirnya hehe.” Senangnya membuat yang lain menggeleng kepala.


--


Next..

__ADS_1


Vote, Comment, Like, and Favorite!


See U!


__ADS_2